Siap Investasi, Taphalgin akan Bangun Pabrik Obat di Indonesia

TRIBUNCELEBES-JAKARTA – Taphalgin adalah sebuah perusahaan farmasi dunia, gabungan dua negara kaya, Rusia dan Amerika.

Baru-baru ini, rombongan CEO Taphalgin yang terdiri Konstantin Stolowosow, Sergey Lutsenko dan Gennady Melnikov, datang ke Indonesia. Kedatangan mereka disambut oleh Jerry Lumelle selaku Wakil Ketua Lembaga Ekonomi dan Investasi Syariah Republik Indonesia. Perusahaan farmasi ini menyatakan minatnya masuk Indonesia.

CEO Taphalgin mempresentasikan produknya di hadapan Jerry Lumelle yang saat itu didampingi Ibu Ari dan Dr Mochamad Isnaeni M.Kes. Pertemuan lanjutan pun segera diagendakan. Rencananya, mereka dijadwalkan akan beraudens dengan Menteri Kesehatan dan beberapa BUMN yang bergerak di bidang farmasi.

Usai pertemuan dengan CEO Taphalgin, Jerry Lumelle mengatakan, jenis obat yang sedang ditawarkan Taphalgin ke Indonesia, sudah dikonsumsi secara luas di Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya. Di Amerika, China dan India juga demikian.

“Akan tetapi, semua produk Taphalgin yang mau masuk di Indonesia nanti, harus diuji dulu kelayakannya di BPOM. Jika lulus di BPOM, ya silakan saja dipasarkan dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat Indonesia,”kata Jerry.

Sebaliknya, jika dinyatakan tidak lulus uji oleh BPOM, maka secara tegas Pemerintah Republik Indonesia akan menolak semua jenis produk Taphalgin.

Menurut Jerry, pihak Taphalgin akan bergandengan dengan BUMN farmasi sebagai lokal partner. Dan jika marketnya bagus, maka tidak tertutup kemungkinan Taphalgin akan membangun pabrik obatnya di Indonesia.

“Jika sudah ada pabriknya di Indonesia, maka otomatis harganya lebih murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,”yakin Jerry.

Jerry Lumelle (paling kanan) foto bersama dengan CEO Taphalgin saat berkunjung ke Indonesia baru-baru ini.

Untuk diketahui, Taphalgin baru saja memperkenalkan produk obatnya jenis analgesik non morphin. Keampuhan obat ini 6 kali lebih bagus dari jenis analgesik yang mengandung morphin.

Keunggulan obat ini sama sekali tidak terkontaminasi oleh zat kimia yang mengandung zat dari babi, sehingga cocok untuk pasien yang beragama Islam.

Jenis obat analgesik ini, juga bisa diperuntukkan penderita kanker, stroke, dan berbagai luka dalam ataupun luka luar. Termasuk luka tembak di medan tempur, penyembuhannya bisa menggunakan obat analgesik non morphin ini.

Produk lainnya yang sedang dipromosikan di Indonesia adalah jenis anti virus berbentuk spray, tanpa bahan pewarna dan tanpa rasa. Ada pula obat untuk luka bakar yang bisa mengembalikan kulit ke bentuk semula. Dan masih banyak lagi jenis produk obat yang dibuat khusus yang diperuntukan negara tropis seperti Indonesia.

INDONESIA RAMAH INVESTASI

Jerry menyatakan, proyek investasi besar lainnya di bidang kesehatan dalam waktu dekat segera terealisasi. Nilainya sekitar Rp.70 triliun. Investor dari China dan lokal akan membangun 100 unit Rumah Sakit berstandar internasional se Indonesia. Pembangunannya akan dimulai pada 2020 tahun depan.

“Alhamdulillah, Pemerintah Indonesia menyambut baik proyek investasi ini,”kata Jerry semringah.

Meski Lembaga Ekonomi dan Investasi Syariah RI baru saja dibentuk awal November 2019, namun kinerja lembaga ini sudah moncer. Buktinya, sejumlah proyek investasi berhasil masuk ke Indonesia.

Antara lain, proyek kilang minyak di Selayar senilai $15B. Kemudian pembangunan pabrik mobil listrik senilai $1B, dan proyek investasi di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Dan yang terbaru, investasi di bidang farmasi dengan Rusia dan Amerika. Nilai investasinya masih dalam kajian dan analisis,” demikian kata Jerry Lumelle, sang penggaet investor asing ini. **

711 Momen Bersejarah bagi Dunia Investasi di Indonesia

JAKARTA- Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah RI langsung tancap gas di awal November 2019. Lembaga ini memulai kegiatan dengan membawa beberapa investor dari manca negara datang berinvestasi di Indonesia.

Wakil Ketua Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Jerry Lumelle mengungkapkan, kedatangan investor untuk membicarakan secara serius rencana mereka berinvestasi di Indonesia. “Awal November ini, ada dua proyek besar yang dilirik investor. Yaitu pembangunan kilang minyak dan proyek mobil listrik,”kata Jerry di Jakarta Kamis lalu (7/11/2019).

Untuk memuluskan pembangunan kilang minyak, Jerry menghimpun para investor tersebut dalam satu wadah konsorsium. Ini diyakini lebih memudahkan upaya melakukan koordinasi dan komunikasi terhadap investor.

“Investor yang berminat membangun kilang minyak dari pihak ILDC yang kantor pusatnya di Perancis. Perwakilannya yang datang diwakili oleh ILDC Vietnam. Mereka ini adalah KM Petro Corporation dari Amerika dan Indonesia khususnya,”terang Jerry.

Dan pada hari Kamis itu juga, lanjut Jerry, telah dilakukan penandatanganan joint venture terkait pembangunan kilang minyak. Penandatanganan joint venture menjadi bukti keseriusan investor untuk mewujudkan proyek ini.

Selain pembangunan kilang minyak, proyek mobil listrik juga segera terwujud. Pada hari Kamis lalu (7/11/2019), Jerry bersama owner pabrik mobil listrik gabungan investor China-Amerika telah melakukan presentasi produk mobil listrik di Jakarta. Persentasi hari itu dihadiri oleh beberapa pengusaha bus umum dan bus wisata, termasuk juga beberapa BUMN turut hadir.

Jerry Lumelle (kedua dari kanan) usai melakukan pertemuan dengan CEO Bus Listrik China-Amerika. Dalam waktu dekat, segera dibangun pabrik rakitan bus listrik di Indonesia

“Alhamdulillah, dari hasil presentasi tersebut akan di awali pembuatan pabrik rakitan bus listrik di Indonesia. Ini dilakukan guna memenuhi kriteria regulasi yang disyaratkan pemerintah yaitu minimum 40 % komponen bus raw materialnya berasal dari Indonesia,”terang Jerry.

Melalui proyek investasi yang di bawahi Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah RI, Jerry menegaskan akan menciptakan lapangan kerja yang banyak di dalam negeri. Tenaga kerja lokal akan terserap demi mengurangi tingkat pengangguran. Dan terwujudnya mega proyek ini, pertanda semakin terjaminnya iklim investasi di Indonesia, baik secara regulasi maupun pelayanan.

“Proyek ini bagian kebutuhan prioritas dalam negeri. Hari Kamis itu, 7 November 2019, menjadi momentum bersejarah untuk dunia investasi Indonesia,”tandas Jerry dengan wajah semringah.

Manfaatkan DD sebagai Sumber Transformasi Ekonomi Desa

TRIBUNCELEBES-JAKARTA – Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa PDTT, Taufik Madjid S.Sos., M.Si, secara resmi membuka kegiatan Workshop Antar Lembaga Satuan Tugas Dana Desa tentang Penguatan Satuan Tugas Dana Desa dalam Pelaksanaan Dana Desa Tahun 2020, Senin (21/10) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Satuan Tugas Dana Desa, Bibit Samad Rianto dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, M. Fachri. Turut hadir Kepala Biro Hukum dan Ortala Kemendesa PDTT, Inspektorat Kemendagri, Komisi Pemberantasan Korupsi, Baharkam Polri, dan Ombudsman RI.

Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat yang bisa membantu Kemendes dalam memfasilitasi, mengadvokasi dan membina pihak-pihak terkait dalam pemanfaatan Dana Desa.

Merujuk pada pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikan 20 Oktober lalu, terdapat lima visi besar yang digaungkan dalam lima tahun kedepan. Pertama, menetapkan fokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Sebab pada tahun 2045 merupakan peringatan 100 tahun atau 1 abad kemerdekaan Indonesia.

“Diharapkan pada tahun 2045, Indonesia menjadi salah satu ekonomi terkuat dunia. Tetapi semua diawali dengan kompetensi yang kuat, dan SDM yang handal. Terlebih, daya saing Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) turun ke posisi 50 dari posisi 45 pada tahun lalu. Sehingga sumber daya manusia menjadi persoalan besar bagi bangsa”, ujar Dirjen PPMD.

Visi kedua, Presiden Joko Widodo tetap fokus pada infrastruktur, namun infrastruktur di skala desa. Ketiga, penyederhanaan regulasi yaitu dengan merevisi berbagai regulasi yang saling tumpang tindih dan tidak produktif. Perbaikan dan penyederhaan regulasi terutama untuk mendorong pembukaan lapangan kerja dan penciptaan iklim investasi yang kondusif. Sehingga banyak aturan termasuk Undang-undang yang dirubah melalui skema Omnibus Law.

Dan keempat, reformasi birokrasi, dengan penyederhanaan birokrasi dengan membatasi eselonisasi pada dua level. Poin utamanya pada penghormatan terhadap kemampuan atau skill, sehingga reformasi birokrasi menjadi struktur yang ramping dan fungsional.

Kelima, transformasi ekonomi, dimana ketergantungan pada sumber daya alam diubah menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern. Seperti halnya kampung terpadu yang merupakan program Direktorat PPMD diempat provinsi yakni Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Dimana Direktorat PPMD memfasilitasi masyarakat dimulai dengan menyusun usaha, melatih skill masyarakat hingga pada pemasarannya.

“Lima agenda strategis Bapak Presiden ini antara lain dilakukan melalui pengelolaan seluruh program yang terintegrasi dan langsung berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, termasuk didalamnya adalah pengelolaan dan pemanfaatan dana desa. Kita bicara transformasi ekonomi desa, sumber pendanaan yang besar saat ini adalah dana desa. Dan transformasi ekonomi ini harus diikuti dengan pengawasan agar mencapai manfaat atau outcome yang diharapkan,” ujar Taufik Madjid.

Olehnya itu, kelima isu ini sebagai prime mover mengelola pemerintahan dan pembangunan. Tidak hanya percepatan, tetapi pemanfaatan maksimal Dana Desa. Bicara Dana Desa tidak hanya bicara angkanya, ujar Taufik, tetapi hasil dari lembaga administrasi negara yang saling berkonektivitas antara kepala desa, perangkat desa, supradesa, di level kecamatan, di level kabupaten, dan Satgas untuk menyejahterakan masyarakat pedesaan.

Secara khusus, Dirjen PPMD dalam kesempatan ini juga memberikan pujian kepada Satgas Dana Desa. Karena sangat produktif membantu Direktorat Jenderal PPMD dan membantu Kemendes PDTT. Terlebih, Dana Desa yang begitu besar yakni Rp.257 Triliun, dan kedepannya bertambah menjadi Rp.400 Triliun. Jika program ini tidak dimitigasi dan dikelola dengan baik maka program Dana Desa akan mengalami kesulitan dalam implementasinya guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saya menitikberatkan pada Good Governance, sehingga tata kelolanya baik. Kemudian harus ada transparansi, akuntabilitas, efesiensi dan koordinasi terhadap seluruh pihak terkait. Mudah-mudahan kita fokus, untuk menata tugas dan tanggungjawab kita, utamanya kita dapat memaksimalkan pemanfaatan dan pengelolaan Dana Desa untuk menyejahterakan masyarakat di desa,” tandas Taufik Madjid. (suci)

30 BumDesa di Buleleng Bali Dapat Bantuan Usaha AMDK

TRUBUNCELEBES-BALI- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI bersama beberapa pihak, melakukan penandatanganan perjanjian kerja bersama pada Rabu (21/8/2019) di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Perjanjian kerja bersama dalam rangka pengembangan usaha pengolahan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) oleh BUMDesa di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja bersama di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, pada hari Rabu (21/8/2019).

Ada 5 pihak yang melakukan penandatanganan perjanjian. Kelima pihak itu yakni Kemendesa PDTT, Pemkab Buleleng, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pakar Cipta Karya, dan PT Toya Ning Alami.

Dalam laporannya, Dirjen PPMD Kemendesa Taufik Madjid mengatakan, pengembangan usaha BumDesa diharapkan dapat menyejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa di Kabupaten Buleleng sesuai potensi SDA-nya. BumDesa juga diharapkan mampu menjadi koorporasi dan sekaligus belajar tata kelola usaha bisnis, khususnya dalam pengelolan air bersih.

Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja bersama di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, pada hari Rabu (21/8/2019).

“Perjanjian kerja bersama ini berada pada tiga lokasi di Kabupaten Buleleng. Di setiap lokasi akan didirikan satu mini factory AMDK yang tidak hanya sekali pakai. Nantinya akan dikelola secara bersama-sama oleh 8-10 BumDesa setiap lokasi. Dengan demikian, ada 30 BumDesa yang tersebar di tiga kecamatan di Buleleng sebagai penerima manfaat,”kata Dirjen Taufik Madjid.

Bumdesa yang akan mengelola mini factory AMDK, sambung Taufik, secara langsung akan di bawahi lima pihak yang melakukan penandatanganan kerja bersama pada hari ini. Prospek bisnis AMDK sangat menjanjikan untuk jangka panjang. Sebab income-nya jelas dan sangat cepat prosesnya.

“30 BumDesa akan menjadi binaan kelima pihak yang menandatangani kerja bersama,”tutur Taufik disambut tepuk tangan oleh hadirin yang hadir.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan beberapa bantuan dari Kementerian Desa untuk Kabupaten Buleleng. Setelah itu dilanjutkan dengan talkshow dengan tema; BUMDesa Sebagai Motor Penggerak Revitalisasi Perekonomian Desa..

Hadir dalam acara penandatanganan kerja bersama antara lain, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, Sekjen Kemendesa, Kepala Cabang PT BNI Singaraja, Wakil Bupati Buleleng, Direktur 30 BumDesa, para kepala desa, Dinas PMD provinsi se-Indonesia, Pejabat Kemendesa dan undangan lainnya.

Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja bersama di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, pada hari Rabu (21/8/2019).

“Ucapan terima kasih kami kepada pimpinan PT BNI, PT Pakar Cipta Karya dan PT Toya Ning Alami, yang telah ikut aktif dalam upaya pengembangan BumDesa sebagai motor penggerak ekonomi desa. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang telah memfasilitasi kerja sama ini. Semoga virus positif ini bisa dilihat dan diikuti seluruh BumDesa di Kabupaten Buleleng,”tandas Taufik Madjid. (rilis).

Aktivis Reformasi 98 Ini, Siap Mewakafkan Diri Pada Perusda Bone

TRIBUCELEBES.COM-BONE – Sosoknya dikenal sebagai salah satu Deklarator sekaligus Pendiri Forum Bumdes Nusantara yang terbentuk di Bukit Tinggi pada tanggal 17 Desemeber 2017 pasca Expo Bumdes Nasional tepatnya di alun-alun Lobang Jepang, Sumatera Barat, sebagai pemufakatan pelaku Bumdes Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan kala itu hadir sebagai delegasi Expo Bumdes 2017.

Agus Mumar, ST. Saat membawakan Materi di Salah saru Kegiatan Pelatihan.

Kehadiran Forum Bundes Nusantara sendiri diharapkan mampu menjadi ikatan silaturahmi dan upaya pengembangan jaringan usaha ekonomi desa Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Forum Bumdes Nusantara hari ini di koordinir oleh Deden Kurniawan sebagai ketua dan Agus Mumar Sebagai Penasehat bersama Dua Tokoh Bumdes Nasional yang berasal dari Garut dan Tasikmalaya.

Agus Mumar, ST. Sewaktu Menjadi Pemateri di Salah satu Kegiatan Pelatihan.

Agus Mumar sendiri merupakan Alumni Universitas 45 Makassar yang sekarang dikenal Universitas Bosowa (UNIBOS). Lulusan Fakultas Teknik Arsitektur Perencanaan, Supervisi dan Managemen ini adalah aktivis di tahun 90an, dirinya menjadi salah satu aktor pergerakan HMI Cabang Makassar pada tahun 1994 hingga tahun 2004.

Sosoknya telah melewati dan terlibat aktif dalam peristiwa besar dan bersejarah di Republik ini, Aksi Amarah, April Makassar Berdarah tahun 1996 dan Tumbangnya tirani orde baru pada perjuangan reformasi 1998 Makassar menjadi ladang perjuangannya.

Hari ini sosok Agus Mumar aktif diberbagai organisasi sosial kemasyarakatan, salah satunya dengan menjadi Pengurus Persatuan Pemerintahan Desa (Papdesi) Kabupaten Bone di Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa.

Bersama dengan Papdesi Bone dirinya berharap mampu memandirikan usaha ekonomi desa dengan pendekatan meningkatakan usaha produktifitas masyarakat melalui produktifitas, Pertanian, perkebunan, Hortikultura dan industri perikanan yang hari ini masih bergerak lamban bahkan stagnan tampa progres yang signifikan, sementara regulasi nasional tentang pengembangan usaha usaha ekonomi desa telah terbuka sangat lebar, sisa kreatifitas masyarakat yang mesti reaktif memanfaatkan pasar global.

Dirinya mencontohkan di Provinsi Jawa Barat hari ini, telah terbentuk Holding Bumdes atau Bumdes Bersama sejak tahun 2016, Holding Bumdes ini adalah wadah atau lembaga ekonomi desa yang menghimpun anggota dalam sebuah induk organsasi dari Bumdes itu sendiri.

Caranya adalah mencoba mengembangkan lembaga ekonomi lokal menjadi pelaku wadah ekonomi tingkat Kabupaten, hasilnya Holding Bumdes Karawang hari ini telah membangun jaringan ekspor jagung dan produk perkebunan lainnya ke Thailand, Argentina, dan Cina
Kabupaten Bone dengan Desa sejumlah 328, yang kaya dengan produktifitas alam darat dan laut, sisa menunggu regulasi untuk bangkit dan mandiri.

“Langkah awal yang mesti di bangun untuk berdayakan ekonomi masyarakat desa khususnya di Kabupaten Bone adalah dengan mengahdirkan Perusda sebagai Holding Bumdes atau wadah Bumdes Bersama, membangun jaringan Pasar, meningkatkan Sumberdaya pengelola Bumdes, dengan worshop atau pertukaran informasi sumber sumber ekonomi yang produktif,” ujarnya.

Kedua, bersama Perusda kita mendorong kantong-kantong wisata alam yang tersebar luas di Kabupaten Bone, contoh, Bontocani, dan Tellulimpoe berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata agro, dibangun dengan APBD atau pihak ketiga dan atau dikelola langsung oleh Perusda.

Ketiga Potensi Alam laut, Industri perikanan bisa hadir di 10 kecamatan yang memiliki potensi laut, belum lagi potensi alam laut atau kemaritiman yang bisa berdayakan dan di kelolah menjadi Destinasi wisata dikelola oleh Perusda.

Langkah Ke Empat, dirinya ingin mendorong pengembangan ekonomi rakyat wilayah Pantai Bajo. Dengan konsep hiburan dan kuliner utamanya wilayah masyarakat pantai dengan menerapkan wadah kuliner yang menarik.

Berikut Riwayat Singkat Agus Mumar, ST:

Pendidikan
• SD Inpres 10/73 Sengengpalie 1981-1988
• SMP Negeri 1 Watang Lamuru 1988-1991
• Arsitektur, Sekolah Tekhnologi Menengah / STM 1 Makassar 1991-1994
• Fakultas Teknik Arsitektur Universitas 45 Makassar 1994-2002

Riwayat Pekerjaan & Pemberdayaan Masyarakat
• Aktifis Pemberdayaan Anak Jalanan Makassar, Yayasan Pabbata Ummi (Yapta’U) 1996-2004
• Konsultan Teknik Perencanaan Supervisi dan managemen 2004 – sekarang
• Mulai terlibat dunia Jurnalis pada tahun 1998 UPPM UMI Makassar
• Fasilitator Teknik Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 2013- 2015 wilayah Tugas Kabupaten Bone
• Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) tahun 2015- 2019
• Aktif sebagai narasumber Proyeksi Pengembangan Unit Bumdes 2015-2019 • Fasilitator Pembangunan Sarana dan Prasarana Pertanian Teknologi tepat Guna. Kabupaten Bone .- dan Konsultan Perencana Pengembangan Destinasi Wisata Kabupaten Bone

Video-Launching D’Malaka Cafe’Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima’ Bulan ini diskon 10%

Tribuncelebes.com, SOPPENG-Malam Launching D’Malaka Cafe, Sejumlah kalangan remaja dan masyarakat menikmati hidangan D’Malaka Cafe yang berada di jalan poros Malaka Raya Makkutu Desa Maccile, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Dengan fasilitasi ruang VIP, Room Meeting, Musholla dan tempat live music.Hari ini,Sabtu malam (10/3/18)

Dalam peresmian tersebut D’Malaka Cafe miliki khas “Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima”, Dimana Cafe ini di bangun mulai dari keluarga dan memiliki nuansa yang unik. Hal ini di ungkapkan Dul

Dul salah satu pemilik Saham Cafe D’Malaka, saat ditemui oleh Tribuncelebes.com, mengungkapkan

Cafe D’Malaka ini di bangun Patungan modal bersama keluarga dan melihat perkembangan kedepannya dapat membantu perekonomian daerah,dengan adanya ketersediaan sarana hiburan warga soppeng.

“Kami lakukan patungan dengan 4 orang membangun cafe ini,” kata Dul

Sementara Dedi yang juga pemilik saham Cafe menambahkan bahwa selama 1 bulan D’Malaka Cafe berikan diskon 10 persen semua menu kepada setiap pelanggan juga memfasilitasi ruang VIP, Room Meeting, Musholla dan tempat live music.

“Dalam satu bulan kami berikan diskon 10 persen kepada setiap pelanggan yang berkunjung d D’Malaka Cafe,” tuturnya.

Laporan: El-anchu

Toko 88 Celluler: Belanja Nyaman,Harga Kawan

Bone-88 Selular-Kebutuhan masyarakat akan sarana telekomunikasi telah merambah semua lini,dan menjadi gaya hidup mulai masyarakat kota hingga pelosok daerah.

Seiring pula kemajuan dunia tekhnologi perkembangan telefon selular yang generasi terakhir tekhnologinya kini dikenal dengan smartphone,telah menjadi kebutuhan profesi ataupun hiburan bagi setiap personal.

Perkembangan minat pasar ini disadari oleh banyak pengusaha muda yang bergerak dibidang penjualan telefon genggam atau hand phone (HP),Salah satunya adalah ’88 Selular Watampone.

 

88 Selular Watampone berusaha menyiapkan segala kebutuhan penikmat smart phone hingga pada accesories accesories keren yang menawan.

Toko 88 Celluler yang beralamat di kompl.ex Pasar Sentral Watampone atau tepatnya di Jalan Kapten Piere Tendean no B4, Kelurahan Macege,Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone.

88 Selular Menyediakan berbagai merk hand phone,mulai samsung,oppo,asus,vivo,balacbarri,nokia, dan berbagai smartphone serta accesories keren yang di minati kaum muda ataupun tua.

Menurut Fahmi karyawan 88 selular bahwa toko tempat ia bekerja diminati banyak orang, karena Pihak toko selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.

” Toko kami diminati banyak orang karena memberikan pe;ayanan terbaik yaitu kepuasan harga dan kualitas serta garansi kepada setiap konsumen yang berbelanja di tempat kami”, kata Fahmi yang ditemui di Toko 88, Selasa, 2/12/2017.

“Untuk konsumen yang menginginkan hand phone terbaru bermacam merek seperti Oppo, Samsung, Asus, vivo serta merek lainnya silahkan ke tempat kami, tentunya dengan harga yang terjangkau serta kualitas yang baik”, ucapnya lagi.

Di tempat yang sama, Risma seorang konsumen mengatakan,”Saya sangat senang dan puas berbelanja di toko HP 88 Celluler, karena selain lengkap segala merk hand phone ada dengan harga yang terjangkau, tempatnya juga ramah dan sangat nyaman, semoga Toko 88 selular ini lebih dapat berkembang lagi,dan membuka anak cabang di banyak titik di kota watampone”. Tutupnya.- (om-agu-/A.Hedar)

Toko Varia Maju,Kuncinya Ada Pada Pelayanan Pelanggan

Bone-Tribun Celebes.Com- Toko Varia maju salah satu toko yang bergerak dibidang peyediaan bahan dan perlengkapan bangunan di kota watampone yang beralamat di jalan masjid raya watampone dan di jalan agussalim watampone.

Sebagai penyedia barang yang bertahan hingga sekitar 14 tahun adalah bukan hal yang mudah,namun banyak hal yang telah dilalui dengan ketabahan dan kesabaran, karna mempertahan sebuah usaha itu adalah perjuangan yang harus dibarengi dengan keuletan yang tak kenal lelah,kata Chandra Wijaya Pemilik toko Varia maju.

Pesatnya perkembangan kota berbanding lurus dengan meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat.Masyarakat memilih kota untuk berdiam dan beraktifitas adalah karena kota menyediakan dan menjanjikan banyak hal,diantaranya karier,penghasilan yang baik,hiburan,dan transaksi ekonomi lainnya.

Dengan maraknya perkembangan kota menuntut pihak penyedia jasa dan barang mesti proaktif dan memiliki inovasi yang tinggi manghadapi persaingan pasar,toko varia maju yang menyediakan bahan bangunan dan segala kelengkapan bangunan sudah dikenal sejak 2004 hingga kini memiliki citra dan kesan yang baik bagi konsumen utamanya pelaku konstruksi, karena menyediakan barang yang lengkap dengan harga lebih rendah di banding pengusaha lainnya, dan berperan pula bekerja sama sebagai mitra pelaku konstruksi utamnaya di kabupaten bone.Kami sudah lama bermitra dengan kontraktor ataupun developer di bone ini,mereka memang kami anggap sebagai teman,teman yang saling bermitra dalam pekerjaan pekerjaan konstruksinya.Kata Chandra.

Penulis: La-rumpang

Cicipi Telur Asin Asap Cabalu, Fahsar: Rasanya Ingin Nambah

BONE, TRIBUNCELEBES.com – Usaha kreatif Telur Asin Asap Cabalu yang dikembangakan oleh salah satu jurnalis di kabupaten bone Rusmin Igho secara resmi dilauching oleh Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi sabtu 28 Oktober 2017 di desa Tungke kecamatan Bengo Kabupaten Bone.

Telur Asin Asap yang launching bertepatan hari sumpah pemuda ini merupakan usaha kreatif olahan telur bebek yang sengaja dikembangkan ditengah gempuran produk olahan modern untuk mengangkat hasil produksi peternak bebek petelur lokal di kabupaten Bone.

Bupati Bone Andi Fahsar menitip pesan agar usaha telur asin asap ini dapat dikembangkan menjadi produk olahan khas Bone.

“tadi saya mencicipinya rasa rasanya ingin nambah terus, saya berharap ini dikembangkan agar dapat menjadi produk oleh oleh khas Bone,” ujar Fahsar.

Usaha Telur Asin Asap yang dikembangkan Rusmin Igho secara berkelompok di Cabalu Kelurahan Mattirowalie Kecamatan Taneteriattang Barat juga tidak lepas dari pembinaan dinas peternakan kabupaten Bone sebagai leading sektor potensi peternakan di kabupaten bone.

Menurut Aris Handono kepala dinas peternakan Bone, selain sapi saat ini juga tengah konsen mengembangkan potensi peternakan lainnnya seperti itik petelur, dengan melimpahkan hasil pertanian seperti padi dan jagung merupakan potensi bahan baku pakan ternak untuk menyokong pengembangan ternak unggas di kabupaten Bone.

Dengan hadirnya usaha kreatif Telur Asin Asap ini pemeruntah Kabupaten Bone diharapkan dapat terus memberikan motifasi masyarakat untuk mengembangkan potensi usaha di wilayahnya masing masing. (ardi)

Begini Cara Aliyah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

TRIBUNCELEBES.com, SELAYAR – Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham menyalurkan bantuan kepada puluhan peserta pelatihan tenaga kerja mandiri di aula wisma Reyhan, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu 7 Oktober 2017.

Legislator yang membidangi urusan tenaga kerja ini berharap bantuan berupa mesin press kemasan plastik tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Saat kita beriwirausaha secara tidak langsung kita dapat membuka lapangan pekerjaan,” ujar Aliyah.

Seluruh peserta pelatihan tenaga kerja adalah perempuan. Selama tiga hari dibekali pemahaman dan keterampilan untuk beriwirausaha.

“Saya juga mohon doata, supaya selalu bisa memberikan yang terbaik bagi Sulsel dan warga selayar, apalagi pesertanya semua perempuan, pasti dukung perempuan,” kata Aliyah disambut tepuk tangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Selayar, Rosmiaty mengatakan, kegiatan tersebut bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang bermitra dengan Aliyah di komisi IX.

“Pelatihan kita gelar selama tiga hari, berharap dapat menciptakan tenaga kerja mandiri dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Rosmiaty.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Marjani Sultan, menyampaikan apresiasinya ke Aliyah. Pasalnya, selama menjabat, Aliyah merupakan legislator pusat yang paling aktif berkunjung ke Selayar.

“Datang ke Selayar pun bawa program pusat yang bermanfaat untuk masyarakat. Bu Aliyah adalah anggota dewan yang paling tinggi kepeduliannya,” ujarnya. (ardi/adi)