0 Shares 1101 Views
00:00:00
05 Jun

Pembangunan dan Lingkungan Hidup

30 Juli 2017
1101 Views

Agus mumar _Pemerhati Lingkungan Hidup

Pembangunan adalah karya dari hasil pemikiran manusia akan kebutuhan melanjutkan hidup dan mempertahankan komunitasnya dan akibat dari makin meningkatnya populasi manusia yang mendiami permukaan Bumi.

Sedang Lingkungan Hidup sering disebut sebagai ”lingkungan”, adalah istilah yang dapat mencakup segala (makhluk hidup) dan tak hidup di (alam) yang ada di (Bumi) atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Pembangunan bagi manusia adalah sebuah perkembangan atau kemajuan peradaban,kemajuan bidang materi produk industri dan ambisi pemenuhan kebutuhan hidup atau pula kemajuan pola pikir ilmu dan tekhnologi yang menunjang semangat aktifitas profesi manusia menuju kesejahteraan hidup yang tidak pernah menemukan titik untuk berhenti.

Semangat yang terorganiser dan sistematis dengan sering melupakan faktor alam yang merupakan bagian paling signifikan untuk mendapatkan perhatian.Karna Alam adalah lingkungan hidup dan lingkunganlah yang menghibahkan nafas hidup kepada setiap mahluk.

Foto|Lingkungan permukiman nelayan kampung Bajo kab.Bone

Hasil karya manusia yang agresif dan egois kerap meninggal kesadaran akan kebutuhan hidup mahluk lain yang memiliki hak sama untuk hidup,Atau pula meninggalkan kesadaran akan kebutuhan bumi untuk tetap lestari dengan segala fariabel penunjang kelestarian lingkungan hidup.

Dampak kerusakan lingkungan dan kerusakan habitat lingkungan hidup dapat disaksikan dan dirasakan,seperti:
1. Pemanasan Global

2. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS)

3. Daerah resapan air makin sedikit

4. Banjir

5. Penebangan hutan

6. Kebakaran Hutan

7. Kekeringan

8. Musim tidak menentu

9. Tanah Longsor

10. Alih fungsi lahan

11. Hilangnya ruang hijau kota/open space

12. Berkurangnya area pertanian

13. Hilangnya sebagian badan sungai akibat desakan lingkungan kota

14. Pencemaran udara

15. Pencemaran air laut

16. Rusaknya terumbu karang

17. Pencemaran air tanah

18. Rusaknya ekositem lingkungan hidup

19. Kepunahan spasies hewan-hewan terentu

20. Eksplorasi alam oleh aktifitas pertambangan yang tidak terkendali

Hingga persoalan ekstrim akibat pengeboran minyak misal, meluapnya lumpur lapindo.Dsb.
Yang merupakan akibat pembangunan yang mendesak alam guna menyiapkan ruang lebih luas untuk kebutuhan hidup pada populasi manusia yang terus berkembang dan tak terkendali.

Pemanasan GlobalSeperti kasus Pemanasan Global yang terjadi akibat pencemaran udara atmosfer dari asap berlebih yang diproduksi oleh gunung meletus ,asap industri industri yang besar hampir pada setiap kota kota.hingga lapisan atmosfer  tidak mampu memantulkan cahaya infra red yang bersumber dari matahari yang justru menjebak pabas hingga berdampak pada perubahan iklim dan panas bumi.Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Dari studi tentang iklim menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Yang disebabkan antara lain dari akibat:• awan asap• Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut• Atau karena komposisi udara yang berubah• Atau sebab yang lain?Hingga abad 19 diketahui  tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi.

Kerusakan Daerah Aliran Sungai

Foto|DAS-Luapan air sungai walanae

Di Indonesia Kerusakan daerah aliran sungai semakin mengalami kerusakan lingkungan dari tahun ke tahun.

Kerusakan lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) meliputi kerusakan pada aspek biofisik ataupun kualitas air.Indonesia memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai.

Dari 5,5 ribu sungai utama panjang totalnya mencapai 94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 km2. Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya.

Saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS. Gejala Kerusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilihat dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar Daerah Aliran Sungai.

Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terjadi mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.
Saat ini beberapa Daerah Aliran Sungai di Indonesia mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah dalam upaya pemulihan kualitas air. Sungai-sungai itu terdiri atas 10 sungai besar lintas provinsi, yakni:

 Sungai Ciliwung; Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan DAS seluas 97.151 ha.

 Sungai Cisadane; Provinsi Jawa Barat dan Banten dengan DAS seluas 151.283 ha

 Sungai Citanduy; Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan DAS seluas 69.554 ha

 Sungai Bengawan Solo; Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan DAS seluas 1.779.070 ha.

 Sungai Progo; Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan DAS seluas 18.097 ha

 Sungai Kampar; Provinsi Sumatera Barat dan Riau dengan DAS seluas 2.516.882 ha

 Sungai Batanghari; Provinsi Sumatera Barat dan Jambi dengan DAS seluas 4.426.004 ha

 Sungai Musi; Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan dengan DAS seluas 5.812.303 ha

 Sungai Barito; Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan DAS seluas 6.396.011 ha.

 Sungai Mamasa (Saddang); Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan dengan DAS seluas 846.898 ha.Selain pada 10 sungai lintas provinsi juga pada 3 sungai strategis nasional, yaitu:

 Sungai Citarum; Provinsi Jawa Barat dengan DAS seluas 562.958 ha.

 Sungai Siak; Provinsi Riau dengan DAS seluas 1.061.577 ha.

 Sungai Brantas; Provinsi Jawa Timur dengan Daerah Aliran Sungai seluas 1.553.235 ha.(Referensi: Buku Status Lingkungan Hidup Indonesia)

Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) pun mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai yang mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan.Pencemaran air sungai di Indonesia juga telah menjadi masalah tersendiri yang sangat serius.

@omAgu_Pemerhati Lingkungan Hidup

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan

Most from this category