AMURE Menyerahkan Bantuan Operasional untuk Sekolah Madrasah di Kabupaten Bone

Bone-Tribuncelebes.com- Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Andi Muawiyah Ramli atau yang sering disapa AMURE menyerahkan Bantuan Operasional Madrasah di Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone. Adapun Sekolah Madrasah yang dijadikan Objek penyerahan bantuan yaitu Madrasah Tsanawiyah Al-Marif Panyiwi. Bantuan Operasional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Madrasah, mengingat sekolah Madrasah adalah sekolah yang memiliki banyak spesifik mata pelajaran Agama Islam dibanding Sekolah setingkat pada umumnya. Oleh Karena Itu, Andi Muawiyah Ramli atau AMURE menganggap perlu untuk meberikan Bantuan Operasional bagi Sekolah Madrasah ini, agar kedepannya Sekolah Madrasah dapat lebih meningkatkan Mutu Pelayanan Pendidikan bagi peserta didik terkhusus dalam Pembinaan akhlak yang berazaskan Agama Islam.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Andi Muawiyah Ramli atau sering disapa AMURE

Selama 2 Hari di Kabupate Bone, tepatnya pada tanggal 7-9 September 2020, AMURE juga meresmikan Rumah Aspirasi sekaligus melaksanakan kunjungan di Pesantren Al-Marif Bilae. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengukur kualitas pendidikan dan infrastruktur yang berada di Pesantren tersebut, agar supaya Mutu Pendidikan di Pesantren Al-Marif Bilae dapat lebih meningkat kedepannya.

Andi Muawiyah Ramli (AMURE) Pada Saat Memberikan Bantuan Operasional Kepada Madrasah Al-Marif Panyiwi, Tellu Siattinge Kabupaten Bone

Menurut, Andi Muawiyah Ramli atau Ramli, Sekolah-Sekolah Madrasah dan Pesantren harus betul-betul diperhatikan, karena selain Mutu Pendidikan umum yang disedikan, Skolah Madrasah dan Pesantren dianggap memiliki Esensi Pondasi Agama Islam yang kuat didalamnya, terkhusus pada pembinaan akhlak dan karakter peserta didik agar kedepannya sekolah Madrasah dan Pesantren dapat melahirkan Insan yang Terdidik dan Berakhlak Mulia. Dan juga selama ini, Madrasah dan Pesantren, tidak banyak mendapatkan Bantuan Operasional dari Pemerintah dibanding Sekolah-Sekolah Umum lainnya.

Rilis: Eddie Muliadi Ikram

A.Wahyuni Tenri Ajeng Peraih Nilai Tertinggi SKB Jabatan Apoteker Formasi PKM Ajangale Kabupaten Bone

Tribuncelebes.com-Watampone- Seleksi CPNS 2019 kembali dilanjutkan oleh Panselnas. Setelah beberapa waktu lalu, Tes Seleksi  Kompetensi Bidang mengalami penundaan karena adanya Pandemi Covid-19, akhirnya Panselnas kembali melanjutkan Tahapan SKB Penerimaan CPNS. Untuk Kabupaten Bone,  Seleksi Kompetensi Bidang dilaksanakan sejak  tanggal 1 September yang lalu, kini memasuki hari kedua pelaksanaan. Tes SKB yang hari ini dilaksanakan di Kantor BKN Regional Makassar diikuti oleh Ratusan Peserta dari Kabupaten Bone yang dimana hasil dari Tes SKB ini langsung ditayangkan secara Live Streaming sehingga berlangsung secara transparan.

Salah satu Peserta SKB dari Kabupaten Bone Jabatan Ahli Pertama-Apoteker Formasi PKM Ajangale, Andi Wahyuni Tenri Ajeng berhasil menggaet Nilai Tertinggi dan menyingkirkan 2 pesaingnya. Setelah beberapa Bulan lalu mengumpulkan Nilai 403 untuk Seleksi Kompetensi Dasar, Kini Andi Wahyuni Tenri Ajeng berhasil meraih nilai 410 pada Seleksi Kompetensi Bidang dan memuluskan langkahnya untuk merengkuh niatnya menjadi seorang ASN Bidang Apoteker.

A. Wahyuni Tenri Ajeng (Tengah) sesaat setelah mengikuti Ujian SKB di Kantor Regional IV BKN Makassar

Putri Sulung dari pasangan A. Najamuddin dan Muliyana ini dikenal sebagai Pribadi yang ulet, cerdas dan cekatan. Semenjak mengenyam bangku kuliah, Andi Uni (Sapaan Akrab) berhasil menjadi wisudawan terbaik di kampusnya. Menurut Andi Wahyuni Tenri Ajeng, Semua yang diraihnya sampai hari ini, Tak Lepas dari dukungan dan doa dari Kedua orang tuanya.

Orang Tua Andi Wahyuni Tenri Ajeng, Andi Najamuddin (Kepala Desa Bolli) dan Mulyana S.Pd.

Menurut Ayahanda dari A. Wahyuni Tenri Ajeng, Andi Najamuddin yang juga merupakan Kepala Desa Bolli Kecamatan Ponre, Semasa kecil sampai sekarang, A. Wahyuni merupakan Pribadi yang berbakti Kepada Orang Tuanya, selalu sabar dalam menghadapi kesulitan dan tak pernah menyusakan orang tuanya. Jadi wajar jika hari ini, Andi Wahyuni meraih keberhasilan yang telah lama dicita-citakan olehnya, Tambahnya.

Rilis: Eddie Muliadi Ikram

Semburan lumpur di Blora Adalah Fenomena Alam dan Bukan Eksplorasi Minyak, Mengapa?

TRIBUNCELEBES.COM- JATENG– Semburan lumpur bercampur gas di kawasan Kesongo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merupakan fenomena lumpur gunung api atau mud volcano, kata dua orang ahli geologi.
Mengapa fenomena gunung api lumpur di Kesongo, Blora, Jawa Tengah pada Kamis (27/08), disebut sebagai fenomena alam dan bukan akibat eksplorasi minyak?
Apa bedanya dengan semburan lumpur di Sidoarjo? Dan mengapa volume letupan terkadang besar dan sesekali kecil?
Apakah kemunculan gas dari setiap terjadi lumpur gunung api berbahaya bagi manusia dan hewan?
Mengapa disebut fenomena alam dan bukan akibat eksplorasi minyak?
“Fenomena alam seperti ini sudah biasa terjadi,” ujar Tri Winarno tentang mud volcano di Kesongo, Blora.
“Kalau di zona tektonik jalur ring of fire itu hal biasa. Di luar negeri, seperti Italia, fenomena mud volcano juga terjadi.

Dia kemudian menekankan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru di pulau Jawa.
Dia mencontohkan “bleduk Kuwu” alias gunung api lumpur di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, serta satu kawasan di Cepu, Jawa Tengah.
“Ini tidak ada kaitan dengan eksplorasi minyak,” katanya, karena di sekitarnya tidak ada aktivitas penambangan minyak dan gas.
Berikut rangkuman dari hasil wawancara Nonie Arnee, wartawan di Semarang, untuk BBC News Indonesia, dengan dua ahli geologi dari Universitas Diponegoro, Semarang, Tri Winarno, dan Angga Jati Widiatama dari program studi teknik geologi Institut Teknologi Sumatera, Lampung.
Mengapa disebut lumpur gunung api?
Ahli geologi dari Universitas Diponegoro, Semarang, Tri Winarno mengatakan, semburan lumpur bercampur gas di kawasan hutan Kesongo alias oro-oro Kesongo di Desa Gabusan, Kabupaten Blora, Jateng, Kamis (27/08), sebagai fenomena gunung api lumpur atau mud volcano. Dikutip dari BBC News.com 29 Agustus 2020
sumber panas itu bisa macam-macam, tapi biasanya “adalah magma, karena ada pemanasan di bawah permukaan bumi.”
Dia menganalisa gunung api lumpur itu bisa juga terjadi karena faktor lumpur yang jenuh dan ada faktor tekanan yang tinggi. “Sehingga akan muncul ke permukaan, apalagi di dorong [faktor] panas dari bawah.”
Fenomena mud volcano di Kabupaten Blora ini, tidak terlepas dari faktor bahwa pulau Jawa merupakan bagian dari jalur gunung api yang sangat aktif (ring of fire).
“Nah kita bayangkan, kalau misalnya lumpur yang sudah penuh air, dan kalau ada panas di bawahnya, lalu mendidih, [maka] otomatis akan meledak,” paparnya.
“Apalagi kalau didukung adanya jalur berupa rekahan-rekahan di permukaan bumi yang menghubungkan antara yang di permukaan dengan yang ada di dalam bumi. Rekahan itu bisa karena sesar atau rekahan batuan,” tambah Tri Winarno.
Dia kemudian menganalisa secara spesifik tentang kejadian di Kesongo, Blora. Jenis bebatuan yang berada di bawah permukaan kawasan Kesongo adalah “bebatuan lempung”.
“Untuk bisa menjadi mud volcano harus ada pemicunya. Biasanya pemicunya [faktor] panas, yaitu sumber panas di bawah permukaan bumi,” kata Tri Winarno kepada wartawan di Semarang, Nonie Arnee, Jumat (28/08).
Sementara, ahli geologi dari program studi teknik geologi Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Angga Jati Widiatama, mengatakan, gunung lumpur di Kesongo itu “terbentuk dari adanya kubah garam atau istilah geologi disebut mud diapir”.
Disebut sebagai batuan formasi kerek, yang terdiri batu pasir dan lempung, diendapkan secara cepat sehingga “menjebak” air di dalam pori-pori batuan.
“Karena ada air dalam pori-pori batuan, tertimbun terus menerus hingga tebal. Batuan yang tertimbun itu akan memunculkan gradien panas bumi,” ungkap Angga kepada wartawan di Semarang, Nonie Arnee.
“Makin terendam, makin panas. Tekanan makin besar. Saat air di pori batuan terkena panas dan sumber suhu dan tekanan tinggi akan berubah jadi uap. Itu yang menyebabkan jadi campuran batuan, air dan uap. Hingga berubah menjadi kubah garam,” paparnya.
Hal itu terbentuk “biasanya ada kaitannya dengan patahan geologi atau struktur geologi.”
“Jadi wilayah dari Semarang hingga Sidoarjo (Jatim) itu sebenarnya batas lempeng mikro kontinen Jawa Timur yang ada di selatan. Karena batas lempeng, maka menjadi titik lemah, banyak patahan atau sesar. Patahan ini yang bisa menjadi jalan keluar dari mud volcano,” papar Angga
“Intinya adalah lempung, air dan panas. Ditambah ada celah dan rekahan sehingga bisa muncul ke permukaan berupa semburan itu,” jelasnya lebih lanjut.
Sementara, ahli geologi dari program studi teknik geologi Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Angga Jati Widiatama, mengatakan, pembentukan mud diapir di Kesongo tidak berkaitan dengan eksplorasi tambang atau migas di sekitar kawasan Cepu.
“Peristiwa alami, itu siklus alami. Ada letupan kemudian tenang, lalu muncul lagi. Dalam siklus 1-2 tahun ada letupan besar, setelah itu kecil lagi. Yang kemarin itu ketinggian semburan sekitar empat meter dengan durasi sekirat 10 menit,” papar Angga.
Dia mengakui, belum ada riset geologi yang intensif di Kesongo, meski disebutnya wilayah tersebut memiliki “keunikan geologi”.
Apa perbedaan ‘lumpur Sidoarjo’ dengan gunung api lumpur di Kesongo?
Menurutnya, fenomena ‘lumpur Sidoarjo’ dan gunung api lumpur di Kesongo memiliki kesamaan, yaitu asal-usulnya.
“Hanya saja kalau di Sidoarjo itu pemicunya adalah pengeboran minyak. Pengeboran minyak itu membuat celah atau jalan atau rekahan, [sehingga] bisa menjadi jalan untuk lumpur itu keluar.”
• Lumpur Lapindo ‘kesalahan manusia’
• Mereka ‘yang bertahan hidup’ di Lumpur Lapindo
• Lapindo belum bisa bayar ganti rugi
Banjir lumpur panas Sidoarjo alias lumpur Lapindo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, sejak 29 Mei 2006.(*)diva

Capai Tinggi 30m Semburan Lumpur Panas Kesongo di Blora, ini Penjelasan Ahli

TRIBUNCELEBES.COM- JATENG– Semburan lumpur panas bercampur gas Jawa Tengah, merupakan fenomena lumpur gunung api atau mud volcano di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Randublatung, Desa Gabusan, Kecamatan jati Kabupaten Blora, Jawa Tengah diduga sebagai mud volcano. Semburan lumpur panas yang mencapai puluhan meter itu terjadi pada pukul 05.00 WIB, Kamis (27/8/2020).

Fenomena itu mengagetkan warga karena telah menelan 17 hewan kerbau ternak yang sedang digembala milik warga sekitar. Peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan MSc menyarankan enam hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah,
institusi berwenang, maupun masyarakat di sekitar wilayah itu sendiri terkait fenomena ini. Baca juga: Fenomena Semburan Lumpur di Blora Diduga Mud Volcano, Apa Itu? Ini Penjelasannya Di kutip dari Kompas.com
1. Butuh rapid assessment Jan berkata, rapid assessment precedures (RAP) menjadi hal yang paling penting dan paling utama yang seharusnya dilakukan untuk menjawab semua pertanyaan dan kegelisahan masyarakat serta banyak pihak saat ini. “Perlu rapid assessment untuk menjawab ini,” kata Jan Jumat (27/8/2020).
Hasil dari rapid assessment ini jugalah yang nantinya akan membantu pemangku kebijakan untuk bisa memetakan langkah mitigasi dan evakuasi seperti apa yang harus segera dilakukan agar tidak berdampak pada korban jiwa dan kerugian harta yang jelas tidak diharapkan. Untuk diketahui, RAP merupakan cara penilaian cepat dengan tujuan memperoleh informasi yang mendalam tentang hal apa saja yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Investigasi geologi detail dan rapid risk dan impact assessment yang dilakukan akan dapat memperkirakan berapa lama jika semburan itu berlangsung terus.
2. Tanggap darurat evakuasi Setelah nantinya hasil RAP diketahui, maka tindakan selanjutnya adalah tanggap darurat evakuasi penduduk. “Tanggap darurat evakuasi penduduk yang berdasarkan kejadian di lapangan dan hasil rapis assessment bakal terdampak,” ujarnya.
3. Perhatikan protokol kesehatan Seperti diketahui, saat ini kita masih berada di tengah pandemi Covid-19 yang terus saja menginfeksi manusia. Oleh sebab itu, Jan mengingatkan agar masyarakat dan seluruh pihak berwenang yang menjalankan tugasnya di pusat hingga wilayah sekitar semburan lumpur panas itu tetap menjalankan protokol kesehatan. Utamanya protokol kesehatan untuk mencegah penularan infeksi Covid-19 yang tetap berisiko di manapun berada dan dalam kondisi apapun. “Perhatikan protokol (pencegahan) Covid-19 selama dan paska evakuasi,” ujarnya.
4. Minta pendapat ahli tentang potensi durasi semburan Adapun pemerintah atau institusi-institusi yang terlibat ada baiknya untuk mempertimbangkan langkah mitigasi dan evakuasi juga berdasarkan pendapat para ahli. “Minta pendapat ahli tentang kira-kira durasi semburan,” kata Jan. Mengetahui prakira durasi semburan lumpur panas itu, kata dia, menjadi salah satu hal yang penting karena bisa mengetahui akankah berpotensi sama terjadinya seperti kejadian lumpur lapindo di Sidoarjo sejak tahun 2006 lalu. Sementara, menurut pengamatan Jan sendiri, melihat dari lokasi terjadinya semburan tersebut seperti tergambar di Google Eart, potensi semburan berkemungkinan sudah ada sejak tahun 1984 atau sebelum mud vulcanism itu ada. Terjadinya mud vulcanism atau mud vulcano yang lebih tua terjadi pada tahun 2013, dan ditunjukkan berupa penampakan area yang berbentuk lingkaran putih di Goggle Earth. Area mud vulcano yang lebih tua itu tida jauh dari lokasi semburan lumpur panas Kesongo di Gabusan tersebut. Oleh sebab itu, Jan mengatakan bahwa gejala mud vulcanism di sana sudah terjadi sebelum yang terjadi sekarang. “Artinya yang sekarang dapat saja juga terus berlangsung selama 30 tahunan atau lebih. Ini masih spekulasi berdasarkan kejadian sebelumnya,” ucap Jan. Baca juga: Apakah Semburan Lumpur Blora Akan Berakhir seperti Lapindo Sidoarjo?
5. Pertimbangkan penurunan tanah Kewaspadaan tetap perlu dilakukan oleh masyarakat dan instansi berwenang, terhadap potensi semburan yang bisa terjadi dalam durasi yang lama. Jika hal itu terjadi, maka dampak lainnya yang juga harus diwaspadai adalah adanya penurunan tanah di area sekitar pusat lokasi semburan lumpur panas tersebut. “Pertimbangkan adanya penurunan tanah pasca semburan yang terus menerus,” tuturnya.
6. Pertimbangkan relokasi Jan mengatakan, jika semburan melimpah ke tanah warga, maka perlu dipertimbangkan relokasi dan pembuatan struktur seperti lumpur lapindo di Sidoarjo. “Ini bisa dilakukan dengan belajar dari kasus Lapindo. Menteri PUPR sekarang sangat berpengalaman,” kata dia. Mengingat area di sekitar Grobogan, Cepu dan Blora adalah daerah cekungan minyak. (*)diva

Fakta atau Hoax, Vaksin Covid-19 Diuji Coba di Indonesia Karena Lab Cina Kekurangan Monyet?

TRIBUNCELEBES.COM-JAKARTA– Klaim bahwa laboratorium Cina kekurangan monyet untuk uji coba vaksin Covid-19 sehingga uji coba tersebut dilakukan di Indonesia beredar di media sosial. Di Facebook, klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun Alexander Abu Taqi Mayestino, pada 26 Juli 2020. dengan narasi lengkap unggahan akun tersebut:
“HARGA MONYET CINA VERSUS HARGA MANUSIA INDONESIA
Perbandingan:
Di Indonesia negara ber-Pancasila yang berpenduduk sekitar 265 juta manusia, Jokowi dan timnya, menyatakan akan menguji coba vaksin ini ke sekitar 1.600 Manusia WNI.
Di negara Neo Komunis Cina yang tidak ber-Pancasila dan berpenduduk sekitar 1,4 milyar manusia (hampir 7 kali lipat jumlah penduduk Indonesia), mereka kekurangan Monyet untuk uji coba ini.
Di Cina:
Harga Mahal, Lab China Kekurangan Monyet
Di Indonesia:
Jokowi: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Libatkan 1.620 Relawan (Manusia)
Bagaimana menurut anda?”
Unggahan dari akun Alexander Abu Taqi Mayestino itu disertai dengan gambar tangkapan layar dua berita dari Kompas.com. Kedua berita itu berjudul “Harga Mahal, Lab China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Corona” dan “Kabar Baik: Vaksin Covid-19 dari China Segera Uji Klinis di Indonesia | Update 5 Vaksin Lainnya”
Namun, apa benar vaksin Covid-19 diuji coba di Indonesia karena laboratorium Cina kekurangan monyet? dikutip dari cekfakta kompas.com.
Berdasarkan upaya penelusuran, memang tempo.com pernah memuat berita yang berjudul “Harga Mahal, Lab China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Corona” dan “Kabar Baik: Vaksin Covid-19 dari China Segera Uji Klinis di Indonesia”.
Dan Berita pertama tentang laboratorium Cina kekurangan monyet dimuat pada 20 Juni 2020. Adapun berita kedua tentang vaksin Covid-19 dari Cina yang akan diuji klinis di Indonesia dimuat pada 20 Juli 2020. Menurut berita pertama, dalam upaya meracik vaksin Covid-19, Yisheng Biopharma, salah satu laboratorium di Cina yang memulai pengembangan vaksin Covid-19 pada Januari 2020, kekurangan monyet percobaan.
Yisheng lebih dikenal sebagai pembuat vaksin rabies, tapi telah mengubah satu dari sembilan laboratoriumnya untuk meracik vaksin Covid-19 dan akan merekrut hingga 50 pegawai tambahan. Perusahaan ini masih dalam tahap awal pengembangan vaksin, tapi dikabarkan akan mengambil risiko untuk memproduksi vaksinnya pada September 2020 sebelum uji klinis selesai.
Vaksin yang sedang diracik Yisheng kini berada dalam tahap pengujian ke hewan, yang mendahului uji klinis ke manusia. Pimpinan Yisheng, Zhang Yi, menuturkan uji coba pada tikus dan kelinci menunjukkan hasil yang bagus karena meningkatkan antibodi penetral. Yisheng berharap vaksin ini tidak hanya melindungi diri dari infeksi, tapi juga menyembuhkan pasien Covid-19.
Langkah selanjutnya yang harus ditempuh Yisheng adalah uji coba ke monyet. Namun, menurut CEO Yisheng, David Shao, uji coba ini membutuhkan biaya yang besar karena permintaan akan monyet sedang tinggi dari laboratorium-laboratorium lainnya sehingga harganya naik. Biasanya, Yisheng membeli seekor monyet dengan harga 10-20 ribu yuan (sekitar Rp 20-40 juta).
Saat ini, seekor monyet bernilai sekitar 100 ribu yuan (sekitar Rp 200 juta). Biasanya, laboratorium-laboratorium Cina menggunakan kera rhesus dan cynomolgus, yang dikembangbiakkan di provinsi-provinsi selatan. Cina adalah pemasok besar monyet percobaan. Tahun lalu, 20 ribu monyet diekspor dan 18 ribu monyet dipakai dalam penelitian lokal. “Konsumsi tahun ini cukup besar sehingga pasokannya tidak cukup,” kata Liu Yunbo, Ketua Beijing HFK Bioscience, pemasok hewan percobaan.
Meskipun benar bahwa Yisheng kekurangan monyet percobaan, perusahaan dari Cina yang akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Indonesia adalah Sinovac Biotech, bukan Yisheng. Selain itu, Sinovac menguji coba vaksinnya ke Indonesia bukan karena kekurangan monyet percobaan. Uji coba yang dilakukan bersama PT Bio Farma tersebut merupakan fase ketiga dari pengembangan vaksin Covid-19.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan ada enam tahap yang diperlukan dalam pengembangan vaksin, yakni eksplorasi, pra-klinis, pengembangan klinis, tinjauan peraturan dan persetujuan, produksi, dan kontrol kualitas. Pengembangan klinis meliputi tiga fase. Selama fase I, sejumlah orang menerima vaksin percobaan. Pada fase II, studi klinis diperluas dan vaksin diberikan kepada orang yang memiliki karakteristik (seperti usia dan kesehatan fisik) yang mirip dengan orang yang menjadi sasaran vaksin baru.
Pada fase III, vaksin diberikan kepada ribuan orang serta diuji efikasi dan keamanannya. Pelibatan warga Indonesia dalam uji coba vaksin Sinovac termasuk dalam fase III ini. Selain Indonesia, Brasil dan Bangladesh berpartisipasi dalam uji klinis fase III vaksin Sinovac. Vaksin Covid-19 lain pun diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS dan Inggris. Sama halnya dengan Sinovac, perusahaan-perusahaan itu menerapkan prosedur yang mengujicobakan vaksin buatannya kepada warga negara lain.
Sebelum diujicobakan ke luar Cina, vaksin Covid-19 Sinovac itu telah terlebih dahulu menjalani uji coba fase I dan fase II yang melibatkan sejumlah warga Cina. Sinovac memulai pengembangan kandidat vaksin dari virus yang tidak aktif pada 28 Januari. Pada 13 April, Administrasi Produk Medis Nasional Cina (NMPA) memberikan persetujuan untuk uji klinis fase I dan fase II yang dimulai pada 16 April di Provinsi Jiangsu. Uji klinis fase I dan fase II itu melibatkan orang dewasa sehat berusia 18-59 tahun. Mereka diberi vaksin selama 14 hari. Memilih Sinovac sebagai mitra untuk mengembangkan vaksin Covid-19. “Metode pembuatan vaksin yang digunakan Sinovac sama dengan kompetensi yang dimiliki Bio Farma,” kata Honesti dalam keterangan resminya pada 20 Juli 2020.
Honesti mengatakan Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin dengan metode tersebut, misalnya vaksin Pertusis, sehingga tidak perlu mengubah atau menambah investasi dalam pembuatan vaksin Covid-19. Sebanyak 2.400 vaksin Sinovac sudah tiba di Bio Farma pada 19 Juli 2020. Menurut Honesti, uji klinis vaksin dijadwalkan berjalan selama enam bulan, yakni Agustus 2020-Januari 2021. “Apabila uji klinis tahap III lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal I 2021,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan, klaim bahwa vaksin Covid-19 diuji coba di Indonesia karena laboratorium Cina kekurangan monyet menyesatkan. Berita dari Kompas.com yang digunakan untuk mendukung klaim itu memang menyebut bahwa salah satu laboratorium di Cina yang mengembangkan vaksin Covid-19 kekurangan monyet percobaan. Namun, laboratorium yang dimaksud adalah laboratorium milik Yisheng Biopharma. Perusahaan ini berbeda dengan perusahaan yang menguji klinis vaksinnya di Indonesia, yakni Sinovac Biotech. Sinovac menguji coba vaksinnya ke Indonesia pun bukan karena kekurangan monyet percobaan, melainkan karena mesti menggelar uji klinis fase III vaksin Covid-19 ke manusia yang menjadi syarat dalam produksi vaksin.(diva)

Api Melalap Gedung Utama Kejagung, Bagaimana Kondisi Data Data Penting?

TRIBUNCELEBES.COM-JAKARTA–Gedung Kejaksaan Agung RI di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilalap si jago merah, Jumat (22/8/2020) malam. Sejumlah unit damkar mulai berdatangan ke lokasi.
Dikutip dari Suara.com, tampak api semakin membesar melahap salah satu gedung tinggi milik Kejagung RI.
Api diketahui terus merambat ke sejumlah bagian di sekitar gedung yang terbakar tersebut.
“Api semakin membesar, firetruck mulai berdatangan,” kata Wendi Putrano salah satu pemilik akun twitter yang mengunggah peristiwa kebakaran tersebut, Jumat (22/8).
Sementara Suara.com mencoba mengonfirmasi peristiwa kebakaran tersebut kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Hari Setiyono. Ia membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya (benar terjadi kebakaran di gedung Kejagung),” kata Hari kepada Suara.com saat dihubungi.
Kendati begitu, Hari belum menjelaskan lebih detil penyebab kebakaran dan gedung bagian mana yang dilalap si jago merah tersebut.
“Nanti ya, nanti, saya masih coba juga konfirmasi,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Seksi Operasional Sudin PKP Jakarta Selatan, Sugeng mengatakan, proses pemadaman masih terus berlangsung hingga saat ini.
Sebanyak 5 unit mobil damkar dikerahkan dalam kejadian tersebut. Dia menuturkan, belum mengetahui penyebab kebakaran.
Api terus merembet ke gedung Kejagung RI.
Terlihat api membakar dari sisi bawah gedung hingga ke lantai atas. Api juga terlihat sudah membesar dari dalam area gedung tersebut.
“Api mulai merembet terus di Gedung Kejagung RI, semakin membesar,” kata Wendi Putrano salah satu pemilik akun twitter yang mengunggah peristiwa kebakaran tersebut.Terkait peristiwa kebakaran tersebut kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Hari Setiyono.
Ia membenarkan kejadian tersebut.
“Iya (benar terjadi kebakaran di gedung Kejagung),” kata Hari kepada Suara.com saat dihubungi.
Kendati begitu, Hari belum menjelaskan lebih detil penyebab kebakaran dan gedung bagian mana yang dilalap si jago merah tersebut. Sementara itu Kepala Seksi Operasional Sudin PKP Jakarta Selatan, Sugeng mengatakan proses pemadaman masih terus berlangsung hingga saat ini.
Berdasarkan informasi yang terhimpun oleh Suara.com, kebakaran melanda gedung utama Kejagung RI itu sejak pukul 19.00 WIB.
Untuk diketahui, gedung utama Kejagung RI berada di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam No 1, RT11/RW7, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Petugas pemadam kebakaran dan mobil pemadam belum tiba di lokasi.
Sementara aparat kepolisian sudah mengamankan area gedung Kejagung dari lalu lalang pejalan kaki maupun pengendara bermotor.
Hingga berita ini diunggah, belum diketahui apakah terdapat korban jiwa atau tidak dalam peristiwa tersebut.
Begitu pula kerugian material yang diakibatkan kejadian tersebut, belum bisa diperkirakan.(diva)

Penerimaan Calon Bintara Polres Bone Tahun 2020 Menerapkan Protokol Kesehatan

Watampone, Tribuncelebes.com- Memasuki Hari kedua Penerimaan Calon Bintara Polres Bone Tahun 2020 yang dimana jumlah peserta pendaftar bisa terbilang cukup banyak yaitu sebanyak 554 orang, maka Panitia Penerimaan Calon Bintara Polres Bone Tahun 2020 harus menerapkan Protokol kesehatan secara ketat. Dalam kegiatan ini, peserta pendaftar diwajibkan memakai masker dan senantiasa menjaga physical distancing pada saat melalui tahapan seleksi. Selain itu, sebelum peserta pendaftar memasuki ruangan, Panitia Penerimaan Calon Bintara Polres Bone terlebih dahulu memberikan arahan kepada peserta pendaftar.

Suasana pada saat Panitia Penerimaan Calon Bintara Polres Bone Tahun 2020 Memberikan Arahan Kepada Peserta Pendataran

Pada saat peserta pendaftar akan memasuki ruangan seleksi, pendaftar terlebih dahulu melakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan Thermometer Infra Red. Selain itu, peserta juga diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan handsanityzer demi meminimalisir tingkat resiko penularan pada saat berada di dalam ruangan seleksi.

Sebelum Memasuki Ruangan Seleksi, Peserta Diwajibkan Mencuci Tangan dan Menggunakan Hand Sanityzer serta Melakukan Pengecekan Suhu Tubuh

Kegiatan ini dipimpin Langsung oleh Kepala Bagian Sumber Daya Polres Bone (Kabag Sumda) Kompol H. Burhanuddin AW, yang dalam arahannya mengatakan bahwa peserta harus bersungguh-sungguh dalam mengikuti Pendaftaran Calon Bintara Tahun 2020 ini. Beliau mengharapkan kepada seluruh peserta agar berdiri diatas kaki sendiri tanpa mengandalkan pihak lain serta menghindari calo yang meminta sejumlah imbalan.

Kabag Sumda Polres Bone, Kompol H. Burhanuddin AW Saat Memberikan Arahan Kepada Peserta Pendaftaran Calon Bintara Polres Bone Tahun 2020

Menurut Kabag Sumda Polres Bone, Kompol H. Burhanuddin AW, Jumlah Kuantitas Peserta pendataran Calon Bintara Polres Bone selalu mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Ini terbukti setelah tahun lalu pendaftar mencapai angka 400an lebih, pada tahun ini meningkat menjadi 554 pendaftar. Maka dari itu, Selain mengedepankan Prinsip Betah (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) juga harus mengedepankan Protokol Kesehatan karena berhubung jumlah pendaftar yang meningkat di tengah wabah pandemi Covid-19, maka jumlah pendaftar yang akan mengikuti seleksi dibatasi setiap harinya, yaitu maksimal 150 peserta yang terbagi bagi dalam 2 sesi. Ini bertujuan agar jarak aman atau physical distancing tetap terjaga, sehingga peserta pendaftar merasa aman dan nyaman.

Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Bone, Komisaris Polisi H. Burhanuddin AW

Penerimaan Calon Bintara Polres Bone Tahun 2020 rencananya akan berlangsung selama 5 hari, dan pada puncaknya, Senin Tanggal 24 Agustus 2020 akan memasuki Tahap Sidang Penentuan yang dimana akan dihadiri oleh Kapolres Bone, AKBP Try Handako S.IK, Pengawas Eksternal dari Dinas Pendidikan dan perwakilan LSM, serta Perwakilan Orang Tua Peserta Pendaftaran.

Foto: Eddie Muliadi Ikram

Polres Bone Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Calon Bintara Polri Tahun 2020

Bertempat di Aula Polres Bone, pada Hari Rabu, 19 Agustus 2020, Panitia Penerimaan Bintara Polres Bone menggelar penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Panitia, Calon Siswa (Casis), dan Orang Tua Wali Penerimaan Bintara Polri Tahun 2020 dengan cara virtual atau live streaming dengan Biro SDM Polda Sulsel.

Suasana Dalam dan Luar Ruangan Aula Polres Bone Pada Saat Acara Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Calon Bintara T.A 2020

Penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah dilakukan Kapolres Bone AKBP AKBP Try Handako Wijaya Putra,S.IK. bersama perwakilan casis, orang tua, dan panitia pengawas penerimaan anggota Polri, pemantau ekseternal dari Lembaga Swadaya Masyarakat dan perwakilan media di Aula Mapolres Bone, Rabu 19/08/2020.

Kapolres Bone mengingatkan, penerimaan anggota Polri berjalan bersih, transparan, akuntabel dan humanis (Betah)

Kapolres Bone, AKBP Try Handako Wijaya, S.IK bersama Kabag Sumda Polres Bone, Kompol H. Burhanuddin AW pada Saat memimpin acara penandatanganan Pakta Integritas secara Virtual.

“untuk mewujudkan penerimaan Polri yang bersih, saya selaku Kapolres Bone mengingatkan, sekali lagi mengingatkan kepada seluruh panitia, pengawas dan calon siswa yang telah diambil sumpahnya untuk komitmen tidak melakukan KKN, dan lebih khusus lagi kepada casis tidak terpancing dengan oleh oknum siapa pun yang dapat memberi janji kelulusan, kunci kelulusan ada pada kalian, belajar dengan baik, jaga kesehatan dan tentunya jangan lupa untuk senantiasa berdoa,” tegas Try Handako.

Penandatangan Pakta Integitas yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya, S.IK, M.Si.

Di tempat yang sama, Kabag Sumda Polres Bone Kompol H. Burhanuddin HW. mejelaskan, bahwa inti dari pakta integritas yang dibacakan dan ditandatangani diantarannya mengikuti sistem seleksi penerimanaan Calon Bintara Polri Tahun 2020 adalah bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku apabila melakukan pelanggaran dimaksud dan atau dibatalkan sebagai calon bintara Polri. Sebanyak 554 Orang Calon Bintara 2020 yang ikut serta dalam penerimaan kali ini yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone.

Foto: Eddie Muliadi Ikram

Penyerahan Program Indonesia Pintar Aspirasi AMURE

Pada hari Rabu, tepat pukul 10.00 WITA (09.00 WIB) dilakukan seremoni penyerahan Program Indonesia Pintar Aspirasi Anggota DPR RI Dapil Sulsel II Bapak Drs. H Andi Muawiyah Ramly, M.Si. Agenda penyerahan PIP tersebut dilaksanakan serentak di 9 kab/kota se Dapil Sulsel II. Meliputi Kab Maros, Kab Pangkep, Kab Barru, Kota Parepare, Kab Soppeng, Kab Wajo, Kab Bone, Kab Sinjai dan Kab Bulukumba.

Acara penyerahan PIP dilaksanakan secara virtual mengingat saat ini masih dalam pandemi Covid 19.

Dalam acara tersebut, Anggota DPR RI Bapak Drs. H Andi Muawiyah Ramly, M.Si secara langsung menyampaikan betapa program PIP tersebut sangat penting khususnya pada saat pandemi ini. Hal ini karena hampir semua Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah dilaksanakan secara daring/online/virtual.

Andi Muawiyah Ramli (AMURE) Saat menyampaikan Sampaikan Sambutannya Secara Virtual

Kontribusi PIP bagi masyarakat sangat dirasakan manfaatnya untuk membantu siswa dan orang tua dalam menopang kegiatan belajar jarak jauh.

Dipaparkan dalam pidato Bapak Drs. H Andi Muawiyah Ramly, M.Si, bahwa Program PIP Aspirasi ini secara total meliputi 20 ribuan siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Adapun anggaran yang digelontorkan ke 9 kab/kota di dapil Sulsel II kurang lebih sebesar 10 Milyar Rupiah, dan Khusus Kab. Bone, sebanyak 1671 Siswa didik yang mendapatkan bantuan beasiswa dari program ini.

Acara penyerahan PIP Aspirasi ini juga dihadiri secara virtual oleh Bupati Wajo dan Wakil Bupati Bukukumba serta beberapa jajaran kepala dinas pendidikan dan seluruh ketua DPC PARTAI KEBANGKITAN BANGSA se dapil Sulsel II serta dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan sekolah dan perwakilan kepala desa penerima manfaat PIP.

Tim AMURE Kab. Bone saat melakukan Penyerahan Beasiswa kepada 1671 Siswa di Kab. Bone

Besar harapan dari masyarakat dapil Sulsel II akan keberlanjutan program PIP Aspirasi tersebut di tahun tahun yang akan datang. Hal ini terpotret dari banyaknya apresiasi dari testimoni yang muncul saat acara berlangsung.

Suasana Penyerahan Bantuan oleh Tim Amure kepada Salah Satu Perwakilan Siswa di Kab. Bone

Doa dan harapan serta apresiasi ini merupakan energi positif bagi Bapak Drs. H Andi Muawiyah Ramly, M.Si untuk tetap konsisten dan istiqomah dalam memperjuangkan aspirasi daerah pemilihan Sulsel II yang juga merupakan tanah kelahiran tokoh yang dikena juga dengan sebutan AMURE. Semoga tahun depan bisa semakin baik.

Kapal Ini Penyebab Ledakan Hebat di Pelabuhan Bairut

TRIBUNCELEBES.COM – JAKARTA– Dari penyelidikan terhadap ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon, pada Selasa lalu (4/8/2020), menemukan bahwa kelalaian sebagai penyebab utama ledakan dahsyat tersebut.Selain itu, tidak adanya tindakan pemerintah untuk memastikan keamanan bahan-bahan yang bersifat sangat eksplosif yang disimpan di gudang pelabuhan juga turut andil menjadi penyebab ledakan.

Menurutnya tata cara penyimpanan materi yang mudah meledak itu sudah beberapa kali dibahas di komite dan hakim. “[Tapi] tidak ada yang dilakukan untuk memerintahkan bahan tersebut untuk dipindahkan atau dibuang,” ujarnya. “Ini adalah kelalaian,” kata sumber resmi yang terkait penyidikan kepada Reuters, Kamis (6/8/2020)

Dikutip dari CNBC.Sebelumnya pascakejadian yang telah menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai 5.000 lebih orang itu, perdana menteri dan presiden negara itu mengonfirmasi bahwa ada 2.750 ton amonium nitrat yang sudah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan. Amonium nitrat merupakan bahan yang lumrah digunakan dalam pupuk dan bom.

Sumber tersebut juga menjelaskan kronologi ledakan. Ia mengatakan awalnya ada kebakaran yang terjadi di gudang 9 pada hari Selasa (4/8/2020. Kebakaran itu kemudian menjalar ke gudang 12, di mana amonium nitrat disimpan.

Ledakan yang terjadi pukul 18.02 waktu setempat di Port of Beirut itu sendiri merupakan yang paling kuat yang pernah dialami ibu kota itu. Kejadian itu telah menambah tekanan pada kota yang masih dilanda perang saudara dan juga dampak panjang dari krisis keuangan akibat korupsi dan salah urus ekonomi oleh pemimpin negara selama beberapa dekade lalu.

Sumber lain yang dekat dengan seorang karyawan pelabuhan mengatakan bahwa sebuah tim yang memeriksa materi enam bulan lalu, telah memperingatkan bahan-bahan itu bisa “meledakkan seluruh Beirut” jika tidak dipindahkan.

Kemarin, kepala pelabuhan Beirut dan kepala bea cukai telah mengatakan bahwa mereka juga telah mengirim beberapa surat ke pengadilan. Surat itu berisi permintaan agar materi berbahaya disingkirkan, tetapi tidak ada tindakan yang diambil.

Manajer Umum Pelabuhan Hassan Koraytem mengatakan kepada OTV bahwa materi tersebut telah disimpan di gudang atas perintah pengadilan, dan menambahkan bahwa mereka tahu bahwa bahan itu berbahaya tetapi tidak membayangkan akan separah ini dampaknya.

“Kami meminta agar diekspor kembali tetapi itu tidak terjadi. Kami menyerahkannya kepada para ahli dan mereka yang berkepentingan untuk menentukan alasannya,” kata Badri Daher, direktur jenderal Bea Cukai Lebanon.

Dari pantauan Reuters, dua dokumen menunjukkan Bea Cukai Lebanon telah meminta pengadilan pada tahun 2016 dan 2017 untuk memerintahkan “agen maritim yang bersangkutan” untuk mengekspor kembali atau menyetujui penjualan amonium nitrat, yang telah dikumpulkan dari kapal kargo Rhosus dan disimpan di gudang 12 itu.

Satu dokumen lainnya menunjukkan permintaan serupa sudah dikirim pada 2014 dan 2015.

Menurut Shiparrested.com, jaringan industri yang menangani kasus-kasus hukum, dari laporan tahun 2015 diketahui bahwa kapal kargo Rhosus, yang berlayar di bawah bendera Moldova, berlabuh di Beirut pada September 2013 ketika mengalami masalah teknis saat berlayar dari Georgia ke Mozambik. Kapal itu membawa 2.750 ton amonium nitrat.

Situs itu mengatakan bahwa, setelah diperiksa, kapal itu dilarang berlayar dan tak lama kemudian ditinggalkan oleh pemiliknya, yang menyebabkan berbagai kreditor mengajukan tuntutan hukum.

“Karena risiko yang terkait dengan mempertahankan amonium nitrat di atas kapal, otoritas pelabuhan membuang kargo ke gudang pelabuhan,” tambahnya, demikian di kutip dari CNBC Indonesia.