Puisi; Kusangkal Negeriku

Penulis; Agus Larumpang

Aku berdiri di sisi jalan, sejajar jauh patung tua Mappanyukki
Bersandar di sisi tembok yang tak bersih dan berlumut
saksikan penganggur, pelacur tua yang terseok diterpa dingin

Sementara, para penyair diskusi soal diksi akan isi hati
Politisi terus diskusi koalisi untuk kepentingannya satu sisi

Demontrasi terus pudar tak bertaring dalam aksi
Nyawa pun di sembahkan untuk suarakan nurani,
namun pula masih tanpa taring

Di lain sisi diujung lorong diseberang laut daratan jauh
Musisi tua kerempeng terus tiada henti bernyanyi lagu lama
Lagu lama yang tak pernah berubah
yang tiada henti kumandangkan kebohongan.

Waktu berubah masa berganti, generasi silih berganti
namun lagu lama tetap menggenerasi

Kusangkal negeriku dengan sejuta kesal dan benci  yang tak mampu imajinasiku untai dalam nada dan bait harmoni indah.

Jangan yakin akan tiba didermaga pengharapan
Jika hanya kemaluan kendur,
akal melompong dan keserakahan yang kau miliki (*)

Puisi,kusangkal negeriku

penulis : Agus larumpang

telah diterbitkan oleh Bugis Warta Publish : La Rumpa

Elong Kelong Mallongi longi (terjemahan; nyanyian bersenandung)

Catatan Tanpa Kopi. Penulis; Om Agu

Tania elong kelong  kutajeng mallongi longi

(Bukan Nyanyian Syahdu yang kunanti bersenandung)

Tania welua maggatta sampo geno usappa

(bukan ‘gadis’ rambut ikal berombak sebahu yang kucari)

Tania wija maddara takku mabbaju tokko ku parilaleng ati;

(bukan ‘gadis’ turunan bangsawan berbaju adat ku idamkan dalam hati)

Nennia, ana dara welang pelang maraja cabberu, (namun, gadis perawan yang senantiasa murah senyuman)

Malebbi ri pangkaukengnna (anggun dalam perilaku)

Matongeng ri werekaddana (bermakna dalam ucapan)

Utajeng mappakuru sumange (kunanti memberikan semangat)

Mappasau cinna ati (puaskan keinginan hati)

Ri ati malempu dan macinnong; (pada hati yang jujur dan bersih)

Tania towarani mattekeng  kalewang Ri yatau pappolo gau

(bukan pemberani bersenjata keris yang dikhawatirkan berbuat kejam)

Tania panrita ade makkeada temmakkeade (bukan ahli budaya yang berucap tak berbudaya)

Tania werekkada matoro riolo pangkaukeng mappatunru tau maega.

(bukan kata kasar/ ancaman yang mendahului perbuatan menggiring orang banyak)

Nennia; (Namun) Ri seddie tau maraja kamase (pada satu jiwa,yang amat rendah hati)

Mapaccing na macinnong ri ininnawa (bersih dan jernih dalam pengharapan)

Matongeng werekada (serius dalam ucapan)

Magetteng ri pangkaukeng (serius /konsisten dalam perbuatan)

Malempu temmapasilengeng (jujur tanpa pilih kasih)

Kuarennuang mappalebbang deceng risalipurenna decengnge

(kuharapkan membumikan kebaikan dan / dalam mengawal kebaikan)

Mawwinru bettang pallawa lipu (mencipta norma menjaga negeri)

Papole deceng (hadirkan kebaikan)

Deceng Ri Assamuturusi tau maega (kebaikan yang di inginkan bersama oleh semua manusia)

Napattongeng Dewata; (dibenarkan oleh Tuhan YME) (**)

 

Tabe, ripattuju asallakku (mohon, dibenarkan kesalahanku)

Narekko engka atappasalakku rilaleng  werekkada.(jika ada kekeliruan dalam ungkapan)

@ om agu040417

Sajak Bugis; Elong Kelong Mallongi Longi

Catatan tanpa kopi

Penulis; Om Agu

Tania elong kelong  kutajeng mallongi longi

Tania welua maggatta sampo geno usappa

Tania wija maddara takku mabbaju tokko ku parilaleng ati;

Nennia ana dara welang pelang maraja cabberu,

Malebbi ri pangkaukengnna

Matongeng ri werekaddana

Utajeng mappakuru sumange

Mappasau cinna ati

Ri ati malempu dan macinnong;

Tania towarani mattekeng  kalewang Ri yatau pappolo gau

Tania panrita ade makkeada temmakkeade

Tania werekkada matoro riolo pangkaukeng mappatunru tau maega.

Nennia;

Ri seddie tau maraja kamase

Mapaccing na macinnong ri ininnawa

Matongeng werekada

Magetteng ri pangkaukeng

Malempu temmapasilengeng…

Kuarennuang mappalebbang deceng risalipurenna decengnge

Mawwinru bettang pallawa lipu

Papole deceng

Deceng Ri Assamuturusi tau maega

Napattongeng dewata;

Tabe ripattuju asallakku

Narekko engka atappasalakku rilaleng  werekkada.

@ om agu040417

Sisa Menghitung Hari Kegiatan Summer Camp dan Fun Bike 23 KM Explore Wisata Alam Permandian Lanca

TribunCelebes-Bone- Kegiatan Summer Camp dan Fun Bike 23 K Explore Wisata Alam Permandian Lanca Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone Sulsel mendatang yang digagas LSM Pusdam Kabupaten Bone 12-13 Oktober 2019, sisa menghitung hari lagi

Ketua Panitia, Irfan Syam kepada Redaksi tribuncelebes.com mengatakan persiapan panitia sudah rampung tujuh puluh persen, termasuk menfinalisasikan beberapa pihak sponsor yang akan mengambil bagian dari kegiatan tersebut

Ketua LSM Pusdam Dedi Hamzah mengajak kepada semua elemen untuk meramaikan kegiatan tersebut sebagai ajang promosi wisata lokal desa.
” Selain Fun Bike dan Summer Camp, kami juga akan menghadirkan pementasan seni dan budaya,live music, baksos, lomba fotografi dan senam Tobello”
Jelasnya

Dedi mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi stimulan bagi pengembangan wisata lokal desa yang ada di Kabupaten Bone.
“Semoga pemerintah melihat kegiatan sebagai bagian pengabdian kami untuk bersinergi dengan pemerintah untuk membangun Bone dari sektor wisata” imbuhnya

Penulis: Eddie Muliadi Ikram

Panitia Sail Nias 2019, Matangkan Persiapan Acara Puncak

TRIBUNCELEBES-MEDAN –  Persiapan acara puncak Sail Nias Tahun 2019 terus dimatangkan. Event pariwisata ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Puncak Sail Nias 2019 direncanakan pada 14 September mendatang.

Sabtu (24/8/2019), panitia Sail Nias 2019 menggelar rapat koordinasi untuk memastikan persiapan bidang keamanan. Rapat koordinasi berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Kota Medan.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly sebagai Ketua Panitia Pusat Acara Sail 2019 memimpin rapat koordinasi persiapan pengamanan. Rapat bertujuan untuk mendapatkan laporan dan update informasi tentang skenario pengamanan Sail Nias yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Panitia Sail Nias 2019, Yasonna Laoly Bersama Dengan Forkompimda Sumatera Barat

Menurut Yasonna, kehadiran Presiden pada acara Sail Nias 2019, perlu persiapan keamanan yang sesuai standar dan prosedur. Seluruh hal yang berkaitan dengan acara diperhatikan secara baik. Keamanan di tingkat daerah, mulai dari Polda Sumut dan jajaran Polres, jajaran TNI (TNI AD, TNI AU dan TNI AL) mesti siaga semua. Begitupun dengan tim kesehatan daerah, seperti Dinas Kesehatan, Basarnas dan lembaga lainnya yang terlibat harus selalu siap.

“Persiapan dimulai sejak tanggal 4 September. Baik itu secara struktur dan prosedural. Mohon selalu dilaporkan bagaimana keamanannya sehingga tahapan puncak acara bisa berjalan dengan baik,”kata Yasonna mengingatkan.

Dirjen PPMD Kemendesa, Taufik Madjid, yang dipercayakan sebagai Koordinator Acara Puncak Sail Nias 2019 memaparkan skenario acara puncak event pariwisata guna mempersiapkan kedatangan Presiden. Seluruh pengisi acara diharapkan mempedomani rundown yang telah disusun, agar pelaksanaan acara dapat berjalan lancar.

Acara Sail Nias sendiri akan diikuti 3.000 peserta dan 1.500 tamu undangan. Terkait dengan rekayasa lalu lintas dan keamanan hingga acara puncak, perlu diperhatikan dan pastikan berjalan lancar oleh panitia nasional maupun lokal yang telah diberi tanggung jawab.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga menekankan agar teknis pengamanan harus benar-benar dipastikan berjalan sesuai rencana, baik di luar lokasi maupun di dalam lokasi Sail. Hingga selesai acara, semua tim pengamanan bisa mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi. Apalagi sering kali Presiden berhenti di sekolah dan tempat-tempat umum yang di luar titik yang dijadwalkan.

“Harus dipastikan flownya,”sambung Yasonna.

Diakhir rapat, Yasonna juga menekankan pada panitia dan seluruh instansi yang terlibat selalu memberikan update perkembangan perharinya. Bila ada kekurangan persiapan segera diselesaikan. Jangan biarkan ada masalah terbengkalai. Harus ada solusi dan langsung ditangani. (suci).

Sajak ; Ikrar Bugis “Cingara’na Ugie”

Cingarana Ugie (Ikrar Bugis)
Oleh. Mursalim – Teluk Bone

Pasibukke’ sai
Lise’ cenranae
Na irita sonrae

Pasitumba’ sai
Lise’na sampo genoe
Na irita milla’e

Pasiburu’ sai
Sadda mparanie
Na irita mpatie

Pasilanro sai
Poppa bune’e
Na irita reppa’e

Itawa’ !!!
Sangadi maretto tellui
Lise’na cenranae
Kuaddampeng soro

Terjemahan

Amarah Bugis

Peradukan (Benturkan)
Badik dari sarungnya
Kita lihat yang miring

Perhadapkan (Sandingkan)
Jimat di leher
Kita lihat yang berkilau

Peradu abukan
Teriak yang berani
Kita lihat yang menangis (Terluka)

Adu benturkan
Paha teguh yang kukuh
Kita lihat yang rebah (Korban)

Tatap diriku…!
Ku tak mundur setapakpun
Kecuali senjata sudah patah tiga.

#Sajak bugis ini telah di muat blog Teluk Bone dengan penulis yang sama

Makna Tradisi Sedekah Ketupat Masyarakat Sunda Dayeuhluhur-Cilacap

Penulis, Ceceng Rusmana

Sebuah Kearifan Lokal yang masih terjaga kelestraiannya dikalangan Masyarakat Sunda Dayeuhluhur Cilacap Jawa tengan adalah Sedekah Ketupat yang dilaksanakan setiap Bulan Maulid dilaksanakan dibatas Desa.

Sedekah ketupat atau sidekah kupat adalah adat atau tradisi dalam budaya masyarakat Indonesia yang menggunakan bahan makanan ketupat sebagai alat atau hidangan utama dalam sebuah acara atau upacara. Disini yang akan kita bahas adalah Acara Adat Sidekah Kupat di Kalangan Masyarakat Sunda Dayeuhluhur Cilacap,Jawa Tengah.

Camat Dayeuhluhur Rosikin S.Sos MM di Acara Sidekah Kupat

Makna Ketupat

Filosofi dari makanan ketupat itu sendiri memang cukup luhur baik dari segi bentuk, bahan dan cara pembuatannya, dan secara tradisi di berbagai tempat di Nusantara, ketupat selalu dibuat pada acara-acara yang menunjukkan suatu ungkapan rasa syukur atau kegembiraan bersama.

Ketupat Leupeut merupakan kependekan dari ’ngaku lepat dina laku opat’ (Ngaku salah dalam empat kelakuan).

’Ngaku lepat’ artinya mengakui kesalahan dan ’laku papat’ artinya empat tindakan. Selain itu, ketupat juga memiliki filosofi lainnya yaitu:

  1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia

Hal itu bisa terlihat dari rumitnya bungkusan atau anyaman ketupat.

  1. Kesucian hati

Setelah ketupat dibuka, akan terlihat nasi putih. Hal itu mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

  1. Mencerminkan kesempurnaan

Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal itu dihubungkan dengan manusia yang diciptakan dalam bentuk yang sempurna.

  1. Simbol permohonan maaf

Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, dalam pantun kadang disebutka “kupat santen“ yang artinya  dalam bahasa daerah ’Kaula lepat nyuhun ngahapunten (Saya salah mohon maaf).

Tradisi Menggantung Kupat Salamet Diatas Pintu

Ketupat Salamet Diatas Pintu

Salahsatu Ketupat Khas Yang ada dalam Sidekah Kupat adalah Kupat Salamet yang nanti akan Digantung di atas pintu Rumah setelah upacara adat.

Biar Rumah , Keluarga Dan Harta Benda Kita Selamat Dari Mara Bahaya.

Konon.. Rumah Yang Sudah Di Gantungi Kupat itu Maknanya .. Pemilik rumah Tersebut Sudah ikut Bersedekah di acara sedekah Kupat. Sehingga “Orang yang Niat Jahat dan Penyakit” Merasa Segan Memasuki dan Menjarah Rumah Tersebut.

Kupat Salamet itu Sendiri ada Maknanya. Kupat Salamet Adalah Kupat Kecil yang Memiliki Sudut Lima (5) dan dibuat dari satu lembar daun Kelapa Saja (Kupat Lain Di Buat Dari 2 Lembar Yang Dijalin ).. Maknanya Konon .. Betapapun Kecilnya/lemahnya  Manusia.. jika Penghuni Rumah Tersebut Menjalankan Yang Lima Waktu untuk Menyembah Tuhan Yang Satu.. Maka akan Beroleh keselamatan.

Sidekah Kupat di Batas Desa

Konon itu dimaknai agar kita berbanyak-banyak sedekah dan menjalin hubungan baik dengan tetangga terdekat kita, sebab keselamatan kita adalah apabila orang-orang terdekat kita mau membantu ketika kita dalam marabahaya.

Tata Cara

Tata cara sedekah ketupat misal di daerah perbatasan suku Sunda Di Dayeuhluhur,

Acara Mulai Jam 6 Pagi di semua Batas Desa. yang dilaksanakan oleh masing-masing Dusun..

  1. Masyarakat berkumpul dibatas desa tempat acara yg biasa dilakukan tiap tahun
  2. Membawa dua jenis kupat yaitu Kupat Salamet dan Kupat Pasar .

Kupat Salamet untuk di Sidekah kan dan untuk sebagian dibawa lagi ke rumah untuk digantung di pintu atau kandang ternak atau saung sawah.

Kupat pasar untuk disidekahkan  di lokasi dan untuk dimakan Peserta upacara..

  1. Setelah siap juru kunci mulai proses dengan Membakar menyan di titik batas dengan sesajen yang ada di Songgo Bambu.. kemudian lanjut Ijab Tolak Bala. setelah ijab selsai biasanya juru kunci juga mengingatkan pantang larangan dari Waktu Sidekah kupat Rebo Wekasan sampai Ketemu Jumat Kliwon Bulan Mulud.

Misalnya pantangan mengambil hasil hutan, membuat kandang ternak, atau memulai membikin rumah..

4.. Lanjut doa cara Islam oleh tokoh Agama.

  1. lalu warga Makan kupat Bersama dalam berbagai menu dan lauk pauk..

ketupat yang digantung untuk disedekahkan hanya boleh dimakan oleh orang yang lewat dan tidak boleh dimakan oleh si pelaku acara itu sendiri. Oleh sebab itu, masyarakat desa tersebut melakukannya di perbatasan desa. Ketupat yang tidak digantung dan tidak habis dimakan akan dibawa pulang untuk digantung di atas pintu rumah, dangau, dan kandang ternak untuk menjaga keselamatan sampai upacara sedekah ketupat tahun berikutnya.

Manfaat Sidekah Kupat di Jaman Sekarang

Sampai Sekarang Acara Adat Sidekah Kupat masih Terus Berlanjut setiap tahun , dan masih dilaksanakan dibatas desa sebagai sebuah kearifan lokal yang syarat makna, Bahkan di wilayah kecamatan Dayeuhluhur, Semua Pemerintahan Desa dan Masyarakatnya secara tradisonal Tetap mengakui bahwa Batas Desa Yang Sah adalah batas yang menjadi lokasi Sidekah Kupat dengan tanpa perselisihan, Sebagai Contoh Batas Desa Hanum Dan Desa Datar walaupun Batas Pengukuran system Sismiop moderen telah merubah sedikit batas desa, Kedua Masyarakat masih akur dan sepakat bahwa batas resmi kedua desa adalah di titik dilaksanakannya upacara Sidekah Kupat secara Turun Temurun.

Sidekah kupat Kecamatan Dayeuhluhur, benar-benar sebuah kearifan lokal yang bisa mencerminkan hidup damai dalam bertetangga antar desa, ramah terhadap pendatang dan musafir, serta tetap memelihara alam lingkungan dan membiarkan hutan sejenak beristirahat untuk diambil hasilnya, setidaknya setiap bulan maulid.

Penulis adalah Ketua Lembaga Adat Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur kab.Cilacap Jawa Tengah.

Bangkitlah Kau Sahabatku (Panrita Tebo)

..” Bangkitlah Kau Sahabatku (Panrita Tebo)”….

Oleh, Roel Has

Kau bukan teman senasibku, tapi kau kawan seperjuanganku.
Hari ini kau menjadi sahahabatku
Dan mungkin lusa kau jadi saudaraku
Ya,.. Saudaraku yg tahu arti kehidupan, tapi tak tahu dirinya sendiri.
Kutahu kau merindu, dan itu slalu hadir di hidupmu.
Kemarin, kau katakan padaku. ….
Kamu masih takut, kamu belum bisa.
Aku miris mendengar kata katamu itu, aku marah dan benci dgn kalimat itu.
Tapi aku tak marah padamu, apalagi membencimu.
Kau tak sadar, bahwa kau inspirasi jiwaku.
Kau terlupa klu kau yg membangkitkan jiwa terburukku.
Aku sudah bangkit, maka bangkitlah jga bersamaku.
Aku adalah engkau, engkau adalah aku.
Kalimat usang ini yang mengikat kita, agar kita dapat berdiri, berlari bersama.
Hai temanku, kawanku, sahabatku.
Ingat kamu pasti bisa !!!!.
Tunjukkan jati dirimu yang sempurna. Tuhan tlah memberi jalan yang terbaik dalam hidup. Ingat, kawan…. Kamu pasti bisa.
…..roel hAs….. 20/2/16

Kutermenung Dalam Belukar

….. Kutermenung dalam Belukar ….

Kuterduduk sendiri, terdiam dalam tatapan kosong.
Di Semak belukar itu kuternenung.
Anganku menggurita bagai akar belukar, yang menukar ikrar yang tlah pernah kuucapkan.

Namun kini telah mati bagai batu cadas yang terlindas jejak kakiku.
Namun, Belukar itu tlah berjanji padaku.
Dia Kan membrikan jawaban yang tak mengakar bila fajar pagi bangkit dari ufuk timur jauhMu
….roel hAs….
Watampone, 08/11/18

Daun Kering Di Negeri Orang Orang Terbuang

…” Daun Kering Di Negeri Orang-orang Terbuang “..

Oleh Roel has

Kami tergelak di atas batu yg tertatah oleh tangan-tangan kasar pencari keadilan, Dimana semua yang lewat mengacuhkan, dimana semua yang terbang mengabaikan kami.

Tak bermakna, itulah hidup kami, tapi dibalik tanpa makna & arti, kami masih indah dimana orang-orang terbuang.
Kami hanya helai-helai daun kering yang terdampar menyatu, karena mungkin kami senasib.

Lihatlah, kami hanya daun kering yang punya nilai di mata orang-orang buangan yang masih punya hati & rasa iba
Kami memang tlah layu, telah kering, namun kini kami penghias dan pemberi inspirasi bagi para pencari keadilan di Negeri orang-orang terbuang.

… Jiwa kami kering, hati kami gersang, namun damai dalam pelukan orang-orang yang terbuang…

…..roel hAs 6/4/18…..