0 Shares 517 Views
00:00:00
27 Feb

Edi Naharto Bersama FK.LSM, Melaporkan Perusahaan Pembiayaan di Bone

3 Desember 2019
517 Views

Tribuncelebes.com- WATAMPONE—Dianggap sebagai sebuah penipuan yang merugikan dirinya Edi Naharto, Pendamping Desa (PDP) P3MD Kabupaten Bone wilayah tugas Kecamatan Dua Boccoe yang juga koordinator FK.LSM Dua Boccoe Kabupaten Bone ini, melaporkan persoalan yang dianggap merugikan dirinya ke Mapolres Bone,hari ini Selasa 3/12/2019.

Edi Naharto Warga asal Desa Panyili Kecamatan Dua Boccoe, merasa dirugikan dengan adanya hubungan telefon via Selular dari perusahaan pembiayaan PT Adira Financy yang menagih atas pembayaran ansuran pembayaran kredit mobil Toyota jenis Avansa yang dianggap telah menunggak sejak bulan Juli 2019.

Edi Naharto, bersama FK.LSM melaporkan dugaan penipuan di Mapolres Bone

“Identitas saya digunakan untuk mengambil kredit di salah satu pembiayaan tanpa sepengetahuan saya, hal itu baru saya ketahui setelah ada informasi via telepon bahwa ansuran kredit saya menunggak dan pihak pembiayaan menagih saya, bahkan pihak manajemen pembiayaan pusat sudah menelpon berkali-kali melalui telepon selular saya”, Edi menceritakan kronologi kejadiannya.

“Sayapun kaget, karena memang saya pernah menggunakan jasa pembiayaan Adira ini untuk pembelian mobil Pick Up Jenis Grand max warna Hitam, tapi ansuran kredit saya sudah lunas bulan Oktober lalu dan administrasi kendaraan BPKB saya sudah terima dibulan oktober itu, saya menduga dokumen identitas saya di arsip dokumen perusahaan pembiayaan  PT. Adira Financy , digunakan lagi untuk mencairkan dana pembiayaan pembelian mobil avansa itu”,lanjut Edi.

Mobil avansa yang dimaksud tersebut adalah mobil Toyota jenis Avansa dengan nomor Polisi DD 1349 IP, nomor rangka MHFM1CA4J8K012215 Tenor ; 48/IN ARREAR/belakang, dan Nomor Mesin; DAL6527.

Jenis mobil angsuran yang dimaksud oleh PT Adira Financy tersebut dibantah oleh Edi, bahwa ia tidak pernah melihat, apalagi membeli mobil avansa.

“Jenis mobil yang dimaksud ini, saya tidak pernah lihat apalagi membeli mobil tersebut, ternyata nama dan identitas saya di palsukan”, urai Edi Naharto

“Saya merasa dirugikan karena nama saya sudah di Black List atau daftar hitam perbankan di semua pembiayaan bahkan Hp yang saya mau kredit ditolak oleh system”. Ungkap Edi Naharto ke tribuncelebes.com

Tinggalkan komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan

Most from this category