0 Shares 233 Views
00:00:00
27 Sep

Kemenag: Arab Saudi Tolak Jamaah Haji Indonesia Bukan Karena Utang

JAKARTA- TRIBUNCELEBES.COM– Batalnya pemberangkatan calon jemaah haji 2021 ini dipastikan bukan karena adanya utang pemerintah Indonesia ke Arab Saudi. Hal ini diungkapkan oleh Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto.

“Tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan bahwa keputusan membatalkan haji ini karena ada utang negara Indonesia ke Arab Saudi seperti pemondokan, katering, dan lain-lain,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dalam konferensi pers di Kantor Kemenag RI, Kamis (3/6/2021).

arsip: Jamaah Haji Indonesia sebelum Pandemi Covid Foto: gallery Hasriati

“Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M,” kata Menag Yaqut dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (3/6/2021).

Di tengah kegalauan ini, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan bahwa kemungkinan ditolaknya Indonesia terkait dengan vaksin Sinovac yang digunakan Indonesia.

“Sebagaimana sejauh ini Arab Saudi menolak vaksin Sinovac masuk ke Arab Saudi dan ini juga menjadi salah satu faktor penilaian, bisa jadi ya,” ujar Rizky Sembada, wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI),dikutip dari detiktravel.com

Saat ini Arab Saudi memang sudah membuka diri untuk 11 negara, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Prancis, dan Jepang

Salah satu syaratnya adalah memiliki sertifikat vaksinasi yang telah disetujui menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil. Vaksin yang disetujui termasuk Pfizer-BioNTech, Oxford-AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson’s Janssen.

Apakah persoalan utang RI ke Arab Saudi penyebab  tidak ada haji tahun ini?

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri menegaskan keputusan tersebut diambil karena pandemi, bukan karena ada tunggakan pemerintah RI kepada Arab Saudi. Ya, sebelumnya santer beredar kabar RI tidak memberangkatkan haji tahun ini karena memiliki tunggakan pembayaran penginapan dan catering.

“Maka kita berharap sekali pada pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenag dan Komisi VIII DPR RI, untuk dapat melakukan negosiasi terhadap pemerintah Arab Saudi agar vaksin Sinovac ini bisa masuk dan diterima Arab Saudi,” dia menjelaskan.

“Karena seperti yang kita ketahui bersama di akhir-akhir ini vaksin Sinovac sudah diterima oleh WHO,” dia menambahkan.

“Persiapan di dalam negeri tidak ada yang tidak dipenuhi oleh Kementerian Agama, baik dari asrama haji, manasik, dan lain-lain, juga BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji),” kata Yandri.

“Dengan pertimbangan keselamatan jamaah, Covid-19 masih tinggi, dengan berat hati tahun ini kita belum bisa mengirimkan calon jamaah haji. Sampai detik ini pemerintah Saudi Arabia belum membolehkan penerbangan dari Jeddah ataupun Madinah, juga belum diberikan kuota haji,” Yandri menambahkan.

“Kami mendukung, memaklumi, dan menyampaikan kepada seluruh WNI, kalau ada berita yang menyampaikan haji karena ada utang ke Arab Saudi itu adalah berita bohong, tunggakan penginapan, catering dll itu hoax,” dia menegaskan.

Keputusan tersebut membuat pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji dua tahun beruntun. Pandemi juga membuat pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji tahun lalu.(*)

FOLLOW & SUBSCRIBE

Most from this category