0 Shares 191 Views
00:00:00
27 Sep

Ini Penjelasan, Cara Kerja Vaksin Asal China

6 Juni 2021
191 Views

TRIBUNCELEBES.COM– Lampu hijau dari WHO ini juga membuka jalan bagi Sinovac untuk digunakan dalam Covax—program vaksinasi yang bertujuan menjamin akses vaksin berkeadilan di seluruh dunia.

Sinovac sudah digunakan di beberapa negara, termasuk Indonesia, dan direkomendasikan untuk warga berusia 18 tahun ke atas untuk dua dosis dengan masa jeda dua hingga empat pekan. WHO akhirnya menyetujui vaksin Covid asal China, Sinovac, untuk penggunaan darurat Dua vaksin asal China itu berbeda dengan yang lain, terutama Pfizer dan Moderna.

Dikembangkan dengan cara yang lebih tradisional, suntikan itu menggunakan virus yang tidak aktif, yang berarti menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius.

Sebagai perbandingan, BioNtech/Pfizer dan Moderna merupakan tipe vaksin mRNA. Ini berarti bagian dari kode genetik virus corona disuntikkan ke tubuh, melatih sistem kekebalan untuk meresponsnya.

Sedangkan AstraZeneca asal Inggris merupakan tipe vaksin yang berbeda, yaitu versi virus flu biasa dari simpanse dimodifikasi untuk mengandung materi genetik yang sama dengan virus corona. Setelah disuntikkan, vaksin itu mengajarkan sistem kekebalan tubuh bagaimana melawan virus yang sebenarnya.

BioNTech/Pfizer and Moderna memiliki tingkat efikasi sekitar 90% atau lebih, sedangkan AstraZeneca sekitar 76%.

April lalu, seorang pejabat pengendalian penyakit di China sempat mengatakan tingkat efikasi vaksin buatan negaranya rendah, walau akhirnya dia mengatakan bahwa komentarnya itu disalahrtikan.

WHO setujui Sinopharm

Sebelumnya, awal Mei lalu WHO memberikan persetujuan darurat bagi vaksin Covid Sinopharm buatan perusahaan pemerintah China. Ini kali pertama vaksin produksi negara non-Barat yang mendapat persetujuan WHO.

Vaksin ini sudah diberikan kepada jutaan orang di China dan tempat-tempat lain. WHO sebelumnya hanya menyetujui vaksin buatan Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna. Dikutip dari bbcindonesia

Namun pihak regulator sejumlah negara – terutama di Afrika, Amerika Latin dan Asia – telah lebih dulu menyetujui vaksin-vaksin buatan China untuk penggunaan darurat.

Dengan sedikitnya data yang dirilis secara internasional sejak awal, efektivitas vaksin-vaksin asal China belum langsung dipastikan.

Namun WHO pada Jumat (07/05) menyatakan bahwa pihaknya telah mengesahkan “keamanan, kemanjuran, dan kualitas” vaksin Sinopharm.(*)

FOLLOW & SUBSCRIBE

Most from this category