0 Shares 103 Views
00:00:00
20 Sep

SYAIR: KUSANGKAL NEGERIKU

27 Mei 2021
103 Views

Aku berdiri di sisi jalan,sejajar jauh patung tua La Mappanyukki

Bersandar disisi tembok yang tidak bersih dan berlumut

bersama penganggur dan para penghibur yang terseok tak berdaya melawan hidup

Sementara Para penyair diskusi soal diksi akan isi hati

Politisi terus diskusi koalisi untuk kepentingan satu sisi

Para penggembira  bersorak kegirangan dalam kebodohan.

Demokrasi terus pudar tak bertaring dalam aksi

Nyawa pun di sembahkan untuk suarakan nurani

namun pula makin senyap tanpa taring

mungkin idealisme tergadai dalam ketakutan dan kelaparan

Di lain sisi di ujung lorong di seberang laut daratan yang jauh

Musisi tua kerempeng tiada henti bernyanyi lagu lama

Lagu lama yang tak pernah berubah

yang tiada henti kumandangkan kebohongan.

Waktu berubah masa berganti generasi silih berganti

namun lagu lama tetap menggenerasi

Kusangkal negeriku dengan sejuta kesal, benci dan ketidakberdayaanku

yang tak mampu imajinasiku untai dalam nada dan bait harmoni indah.

Jangan yakin akan tiba di dermaga pengharapan

Jika hanya kemaluan kendur, akal melompong dan

keserakahan yang kaumiliki.

Penulis: Agus Larumpang (09/02/2012)

FOLLOW & SUBSCRIBE

Most from this category