0 Shares Views
[posts type=carousel-post-slider]

Kunjungi 3 SMA di Bone, Andi Irwandi Prihatin Sarana Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Honorer

Tribuncelebes.com- BONE– Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Irwandi Natsir. S,Sos. M,Si. yang akrab disapa AIN ini menyempatkan diri berkunjung ke sekolah-sekolah. Kegiatan ini sebagai bahagian reses masa sidang pertama tahun 2019.

Dalam lawatannya ke SMA 6 Bone, Andi Irwandi yang mewakili dapil Kabupaten Bone ini diterima oleh Kepala Sekolah dan bertatap muka dengan seluruh tenaga pengajar

Terdapat 3 sekolah menengah yang dikunjungi, yakni SMA 6 Kecamatan Kahu, SMA 19 Kecamatan Patimpeng dan SMA 2 di Kecamatan Mare. Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 8 s/d 9 November 2019.

Dalam lawatannya ke SMA 6 Bone, Andi Irwandi yang mewakili dapil Kabupaten Bone ini diterima oleh Kepala Sekolah dan bertatap muka dengan seluruh tenaga pengajar

Dalam lawatannya ke SMA 6 Bone, Andi Irwandi yang mewakili dapil Kabupaten Bone ini diterima oleh Kepala Sekolah dan bertatap muka dengan seluruh tenaga pengajar di Sekolah tersebut.

Dalam kunjunganya, Andi Irwandi mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, dengan kondisi penganggaran yang ada, tak seharusnya sekolah-sekolah saat ini kekurangan fasilitas. Salah satunya adalah ruangan kepala sekolah di SMA 6 tersebut yang sudah berlubang dan rawan rubuh.

“Anggaran kita untuk pendidikan dari pusat telah diatur sedemikian rupa, 20% dari total anggaran yang ada. Jumlah itu tak boleh dikurangi, bagaimanapun kondisi suatu daerah, bahkan kalau perlu ditingkatkan”, jelasnya.

Kenyataannya menurut Andi Irwandi, begitu miris setelah menyaksikan langsung keadaan sekolah-sekolah. Ruangan kepala sekolah SMA 6 yang harusnya mendukung iklim kerja yang baik, sangatlah tidak layak.

Dinas Pendidikan yang menjadi mitra kerja Komisi E DPRD Sulsel dimana A. Irwandi ini ditugaskan, menurutnya perlu diupayakan maksimal untuk menyerap aspirasi para penyelenggara pendidikan langsung di sekolahnya.

“Pemerintah saat ini mencanangkan program pembangunan Sumber Daya Manusia SDM untuk Indonesia maju. Sekolah adalah pembangun SDM berkualitas kita. Mereka berjuang dalam diam, karenanya patut diperhatikan dengan mengunjungi langsung tempatnya”, Andi Irwandi, menambahkan.

Sementara itu Kepsek SMA 6 Bone menyampaikan, bahwa kebutuhan mendesk dari sekolahnya adalah sarana toilet. Sarana toilet tidak seimbang dengan jumlah murid yang ada.

“Toilet disini hanya berjumlah 3 buah, tidak seimbang dengan jumlah siswa yang ratusan itu. Tak jarang murid harus keluar lokasi sekolah untuk kebutuhan tersebut”, ungkap kepala sekolah itu menjelaskan.

Adapun di SMA 19 Bone yang berada di Kec. Patimpeng yang juga menjadi tempat kunjungan reses anggota DPRD ini, ia mendapat keluhan terkait kondisi lapangan sekolah.

Kepala Sekolah SMA 19 Patimpeng itu menyampaikan, bahwa ketika memasuki musim penghujan, setiap Senin, murid-murid harus berkubang lumpur saat mengadakan upacara bendera.

Keluhan yang sama terkait fasilitas sekolah juga terjadi di SMA 2 Bone, Mare. Sekolah yang merupakan salah satu sekolah tertua di Kab. Bone ini, ruangan laboratorium memprihatinkan.

Menurut kepala sekolah, sudah 48 tahun gedung laboratoriumnya tidak pernah direhabilitasi.

Melihat kondisi tersebut, Andi Irwandi menyampaikan akan memperjuangkan segala kekurangan yang ada sebatas kemampuan dan kewenangan yang diberikan. Dirinya mengaku akan berkonsentrasi terhadap bidang pendidikan.

“Banyak persoalan yang perlu dibenahi, memang banyak anggaran tapi masih banyak ketimpangan. Salah satu yang perlu digaris bawahi adalah, semua sekolah masih bermasalah dengan kesejahteraan guru honorer, sementara mereka hampir menjadi tulang punggung utama dalam disetiap sekolah, disaat bersamaan justru guru PNS banyak yang pensiun, tetapi tentu saja kita akan lihat data lengkapnya, saat ini kita sudah melihat langsung meski tak semua tapi garis besar masalahnya sepertinya sudah tampak”, tuturnya, menutup pembicaraan. (Rilis; Chandra Utama)

Leave a Comment

Your email address will not be published.