Video. Pelaku Pencuri Ban dan Velg Mobil Tertangkap Saat Berusaha Kabur

Tribuncelebes.com- Makassar—Terungkapnya aksi pencurian ini berawal personil Timsus Polsek Rappocini sedang hunting dan mobile kasus Curas, Curat dan Curanmor. Mendapat informasi adanya pencurian ban mobil dan velg di jalan Karunrung lorong 3. Pihak aparat kepolisian dari Timsus Polsek Rappocini mengamankan tersangka pencurian ban mobil dan velg, Jumat (22/3/2019) sekitar pukul 01.30 Wita.

https://www.youtube.com/watch?v=7lHoZX27_cE&t=1s

Pelaku diketahui dengan identitas Imran Iqbal alias Imbang (21) warga jalan Karunrung Raya kota Makassar diamankan Timsus Polsek Rappocini yang dipimpin Panit Iptu Nurtcahyana, SH.

Panit Timsus Polsek Rappocini Iptu Nurtchayana menerangkan hanya dalam waktu 20 menit kami bisa mengamankan satu orang tersangka pelaku pencurian ban mobil dan velg serta motor yang digunakan. Sedangkan 1 orang tersangka berhasil meloloskan diri dan menetapkan sebagai daftar pencaharian orang (DPO). dikutip dari simponinews.com

Tim Khusus Polsek Rappocini bergerak menuju lokasi ditengah perjalanan menemukan sebuah kendaraan bermotor berboncengan membawa ban mobil dan velg. Anggota langsung melakukan pengejaran terhadap pengendara dan mengamankan 1 orang pelaku dan membuang barang bukti ke dalam saluran air atau got.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti langsung kami gelandang ke Mapolsek Rappocini guna proses hukum lebih lanjut.”tutup Nurtcahyana.(*)

Video, Gerebek Narkoba 288, Pelaku Melakukan Perlawana dengan Senjata Api

Tribuncelebes.com- Jakarta– Kapolda Metrojaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan polisi menerima informasi bahwa ada mobil box berwarna silver yang akan mebawa narkotika jenis sabu melintas di jalan Tol Merak menuju Jakarta. kamis sore (30/01/2020)

Berdasarkan informasi tersebut petugas melakukan penyisiran di Tol sekitar kilometer 23. Petugas melihat ada mobil dengan ciri ciri yang sama dengan kecepatan yang tinggi. Mereka melakukan pengejaran dan sudah memerintahkan kendaraan tersebut menepi namun pengemudi malah tetap melajukan kendaraannya.

Sempat terjadi kontak dengan mobil petugas hingga akhirnya mobil tersebut menepi. Setelah sampai di TKP tersangka malah berupaya untuk melakukan perlawanan kepada petugas dengan menembakkan senjata api. 2 orang dari 3 pelaku sempat berupaya melarikan diri dan mengeluarkan tembakan, sehingga polisi akhirnya melumpuhkan pelaku dengan besi panas. “Karena ada perlawanan dengan tembakan, maka petugas akhirnya mengambil langkah tegas dan terukur,” ungkap Nana. Tak berselang lama, tersangka tewas akibat terlalu banyaknya darah yang dikeluarkan akibat luka karena tembakan tersebut. dikutip dari kompas.com

Ketiga jenazah tersangka ini merupakan kurir yang membawa 288 kilogram sabu, untuk saat ini masih belum diketahui identitas kurir narkoba jaringan internasinal ini

Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan pergerakan jaringan narkoba jenis sabu di Kawasan Serpong Tangerang

Edi Naharto Bersama FK.LSM, Melaporkan Perusahaan Pembiayaan di Bone

Tribuncelebes.com- WATAMPONE—Dianggap sebagai sebuah penipuan yang merugikan dirinya Edi Naharto, Pendamping Desa (PDP) P3MD Kabupaten Bone wilayah tugas Kecamatan Dua Boccoe yang juga koordinator FK.LSM Dua Boccoe Kabupaten Bone ini, melaporkan persoalan yang dianggap merugikan dirinya ke Mapolres Bone,hari ini Selasa 3/12/2019.

Edi Naharto Warga asal Desa Panyili Kecamatan Dua Boccoe, merasa dirugikan dengan adanya hubungan telefon via Selular dari perusahaan pembiayaan PT Adira Financy yang menagih atas pembayaran ansuran pembayaran kredit mobil Toyota jenis Avansa yang dianggap telah menunggak sejak bulan Juli 2019.

Edi Naharto, bersama FK.LSM melaporkan dugaan penipuan di Mapolres Bone

“Identitas saya digunakan untuk mengambil kredit di salah satu pembiayaan tanpa sepengetahuan saya, hal itu baru saya ketahui setelah ada informasi via telepon bahwa ansuran kredit saya menunggak dan pihak pembiayaan menagih saya, bahkan pihak manajemen pembiayaan pusat sudah menelpon berkali-kali melalui telepon selular saya”, Edi menceritakan kronologi kejadiannya.

“Sayapun kaget, karena memang saya pernah menggunakan jasa pembiayaan Adira ini untuk pembelian mobil Pick Up Jenis Grand max warna Hitam, tapi ansuran kredit saya sudah lunas bulan Oktober lalu dan administrasi kendaraan BPKB saya sudah terima dibulan oktober itu, saya menduga dokumen identitas saya di arsip dokumen perusahaan pembiayaan  PT. Adira Financy , digunakan lagi untuk mencairkan dana pembiayaan pembelian mobil avansa itu”,lanjut Edi.

Mobil avansa yang dimaksud tersebut adalah mobil Toyota jenis Avansa dengan nomor Polisi DD 1349 IP, nomor rangka MHFM1CA4J8K012215 Tenor ; 48/IN ARREAR/belakang, dan Nomor Mesin; DAL6527.

Jenis mobil angsuran yang dimaksud oleh PT Adira Financy tersebut dibantah oleh Edi, bahwa ia tidak pernah melihat, apalagi membeli mobil avansa.

“Jenis mobil yang dimaksud ini, saya tidak pernah lihat apalagi membeli mobil tersebut, ternyata nama dan identitas saya di palsukan”, urai Edi Naharto

“Saya merasa dirugikan karena nama saya sudah di Black List atau daftar hitam perbankan di semua pembiayaan bahkan Hp yang saya mau kredit ditolak oleh system”. Ungkap Edi Naharto ke tribuncelebes.com

Tahanan Meninggal di Depan Penyidik

BONE-TRIBUNCELEBES.COM – Fahrul, Seorang Tahanan dalam Kasus Penadahan handphone yang diringkus oleh Resmob Polres Bone malam lalu secara tiba-tiba menghembuskan nafas terakhirnya di depan penyidik Reskrim Unit Ekonomi Polres Bone, pada saat akan memulai Pemeriksaan. Menurut saksi di tempat kejadian, H.M Hasbi, bahwa korban secara tiba-tiba terkapar di ruang penyidik pada saat penyidik memperlihatkan barang bukti kepada korban dan hendak menghubungi dan memanggil keluarga korban.

Suasana pada saat korban dievakuasi menuju mobil ambulans Polres Bone

Belum diketahui penyebab pasti kematian korban, karena berdasarkan informasi yang didapat Dari Kapolres Bone, AKBP Muh. Kadar Islam Kasim melalui Via Whatss app, Bahwa Korban Sementara Menjalani Proses Autopsi di rumah sakit Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Korban, agar tidak timbul fitnah di kemudian hari.

Suasana pada saat korban hendak dibawa Ke rumah sakit untuk menjalani autopsi

hingga berita ini di rilis, belum ada tanggapan resmi dari Kasat Reskrim Polres Bone terkait kronologi penangkapan Fahrul hingga ke Proses pemeriksaan, yang pada ujungnya Fahrul menghembuskan nafas terakhirnya.(Eddie27)

Ini Alasan Pelaku Video Mesum Direkam Bergantian

Tribuncelebes.com – MOJOKERTO– Pelaku penyebaran video dan foto capture whatsapp (WA) mesum, Firman Ardiansyah (24) menyerukan, jika video layaknya suami istri yang ditransfer secara berganti. Video tersebut diambil di kamar rumah diambil.

Pelaku Sakit hati ketika pelaku tahu dari saudaranya bahwa korban bermesraan dengan laki-laki lain, pelaku kemudian mencaci korban dengan kata-kata kasar, dan pada hari Minggu (6/1/2019), korban mengetahui jika video tersebut tersebar di WA

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Sholikin Fery mengatakan, biar virus jadi menyebar karena korban disuruh datang tidak mau datang. “Tanggal 5 Januari. Di tangkap dikirim ke korban untuk nakutin, tapi korban tidak datang jadi dikirim rata-rata ke teman cewek, ”ungkapnya, Rabu (6/2/2019)

Dikutip dari beritajatim bahwa Video tersebut dikeluarkan pada Minggu (15/7/2018), di rumah pelaku di Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pelaku dan korban melakukan hubungan layaknya suami dan menggunakan ponsel (HP).

Hubungan layaknya suami istri ini berulang hingga jauh lebih banyak. Kemudian video tersebut disebar karena korban sakit hati karena korban bermesraan dengan laki-laki lain di tempat kerja di pabrik kertas di Ngoro Industri Persada (NIP).

Masih kata Kasat, video dan foto mesum ini disebarkan melalui WA dan cerita WA milik pelaku. Hal tersebut dilakukan lantaran korban terkait dengan perlakuan pacarnya. Korban dipanggil datang namun korban tidak mau datang.

“Disebarkan satu, satu, masih didalami (siapa yang menerbitkan video tersebut, red). Dari persetujuan, yang membuat atau menyetujui video ini mereka berdua tapi ini harus dikaji lagi dan disetujui ahli. Akankah kita datangkan ahli ITE untuk meminta bantuan siapa yang berbicara, ”katanya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, dari pengakuan persetujuan jika video tersebut melibatkan diri, melalui HP milik terlindungi. “Status perempuan masih hadir karena masih ada korban. Penyidik ​​hanya mengumpulkan alat bukti, akan mendatangkan ahli, ”jelasnya.

Pelaki dijerat Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Jo Pasal 29 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp6 miliar.

Dari kasus penyebaran video mesum tersebut, selain dipindahkan di Desa Jimbe, Kecamatan Njenengan, Kabupaten Ponorogo, petugas juga membantu memasukkan barang bukti. Yakni tiga buah HP, masing-masing merk OPPA Neo 7 warna putih, OPPA A3 warna hitam dan Polytron warna hitam.(*)

Sumber. beritajatim

Setelah Vanessa Angel Bagiamana Nasib Della Peres Dengan Avriella Shaquilla

Tribuncelebes.com – Surabaya– Lingkaran bisnis prostitusi online yang menangani kasus penyiksaan cyber crime Kriminal Khusus Polda Jatim menyeret nama lengkap yang memungkinkan pihak kepolisian bertindak sebagai responden. Hari ini, Rabu (6/2/2019) pembukaan Della Wulan Asterani (DWS) atau Della Perez yang akan datang Polda Jatim

Diduga Terjerat Prostitusi Online, Adik Almarhum Julia Perez Dipanggil Polda Jatim

Adik mendiang Julia Perez yaitu Della Wulan Asterani (DWS) atau Della Perez menerima sama sekali tidak mengakui mucikari yang menjual Vanesaa Angel. Hal itu diungkapkan kuasa hukumnya Minola Sabayang, Rabu (6/2/2019).

”Klien saya tidak kenal dengan dua mucikari itu. Kami memanggil nama klien kami dicatut dalam kasus ini, ”terang Minola Sebayang.

Ditegaskan Minola, keberadaan foto-foto yang masuk di rekam jejak digital handphone mucikari, semua diambil dari google dan instagram milik Della untuk keperluan transaksi perlindungan.

”Klien saya tidak pernah memberikan foto atau video ke mucikari karena memang tidak mengenalnya. Jadi foto-foto itu diambil dari google dan intagram Della, ”katanya.

Nasib Avriella Shaquilla Sama dengan Vanessa Angel

Apa yang dialami Vanessa ini akankah sama dengan Avriella Shaquilla? Mengingat, Avriel juga turut diamankan dalam penggerebekan yang dilalukan Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Kasubdit V Cyber Crime Kriminal Khusus Polda Jatil AKBP Harissandi menyatakan dari bukti rekam jejak digital yang dikantongi penyidik, agak susah untuk menjerat model majalah dewasa tersebut. “Kalau Vanessa jelas, dia mengeksplor diri yang tidak sesuai dengan kesusilaan. Lha Avriella?,” ujarnya.

Menurut Harissandi, dalam chatting Avriella dengan muncikari hanya terdapat kata “iya kak” saja dan tidak ada percakapan lain yang ditemukan penyidik. “Kalau hanya kata iya kak begitu, apa yang mau dijeratkan,” ujar Harissandi (*)

Sumber. beritajatim

Pengakuan Pelaku, Video Mesum Direkam Bergantian

tribuncelebes.com- Mojokerto– Pelaku penyebaran video dan foto capture whatsapp (WA) mesum, Firman Ardiansyah (24) menyerukan, jika video layaknya suami istri yang ditransfer secara berganti. Video tersebut diambil di kamar rumah diambil.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Sholikin Fery mengatakan, biar virus jadi menyebar karena korban disuruh datang tidak mau datang. “Tanggal 5 Januari. Di tangkap dikirim ke korban untuk nakutin, tapi korban tidak datang jadi dikirim rata-rata ke teman cewek, ”ungkapnya, Rabu (6/2/2019)

Di kutip dari berita jatim.com, Video tersebut dikeluarkan pada Minggu (15/7/2018) di rumah pengadilan di Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pelaku dan korban melakukan hubungan layaknya suami dan pertanggungjawaban menggunakan ponsel (HP).

Hubungan layaknya suami istri ini berulang hingga jauh lebih banyak. Kemudian video tersebut disebar karena korban sakit hati karena korban bermesraan dengan laki-laki lain di tempat pertempuran. Yakni di pabrik kertas di Ngoro Industri Persada (NIP).

Pelaku tahu jika korban bermesraan dengan laki-laki lain dari saudaranya. Pelaku kemudian mengagungkan korban dengan kata-kata kasar, dan pada hari Minggu (6/1/2019), korban mengetahui jika video tersebut tersebar di WA

Masih kata Kasat, video dan foto mesum ini disebarkan melalui WA dan cerita WA milik pelaku. Hal tersebut dilakukan lantaran korban terkait dengan badan pacarnya. Korban disuruh datang tidak mau.

“Disebarkan satu, satu, masih didalami (siapa yang menerbitkan video tersebut, red). Dari persetujuan, yang membuat atau menyetujui video ini mereka berdua tapi ini harus dikaji lagi dan disetujui ahli. Akankah kita datangkan ahli ITE untuk meminta bantuan siapa yang berbicara, ”katanya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, dari pengakuan persetujuan jika video tersebut melibatkan diri, melalui HP milik terlindungi. “Status perempuan masih hadir karena masih ada korban. Penyidik ​​hanya mengumpulkan alat bukti, akan mendatangkan ahli, ”jelasnya.

Dari kasus penyebaran video mesum tersebut, selain dipindahkan di Desa Jimbe, Kecamatan Njenengan, Kabupaten Ponorogo, petugas juga membantu memasukkan barang bukti. Yakni tiga buah HP, masing-masing merk OPPA Neo 7 warna putih, OPPA A3 warna hitam dan Polytron warna hitam.

Pelaku dijerat Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Jo Pasal 29 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp6 miliar.(*)

Sumber. Berita Jatim

Suami Jual Istri Untuk Threeshome di twitter

tribuncelebes.com- Surabaya– Selvin Firnando alias Epin, 25, warga Kemuning RT 01 RW 02 Sambit, Ponorogo, adalah seorang suami yang menjual istrinya inisial TS kepada pria lain untuk memberi pelayanan sex plus plus. Suami yang nekat menjual istri sirinya . Korban dijual untuk memberikan layanan plus-plus kepada kepada lelaki hidung belang lebih dari satu yakni Threeshome.

Dari data yang dihimpun Radar Surabaya penangkapan terhadap tersangka itu bermula dari kecerdikan anggota Subdit IV Renakta dalam memantau akun media sosial yang digunakan bisnis esek-esek yang masih banyak bertebaran di dunia maya. Incaran pun didapat, yaitu sebuah akun twitter yang bernama ‘PASUTRI 3S SURABAYA’.

Pelaku menjual istri sirinya lewat twitter. Kini akibat perbuatannya, pria berumur 25 tahun itu harus berurusan dengan Subdit IV Remaja Anak-anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.

Akun tersebut saat itu memposting status dengan kalimat “sedang cari partner untuk threesome berbayar not free, DM aja jika minat”. Tahu akan hal pihak kepolisian dari Polda Jatim langsung menerjunkan timnya.

“Anggota langsung kami terjunkan. Dan saat itu di dinding akun muncul akun dengan nama Alvino yang komen dengan kata boleh gabung?,” kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Rama Samtama, Selasa (12/9).

Setelah pertemuan deal dan kesepakatan terwujud, dikutip dari radar surabaya,Selasa (29/8) tersangka langsung membooking hotel di kawasan Tegalsari, Surabaya. “Selasa itu mereka masuk dalam satu kamar hotel. Tersangka dan istrinya masuk dahulu, kemudian juga datang dua pelangganya Alvino dan AG. Kedua pelanggan langsung membuka baju, termasuk tersangka,” tambah perwira menengah dengan dua melati di pundaknya ini.

Lebih lanjut Rama menambahkan bahwa saat itu tersangka langsung terlibat chatingan setelah tukar pin dan mengajak ketemuan pelanggan di salah satu tempat untuk menawarkan istrinya dengan menunjukkan foto. (*)

ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Aksi Pengeboman Di Surabaya

TRIBUN CELEBES.COM-Peristiwa Pengeboman oleh kelompok teroris yang mengguncang 3 gereja di surabaya hari ini mendapat klaim dari Kelompok Radikal Timur tengah ISIS Islamic State in Iraq and Dalam bahasa Arab, kelompok itu bernama Al-Dawla al-Islamiya fi al-Iraq wa al-Sham.atau di Indonesia dikenal sebagai Kelompok ‘Negara Islam di Irak dan Suriah’.

dalam rilis Site Intelegence Group menuliskan “The Islamic State’s (IS) ‘Amaq News Agency reported that the group is responsible for three suicide bombings at churches in the Indonesian city of Surabya”.(‘Amaq News Agency’ ISIS melaporkan bahwa kelompok tersebut bertanggung jawab atas tiga pemboman bunuh diri di gereja-gereja di kota Surabya, Indonesia.)

ISIS mengklaim bertanggung jawab terhadap aksi bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Aksi bom bunuh diri itu menewaskan 13 orang dan 40 lainnya luka luka

“Amaq News Regency melaporkan, ISIS bertanggung jawab atas 3 bom bunuh diri di gereja di Surabaya, Indonesia,” tulis situs Siteintelgroup.com, Minggu (13/5/2018)

Sedangkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga ada kaitan aksi bom bunuh diri di Surabaya ini berkaitan dengan ISIS di Suriah. Menurutnya, ISIS secara global sudah terdesak oleh AS dan Rusia.

“Memang aksi ini kita duga motifnya, pertama, adalah di tingkat internasional, ISIS ini ditekan oleh kekuatan-kekuatan baik dari Amerika dan lain-lain, Rusia dan lain-lain, sehingga dalam keadaan terpojok,” kata Tito Karnavian di RS Bhayangkara Surabaya.sebagaimana di kutip dari Detik.Com hari ini,13/5/2018.

Tito menjelaskan, pelaku teror ini tak lepas dari JAT (Jamaah Ansarut Tauhid) dan JAD (Jamaah Ansarut Daulah) yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia. Di Surabaya sendiri, keluarga pengebom tiga gereja terkait dengan JAD yang di Surabaya dipimpin oleh Dita Supriyanto.https://news.detik.com/berita/d-4018648/isis-klaim-jadi-dalang-bom-3-gereja-di-surabaya.

https://news.siteintelgroup.com/Jihadist-News/is-amaq-reports-group-s-responsibility-for-3-suicide-bombings-at-churches-in-indonesia.html

Rusdi Idrus Ketua GP.Ansor Sul-Sel, Kecam Pelaku Teror Bom Surabaya

TRIBUN CELEBES.COM-Makassar–Peristiwa Pengeboman yang terjadi hari inin di 3 gereja di surabaya Jawa timur yang menewaskan 9 orang dan 40 lainnya luka luka, aksi pengeboman yang di terjadi disaat umat nasrani sedang melakukan Ibadah mendapat kecaman banyak pihak.

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW.GP.Ansor)Sulawesi Selatan Rusdi Idrus saat di konfirmasi via telepon selular ia  sangat mengutuk keras aksi teror yang terjadi hari ini, Minggu (13/5/2018)

“Kami mengutuk keras tindakan bom yg dilakukan disaat umat kristiani melakukan ibadah, dan ini adalah tindakan kekerasan yang tidak menghargai umat beragama,” ujar Ketua Ansor Sulsel, Rusdi Idrus.

Lanjut Rusdi,“Tidak ada satupun agama yang membenarkan tindakan tersebut,” tegasnya.

Rusdi menganggap tindakan ini tidaklah mendapat pembenaran dari agama manapun,dan ia menghimbau kepada pihak kepolisian untuk mngusut tuntas peristiwa ini,

“Ini harus diusut oleh pihak kepolisian. Kami juga menginstruksikan kepada seluruh kader Ansor dan Banser, dan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, namun tetap waspada dan siaga,” tutupnya.

Penulis : Om Agu