Sulit Dibendung! Giliran Keluarga Besar Bupati Jeneponto Berbagi Tanggung Jawab Menangkan IYL-Cakka

TRIBUNCELEBES.COM, JENEPONTO – Keluarga besar Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyatu di Pilgub Sulsel 2018. Adik kandungnya, Ikram Iskandar Kr Nyau dan keponakannya, Islam Iskandar Kr Tumpu, kompak berbagi tanggung jawab memimpin struktur tim dan relawan strategis pemenangan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL Cakka).

Ikram yang kini menjabat Wakil ketua DPRD Kabupaten Jeneponto mengemban amanah sebagai Ketua Tim Rajawali Menuju Puncak. Sementara Islam Iskandar memimpin Abdi Merah Putih (AMP) Cabang Jeneponto.

Posko tim Rajawali Menuju Puncak dan AMP DPC Jeneponto diresmikan langsung Ichsan Yasin Limpo usai melangsungkan kampanye terbatas di gedung Sipitanggari, Sabtu (9/3/2018).

Ikram mengungkapan Tim Rajawali Menuju Puncak siap bekerja maksimal memenangkan IYL Cakka di Pilgub Sulsel. “Kami menyatu karena komitmen. IYL Cakka memiliki pengalaman kepemimpinan dan bersih dari kasus korupsi,” ujar Karaeng Nyau, sapaan Ikram Iskandar saat dikonfirmasi.

“Terobosan dalam memajukan pendidikan yang telah dilakukan pak Ichsan Yasin Limpo menjadi modal penting mewujudkan generasi hebat di masa depan,” tambah Islam Iskandar, Ketua BPC HIPMI Jeneponto di sela-sela peresmian rumah kita.

Ia menambahkan, Sulsel membutuhkan figur yang punya komitmen kepedulian yang konsisten dalam bidang pendidikan sebagai pelayanan dasar. Dan itu, lanjut dia, dimiliki pasangan koalisi rakyat ini.

Ini Alasan Tokoh Masyarakat Bone Dukung IYL-Cakka

TRIBUNCELEBES.COM-Makassar – Klaim didukung oleh banyak orang, boleh saja dilakukan oleh kandidat di Pilgub Sulsel 2018. Tapi Paslon nomor urut 4, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) tak asal klaim. Apalagi mencitrakan diri didukung banyak orang.

Buktinya, setiap hari ada saja organisasi, kelompok, tokoh masyarakat atau warga biasa yang mendatangi Posko Pemenangan IYL-Cakka, Rumah Kita, di Jalan Hertasning, Makassar untuk menyatakan dukungan. Siang tadi, Sabtu (24/2/2018) giliran tokoh masyarakat asal Bone yang datang.

“Saya Salim Said. Mantan pengurus Golkar Bone. Saya jauh-jauh datang bersama tokoh masyarakat lainnya dari Bone. Semuanya demi dukungan kepada Pak Ichsan dan Pak Cakka,” kata Salim, membuka percakapan di Rumah Kita.

Salim dan kawan-kawannya diterima langsung Ketua Tim Rumah Kita, Bahar Ngitung. Juga Wakil Ketua Rumah Kita, Suwadi Mahendra. Obama, sapaan akrab Bahar Ngitung dan Suwandi, menyambut hangat tamu jauhnya itu.

Suasana keakraban terjalin dalam silaturahmi ini. Obama, Suwandi, Salim dan yang lainnya langsung terlibat dalam diskusi-diskusi serius. Termasuk membahas soal keinginan Salim agar rumahnya di Bone dijadikan posko pemenangan IYL-Cakka.

“Saya minta baliho dan spanduk IYL-Cakka untuk saya pasang di rumah. Teman-teman yang datang ini juga punya permintaan serupa,” sambung Salim.

Soal alasan Salim mendukung IYL-Cakka, juga dipaparkannya. Program yang pro rakyat, rasional hingga sosok IYL-Cakka yang berkomitmen, menjadi alasannya.

“Banyak alasan kami mendukung Appakabaji. Programnya merakyat, tidak muluk-muluk. Pro rakyat, komitmen, bersih dari korupsi dan tidak pencitraan. Kalau mau dibahas lagi alasannya, bisa berhari-hari kita disini,” canda Salim.

Keinginan Salim pun direspon Obama. Legislator dengan segudang pengalaman berpolitik ini berterimakasih atas dukungan kepada IYL-Cakka.

“Alhamdulillah, dukungan kepada kami terus berdatangan. Kami berterimakasih kepada Pak Salim dan teman-teman yang datang. Insyaa Allah permintaan ini akan kami tindaklanjuti secepatnya,” tutur Obama. (#Ardi)

Legislator Demokrat di Bulukumba All Out Menangkan IYL-Cakka

BULUKUMBA, TRIBUNCELEBES.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bulukumba all out memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel.

Hal ini menyusul instruksi DPP dan DPD Demokrat Sulsel kepada semua jajaran pengurus di seluruh tingkatan.

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini bahkan sudah menggerakkan seluruh kekuatan mesin partai melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya konstituen partai.

Tidak hanya itu, legislator dari partai Demokrat juga dikerahkan untuk menjaga dan memastikan soliditas basis pendukung masing-masing.

Hal ini dikatakan oleh Ketua DPC Demokrat Bulukumba, Murniati Makking saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan, baginya IYL-Cakka sudah harga mati, Demokrat harus memenangkan pasangan yang dikenal tegas, komitmen dan merakyat itu.

Untuk menjaga basis suara di Bulukumba, pihaknya sudah membentuk tim pemenangan partai hingga tingkat ranting.

Menurutnya, tim inilah nanti yang akan berkoordinasi dengan tim Rumah Kita untuk menyelaraskan kerja-kerja pemenangan IYL-Cakka nantinya.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memenangkan IYL-Cakka di Bulukumba apalagi perintah partai sangat terang benderang,” kata Murniati Makking, Minggu (21/1/2018).

Hanya saja, konsekuensi mendukung Bapaslon kepala daerah yang maju lewat jalur independen tentu tidak dibenarkan untuk menggunakan atribut dan simbol-simbol partai.

Akan tetapi, bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba ini, akan ada cara dan langkah strategis yang dilakukan untuk mentaktisi gerakan pemenangan kader parpol.

Selain Demokrat, Pasangan yang menggunakan tagline “Bersama Membangun Sulsel” itu juga disokong oleh Partai Berkarya, Perindo dan sejumlah ormas dan relawan masyarakat.

Menurut Murniati, semua jaringan pendukung telah berkoordinasi dengan baik, khususnya di Bulukumba.

“Langkah strategis untuk saat ini adalah melakukan komunikasi untuk menyerasikan langkah pemenangan,” ucap legislator perempuan ini.

Sebelumnya, DPC Demokrat Kota Makassar telah melakukan rekruitmen relawan untuk memenangkan IYL-Cakka. Rekruitmen relawan itu dilakukan diluar dari kader, simpatisan dan loyalis partai.

“Relawan ini nanti yang akan bekerja dilapangan. Ini langkah strategis yang kita lakukan untuk saat ini. Rekruitmen relawan ini dilakukan sampai tingkat RT/RW secara mengakat,” ucap Sekretaris Demokrat Makassar, Abdi Asmara belum lama ini. (*)

Edisi ‘Pilkada SulSel Hebat Bermartabat’

Penulis : Agus Baldie

Ada gambar dan atmosfir berbeda yg terdeteksi radar politikku, pada masa tahapan Pilkada 2018-2023 di Sulawesi Selatan.

Jika pada Pilkada di Jakarta kemarin, atmosfir rivalitasnya bagai ‘neraka’. Sumpah serapah hingga keji fitnah seakan telah menjadi standar baru dalam berpilkada, disini malah sebaliknya yg kurasakan. Jika awalnya terdapat kecenderungan yg sama dgn beberapa pilkada didaerah lain, sebulan terakhir, baik di dunia maya maupun di media lainnya, hampir tak kudapati prilaku politik murahan dari masing masing tim pendukung kandidat yg akan berlaga.

Dibandingkan 5 tahun lalu, masya Allah, pilkada kali ini rasanya adem. Mungkin karena bersamaan dgn musim timur kali ya? Bawaannya dingin, adem. Alhamdulillah. Tak kudapati hujat fitnah yg menyakitkan. Jika ditilik dari kandidat yg akan berlaga, hmm, patut memang kita apresiasi. Keempat pasang kandidat yg secara resmi telah mendaftar, anda sepakat atau tdk, mereka adalah putra putra terbaik yg dimiliki SulSel saat ini.

Pasangan Agus Arifin Nu’mang adalah Incumbent yg santun namun hard worker. Sebagai politisi kelas satu, kembali ia jungkir balikkan analisa prediksi pemerhati politik disulsel. Ia lolos di Injuri time pendaftaran. Dimenit terakhir ia buktikan, bahwa dia bukan politisi kacangan. Demikian pula Pasangannya, seorg purnawirawan yg berhati lapang dan berjiwa besar. Masya Allah.

Satu paket yg pasti menggetarkan jagat politik SelSel. Ihksan Yasin Limpo. Siapa yg tak kenal org no 2 dlm klan Yasin Limpo. Dibanyak kesempatan, Ia telah menunjukkan dirinya sebagai panglima politik yg lihai dan mumpuni, siapa yg menduga, dibalik kemapanan relasinya dgn berbagai partai politik, ia justru mengunakan jalur independen tuk maju menjadi Cagub? Wakilnya, juga bukan org sembarang.

Sebagai mantan Bupati sekaligus individu bergenologi tokoh kharismatik di Semenanjung Sulawesi, basis politiknya tentulah aktual. Saya kira paket inipun adalah paket dahsyat yg bisa memporak porandakan kalkulasi politik siapapun. Nurdin Abdullah, Walau didampingi dgn politisi muda yg belum cukup dikenal, sesungguhnya adalah bintang survei sejak 2 tahun terakhir.

Seorang akademisi yg sukses membranding dirinya sebagai pamong yg juga seorang akademisi. Keberhasilannya meramu dunia akademik dalam gerak pemerintahan Bantaeng, dgn kemasan publikasi yg terencana, menghadirkannya sebagai figur calon Gubernur yg bersinar. Pasangan terakhir, justru yg paling banyak menyita perhatian dunia akademik, partai politik dan sekaligus organisasi Islam. Nurdin Halid, adalah seorang Petarung. Ini fakta yg tak terbantahkan.

Konflik dlm berbagai organisasi, berhasil ia lewati dgn elegan. Konflik dgn hukum ia hadapi dgn jantan. Sebagai lelaki Celebes, kesalahan yg pernah dinisbatkan padanya, ia jalani sanksi hukumnya. Dan yg luar biasa menurutku, mentalitasnya yg kokoh, sungguh tak goyah dgn berbagai badai yg menghantamnya.

Prestasi? Hehehehe tak usah saya urai disini, cukup telusuri testimoni Prof Taruna Ikrar (minator Nobel Bid. Kedokteran, org Mks, yg menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Amerika). Humanisme Nurdin Halid telah mencetak banyak tokoh di Sulawesi dan di Indonesia.

Kepiawaiannya dlm memimpin bisa kita ikuti jejak rekamnya diberbagai media dan testimoni org org yg merasakan tangan dinginnya. Azis Qahar Pasangannya, hehehe tak perlu ditanyakan. Basis politiknya sungguh mapan. Seorg dewan yg pemilihnya tak kurang dari sejuta org setiap pemilu legislatif. Integritasnya tak diragukan. 3 periode di DPD RI, tanpa cacat adalah buktinya.

Dalam pemetaan pemilih berdasarkan kesadaran politik, baik itu kesadaran politik dogmatis, kesadaran politik prakmatis, kesadaran politik kritis dan kesadaran politik ideologis, empat pasangan ini sungguh punya daya ngaruh yg hampir sama. Mereka adalah 4 pasangan calon yg saya katakan sebagai putra putra terbaik yg dimiliki sulawesi selatan saat ini. Dan saya yakin, karena mereka pulalah, pilkada Sulawesi Selatan akan menjadi Pilkada yg Bermartabat sekaligus damai. Karena mereka adalah satria satria yg menjunjung tinggi kehormatan lelaki celebes.

Mereka adalah figur figur yg telah matang dlm berbagai cobaan. Mereka adalah pelaut pelaut ulung yg lahir dari berbagai badai terdahsyat. Mereka akan bertanding bukan tuk mencari siapa yg terhebat diataranya Namun mereka akan berlomba tuk memulyakan Sulawesi Selatan, memulyakan masyarakat Sulawesi Selatan. Mereka. akan berlomba mendapatkan simpatik pemilik pesta demokrasi di sulawesi Selatan. Selamat Bertanding para lelaki celebes. Anjarkan Indonesia cara celebes berpolitik. Bawakan kemulyaan tuk SulSel dan rakyatnya. Agar Indonesia tahu, bahwa kita bangsa yg bermartabat.(*)

10 Januari, IYL-Cakka Daftar di KPU

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) akan mendaftar resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, 10 Januari 2018 mendatang.

Sesuai rencana, pasangan yang mencatatkan sejarah sebagai duet pertama yang memilih maju lewat jalur independen plus dukungan parpol, bakal diantar oleh tim, relawan, simpatisan dan sejumlah perwakilan elemen masyarakat dari berbagai daerah.

“Hasil rapat tim, pendaftaran IYL-Cakka di KPU itu tanggal 10 Januari 2018,” tandas Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (05/01/2018) siang.

Menurut Henny, di pendaftaran nantinya, baik IYL maupun Cakka akan didampingi oleh istrinya masing-masing. Termasuk melibatkan pimpinan partai pendukung. Seperti Demokrat, PPP, Partai Berkarya dan Partai Perindo.

“Sejumlah simpul relawan dan komunitas warga sudah menyampaikan siap bergerak dan mengantarkan IYL-Cakka untuk mendaftar di KPU,” tambah Henny yang juga eks Jubir Sayang Jilid II.

Soal teknis rangkaian pendaftaran, Tim Rumah Kita masih terus melakukan koordinasi dan pemantapan. Seperti titik kumpul, jumlah relawan dan simpatisan, maupun titik star pasangan calon sebelum bergerak ke KPU.

“Perkembangannya akan terus kami informasikan, termasuk rangkaian kegiatan, rute, maupun titik-titik kumpul para relawan dan rakyat,” pungkas Henny.#

Tim PSP IYL-Cakka Kaji Peringatan Bawaslu

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Tim kerja Program Sejuta Punggawa (PSP) menanggapi serius peringatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, terkait potensi pelanggaran jika undian program ini terus dilakukan hingga memasuki tahapan Pilgub Sulsel.

Sekretaris PSP, Syamsu Rijal, Selasa (19/12/2017), mengungkapkan, pihaknya sementara mengkaji potensi pelanggaran yang dimaksudkan oleh Bawaslu.

Apalagi, kata dia, pengundian yang dilakukn selama ini hanya dijadikan penarik bagi masyarakat untuk mengakses PSP yang merupakan aplikasi tentang edukasi.

“Undian itu sebenarnya, kita adakan untuk menarik masyarakat untuk lebih banyak mengakses aplikasi ini sekaligus belajar hal-hal yang ada di dalam aplikasi,” ungkapnya.

Rencananya, pengundian ini sendiri akan dilakukan hingga Juni 2018 mendatang. “Jadi memang pengundian ini akan dilakukan hingga memasuki tahapan. Jadi kalau dikatakan oleh Bawaslu sebagai lembaga pengawas ini berpotensi melahirkan pelanggaran, tentu akan kita kaji secara hukum,” terangnya.

Hasil kajian itulah, lanjutnya, yang akan dijadikan tolak ukur memutuskan, apakah pengundian bagi pengguna aplikasi PSP ini akan tetap dilakukan atau ada langkah lain. PSP sendiri merupakan aplikasi pendidikan yang diinisiasi oleh Calon Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi, mengatakan, program tersebut bisa saja menjadi ‘boomerang’ ketika IYL-Cakka telah lolos pendaftaran, dan ditetapkan sebagai pasangan calon pada Februari 2018 mendatang.

“Kalau sudah memasuki tahapan (kampanye), sudah bisa didiskusikan sebagai bagian ‘money politic’. Karena subjek hukumnya saat itu, sudah jelas, bahwa dia sudah pasangan calon,” kata La Ode.

Ia pun meminta kepada pihak IYL-Cakka, untuk berhati-hati dan memikirkan ulang untuk melanjutkan programnya. Sebab, hal itu bisa saja menjadi pelanggaran kelak.
Terlepas dari program IYL-Cakka, ia pun mengimbau kepada pasangan calon yang telah disahkan, untuk tidak membuat program yang berpotensi melanggar, semacam ‘money politic’. (*)

Gendong Anak, Ibu-ibu Bawa KTP ke Rumah Kita Dukung IYL-Cakka

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Sabtu 16 Desember sore di Rumah Kita, Jalan Hertasning Makassar. Suasana mendadak riuh. Karena kedatangan sejumlah ibu-ibu. Dandanan mereka tidak menor. Biasa-biasa saja. Tapi mereka cukup rapi. Sepertinya habis mandi, langsung ke tempat ini.

Banyak diantara ibu-ibu ini yang datang sambil menggendong anaknya. Relawan yang ada di Rumah Kita pun dibuat terkejut. “Ada keperluan apa bu?” sambut salah satu relawan di Rumah Kita dengan ramah.

Salah satu diantara mereka kemudian menyahut. “Ini mi poskonya Pak Ichsan toh? Ada KTP mau saya setor,” tutur ibu-ibu yang di KTP-nya tertera nama Salmiah.

Relawan IYL-Cakka pun merespon cepat. Sebelumnya, para ibu-ibu ini dipersilakan duduk dulu di teras Posko Rumah Kita. Tak lupa, disuguhi beberapa air mineral kemasan gelas plastik.

“Kami ini dari berbagai kecamatan dik. Ada yang dari Rappocini, Tamalate dan Tamalanrea,” sambung Salmiah.

“Ini kami semua mau setor KTP untuk Pak IYL-Cakka,” jelasnya lagi.

Suasana selanjutnya menjadi lebih cair. Satu persatu, KTP dukungan itu dicatat baik-baik oleh relawan IYL-Cakka yang berjaga di Rumah Kita. Setelah dihitung-hitung, semuanya ada 23 lembar KTP.

“Saya banyak dengar dan baca berita warga berikan KTP untuk IYL-Cakka. Makanya kami juga datang. Sebenarnya sudah lama mau memberi, tapi tidak tahu bagaimana caranya,” tutur Salmiah.

Soal alasan mendukung, Salmiah mengaku tahu soal IYL yang sangat peduli terhadap pendidikan.
“Kalau saya karena Pak Ichsan itu bagus dan peduli sama pendidikan. Ini kan untuk anak-anak saya juga kedepan,” tuturnya.

“Insyaa Allah Pak, besok-besok saya ajaklagi teman-teman kesini bawa KTP,” tuturnya lagi.

Usai fotocopy KTP-nya direkap, Tim IYL-Cakka pun tak lupa menghaturkan terimakasih. “Insyaa Allah dukungan ta tidak sia-sia bu,” kata salah satu staf Rumah Kita, Meddy.

Sore itu kedatangan ibu-ibu ini ditutup dengan sesi foto-foto di dalam Rumah Kita. Tentu saja foto dengan berpose Salam Punggawa atau salam yang diidentikkan dengan IYL-Cakka jelang Pilgub Sulsel.

Berdasarkan pantauan, selama empat hari terakhir, berbagai lapisan masyarakat terus berdatangan ke rumah kita, baik di Makassar maupun di kabupaten/kota. Mereka datang menyerahkan fotocopy KTPnya sebagai bentuk dukungannya ke pasangan komitmen, tegas dan merakyat tersebut. (ardi/larumpang)

Bocorkan Dokumen IYL-Cakka, Oknum Penyelenggara Bisa Dipidana

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Ini warning bagi penyelenggara Pilkada untuk menjaga kerahasiaan dokumen nama pendukung paslon perseorangan. Jika bocor, ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda Rp20 juta bisa menjerat pelaku.

Nama-nama pendukung yang tertera dalam formulir BW1- KWK perseorangan merupakan informasi yang dikecualikan dan atau dilarang untuk dipublikasikan. Ketentuan tersebut dipertegas KPU dalam SK KPU NO.564/KPU/X1/2015.

Oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berdasarkan UU keterbukaan informasi menegaskan bahwa dukungan pemilih terhadap calon perseorangan dikategorikan sebagai informasi yang bersifat rahasia pribadi.

Pasal 22 (e) ayat 1 UUD 1945 menyebutkan sifat rahasia dalam Pemilu termasuk yang tersifat azas untuk melindungi pemilih terhadap kemungkinan yang berakibat buruknya yang dapat mengancam jiwa dan raga atas pilihan politiknya. 

Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) juga mengatur ketentuan pidana bagi siapa saja yang membocorkan informasi yang dikecualikan atau rahasia negara dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 20 juta

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara Pemilu disemua tingkatan harus menjaga dengan baik dokumen pasangan calon independen saat melakukan verifikasi faktual di Lapangan, jika bocor, ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda Rp20 juta bisa menjerat pelaku.

Nama-nama pendukung yang tertera dalam formulir BW1- KWK perseorangan merupakan informasi yang dikecualikan dan atau dilarang untuk dipublikasikan. Ketentuan tersebut dipertegas KPU dalam SK KPU NO.564/KPU/X1/2015.

Pakar Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Hamzah yang dikonfirmasi mengatakan, jika dokumen pasangan calon, termasuk bukti dukungan bocor, maka oknum penyelenggara bisa saja dipidanakan.

Apalagi, jika kebocoran itu diluar dari tahapan yang ada dalam PKPU.

“Iya jelas (pidana) diaturan itu kan, itu dokumen negara itu. Dan itu tanggung jawab KPU, jadi kalau bocor, orang KPU yang harus dicari tau kenapa bisa bocor,” kata Prof Hamzah, pada Selasa (12/12/2017).

Apalagi jika dokumen itu bocor sebelum masuk tahapan verifikasi faktual. Menurut Prof Hamzah, mestinya data belum dikeluarkan sebelum tahapan verifikasi faktual.

“Kan tahapannya jelas di PKPU. Kalau misalnya KPU sudah turunkan ke bawah (dokumen itu), di bawah itu sama siapa, dan ditahap mana bocor, itu kan jelas, berkas itu sama siapa pada saat bocor, itu kan harus dicari tau,” tuturnya.

Prof Hamzah menjelaskan, dalam tindak pidana itu harus secara personal, sehingga siapapun penyelenggara pemilu yang membocorkan dokumen paslon, maka oknum tersebut yang harus bertanggung jawab.

“Kalau komisionernya yang melakukan, maka komisionernya yang dipidana, kalau stafnya, maka stafnya yang harus dipidana, begitu yah. Kan di KPU belum tentu komisionernya yah, bisa saja stafnya yang bocorkan atau sebagainya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, semestinya format BW1-KWK dukungan perseorangan, hanya bisa dipeganh oleh KPU, Bawaslu, pasangan calon dan pemberi dukungan.

“Itu saja yang empat elemen itu, tidak boleh bocor,” tandasnya.

Lolos Verifikasi Administrasi, IYL-Cakka Mulus di Indepeden

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Langkah Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) melaju di jalur perseorangan diprediksi mulus.

Berdasar pada pleno hasil verifikasi administrasi oleh KPU Sulsel, maka jumlah dukungan valid bagi pasangan yang dikenal komitmen dan merakyat tersebut, jauh melampaui batas minimal yang dipersyaratkan.

Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir, mengatakan berita acara hasil verifikasi administrasi jumlah  dan sebaran dukungan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar segera diserahkan. 

Selain jumlah dukungan yang jauh di atas syarat minimal, sebaran dukungan IYL-Cakka disebutkan KPU mencapai 100 persen atau terdapat di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Dokumen berkas dukungan segera dikirim sesuai jadwal ke PPK/PPS di semua daerah,” ujar Faisal Amir.

Tahapan verifikasi adminitrasi tergolong vital dalam pengusungan pasangan bakal calon perseorangan di Pilkada. KPU memiliki wewenang menyatakan dukungan memenuhi syarat atau mencoret dukungan yang ditemukan tidak memenuhi syarat.

Dalam tahapan tersebut, KPU mendeteksi kepastian pendukung ganda karena kesamaan identitas, pendukung yang pekerjaannya karena PNS/TNI/Polri dan  pendukung yang teridentifikasi sebagai penyelenggara Pemilu (KPU, Panwaslu, PPK, PPS).

Dinyatakan lolos di tahapan verifikasi administrasi, sekaligus menjadikan langkah IYL-Cakka makin mulus di jalur independen.  Terlebih karena potensi pencoretan dukungan karena alasan ganda (seseorang mendukung lebih satu satu paslon), dipastikan tak berlaku bagi IYL-Cakka sebagai paslon tunggal perseorangan Pilgub Sulsel 2018.

“KPU melakukan model sensus dengan mendatangi setiap pendukung paslon dalam tahap verifikasi faktual,” kata Faisal Amir.

Dijelaskan Amir bahwa verifikator nanti akan menanyakan kepada pendukung paslon terkait dukunganya, dan melakukan pencoretan terhadap pendukung yang diketahui sudah meninggal dunia.
“Kalau ditemukan ada yang sudah meninggal, maka dukungannya dicoret atau dinyatakan tidak memenuhi syarat,” jelas Faisal.

Berbeda jika terdapat pendukung yang menarik dukungannya saat verifikasi faktual. Sesuai pasal 21 PKPU No.3/2017, Faisal menegaskan bahwa dukungan tetap dinyatakan sah sekalipun ada yang menyatakan menarik dukungan, terhitung sejak berkas dokumen paslon didistribusikan KPU ke PPK/PPS. 

Jika mengacu pada syarat yang bisa menggunggurkan dukungan perseorangan, maka hampir pasti IYL-Cakka tidak akan menemui kendala lagi di tahapan verifikasi faktual, terutama jika tim dan relawannya ikut mengawal dan membantu tim verifikator di lapangan.

Apalagi, tahapan paling sulit untuk jalur perseorangan, yakni verifikasi administrasi kini sudah dilewati IYL-Cakka. Itu artinya, duet ini selangkah lagi akan menjadi kontestan di Pilgub Sulsel. (ardi/larumpang)

IYL Perdalam Penyusunan Disertasi, Cakka Urus Pemerintahan

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Rentetan skenario untuk menggembosi pencalonan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) untuk masuk ke arena Pilgub Sulsel 2018, tak lantas mempengaruhi konsentrasi duet Mr Komitmen ini.

Pasca-menyerahkan berkas dukungan perseorangannya ke KPU, akhir pekan lalu, IYL dan Cakka kembali fokus pada aktivitas dan tanggung jawab lainnya di luar pencalonan.

IYL misalnya yang tercatat sebagai mahasiswa program doktoral di Pasca Sarjana Unhas, memperdalam penyusunan disertasinya untuk persiapan ujian dan promosi yang ditarget paling lambat awal tahun depan.

Selama beberapa jam, IYL membahas hasil penelitian pendidikan dasarnya di tujuh negara untuk dimasukkan di disertasi. Pelopor pendidikan gratis pertama di Indonesia ini, nampak serius melakukan pendalaman di salah satu ruangan tertutup di Makassar, Rabu (28/11/2017).

Selain fokus pada penyusunan disertasi, IYL yang juga Ketua PMI Sulsel, bakal menghadiri kegiatan donor darah yang digelar di salah satu gereja di Makassar, Rabu (28/11/2017) malam.

Sementara itu, Cakka yang juga Bupati Luwu dua periode, selama beberapa hari terakhir fokus menjalankan tanggung jawab dan tugas pemerintahannya di kabupaten tetangga Kota Palopo.

Selain mengevaluasi berbagai kinerja SKPD, Cakka yang dikenal merakyat juga menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Luwu tahun 2018 ke DPRD Luwu.

Dalam RAPBD yang diserahkan tersebut tergambar bahwa pendapatan daerah meningkat sekitar 3,2 persen menjadi Rp 1,32 triliun dari tahun sebelumnya.

Pendapatan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 600 miliar lebih, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 231 miliar, pendapatan sah Rp 280 miliar dan dana penyesuaian otonomi daerah mencapai Rp 100 miliar lebih.

Andi Mudzakkar mengatakan penyerahan RAPBD 2018 dengan tepat waktu menandakan bahwa kedua belah pihak baik pemkab Luwu maupun jajaran DPRD Luwu konsisten mengawal pembangunan yang pro rakyat.

“Ini buktinya terjalinnya kerja sama antara eksekutif dan legislatif. Walaupun saat pembahasan terjadi perdebatan namun semua itu untuk kemajuan masyarakat luwu,” katanya. (**)