Tokoh Adat Toraja: Kami Berada Dibarisan Pak Cakka

 

TRIBUN CELEBES.COM.RANTEPAO- Penerimaan Kandidat Wakil Gubernur Sulsel, Andi Mudzakkar (Cakka) oleh masyarakat Toraja, memang punya pembeda dibanding kandidat lainnya, terutama jika dibandingkan dengan tiga calon wakil lainnya.

Saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh di Tongkonan Ne Gandeng, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, Senin (19/3/2018), pengakuan terhadap Cakka disampaikan tokoh adat.

Tokoh Adat Toraja Utara, Simon Simole menuturkan, mengatakan, kehadiran Cakka di Torut bukan lagi sebagai orang Luwu tapi orang Toraja yang jelas silsilah darah Torajanya.

“Semoga Pak Cakka jika terpilih tidak melupakan orang Toraja sebagai bagian dari darah yang mengalir di tubuh pak Cakka. Terima kasih sudah hadir bersama keluarga di Toraja Utara ini, ” ujar Simon.

Sementara Petrus Pasulu, menitip Harapan ke IYL-Cakka, agar kiranya dalam perencanaan pembangunan di Sulawesi Selatan kelak, Toraja Utara menjadi salah satu skala prioritas pembangunan.

“Perimbangan ini dengan mengedepankan tiga pendekatan. Pertama, infrastruktur, sosial budaya dan ekonomi. Toraja ini hebat Pak wagub. Tolong beri kami tempat di Provinsi jika bapak terpilih bersama Pak Ichsan, ” tegas Petrus.

Harapan mantan calon Bupati Tana Toraja tahun 2000 ini, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan membenahi keberadaan Bandara Rante Tayo. “Inilah harapan kami. Tolong Pak Wagub jalan kami dibenahi. Benahi Bandara Rante Tayo. Saya dan bersama masyarakat Toraja Utara melalui kesempatan ini mengatakan akan berada di belakang Pak Cakka. Semoga jalan mulia ini di lapangkan oleh tuhan, ”

Pada silaturahmi ini, Cakka di dampingi Ketua DPD Partai Indonesia (Perindo) Toraja Utara, Ketua Partai Berkarya Toraja Utara, Matius Babba Palulun, dan sejumlah tokoh lainnya.(Ardi)

Andi Mukhtar Petta Punna Tokoh Masyarakat Bone Nyatakan Dukungan ke IYL-Cakka

TRIBUN CELEBES-BONE – Dukungan tokoh masyarakat ke pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomer urut 4, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) seolah tak ada habisnya.

Terbaru adalah tokoh masyarakat Kabupaten Bone, Andi Mukhtar Petta Punna mengikrarkan akan siap berada di barisan pemenangan pasangan yang dijuluki “Punggawa Macakka” itu.

Dukungan ini juga tercermin saat mengumpulkan keluarganya dan menghimbau kepada rumpun keluarga untuk memenangkan pasangan yang dikenal komitmen, tegas dan merakyat itu. Mukhtar menjelaskan alasan memilih pasangan IYL-Cakka, pertama karena tidak pernah sama sekali diisukan apalagi terlibat kasus korupsi.

“Pak Ichsan dan pak Cakka ini sama-sama mantan Bupati dua periode, sama-sama juga tidak pernah korupsi,” kata tokoh masyarakat Pattimpeng ini.

Tidak hanya Mukhtar, tokoh masyarakat lainnya, Rustam H. Wello juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya, saat ini Sulsel membutuhkan pemimpin yang berintegritas untuk bisa melanjutkan prestasi dan capaian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Saya himbau kepada semua keluarga dan sahabat agar memilih pemimpin yang berintegritas. Punggawa Macakka,” paparnya.

Dukungan masyarakat di Bone memang mengalir ke IYL-Cakka. Itu terbukti dari sejumlah tokoh dan komunitas kini “pasang badan” untuk memenangkan pasangan ini

Selama Kepemimpinan IYL,Prestasi Apa Saja Yang Dirasakan Masyarakat Gowa

MAKASSAR- Tak menonjolkan pencitraan. Itulah gaya kepemimpinan Ichsan Yasin Limpo (IYL) selama menjabat Bupati Gowa dua periode. Kerja nyata dan pengabdiannya tak diobral untuk sekadar mendapatkan puji-pujian. Ia seolah memberi pesan, biarlah rakyat yang menilai dan merasakannya.

Terobosan dan sepak terjang IYL membangun sumber daya manusia, awalnya memang sempat dicibir. Tapi berkat komitmen dan keteguhan sikapnya untuk memberi yang terbaik bagi anak-cucu kita, manfaatnya kini mulai dirasakan oleh rakyat di kabupaten yang pernah dipimpinnya.

Pendidikan gratis yang benar-benar tanpa pungutan, bukan lagi mimpi atau khayalan warga di Gowa. Sejak Ichsan menerobos dan memangkas sistem yang “berbelit-belit”, pendidikan gratis kini sudah dirasakan mulai SD sampai SMA.

Satu rupiah pun, orang tua siswa tak mengeluarkan lagi demi setoran pungutan atau sumbangan di sekolah. Sebab, selama tujuh tahun terakhir, tidak ada lagi istilah pungutan atau sumbangan di sekolah yang bersumber dari kantong orang tua siswa. Semua ditanggung pemerintah kabupaten.

Karena itulah, kepemimpinan IYL terus dirindukan. Berkat ketegasan dan komitmennya, beban orang tua dan siswa semakin berkurang. Tidak ada lagi kekhawatiran atau anggapan bahwa sekolah itu mahal. Semua benar-benar gratis. Dan sekali lagi bukan sekadar pencitraan.

Keberhasilan IYL menerapkan pendidikan gratis di Gowa, bukan hanya diakui oleh warga di kabupaten ini. Tapi tokoh masyarakat dan pemuka agama yang berdomisili di daerah lain, ikut merasakan dampaknya. Salah satunya diutarakan, tokoh masyarakat Bontoa, Keluruhan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea Makassar, Ustas Patahuddin.

Imam Masjid di kelurahan ini, mengaku banyak tahu terobosan program IYL saat dirinya menjadi sopir taxi yang banyak beroperasi di Gowa. “Saya dulu sopir taxi. Dan sering beroperasi di Gowa. Dari situ saya banyak tahu bagaimana perhatian Pak Ichsan terhadap rakyatnya,” sebut Patahuddin saat bersilaturahmi dengan IYL, Jumat (23/2/2018).

Bukan hanya itu, pendidikan gratis yang di daerah lain masih sering dijumpai ada pungutan, sejak dulu tak berlaku lagi di Gowa. “Saya punya keluarga tinggal di Gowa. Dan mereka benar-benar merasakan tidak ada pungutan. Kenapa, karena beberapa keponakan saya itu sekolah di sana,” tambahnya.

Atas alasan itu pulalah, ia menyatakan dukungan, sekaligus siap menyosialisasikan pasangan Andi Mudzakkar (Cakka) ini, baik ke keluarganya, maupun ke masyarakat di Bontoe. Apalagi, ia juga adalah Ketua RW di kelurahan tersebut.

“Insya Allah Pak, kami tidak akan mempermalukan bapak di sini. Orang seperti bapak harus diberi kesempatan memimpin Sulsel,” katanya yang di akhir pertemuan ikut melakukan Salam Punggawa 4 jari bareng IYL.

Bukan hanya Patahuddin, tokoh masyarakat lainnya di Bontoa, yakni Haji Muchtar juga memberi dukungan ke pasangan IYL-Cakka. Penegasan sikapnya disampaikan saat menerima kunjungan adik kandung Syahrul Yasin Limpo, gubernur Sulsel itu.

Selain Ustas Patahuddin dan Haji Muchtar, tokoh di Parangloe, Abu Bakar juga tak mau ketinggalan memberi dukungan. Saat dijenguk IYL di kediaman pribadinya, ia berkomitmen untuk menyolidkan warga dan rumpun keluarganya.

“Insya Allah Pak, secepatnya kita bergerak menyosialisasikan Pak Ichsan dan Pak Danny Pomanto. Doakan saya lekas sembuh,” papar Abu Bakar yang selama beberapa pekan terbaring sakit.

Mesrah IYL dan Fahsar Tunjukkan Simbol Nomor Urut

TRIBUNCELEBES.COM-Bone-Keakraban calon Gubernur nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo (IYL) dengan Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi memang tak bisa terbantahkan. Hubungan emosional yang terjalin lama membuat mereka sulit untuk dipisahkan.

Di sela-sela akad nikah putri bungsu dari Kadis Kesehatan Sul sel Rachmat Latief, di Makassar, Sabtu (24/2/2018), IYL dan Fahsar terus mengumbar kemesraan yang disaksikan sejumlah kerabat dan tamu undangan kedua mempelai.

Pertemuan mereka begitu cair. Selain saling mencandai dan duduk berdampingan, keduanya juga melakukan salam komando sembari menunjukkan nomor urutnya masing-masing.

Fahsar yang maju untuk kali kedua di Bone mengacungkan dua jarinya. Sedangkan IYL yang di Pilgub Sulsel berpasangan Andi Mudzakkar, juga menaikkan empat jarinya sesuai nomor urutnya.

Pemandangan ini menjadi perhatian tersendiri sejumlah tamu undangan. Bahkan tidak sedikit yang mengabadikan melalui kamera ponsel momen Keakraban tersebut. Apalagi mereka melakukan salam komando.

“Ya ya ya.. Macakka (bercahaya) semua,” canda salah seorang tamu undangan ketika melihat Fahsar dan IYL berfoto bersama.

Sebelumnya, IYL mengaku, perbedaan pilihan tak lantas harus memutus silaturahmi. Apalagi, ia dan Fahsar sejak dulu sudah saling mengenal, dan sama-sama di Forum Tellu Pocco’e.

Diberbagai kesempatan, Fahsar juga kerap menyampaikan jika dirinya dan IYL tak bisa dipisahkan. “Saya dengan Pak Ichsan Yasin Limpo tidak bisa dipisahkan. Sama-sama Tellupocoe,” ujar Fahsar.

Sekadar diketahui, Fahsar juga dikenal memiliki kekerabatan dengan Rachmat. Mengingat, keponakannya Ryad Padjalangi merupakan menantu dari Rachmat Latief. Sedangkan IYL, menjadi saksi pernikahan dari keluarga Rachmat (#Ardi)

Diskusi Bareng IYL-Cakka, Koalisi Perempuan Bahas Soal Kanker

MAKASSAR- Posko pemenangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) “Rumah Kita” di Jalan Hertasning, didatangi puluhan aktivis NGO dan aktivis perempuan Sulsel.

Kedatangan para aktivis yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia Sulsel, guna berdialog sekaligus mendengarkan langsung pemaparan IYL-Cakka tentang pemberdayaan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Sebelum mendengar pemaparan IYL-Cakka, terlebih dahulu koalisi perempuan ini memberi kesempatan ke tiga perwakilan untuk menyampaikan aspirasi. Mereka adalah perwakilan koalisi perempuan, pendampingan anak, serta aktivis pemberdayaan penyandang disabilitas.

Di depan IYL dan Cakka, perwakilan koalisi perempuan, Lusi Palulungan menyinggung soal penanganan penyakit kanker, khususnya kepada ibu rumah tangga, dan perempuan pada umumnya.

Alasannya, ibu rumah tangga yang terjangkit kanker serviks serta kanker payudara, angkanya tergolong tinggi. Sehingga, perlu ada perhatian khusus pemerintah, khususnya gubernur dan wakil gubernur terpilih.

“Ini harus mendapat perhatian serius. Kami menaruh harapan, kiranya penanganan dan antisipasinya itu juga dimasukkan dalam visi-misi kandidat,” terang Lusi saat menyampaikan aspirasi koalisi perempuan, Minggu (18/2/2018).

Ia meyakini, IYL dan Cakka tak akan memandang sebelah mata persoalan tersebut. Termasuk soal pemberdayaan perempuan di semua sendi.

Selain menyinggung soal kanker, perwakilan koalisi lainnya, seperti Direktur Perlundungan Anak Sulsel, Fadiah, juga meminta kepada pasangan nomor urut 4 tersebut, agar pembangunan di Sulsel manfaat dan keberpihakannya ke anak bisa terasa.

Sementara Aktivis Penyandang Disabilitas, Maria, meminta ada perhatian khusus IYL-Cakka nantinya, terutama terkait anak berkebutuhan khusus.

Mengingat, anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas harus mendapat perlakuan tersendiri di sekolah. Seperti tenaga pendidik atau pengajarnya yang kualitasnya memadai.(#Ardi)

Kala IYL-Cakka “Pandu” Lagu Kebangsaan di Deklarasi Damai

TRIBUNCELEBES-MAKASSAR- Momentum deklarasi pilkada damai se-Indonesia yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, menjadi “panggung” khusus bagi pasangan nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Selain menunjukkan keakrabannya dengan semua pasangan, Ichsan juga terlihat “menguasai” panggung. Tak ada kesan kaku, tegang atau grogi di deklarasi yang disiarkan secara langsung oleh satu satu stasiun tv swasta.

Usai berangkulan tangan, empat pasangan kontestan Pilgub Sulsel, serta dua pasangan di Pilkada Makassar, secara bergantian menandatangani prasasti deklarasi damai.

Di momen inilah, pihak penyelenggara memutarkan lagu kebangsaan “Indonesia Pusaka” sambil pemandu acara menyebut satu per satu para kandidat menandatangani kesepakatan deklarasi damai.

Sambil menunggu giliran, IYL maupun Cakka yang tampil enjoy, ikut menyanyikan lagu kebangsaan tersebut melalui mic yang ada di depannya. Berulangkali, doktor bidang hukum pendidikan ini menaikkan tangannya yang memberi isyarat kepada sejumlah tim dan relawan kandidat yang hadir untuk bernyanyi bersama.

Bahkan, dengan senyum khasnya, Ichsan beberapakali menoleh ke samping kiri dan kanannya untuk mengajak kandidat lain ikut bernyanyi menyemarakkan suasana keakraban tersebut.

Awalnya, saat IYL “memandu” lagu kebangsaan tersebut, direspons oleh pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo. Setelah itu, NH-Aziz maupun NA-ASS juga nampak mengikuti ajakan IYL.

Momen ini menjadi pemandangan menarik tersendiri. Sebab mereka saling menunjukkan keakraban. Termasuk untuk dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar (#Ardi)

Ketegasan Sikap Kader PAN Di Tunjukkan Pada Deklarasi Damai

TRIBUNCELEBES-MAKASSAR-Kader Partai Amanat Nasional (PAN) kembali mempertegas sikapnya untuk tetap dibarisan  pasangan nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel.

Terbukti di sejumlah kegiatan, pengurus dan kader PAN selalu menunjukkan dukungannya dengan melakukan salam punggawa, atau salam yang dipopulerkan  IYL-Cakka.

Terbaru, dukungan pengurus dan kader PAN ditunjukkan saat menghadiri deklarasi damai yang digelar KPU di Anjungan Pantai Losari, Minggu (18/2). Beberapa pengurus DPW dan DPD, serta  kader PAN begitu antusias melakukan Salam Punggawa 4 Jari.

Kandidat Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) terlihat begitu akrab dengan sejumlah kader PAN. Selain menunjukkan keakraban dengan sejumlah kader, IYL juga tampak akrab dengan tiga pasangan lainnya, serta dua pasangan calon walikota dan wakil walikota, dan beberapa tamu undangan juga tak luput dari perhatian “Mister Komitmen” ini.

PAN sendiri pasca penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut, elite PAN memilih mensosialisasikan pasangan nomor urut 4, yakni IYL-Cakka.

Sebelumnya,  Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Achmad Pasima yang dikonfimasi perihal sosialisasi pasca penetapan nomor urut tidak sekalipun menyinggung kandidat lain. Bahkan dia mengaku sudah mensosialisasikan IYL-Cakka. “Nomor urut 4 Punggawa Macakka Appakabaji,” kata Achmad Pasima, belum lama ini.

Dikonfirmasi lebih jauh, Achmad membongkar alasan kader keukuh mendukung IYL-Cakka. Lagi-lagi soal komitmen Ichsan yang selama ini diperlihatkan kepada partai bentukan Amin Rais itu. Ditambah lagi, duet ini bukan pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan.

“Satu hal yang sangat sulit dihilangkan dari IYL adalah komitmen. Dua periode menjadi Bupati (Gowa), PAN selalu mendapat kursi pimpinan. Sungguh terbalik dengan usungan yang sama di Bantaeng,” tegasnya.(#Ardi)

Putri Besan Menikah, IYL Kompak Kenakan Pakaian Adat Jawa

JAKARTA, TRIBUNCELEBES.com – Keluarga Ichsan Yasin Limpo (IYL) turut merasakan kebahagiaan. Di resepsi pernikahan putri besannya di Jakarta, Minggu (12/11/2017) malam, mantan Bupati Gowa ini kompak mengenakan pakaian adat Jawa.

Bersama istri dan empat anaknya, IYL berbaur dengan keluarga mempelai, sembari berdiri di atas panggung menerima tamu undangan bersama orang tua mempelai perempuan dr Reinita Arlin Puspita, Laksma TNI (Purn) dr Tito Sulaksito dan dr Telly Caroline.

dr Tito dan dr Telly yang juga orang tua dari istri Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dr Priska Paramita, menikahkan putri keduanya, dr Reinita Arlin di salah satu ballroom hotel di Jakarta.

Selama resepsi, termasuk rangkaian sebelum akad nikah, IYL yang juga Kandidat Gubernur Sulsel juga dilibatkan dalam prosesi tersebut. Termasuk memberi doa dan restunya.

Itu sebabnya, dua hari sebelum resepsi, IYL bersama istri Hj Novita Madonza dan keluarga bertolak ke Jakarta.
Apalagi, banyak prosesi adat Jawa yang harus dihadirinya sebelum ijab kabul.

“Kami ikut berbahagia atas pernikahan anakda dr Reinita bersama suaminya,” kata Ichsan, Senin (13/11/2017).

Setelah rangkaian dan resepsi selesai digelar, IYL direncanakan balik ke Makassar untuk melanjutkan serangkaian kegiatannya, baik terkait pencalonan di Pilgub, maupun dalam menjalankan tugas tugas kemanusiaan di Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel.

Selain itu, IYL dalam waktu dekat akan memulai melakukan konsolidasi tim dan relawan sebelum tahapan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel. (*)