0 Shares 647 Views
00:00:00
22 Feb

Desa Dan Nurani Seorang Jokowi

14 Februari 2019
647 Views

Penulis. Arbit Manika

Tidak ada yg dapat membantah dengan logika akademik, bahwa Jokowi adalah Salah Satu Tokoh Pembaharu Indonesia saat ini. Dia melakukan sesuatu yg orang lain tdk dapat melakukannya. Ketika anak pejabat apalagi anak seorang presiden, yang lazimnya akan memanfaatkan peluang yg ada, malah anaknya jual pisang goreng dan martabat. Tidak ada satupun keluarganya yg memanfaatkan posisinya sejak jadi Walikota Solo sampai ketika dia jadi Presiden.

Dia telah menjadi inspirasi bagi anak indonesia. Dia hadir ketika bangsa ini mengalami krisis kepemimpinan, dia bukan orator seperti Sukarno, atau Gus Dur yg Memiliki Lompatan pemikiran yg juah, dia juga tdk berproses lazimnya sebagai seorang pemimpin yang aktif di berbagai organisasi sebagai sekolah kepemimpinan. Dia hanya biasa2, tetapi mampu menggetarkan ruang bathin rakyat Indonesia karena Kesederhanaannya, dan ketulusannya sebagai pemimpin.

Membaca setiap derap langkahnya menunjukkan karakternya sebagai sosok pemberdaya Sejati. Ada yg meragukan kecerdasannya, karena dia tidak berpengalaman berpura pura dan ber retorika bak seorang penyair yg sedang kusurupan. Dia adalah sosok sederhana, yg jujur, tulus dan peka terhadap org lain, apalagi rakyat yg dia cintai.

Dalam Nawacitanya telah dia sebutkan niat tulusnya untuk memberi sesuatu yg berarti buat rakyat yang ada di desa, dipinggiiran, perbatasan, dan daerah terluar bangsa ini. Dia ingin memyampaikan pesan tulusnya pada anak bangsa ini bahwa disana ada anak indonesia, yg sama dengan yg lain, yg membutuhkan bantuan cukup lama, dan saat ini dia di tunggu hadir sabagai pemimpin bangsa ini.

Karena itulah dia keluar dari Sona nyaman yg tidak populis dilakukan oleh seorang penguasa. Saat dia hadir ditengah rakyat desa dia terlihat bukanlah sosok presiden, tapi sosok pendamping atau fasilitator ulung yg diberi mandat oleh langit untuk menggerakkan semua pihak agar peduli atas situasi sosial ekonomi yg selama ini melanda masyarakat desa.

Dia ingin mengatakan bahwa contoh karakter asli pemimpin bangsa ini adalah dirinya. Dia juga ingin mengatakan bahwa saya anak desa yg dibentuk dengan kesederhanaan, polos, jujur dan bertanggung jawab.

Jokowi dalam banyak kesempatan di desa, telah menarasikan gagasanya bahwa desa adalah kekuatan besar dan utama dalam membangun pradaban bangsa ini. Dia sadar betul bahwa potensi yg ada di desa dapat menjawab masalah yg dihadapi oleh rakyat desa.

Baginya desa saat ini butuh pemimpin yg berkarakter seperti dirinya, yg sederhana, tulus, jujur, mencintai rakyatnya, kerja keras dan bertanggung jawab. Desa ibarat Seorang gadis yg membutuhkan pendamping hidup yg jujur, tulus mencintainya, siap memberikan perhatian, kasih sayang, menghadirkan mimpi2 indah yg akan di tujuh kedepan.

Karena itulah saat awal implementasi UU no 6 Tentang Desa, jokowi menegaskan berkali kali bahwa desa akan diberi porsi khusus aggaran dalam APBN sebagaimana mandat undang Undang, sontakpun publik banyak yg meragukan desa dapat mengolah dana, bahkan ditakutkan menjadi bumerang bagi desa. Tapi jokowi tetap berkeras, bahwa desa butuh alokasi dana untuk merangsang partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Agar imfrastruktur. Dasar di desa2 dapat terpenuhi secara cepat, sebagai syarat menuju kemandirian desa.

Desa bagi Jokowi adalah Sekolah Kehidupan yg butuh perhatian, agar proses berdesa sebagai sekolah kehidupan bagi anak anak bangsa ini tetap terjaga untuk melahirkan pemimpin yg berkarakter seperti dirinya.

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan

Most from this category