0 Shares 884 Views
00:00:00
20 Sep

Makna Tradisi Sedekah Ketupat Masyarakat Sunda Dayeuhluhur-Cilacap

10 November 2018
884 Views

Penulis, Ceceng Rusmana

Sebuah Kearifan Lokal yang masih terjaga kelestraiannya dikalangan Masyarakat Sunda Dayeuhluhur Cilacap Jawa tengan adalah Sedekah Ketupat yang dilaksanakan setiap Bulan Maulid dilaksanakan dibatas Desa.

Sedekah ketupat atau sidekah kupat adalah adat atau tradisi dalam budaya masyarakat Indonesia yang menggunakan bahan makanan ketupat sebagai alat atau hidangan utama dalam sebuah acara atau upacara. Disini yang akan kita bahas adalah Acara Adat Sidekah Kupat di Kalangan Masyarakat Sunda Dayeuhluhur Cilacap,Jawa Tengah.

Camat Dayeuhluhur Rosikin S.Sos MM di Acara Sidekah Kupat

Makna Ketupat

Filosofi dari makanan ketupat itu sendiri memang cukup luhur baik dari segi bentuk, bahan dan cara pembuatannya, dan secara tradisi di berbagai tempat di Nusantara, ketupat selalu dibuat pada acara-acara yang menunjukkan suatu ungkapan rasa syukur atau kegembiraan bersama.

Ketupat Leupeut merupakan kependekan dari ’ngaku lepat dina laku opat’ (Ngaku salah dalam empat kelakuan).

’Ngaku lepat’ artinya mengakui kesalahan dan ’laku papat’ artinya empat tindakan. Selain itu, ketupat juga memiliki filosofi lainnya yaitu:

  1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia

Hal itu bisa terlihat dari rumitnya bungkusan atau anyaman ketupat.

  1. Kesucian hati

Setelah ketupat dibuka, akan terlihat nasi putih. Hal itu mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

  1. Mencerminkan kesempurnaan

Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal itu dihubungkan dengan manusia yang diciptakan dalam bentuk yang sempurna.

  1. Simbol permohonan maaf

Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, dalam pantun kadang disebutka “kupat santen“ yang artinya  dalam bahasa daerah ’Kaula lepat nyuhun ngahapunten (Saya salah mohon maaf).

Tradisi Menggantung Kupat Salamet Diatas Pintu

Ketupat Salamet Diatas Pintu

Salahsatu Ketupat Khas Yang ada dalam Sidekah Kupat adalah Kupat Salamet yang nanti akan Digantung di atas pintu Rumah setelah upacara adat.

Biar Rumah , Keluarga Dan Harta Benda Kita Selamat Dari Mara Bahaya.

Konon.. Rumah Yang Sudah Di Gantungi Kupat itu Maknanya .. Pemilik rumah Tersebut Sudah ikut Bersedekah di acara sedekah Kupat. Sehingga “Orang yang Niat Jahat dan Penyakit” Merasa Segan Memasuki dan Menjarah Rumah Tersebut.

Kupat Salamet itu Sendiri ada Maknanya. Kupat Salamet Adalah Kupat Kecil yang Memiliki Sudut Lima (5) dan dibuat dari satu lembar daun Kelapa Saja (Kupat Lain Di Buat Dari 2 Lembar Yang Dijalin ).. Maknanya Konon .. Betapapun Kecilnya/lemahnya  Manusia.. jika Penghuni Rumah Tersebut Menjalankan Yang Lima Waktu untuk Menyembah Tuhan Yang Satu.. Maka akan Beroleh keselamatan.

Sidekah Kupat di Batas Desa

Konon itu dimaknai agar kita berbanyak-banyak sedekah dan menjalin hubungan baik dengan tetangga terdekat kita, sebab keselamatan kita adalah apabila orang-orang terdekat kita mau membantu ketika kita dalam marabahaya.

Tata Cara

Tata cara sedekah ketupat misal di daerah perbatasan suku Sunda Di Dayeuhluhur,

Acara Mulai Jam 6 Pagi di semua Batas Desa. yang dilaksanakan oleh masing-masing Dusun..

  1. Masyarakat berkumpul dibatas desa tempat acara yg biasa dilakukan tiap tahun
  2. Membawa dua jenis kupat yaitu Kupat Salamet dan Kupat Pasar .

Kupat Salamet untuk di Sidekah kan dan untuk sebagian dibawa lagi ke rumah untuk digantung di pintu atau kandang ternak atau saung sawah.

Kupat pasar untuk disidekahkan  di lokasi dan untuk dimakan Peserta upacara..

  1. Setelah siap juru kunci mulai proses dengan Membakar menyan di titik batas dengan sesajen yang ada di Songgo Bambu.. kemudian lanjut Ijab Tolak Bala. setelah ijab selsai biasanya juru kunci juga mengingatkan pantang larangan dari Waktu Sidekah kupat Rebo Wekasan sampai Ketemu Jumat Kliwon Bulan Mulud.

Misalnya pantangan mengambil hasil hutan, membuat kandang ternak, atau memulai membikin rumah..

4.. Lanjut doa cara Islam oleh tokoh Agama.

  1. lalu warga Makan kupat Bersama dalam berbagai menu dan lauk pauk..

ketupat yang digantung untuk disedekahkan hanya boleh dimakan oleh orang yang lewat dan tidak boleh dimakan oleh si pelaku acara itu sendiri. Oleh sebab itu, masyarakat desa tersebut melakukannya di perbatasan desa. Ketupat yang tidak digantung dan tidak habis dimakan akan dibawa pulang untuk digantung di atas pintu rumah, dangau, dan kandang ternak untuk menjaga keselamatan sampai upacara sedekah ketupat tahun berikutnya.

Manfaat Sidekah Kupat di Jaman Sekarang

Sampai Sekarang Acara Adat Sidekah Kupat masih Terus Berlanjut setiap tahun , dan masih dilaksanakan dibatas desa sebagai sebuah kearifan lokal yang syarat makna, Bahkan di wilayah kecamatan Dayeuhluhur, Semua Pemerintahan Desa dan Masyarakatnya secara tradisonal Tetap mengakui bahwa Batas Desa Yang Sah adalah batas yang menjadi lokasi Sidekah Kupat dengan tanpa perselisihan, Sebagai Contoh Batas Desa Hanum Dan Desa Datar walaupun Batas Pengukuran system Sismiop moderen telah merubah sedikit batas desa, Kedua Masyarakat masih akur dan sepakat bahwa batas resmi kedua desa adalah di titik dilaksanakannya upacara Sidekah Kupat secara Turun Temurun.

Sidekah kupat Kecamatan Dayeuhluhur, benar-benar sebuah kearifan lokal yang bisa mencerminkan hidup damai dalam bertetangga antar desa, ramah terhadap pendatang dan musafir, serta tetap memelihara alam lingkungan dan membiarkan hutan sejenak beristirahat untuk diambil hasilnya, setidaknya setiap bulan maulid.

Penulis adalah Ketua Lembaga Adat Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur kab.Cilacap Jawa Tengah.

FOLLOW & SUBSCRIBE

Most from this category