Kontes Dangdut Gebyar Desa LSM Lepas, Cenrana Boyong 2 Gelar Juara

Tribuncelebes.com- BONE–Acara Kontes Dangdut Gebyar Desa Lepas yang di laksanakan oleh lembaga swadaya masyarakat LSM Lepas, ini dilaksanakan dari tanggal 7 sampai  9 Desember 2019 di lapangan Tokaseng alun alun kantor Kecamatan Tellusiattingnge. (9/12).

“Acara ini diadakan atas dasar komitmen LSM Lepas sebagai lembaga yang memiliki visi edukasi dan advokasi terhadap kemajuan Desa.” Urai Kurniansah

Penyerahan hadiah bagi peraih juara lomba kontestan dandut Gebyar Desa di Lapangan Tokaseng alun alun kantor Kecamatan Tellusiattingnge. (9/12/2019)

“Gebyar Desa LePAS sesungguhnya ingin menggali dan mengembangkan  talenta yang ada di Desa khusus nya talenta penyanyi dangdut, dimana dangdut memang lebih banyak diminati oleh orang Desa”.lanjut Anca menjelaskan

Dalam lomba kontes dangdut ini utusan dari Desa Watang ta kecamatan Cenrana meraih juara umum I dan II.

Berikut daftar peraih juara Kontes Dangdut Gebyar Desa Lepas, Tellusiattingnge

Juara I- Nuraeni Desa Watang TA Kec.Cenrana

Juara II- Hesti Desa Pusungnge Kec.Cenrana

Juara III- Muh.Asrul Aksa Desa Timurung Kec.Ajangale

Juara IV- Kamsir Desa Lattekko Kec.Awangpone

“LSM Lepas tentunya akan terus bersinergi dengan Desa dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan SDM Desa dan SDA yang dapat menstimulasi pengembangan ekonomi Desa”, lanjutnya.

Tentang reaksi masyarakat dan pemerintah setempat, Anca menjelaskan bahwa masyarakat dan Pemerintah Setempat sangat berterimakasih dengan adanya gebrakan LSM Lepas ini yang dianggap sangat memahami minat masyarakat Desa dan diharapkan dapat berkesinambungan ditahun tahun berikutnya.

Kegiatan ini ditutup oleh Drs. Andi Amang selaku kasi pemerintahan kecamatan Tellu Siattinge.

Dalam sambutan penutupannya Drs.A.Amang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang pembinaan bagi bakat bakat muda pada nyanyi dangdut di desa desa yang ada di Kabupaten  Bone.

“Selain untuk memberikan hiburan kepada warga Tellu Siattingnge, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan bakat bakat muda penyanyi dangdut yang ada di desa-desa” ungkap Drs.A.Amang.

Terbukti bakat dangdut yang berasal dari Desa Watang Ta Kec.Cenrana meraih juara 1 pada lomba kontes dangdut ini. Pula utusan dari kecamatan Cenrana ini membawa pulang 2 gelar juara yakni juara Umum I dan juara umum II.

Acara ini didukung oleh instansi pemerintah dan perusahaan local dan nasional seperti Astra motor Honda, Dinas Koperasi, Lilo AK Racing bone, Plaza Desa Aice Ice Cream, Wuling motor, Apdesi, 88 Cell, Dewata perinting, Rapid Air Minum, Suzuki mobil, H.miming Enterprise, Bahagia Musik Entertanment.**(Vhanjhoelk)

Desa Dan Nurani Seorang Jokowi

Penulis. Arbit Manika

Tidak ada yg dapat membantah dengan logika akademik, bahwa Jokowi adalah Salah Satu Tokoh Pembaharu Indonesia saat ini. Dia melakukan sesuatu yg orang lain tdk dapat melakukannya. Ketika anak pejabat apalagi anak seorang presiden, yang lazimnya akan memanfaatkan peluang yg ada, malah anaknya jual pisang goreng dan martabat. Tidak ada satupun keluarganya yg memanfaatkan posisinya sejak jadi Walikota Solo sampai ketika dia jadi Presiden.

Dia telah menjadi inspirasi bagi anak indonesia. Dia hadir ketika bangsa ini mengalami krisis kepemimpinan, dia bukan orator seperti Sukarno, atau Gus Dur yg Memiliki Lompatan pemikiran yg juah, dia juga tdk berproses lazimnya sebagai seorang pemimpin yang aktif di berbagai organisasi sebagai sekolah kepemimpinan. Dia hanya biasa2, tetapi mampu menggetarkan ruang bathin rakyat Indonesia karena Kesederhanaannya, dan ketulusannya sebagai pemimpin.

Membaca setiap derap langkahnya menunjukkan karakternya sebagai sosok pemberdaya Sejati. Ada yg meragukan kecerdasannya, karena dia tidak berpengalaman berpura pura dan ber retorika bak seorang penyair yg sedang kusurupan. Dia adalah sosok sederhana, yg jujur, tulus dan peka terhadap org lain, apalagi rakyat yg dia cintai.

Dalam Nawacitanya telah dia sebutkan niat tulusnya untuk memberi sesuatu yg berarti buat rakyat yang ada di desa, dipinggiiran, perbatasan, dan daerah terluar bangsa ini. Dia ingin memyampaikan pesan tulusnya pada anak bangsa ini bahwa disana ada anak indonesia, yg sama dengan yg lain, yg membutuhkan bantuan cukup lama, dan saat ini dia di tunggu hadir sabagai pemimpin bangsa ini.

Karena itulah dia keluar dari Sona nyaman yg tidak populis dilakukan oleh seorang penguasa. Saat dia hadir ditengah rakyat desa dia terlihat bukanlah sosok presiden, tapi sosok pendamping atau fasilitator ulung yg diberi mandat oleh langit untuk menggerakkan semua pihak agar peduli atas situasi sosial ekonomi yg selama ini melanda masyarakat desa.

Dia ingin mengatakan bahwa contoh karakter asli pemimpin bangsa ini adalah dirinya. Dia juga ingin mengatakan bahwa saya anak desa yg dibentuk dengan kesederhanaan, polos, jujur dan bertanggung jawab.

Jokowi dalam banyak kesempatan di desa, telah menarasikan gagasanya bahwa desa adalah kekuatan besar dan utama dalam membangun pradaban bangsa ini. Dia sadar betul bahwa potensi yg ada di desa dapat menjawab masalah yg dihadapi oleh rakyat desa.

Baginya desa saat ini butuh pemimpin yg berkarakter seperti dirinya, yg sederhana, tulus, jujur, mencintai rakyatnya, kerja keras dan bertanggung jawab. Desa ibarat Seorang gadis yg membutuhkan pendamping hidup yg jujur, tulus mencintainya, siap memberikan perhatian, kasih sayang, menghadirkan mimpi2 indah yg akan di tujuh kedepan.

Karena itulah saat awal implementasi UU no 6 Tentang Desa, jokowi menegaskan berkali kali bahwa desa akan diberi porsi khusus aggaran dalam APBN sebagaimana mandat undang Undang, sontakpun publik banyak yg meragukan desa dapat mengolah dana, bahkan ditakutkan menjadi bumerang bagi desa. Tapi jokowi tetap berkeras, bahwa desa butuh alokasi dana untuk merangsang partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Agar imfrastruktur. Dasar di desa2 dapat terpenuhi secara cepat, sebagai syarat menuju kemandirian desa.

Desa bagi Jokowi adalah Sekolah Kehidupan yg butuh perhatian, agar proses berdesa sebagai sekolah kehidupan bagi anak anak bangsa ini tetap terjaga untuk melahirkan pemimpin yg berkarakter seperti dirinya.

Visi dan Harapan Jokowi Tentang Desa

Penulis : Arbit  Manika

Cara Pandang Jokowi akan desa sebagai satu wilayah pemerintahan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan beragam kebutuhan, kemajemukan, potensi Sumber daya alam dan sumber dayamanusia yang ada didalamnya. Cara pandang akan desa ini tertuang dalam point ke tiga Nawa Cita Jokowi yakni membangun Negeri dari pinggiran, karena Desa adalah ujung tombak pembangunan yang selama ini menjadi Objek dari program pembangunan dan Bukan selaku Subjek atau pelaku yang memiliki otoritas kewenangan merencanakan programnya, membangun dan mengawasi pembangunan Sarana dan masyarakatnya yang berdasar pada tingkat kebutuhan dan kewenangan masing masing desa.

Dengan program dana desalah menjadi cikal bakal kemandirian dan kesejahteraan desa, yang bagi sebagian negara didunia, langkah ini dianggap sebagai suatu langkah berani Jokowi menyalurkan dana milyaran rupiah kedesa desa. Jokowi yang lahir dan tumbuh dari desa memiliki cara pandang, Visi dan harapan tentang desa sebagai berikut.

Arbit Manika bersama pelaku pendamping desa Kabupaten Berau

1. 80% penduduk indonesia ada di desa.  Karena itu bagi Jokowi desa harus mendapat perlakuan khusus agar proses percepatan menuju kemandirian dan kemajuan desa dapat terwujud.

2. Desa adalah pemerintahan terdepan dalam mengurus dan menangani masalah yg di hadapi oleh rakyat,  karena itu bagi Jokowi desa harus di alokasikan dana yg memadai untuk jalannya pemerintahan dan pembangunan desa.

3. Desa adalah sumber kehidupan sosial, budaya dan spiritual bangsa, karena itu bagi Jokowi desa harus di beri kewenangan dan fasilitasi agar nilai nilai kearifan lokal desa tetap terjaga sebagai kekuatan berbangsa dan bernegara. 

4. Desa adalah ukuran utama kemajuan salah satu bangsa,  karena itu bagi Jokowi pembangunan sumber daya manusia di desa mutlak harus dimaksimalkan, sehingga Jokowi memaksakan berbagai sumber dana termasuk dana desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dll teralokasikan untuk desa. 

5. Desa adalah latar belakang kemajuan ekonomi bangsa,  karena itu Jokowi melihat pembangunan infrastruktur yang mendorong ekonomi di desa mutlak harus segra di lakukan, inilah dasar Jokowi mengalokasikan   dana desa tiap tahun meningkat,  dan memaksilkan dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi hasil pajak (BHP) dan sumber lain untuk  desa.

6. Desa bagi Jokowi adalah tempat terindah yg telah membentuknya sebagai anak bangsa, yg memiliki karakter sederhana,  jujur,  tulus,  ikhlas dan pekerja. Karena itu desa harus di jaga agar tetap menjadi sekolah kehidupan.

Penulis Arbit Manika Adalah Koordinator Provinsi Konsultan Wilayah (KPW) Regional 3- Kemendesa PDTT dan Transmigrasi.

 

Jokowi Buka Jambore Desa,Wisma Negara CPI Tak Muat Peserta

Tribuncelebes.com-Makassar–Ribuan peserta Jambore berada diluar gedung akibat Wisma Negara yang digunakan untuk Pembukaan Jambore Desa dan Seminar Nasional Desa tersebut tidak mampu menampung Peserta yang hadir Pada kegiatan Jambore desa tingkat provinsi Sulawesi Selatan 2018 yang Selenggarakan di Wisma Negara Makassar yang berlokasi di Centre Point Indonesi (CPI).Jalan tanjung Bunga Makassar pada 22 -23 desember 2018

Acara jamboree desa ini yang dibuka oleh presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama rombongan hadir pula ibu Negara Iriana Joko Widodo Dalam Sambutannya Presiden Jokowi berharap agar Dana Desa yang telah dikucurkan sejak tahun 2015 sebesar Rp187 triliun hingga saat ini 2018, agar digunakan betul-betul dengan baik dan hati-hati.

Peserta Jambore desa yang berjubel diluar gedung berasal dari kabupaten Bantaeng, kabupaten Bone,kabupaten Sinjai, jeneponto, dan Kabupaten Wajo.mereka yang tidak mendapat tempat ini adalah banyakan dari mereka yang datang setelah jam 8 pagi, karena peserta lainnya telah ada di lokasi sejak puluk 6.30 pagi, walau demikian merekapun tidak kecewa meski tidak mendapat tempat dalam gedung.” Kami bersyukur mampu melihat langsung wajah pak Jokowi meski dari kejauhan dari luar jendela kami berdesakan”. Kata Amir Salah satu warga asal bantaeng yang bersama rombonganya tidak mendapat tempat dalam gedung.

Sumarno, Salah satu Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Sul Sel mengatakan kondisi ini karena pihak pelaksana tidak menyangka warga yang hadir akan melebihii kapasitas gedung Wisma Negara.”sebenarnya Pihak PMD telah persiapan segala sesuatunya, namun, peserta yang hadir memang melebihi kapasitas gedung, dan ini merupakan bukti kecintaan warga Sul Sel terhadap jokowi”.Ungkap Sumarno yang biasa di sapa Passongko Ejayya.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam sambutannya juga berharap, agar program dana desa bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan,selanjtnya gubernur juga mengatakan bahwa bahwa desa-desa di Sul sel sangat terkesan sebab, ditopang oleh program dana desa dibawah kendali pemerintahan Jokowi serta sangat bersyukur atas capaian pembangunan desa melalui dana desa.

Rasa syukur ini, Lanjut Nurdin Abdullah, salah satunya diwujudkan dalam kegiatan hari ini yakni melalui kegiatan jambore desa yang diikuti sekitar 6.000 orang peserta yang sebagian besar berasal dari desa-desa yang ada di Sulsel dan hadir bersama dengan pendamping desanya.

“Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT, karena ini adalah sejarah dua pemimpin bangsa ada di Makassar yaitu Bapak Presiden RI dan Bapak Wakil Presiden, Saya kira ini sejarah,” kata Nurdin Abdullah.

Ini merupakan perwujudan atas perhatian besar Pamerintah Pusat terhadap Sulsel dan Indonesia bagian dari timur.

Dengan hadirnya Dana Desa yang merupakan program priorotas presiden, sebanyak 2.255 desa yang ada di Sulsel, sebut Nurdin tumbuh dengan sangat pesat. Dana Desa yang ada sejak tahun 2015-2018 di Sulsel sebanyak Rp5,7 triliun.

Dari dana tersebut telah dibangun jalan desa sepanjang 7.164 Km, jembatan, irigasi, embun, PAUD dan beberapa ribu program yang lain.

“Tentu atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel atas capaian Dana Desa ini. Atas nama masyarakat Sulsel menyampaikan terima kasih, capaian ini sekaligus menunjukkan pemerintah pusat hingga daerah memiliki komitmen untuk membangun dan mensejahterahkan masyarakat desa,” ujarnya.

Jokowi Buka Jambore Desa Sul Sel, Hadir 6000an Peserta

Tribuncelebes.com-Makassar–Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri Jambore desa tingkat provinsi Sulawesi Selatan yang Selenggarakan di Wisma Negara Makassar yang berlokasi di Centre Point Indonesi (CPI).Jalan tanjung Bunga Makassar pada 22 -23 desember 2018.Pada kesempatan ini Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi didampingi oleh Menteri Desa Eko Putro Sanjoyo dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Dalam Sambutannya Presiden Jokowi berharap agar Dana Desa yang telah dikucurkan sejak tahun 2015 sebesar Rp187 triliun hingga saat ini 2018, agar digunakan betul-betul dengan baik dan hati-hati.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah juga berharap, agar program dana desa bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan,selanjtnya gubernur juga mengatakan bahwa bahwa desa-desa di Sul sel sangat terkesan sebab, ditopang oleh program dana desa dibawah kendali pemerintahan Jokowi serta sangat bersyukur atas capaian pembangunan desa melalui dana desa.

Rasa syukur ini, Lanjut Nurdin Abdullah, salah satunya diwujudkan dalam kegiatan hari ini yakni melalui kegiatan jambore desa yang diikuti sekitar 6.000 orang peserta yang sebagian besar berasal dari desa-desa yang ada di Sulsel dan hadir bersama dengan pendamping desanya.

“Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT, karena ini adalah sejarah dua pemimpin bangsa ada di Makassar yaitu Bapak Presiden RI dan Bapak Wakil Presiden, Saya kira ini sejarah,” kata Nurdin Abdullah.

Ini merupakan perwujudan atas perhatian besar Pamerintah Pusat terhadap Sulsel dan Indonesia bagian dari timur.

Dengan hadirnya Dana Desa yang merupakan program priorotas presiden, sebanyak 2.255 desa yang ada di Sulsel, sebut Nurdin tumbuh dengan sangat pesat. Dana Desa yang ada sejak tahun 2015-2018 di Sulsel sebanyak Rp5,7 triliun.

Dari dana tersebut telah dibangun jalan desa sepanjang 7.164 Km, jembatan, irigasi, embun, PAUD dan bebrapa ribu program yang lain.

“Tentu atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel atas capaian Dana Desa ini. Atas nama masyarakat Sulsel menyampaikan terima kasih, capaian ini sekaligus menunjukkan pemerintah pusat hingga daerah memiliki komitmen untuk membangun dan mensejahterahkan masyarakat desa,” ujarnya.

Ribuan peserta Jambore berada diluar gedung akibat Wisma Negara yang digunakan untuk puncak acara dan pembukaan jambore dan seminar nasional desa tersebut tidak mampu menampung Peserta yang hadir di luar perkiraan sekitar 6000an peserta.

Penulis : Om Agu

Pelatihan KPMD Desa Lappae-Bone

Tribuncelebes.Com-Bone–Untuk meningkatkan partispasi masyarakat desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, Pemerintah Desa Lappae Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone menggelar pembentukan dan pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Pelatihan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Lappae yang diikuti 20 orang peserta perwakilan masing-masing dusun Selasa (28/8/2018).


Hadir dalam kegiatan tersebut Pendamping Desa Kecamatan Tellu Siattinge, dan Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bone Suardi Mandang selaku pemateri.

Hj. Andi Mardiana Kepala Desa Lappae dalam sambutannya mengharapkan pelatihan KPMD ini mampu melahirkan kader partispatif dan responsip yang peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu bersinergi dengan pemerintah desa.
“Masyarakat desa sebagai pemanfaat penggunaan dana desa, harus diberikan penguatan agar mereka memahami hak dan kewajiban mereka dalam pembangunan desa” sambut Istri Camat Lapri tersebut

Suardi Mandang menjelaskan Bahwa Kader desa adalah motor penggerak pembangunan desa, sehingga kader harus memiliki jiwa sosial dan peka terhadap lingkungan sekitar.
“Pembangunan manusia adalah langkah tepat untuk membangun desa. Karena pembangunan sejatinya adalah menguatkan kader untuk mengambil peran dalam pengambilan kebijakan pembangunan desa” tegas Ator sapaan akrab Suardi Mandang.

Penulis : Dedi / Admin

ANDRI’TA Akan Kawal Kepentingan Desa

TRIBUNCELEBES.COM-MAKASSAR- AM.Riad Farzal Mustari (Andri’ta) Bacaleg Provinsi dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil V Kabupaten Sinjai dan Bulukumba siap perjuangkan kepentingan Desa ketika dirinya nanti diberi amanah duduk di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Hal tersebut disampaikan Andi Riad, saat ditemui  di Warkop 212 Toddopuli, Kamis (09/08/2018).

Untuk membuktikan keseriusannya untuk memperjuangkan desa, Andi Riad juga telah meluncurkan tagline “ANDRI’TA Sahabat Desa” dengan harapan Andi Riad Mustari dapat menjadi wakil rakyat dengan senantiasa mengawal kepentingan yang berkaitan langsung dengan desa, khususnya Desa yang di daerah pemilihan V yaitu Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.

“Insya Allah, Jika diberikan amanah duduk di DPRD Provinsi, saya akan fokus untuk mengawal kepentingan desa, apalagi sebelumnya juga saya berada pada Satuan Kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (red.P3MD) Provinsi Sulawesi Selatan” tegasnya

Lebih lanjut kata dia, saat ini desa sudah mengelolah anggaran yang cukup banyak,  akan tetapi yang perlu dimaksimalkan saat ini  adalah pengawalan kebijakan dan regulasi desa, dan lembaga legislatif merupakan tempat yang tepat untuk itu.

“Dengan adanya pengalaman mengurus desa sebelumnya, maka saya ingin mengabdikan diri untuk masyarakat desa melalui Pemilihan Legislatif Provinsi Sulawesi Selatan Dapil V Kabupaten Sinjai Bulukumba” Jelas Andi Riad yang juga Putra Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Selatan.

Biodata Singkat Andri’ta

Nama lengkap : A M Riad Farzal M Sh

Alamat               : Jln toddopuli 10 no 46

Pekerjaan         : Peg-Satuan Kerja (Satker) P3MD Prov.Sulawesi selatan

Istri                   : A. Wahdaniah AMD, KEB

Anak

1. A M  Malikal Dzaky Mustari

2. A M Dzakir Khafadi Mustari

Penulis : Om Agu/Admin