Presiden Jokowi Instruksikan TNI, Menteri PUPR dan BNPB Segera Buka Akses Kecamatan Sukajaya

Tribuncelebes.com-Bogor— Presiden Joko Widodo bersama rombongan, pagi tadi, Minggu 5 Januari 2020, berangkat menuju Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Rombongan Presiden yang terdiri dari tiga helikopter lepas landas dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada pukul 08.15 WIB. Pada pukul 08.30 WIB, dua helikopter yang ditumpangi oleh perangkat kepresidenan dan membawa bantuan logistik untuk pengungsi berhasil mendarat terlebih dahulu di helipad Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Prosedur pendaratan ini sudah sesuai dengan prosedur tetap penerbangan VVIP dimana helikopter VVIP mendarat setelah dua helikopter lainnya mendarat.

Bantuan presiden Joko Widodo, Untuk warga korban banjir dan longsor

Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Doni Monardo agar akses menuju Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat yang tertutup akibat longsor segera dibuka. Dirilis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Pernyataan ini disampaikan Presiden saat meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya dari udara sebagaimana disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. “Bapak Presiden memberikan instruksi kepada kami untuk melakukan berbagai upaya agar secepatnya akses ke desa-desa yang terisolir segera terbuka sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” kata Doni.

Pada saat akan mendarat, cuaca berubah sangat ekstrem dan berkabut tebal sehingga mengakibatkan berkurangnya jarak pandang yang tidak memenuhi standar penerbangan VVIP dan ditambah kondisi sekitar yang merupakan daerah perbukitan. Akhirnya pilot helikopter yang membawa Presiden, Letkol Pnb Yosep Frits memutuskan untuk tidak mendarat. Pilot helikopter Letkol Pnb Yosep Frits masih berusaha menunggu perubahan cuaca dengan memutari daerah tersebut namun yang terjadi kabut semakin tebal dan akhirnya pilot memutuskan untuk kembali ke Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor dan tiba pada pukul 09.05 WIB.

Adapun bantuan Presiden disampaikan secara simbolis oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada pengungsi dan Camat Sukajaya. Sementara itu, setibanya di Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, atas perintah Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat langsung menuju Kecamatan Sukajaya melalui jalur darat untuk memastikan peralatan berat berfungsi optimal sehingga akses menuju dan ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dapat dibuka. Berdasarkan informasi dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat terdapat enam desa di Kecamatan Sukajaya terisolir akibat jalan akses tertutup longsor yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang. Adapun Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sejak kemarin (Sabtu, 4/1) sesuai arahan Presiden telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu 6 execavator, 1 loader, dan 1 buildozer. Bogor, 5 Januari 2020(*)

Sengketa Tanah di Debat Capres Ke 2

Penulis. Arbit Manika

Debat Capres 17 Pebruari 2019, yg menampilkan Capres Jokowi dan Prabowo, Dengan Thema Lingkungan,  imfrastruktur, pangan, Energi dan Sumber Daya Alam,  menjadi titik klimaks perlawanan Kubu Prabowo,  Bagaimana tidak Penampilan Prabowo yg tiga kali mengapresiasi kerja kerja Jokowi sebagai Patahana,  mendapat respon negatif dari pendukungnya,  malah Prabowo ketika di tanya soal Unicorm Dia balik bertanya ke Jokowi,  Unicorm itu apa?.

Yg lebih seru ketika Capres 01 mengurai soal kebijakan yg telah dilakukan selama ini soal Reforma Agraria yg membagi bagikan lahan untuk Rakyat dengan jumlah besar berkisar 2.5 Juta Hektar  yang telah dibagikan. Capres 02 melah menanggapi kebijakan itu sebagai sesuatu yg keliru dan merugikan negara serta dianggapnya bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945.

Capres 01 yg justru memahami Pasal 33 ayat 3 bahwa Bumi,  Air dan Isinya dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan Rakyat,  wujudnya adalah  Reforma Agraria dimana negara hadir pada pengelolaan SDA untuk Rakyat. Dan melihat adanya kesalahan masa lalu yg diambil oleh pemerintah yg memihak pada Elit dengan membagikan tanah yg luasnya pantastis, seperti yg dimiliki oleh Prabowo, baik yg ada di Kaltim dengan luas 220 ribu hektar dan Di Aceh 120 ribu hektar.

Publik pun sontak kaget mendengar data yg disampaikan Capres 01. Capres 02 menutup Debat dengan mengklarifikasi data yg di sampaikan oleh Capres 01 bahwa itu adalah HGU dan wajar jika dia yg kelolah dari pada asing yg kelolah,  serta bersedia akan mengembalikan HGU itu jika negara membutuhkan. Sementara Capres 01 menutup debatnya dengan menyatakan “Saya tidak Takut pada Siapa Pun Kecuali pada Allah subhana Wa Taalah”.

Tiga hal inilah yg menjadi viral dimana mana, yg sampai hari ini soal HGU masi menjadi perdebatan publik,  bahkan saling tuduh antara kedua Tim Capres.  bahkan viral “Jokowi kuasai masalah Prabowo kuasai lahan”.

Pakar Sosial Media dan lembaga survei melihat ada dampak yg signiifikan atas debat itu bahkan ada pergerakan suara yg signifikan bergerak baik yg belum menentukan pilihannya maupun yg sdh menyatakan mendukung 02 beralih ke 01. Pagi2 saya mencoba diskusi dengan tetangga yg selama ini mendukung 02, dia memyatakan dengan sederhana dia kecewa melihat penampilan 02 makanya beralih,  lain halnya dengan keluarga saya di kampung yg selama ini pendukung panatik 02, setelah menonton debat itu, dengan harapan Capresnya akan tampil prima,  malah dia merasa malu,  dan merasa keliru selama ini,  dan menyatakan “ternyata 02 Tuan Tanah”, karena itu sekarang saya 01.

Debat Capres putaran 2 telah mengubah konstalasi politik Capres yg sebelumnya 02 masi terlihat memiliki Kans menang walau hasil survei semua lembaga survei menyataakan elektabilitas 02 terjadi stagnan diangka 30% – 31%. Tapi setelah Debat ke dua itu,  Pasangan 02 dari beberapa pakar menilainya semakin berat untuk mengalahkan 01.(*)

Jokowi Dalam Pusaran Fitnah dan Hoax

Penulis. Arbit Manika

Menjelang Pilpres yang tersisa sebulan lebih, situasi politik semakin panas, Lawan politik patahana terlihat semakin panik. Dari beberapa serangan yang dilancarkan sama sekali tidak di dasari data yang memadai seingga menjadi blunder bagi dirinya sendiri, yg ironis kampanye hitampun tidak jarang ditujukan pada pribadi Jokowi, dengan Fitnah komunis, Kristen dan Turunan Cina.

Sikap ini menggambarkan sulitnya lawan Jokowi mencari celah untuk menyerangnya, karena rekam jejak Jokowi selama memimpin kota Solo, Gubernur DKI dan saat menjadi Presiden, sangat bersih dari KKN, malah Jokowi berani melawan arus yg tdk lazim sebagai penguasa untuk melakukan perubahan dan perbaikan system agar pemerintahan lebih pro rakyat, itu sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menilai integritas seorang Jokowi.

Ada dua hal yang sebenarnya dapat menggugurkan tuduhan2 itu, pertama, Perjalanan Jokowi dalam membangun karir politiknya yang di mulai dari Kota Solo dua periode yang  diusung oleh PKS, PAN dan Gerindra, lalu kenapa issu komunis, turunan cina dan Kristen tdk muncul saat itu, atau saat Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta yg di usung kembali oleh Gerindra.

Sisi lain yang patut kita cermati adalah, karakter kepemimpinan Jokowi, sebagai sosok paling bersih, sederhana, tulus, berani dan pro rakyat. Jika Jokowi punya darah komunis atau islamnya diragukan, logikanya tidaklah mungkin sosok yg bersih, tulus, ikhlas dan pro rakyat itu lahir dari seorang komunis, atau orang yang tdk jelas Islamnya. Ada pantun yg sering kita baca bahwa “Buah yg jatuh tdk akan jauh dari pohonnya”.

Politik rasis dan asal usul menjadi salah satu cara mudah untuk memainkan emosi pemilih, karena itu Dr. Wawan Ma`udi dan Akhmad Ramdhon, pakar ilmu social dan komunikasi Universitas Gadja Mada (UGM)  Yogjakarta dan Universitas Seblas Maret Solo, melakukan penelitian selama 2 tahun untuk menulis buku tentang Jokowi “Jokowi dari Bantaran Kalianger Solo menuju Istana”. Buku ini mengurai secara detail siapa Jokowi. Silsilah da nasal usulnya, baik dari bapak maupun dari ibunya.

Jokowi lahir di Surakarta Jawa Tengah 21 Juni 1961, dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi Notomiharjo, yang menikah tahun 1959.  Jokowi anak pertama dari empat bersaudara, ketiga adiknya perempuan, Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati. Jokowi sebenarnya punya adik laki laki bernama Joko Lukito, tapi meninggal saat persalinan.

Ayahnya berasal dari karanganyer, dan Kakek dan Neneknya berasal dari salah satu Desa di Boyolali. Kekeknya bernama Lamidi Wiryo Miharjo kepala desa Kragan yang terkenal dengan nama Lurah Dongkol. Noto Mihardjo anak pertama, paman Jokowi dari pihak bapaknya, Wahyono, H. Mulyono Herlambang, Joko Sudarsono, dan Heru Purnomo. Dari Ibunya Sudjiatmi,  kakeknya bernama Wirorejo seorang pedagang kayu di ngamplak boyolali.

Dalam kesempatan lain Zainal Maarif politisi senior dari solo, menyampaikan bahwa Jokowi adalah keturunan Kiai Yahya, salah seorang pengawal Pangeran Diponegoro, Kiai Yahya adalah putra dari Kiai Abdul Jalal, pendiri tanah perdikan wilayah kalioso (daerah utara solo). Jika silsilah ini ditarik ke atas, Jokowi merupakan keturunan dari Jaka Tarub (Raden Kidang Talakas), dan Jaka Tarub adalah putra dari Maulana Al-Maqhribi yang dipercaya sebagai salah satu penyebar Agama  Islam  pertama di tanah jawa. Tentang silsilah ini, memang masi membutuhkan kajian mendalam, namun ada yang lebih menarik, dari Ibu Sujidtmi Jokowi bahwa kakek Jokowi adalah salah satu murid dari Mbah Hasyim Ays`ari Pendiri NU, Kakek Gus Dur.

Jokowi dalam banyak kesempatan khususnya saat berdialog di acara NU dan Muhammadiyah di tempat yang berbeda, menyampaikan bahwa “saya difitnah komunis, Islam saya diragukan, NU dan Muhammadiyah pasti ada cabangnya di Solo, silahkan ditanyakan di sekitar rumah saya, ada masjid disekitar rumah saya”. Jokowi naik haji jauh sebelum dirinya menjadi walikota solo, Umrah menjadi kegiatan rutin  setiap tahun, karena itu meragukan ke Islam Jokowi adalah sesuatu yang amat tdk berdasar, apalagi tuduhan sebagai komunis

Jalan Sunyi Pendamping Desa

Penulis. Arbit Manika

Saat UU no 6 Thn 2014 tentang Desa di Putuskan dan di Tetapkan Oleh DPR RI menjadi Payung Hukum Negara Desa, Tdk banyak rakyat di desa yg bergembira, yg terasa ada getaran kegembiraan itu hanya pada Pemerintah desa dan Aparatnya, serta para aktivis yg merasa selama ini bergerak di program pemberdayaan.

Sementara pejuang kemerdekaan desa, yg bertahun2 menyelami suasana batin rakyat desa dan mengawal gagasan besar itu, hanya sesaat berpesta kegembiraan, karena dia sadar pembajak sdh siap dengan berbagai logika kebenaran miliknya sendiri. Tapi merekapun di ujung pesta kegembiraannya, menyadari bahwa perjuangan mereka bukan untuk dirinya, dan percaya bahwa masi banyak org baik di republik ini yg peduli dan merasa bertanggung jawab atas nasib rakyat desa yg sekian lama dipinggirkan dan menjadi alat paduan suara kekuasaan.

Karena itu di dalam naskah kemerdekaan desa, dia titipkan harapan dan spirit berdesa pada org baik yg mereka beri nama Pendamping Profesional. Tentang siapa mereka, dari mana mereka, dan berapa banyak pengalaman dan pengabdiannya di desa, biarlah proses yg menentukan, karena mereka hanya berharap mereka org baik, yg peduli dan tulus mendampingi warga desa yg sedang letih ditengah keputusasaannya menanti kehadiran negara untuk memanusiakan mereka.

Mengawal gagasan besar, bukan perkara mudah, sepintas kita bisa terjebak pada sesuatu yg tekhnis, yg sesungguhnya bukan itu tujuan utama, melainkan itu hanya alat main menuju tujuan utama. Karena itu pendamping profesional selayaknya memahami alur sejarah perjuangan desa, perlakuan negara dan dampaknya, serta mimpi besar naskah UU Desa.

Kata penyair Perubahan tdk pernah hadir sebagai sebuah hadiah, tapi Perubahan hadir karena proses perjuangan yg panjang. Tidaklah mudah memahamkan pada Pemerintah Desa, Aparat desa, dan Rakyat desa, bagaimana Spriti mereka, dan jalan yg mereka sudah pilih yg telah dituangkan dlm UU Desa, dengan bahasa teknokratik, agar semuanya terukur dan dapat dipertanggungjawabkan oleh mereka dengan baik. Dan tidaklah mudah memahamkan pada Supra Des, pada Naskah yg di dalamnya bercerita angka angka.

Dibutuhkan kecerdasan multi talenta, dan sedikit keberanian, untuk memahamkan pada Supra Desa yg sebahagian angkuh krn pangkatnya. Pendamping desa bukanlah siapa siapa, dia hadir karena diberi mandat oleh negara melalui kementrian desa, yg berbekal apa adanya. Mereka juga menyadari bahwa mereka masi butuh proses belajar karena itu mereka ingin berbaur dengan rakyat desa sebagai salah satu guru mereka.

Pendamping Desa khususnya Pendamping Lokal Desa, sangat menyadari bahwa ada keseriusan yg terputus dari pihak yg menghadirkannya di desa, bahwa mereka di hadirkan dengan bekal yg terbatas, dari tupoksi yg tak sanggup mereka menghapalkan satu persatu karena begitu banyak.

Dalam setiap perenungannya mereka menemukan jawaban yg samar tapi cukup menyejukkan hatinya dan tetap semangat. Bahwa menjadi pendamping desa, khususnya Pendamping Lokal Desa, adalah sebuah Anugrah terbaik yg Tuhan berikan padanya, karena Baginya P3MD adalah Sekolah Pemberdayaan. Mereka berharap setelah Lulus Nanti, mereka telah menemukan banyak keluarga baru di Desa, dan Guru2 Kehidupan yg tak ternilai. Mereka juga akan bangga di suatu saat nanti, karena mereka telah menguasai banyak keterempilan dan pengetahuan Berdesa yg mereka dapatkan dari gurunya dari program dan yg ada di desa. yg akan menuntunnya menjadi Sosok pemberdaya sejati.

Harapan terbaiknya yg selalu mengganggu tidurnya adalah Semoga desa desa dampingannya menemukan Wajah Kemandirian dan Kedaulatannya dalam Dalam Gelora Berdesa yg tak pernah menyererah.

Salam Berdesa dan Tetap Semangat

Desa Dan Nurani Seorang Jokowi

Penulis. Arbit Manika

Tidak ada yg dapat membantah dengan logika akademik, bahwa Jokowi adalah Salah Satu Tokoh Pembaharu Indonesia saat ini. Dia melakukan sesuatu yg orang lain tdk dapat melakukannya. Ketika anak pejabat apalagi anak seorang presiden, yang lazimnya akan memanfaatkan peluang yg ada, malah anaknya jual pisang goreng dan martabat. Tidak ada satupun keluarganya yg memanfaatkan posisinya sejak jadi Walikota Solo sampai ketika dia jadi Presiden.

Dia telah menjadi inspirasi bagi anak indonesia. Dia hadir ketika bangsa ini mengalami krisis kepemimpinan, dia bukan orator seperti Sukarno, atau Gus Dur yg Memiliki Lompatan pemikiran yg juah, dia juga tdk berproses lazimnya sebagai seorang pemimpin yang aktif di berbagai organisasi sebagai sekolah kepemimpinan. Dia hanya biasa2, tetapi mampu menggetarkan ruang bathin rakyat Indonesia karena Kesederhanaannya, dan ketulusannya sebagai pemimpin.

Membaca setiap derap langkahnya menunjukkan karakternya sebagai sosok pemberdaya Sejati. Ada yg meragukan kecerdasannya, karena dia tidak berpengalaman berpura pura dan ber retorika bak seorang penyair yg sedang kusurupan. Dia adalah sosok sederhana, yg jujur, tulus dan peka terhadap org lain, apalagi rakyat yg dia cintai.

Dalam Nawacitanya telah dia sebutkan niat tulusnya untuk memberi sesuatu yg berarti buat rakyat yang ada di desa, dipinggiiran, perbatasan, dan daerah terluar bangsa ini. Dia ingin memyampaikan pesan tulusnya pada anak bangsa ini bahwa disana ada anak indonesia, yg sama dengan yg lain, yg membutuhkan bantuan cukup lama, dan saat ini dia di tunggu hadir sabagai pemimpin bangsa ini.

Karena itulah dia keluar dari Sona nyaman yg tidak populis dilakukan oleh seorang penguasa. Saat dia hadir ditengah rakyat desa dia terlihat bukanlah sosok presiden, tapi sosok pendamping atau fasilitator ulung yg diberi mandat oleh langit untuk menggerakkan semua pihak agar peduli atas situasi sosial ekonomi yg selama ini melanda masyarakat desa.

Dia ingin mengatakan bahwa contoh karakter asli pemimpin bangsa ini adalah dirinya. Dia juga ingin mengatakan bahwa saya anak desa yg dibentuk dengan kesederhanaan, polos, jujur dan bertanggung jawab.

Jokowi dalam banyak kesempatan di desa, telah menarasikan gagasanya bahwa desa adalah kekuatan besar dan utama dalam membangun pradaban bangsa ini. Dia sadar betul bahwa potensi yg ada di desa dapat menjawab masalah yg dihadapi oleh rakyat desa.

Baginya desa saat ini butuh pemimpin yg berkarakter seperti dirinya, yg sederhana, tulus, jujur, mencintai rakyatnya, kerja keras dan bertanggung jawab. Desa ibarat Seorang gadis yg membutuhkan pendamping hidup yg jujur, tulus mencintainya, siap memberikan perhatian, kasih sayang, menghadirkan mimpi2 indah yg akan di tujuh kedepan.

Karena itulah saat awal implementasi UU no 6 Tentang Desa, jokowi menegaskan berkali kali bahwa desa akan diberi porsi khusus aggaran dalam APBN sebagaimana mandat undang Undang, sontakpun publik banyak yg meragukan desa dapat mengolah dana, bahkan ditakutkan menjadi bumerang bagi desa. Tapi jokowi tetap berkeras, bahwa desa butuh alokasi dana untuk merangsang partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Agar imfrastruktur. Dasar di desa2 dapat terpenuhi secara cepat, sebagai syarat menuju kemandirian desa.

Desa bagi Jokowi adalah Sekolah Kehidupan yg butuh perhatian, agar proses berdesa sebagai sekolah kehidupan bagi anak anak bangsa ini tetap terjaga untuk melahirkan pemimpin yg berkarakter seperti dirinya.

Tidak Ada Yang Sia Sia Dari Sebuah Ketulusan

Penulis. Arbit Manika

DIA Biasa Biasa saja, Seperti Anak Indonesia Pada Umumnya. Gaya Dan Penampilannya Terlihat ada Sebuah Proses Panjang dalam menghadapi Realitas Kehidupan yg kurang bersahabat dan penuh tantangan.

Dia Jatuh Terpuruk dan Bangkit lagi, satu hal yg dia yakininya Bahwa Segala sesuatu yg diperjuangkan dengan kerja keras, Tulus, yg di sertai dengan Do’a, akan di kabulkan oleh Allah.

Sukses membangun Usaha Pertukangan yang memproduksi Mouble di Solo, dan membangun jaringan pemasaran sampai ke beberapa negara di eropa dan sekitarnya, mengantarkan dirinya menjadi salah satu pengusaha di Kota Solo.

Saat Kuliah di UGM JOGJA, dia bukanlah Aktivis yg belajar soal gerakan, soal politik dan berbagai kegiatan yg dapat mengantarnya untuk memahami situasi sosial politik bangsa. Dia juga tdk aktif di organisasi ke agamaan, apalagi menjadi pengurus Partai Politik. Dia adalah seorang anak tukang kayu yg hidup dengan penuh keterbatasan, kondisi ini membuatnya peka terhadap masalah sosial, ekonomi dan politik.

Dia Adalah Manusia yg terlahir dari situasi sosial ekonomi dan politik bangsa yg tidak memihak pada rakyat. Berbagai kekurangan dan kelemahan yg dilihatnya tersimpan dengan baik di alam bawa sadarnya, dan sabar melihat phenomena sosial politik itu.

Dia Memulai karir politiknya di Tahun 2005, saat Kota Solo mencari pemimpiin, Dia Merasa terpanggil dan merasa bertanggung jawab atas apa yg dilihatnya, dan apa yg dimilikinya setelah jatuh bangun sebagai seorang pengusaha. Baginya itu sudah lebih dari Cukup. Dia juga Sadar bahwa Negri ini memiliki banyak cendikiawan, ilmuan, atau org cerdas yg banyak, tapi kurang org baik, yg tulus, iklas, dan jujur melakukan sesuatu untuk rakyat.

Karena Itulah Dia mencoba Menawarkan gagasannya untuk membangun Solo menjadi Kota wisata yg berbasis Tradisi. Dia melakukan Dor to Dor, berdialog dan mendengar masalah yg dihadapi oleh rakyat. Diapun terpilih, dan berbagai gagasan yg ditemukan dalam proses dialog dengan rakyat membuat programnya tepat sasaran dan merubah kota solo menjadi salah satu kota terbaik di dunia selama 10 tahun di tangannya.

Namanya pun mulai diperbincangkan, di tingkat nasional, yg akhirnya menjadi salah satu kandidat gubernur DKI JAKARTA. Menjadi Gubernur Jakarta tdklah mudah, apalagi dia sama sekali tdk paham jakarta. Namun keyakinannya yg kokoh atas niatnya untuk melakukan sebuah perubahan, yg ditopang dari pengalaman 10 tahun di Solo membuatnya percaya diri.

Akhirnya Sejarah pun kembali dia torehkan dan sukses menjadi Gubernur DKI JAKARTA thn 2011. Dia tdk sadar, apalagi Megawati dan Prabowo yg mengajaknya ke Jakarta, bahwa si kerempeng ini akan menjadi batu sandung dirinya menuju RI 1. Dia kemudian dengan Tulus melakukan perombakan total manajemen pemerintahan di DKI Jakarta agar pro rakyat.

Kebiasaannya yg blusukan, responsif, tegas dan kerja keras, menjadi guru bagi kita semua anak bangsa bagaimana semestinya seorang pemimpin, yg tdk hanya diam di atas menara gading, yg sulit mendengar masalah yg dihadapi rakyat. Dua tahun di DKI jakarta, Perubahan mendasar telah dia buat. Semuapun terhipnotis pada sosok anak bangsa yg begitu sederhana, jujur dan sangat tulus mengurus rakyatnya.

Perhelatan pilprespun Di Mulai di akhir tahun 2013,, Rakyat Indonesia Yg sedang merindukan Pimimpin Yg Berhati baik, sederhana, dan Tulus, serta kerja nyata, seolah2 sudah menemukan sosok pemimpin yg mereka rindukan, Jokowi pun tampil di panggung Naaional yg tdk pernah dia bayangkan, lawannya pun tdk pernah membayangkan, bahwa si kerempeng yg dia bawa dari solo, akhirnya menjadi lawannya.

Anak Tukang Kayu itu akhirnya Terpilih pada pada Pilpres 2014, Rakyat menyambutnya dengan riang gembira, nusantarapun meneteskan air mata kebahagiaan, seolah menemukan kembali Bung Karno. Dia menjadi simbol kemenangan rakyat. Simbol perubahan, dan entah apalagi mimpi besar yg kita sematkan dipundaknya. Dia Sadar betul begitu berat mengelolah Negara sebesar Indonesia, dia sadar, bahwa permaslahan bangsa ini begitu kompleks dan sangat rumit.

Tapi diayakin masi banyak orang Baik di republik ini yg menginginkan indonesia menjadi negara besar dan maju, Dia pun Yakin mampu menjalankan Tugasnya dengan baik karena dia tidak punya beban masa lalu yg dapat menyandranya untuk melakukan yg terbaik. Dia Kemudian membubarkan Petral sebagai Mafia migas yg selama ini merugikan Rakyat, dia hentikan Subsidi BBM, dialihkan untuk pembangunan imfrastruktur, dan kegiatan sosial serta kegiatan yg produktif. Dia Cabut isin2 pengelolaan tambang migas, konsesi perkebunan yg merugikan rakyat, Dia Ambil Alih tambang Migas Blok Rokan, Blok Makahakam, PT Freport, PT Newmon, dia buru harta koruptor dan pengemplang pajak, dan dia bubarkan HTI sebagai Ormas Terlang.

Si Tukang Kayu ini menyadari bahwa ada ketimpangan pembangunan antara barat dan timur, karena itulah, daerah2 perbatasan, terluar, dan yg Masi sangat miskin karena keterbatasan Imfrastruktur di genjot dengan berbagai cara yg dia lakukan, termasuk mengalokasi Dana Desa yg setiap tahun meningkat sebagai upaya mendorong pembangunan yg mensejahterahkan rakyat di desa2. . 4 Tahun pembangunan Imfrastruktur disegala bidang, memberikan dampak perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat indonesia.

Dan Tahun ini 2019, Si Tukang Kayu yg Tulus itu kembali menjadi Pesaing Prabowo, yang Anak org gedean kata org betawi, pemilik partai, pengusaha kaya, mantan menantu Suharto, mantan elit militer, bukan kelasnya, jika melihat sisi itu. Tapi Kali ini dia sudah membuktikan kembali ketulusannya mengurus rakyatnya, tdk ada yg berubah bagi dirinya, yg berubah hanya pembencinya yg semakin bertambah, karena kebijakannya yg tdk kenal kompromi, membuat sederet elit masa lalu bangsa ini membencinya, kelompok Islam Radikal yg sedang mengancam eksistensi bangsa ini . Tapi baginya itulah resiko pemimpin yg memihak pada rakyat, dan mencintai negaranya.

Bagi Yg berakal Waras, tentu membaca perjalanan sosok jokowi, mestinyab membaca sebuah Rekayasa Alam, Rekayasa langit kata para Sufi. Terlepas dari kekurangan yg di milikinya, dia telah menjadi toladan bagi kita, sebagai anak bangsa yg mencintai perubahan dan kemajuan, menjadi toladan bagi kita dalam membina rumah tangga, menjadi contoh bagi kita sebagai ummat islam yg percaya pada takdir Allah. Dan Toladan Bagi Siapapun yg mencintai negri ini.

SALAM 2 PERIODE.
Hanya ada satu Kata, MENANG !!!
Manika Arb.

Jokowi Hadiri HUT ke-72 HMI di Rumah Akbar Tandjung

tribuncelebes.com- Jakarta– Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan HUT ke-72 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di kediaman Akbar Tanjung Ketua Majelis Dewan Penasihat Kahmi di Jalan Punawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019) malam.

Dalam peringatan HUT HMI itu juga sekaligus melaksanakan syukuran atas penetapan Latfran Pane sebagai pahlawan nasional.

Jokowi tiba sekitar pukul 19.40 WIB dengan menggunakan batik corak berwarna cokelat. Di acara tersebut, Jokowi hadir tanpa didampingi sang Istri, Iriana Jokowi. Saat tiba, Jokowi langsung disambut Akbar Tandjung sebagai tuan rumah

Namun, Jokowi enggan memberikan sepatah kata pun terkait kedatangannya di rumah Akbar Tandjung. Jokowi pun hanya memberikan salam kepada awak media. Setelah menyambut kedatangan kepala negara, Akbar kemudian menyapa para awak media sekaligus mendoakan agar acara tersebut berjalan lancar.

“Mohon doa ya semoga acaranya lancar,” singkat Akbar di Kediamannya, Selasa (5/2/2019) malam.

Selain Jokowi, sejumlah pejabat negara yang turut hadir di acara tersebut. Mereka di antaranya yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, mantan Ketua KPU Sigit Pamungkas, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan Menteri Kemenristekdikti M.Natsir.

Kemudian hadir juga Menkominfo Rudi Antara, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM. Fachir, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (*)

Artikel ini telah diterbitkan oleh Suara.com  dengan Judul Jokowi Hadiri HUT ke-72 HMI di Rumah Akbar Tandjung- penulis Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat-Selasa, 05 Februari 2019 | 20:30 WI

Cetus ‘Propaganda Rusia’, Jokowi Dianggap Tak Layak Untuk 2 Periode

TribunCelebes.com, Jakarta — Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, pernyataan Jokowi soal “Propaganda Rusia” yang disematkan kepada lawan politik mendapat perhatian publik. Pasalnya, pernyataan tersebut langsung ditanggapi oleh Kedubes Rusia untuk Indonesia yang menyatakan jika Rusia tak ikut campur dalam urusan politik dalam negeri Indonesia.
“Jokowi sebagai calon Presiden  dan sekaligus Presiden RI seharusnya mampu berhati-hati membuat pernyataan yang sangat sensitif khususnya dalam aspek geopolitik dan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia jangan karena aspek politik praktis akhirnya Jokowi blunder menyatakan pendapat”, tutup Panji Jakarta, 4 Februari 2019
Panji menambahkan, publik akhirnya dapat menilai secara obyektif jika kapasitas Jokowi sebagai kepala negara kurang kapabel dan dapat dikatakan tak memahami konteks geopolitik. Karena pernyataan “propaganda Rusia” tersebut dapat ditafsirkan seolah Rusia ikut campur di Pemilu 2019.
“Konsekuensi pernyataan semburan dusta tersebut jelas sangat merugikan Indonesia sebagai mitra Rusia diberbagai bidang dan bukan tidak mungkin akan mendiskreditkan Jokowi sebagai kepala negara di mata dunia internasional, serta yang perlu digarisbawahi dari hal tersebut publik dapat menilai Jokowi tak mampu melaksanakan peran fatsun politik bebas aktif, netral tidak berpihak kepada negara manapun dan aktif menciptakan perdamaian dunia”, tutup Panji

Jokowi, Saya Sabar, Sudah 4 Tahun Dimaki, Dihina, Difitnah

tribuncelebes.com- REMBANG– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sudah empat tahun ini, dirinya entah direndahkan, entah dimaki, entah dihina, entah difitnah, tapi diam saja.

“Sabar, sabar ya Allah, sabar. Saya hanya begitu saja,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara kegiatan Sarang Berzikir Bersama Untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2) sore.

Tetapi, Kepala Negara menegaskan, kadang-kadang hal itu perlu dijawab. Ia menyebutkan selama empat tahun dibilang PKI dirinya diam saja, juga dibilang antiulama.

“Masak saya diam, ya saya jawab sekarang. Dibilang kriminalisasi ulama masak saya diam, ya saya jawab sekarang,” ujar Kepala Negara.

Jawab Isu PKI dan Kriminalisasi Ulama

Mengenai PKI, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menegaskan, PKI itu dibubarkan tahun 1965/1966, sementara dirinya lahir tahun 1961.

Artinya, lanjut Presiden, umur dirinya masih masih empat tahun, masih balita. “Enggak ada PKI balita,” tegasnya.

Yang kedua, mengenai antiulama. Presiden menyampaikan,  tiap hari, tiap minggu dirinya masuk pondok pesantren dan bertemu dengan ulama. Terus dirinya juga yang tanda tangan Peraturan Presiden (Perpres)  Hari Santri tanggal 22 Oktober.

“Masak antiulama tanda tangan Hari Santri. Logikanya itu memang harus kita pakai,” ucap Presiden Jokowi.

Sedangkan terkait isu kriminalisasi ulama, Presiden Jokowi mempertanyakan ulama mana yang dikriminalisasi?

Menurut Presiden, alau kriminalisasi itu, tidak ada kasus hukum, tidak mempunyai kasus hukum, kemudian dimasukkan ke sel, itu namanya kriminalisasi.

“Kalau ada kasus hukumnya, ada masalah hukum, ada yang melaporkan, aparat kemudian melakukan penyelidikan, penyidikan, kemudian dibawa ke lembaga yudikatif yang namanya pengadilan, yang memutuskan di pengadilan, kalau memang dianggap tidak salah ya mesti bebas,” tegas Presiden Jokowi.

Acara Sarang Berzikir Bersama Untuk Indonesia Maju itu dihadiri oleh Pemimpin Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, K.H. Maimoen Zubair, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(*)

Takdir Jokowi. Tukang Mebel Hingga Menang Pilpres 2014

Profile–Perjalanan Hidup Joko Widodo atau biasa di sapa Jokowi mulai dari Anak Pinggir Kali hingga Tukang Mebel yang pula Menekuni  Organisasi Hingga Jadi Walikota Solo selanjutnya mengadu keberuntungan Maju Pilkada DKI dan  Menang Pilpres 2014.

Jokowi mulai dari Anak Pinggir Kali hingga Tukang Mebel yang pula Menekuni Organisasi Hingga Jadi Walikota Solo

Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 terpilih sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2014.  Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012 sampai dengan 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Surakarta (Solo), sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.

Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi Wali Kota Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Semenjak terpilih sebagai gubernur, popularitasnya terus melambung dan menjadi sorotan media. Akibatnya, muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden untuk pemilihan umum presiden Indonesia 2014. Pada tanggal 14 Maret 2014, Jokowi menerima mandat dari Megawati untuk maju sebagai calon presiden, tiga minggu sebelum pemilihan umum legislatif dan dua hari sebelum kampanye

Anak Pinggir Kali hingga Tukang Mebel

Seperti dikutip dari laman jokowicenter.com, sejak lahir pada 21 Juni 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Jokowi tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di bantaran sebuah sungai di Solo. Hidup mereka sangat sederhana. Ayah Jokowi yang sehari-hari menghidupi keluarga dengan berjualan kayu terpaksa membawa istri dan anak-anaknya hidup berpindah dari satu rumah sewa menuju rumah sewa lainnya.

Bahkan dengan kondisi tersebut, keluarga Jokowi harus rela digusur Pemerintah Kota Solo dari tempat tinggalnya di bantaran Kali Pepe dan tinggal menumpang di kediaman seorang kerabat di daerah Gondang. Namun, pengalaman masa kecil tersebut tidak dirasakan Jokowi sebagai sebuah penderitaan. Jokowi yang sewaktu kecil dipanggil Mulyono berkata bahwa waktu-waktu sulit tersebut merupakan cara Tuhan yang sangat tepat untuk membangun karakter dirinya di masa depan.

Selepas berkuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jokowi muda sempat mencicipi pengalaman kerja pada sebuah perusahaan BUMN di Aceh. Lokasinya yang berada di tengah hutan, kondisi kerja yang keras, dan rencana untuk mempunyai buah hati menuntun Jokowi dan istri untuk kembali ke Kota Solo pada 1988.

Ia kemudian bekerja sementara waktu pada pabrik milik pamannya, hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti dan Jokowi memulai usaha mebelnya sendiri. Usaha yang mulanya berjalan dengan kondisi sederhana lambat laun berkembang. Dari ruang lingkup regional, usaha bapak 3 anak –Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep– ini tumbuh melingkupi pasar nasional, hingga kemudian merambah pasar mancanegara.

Menekuni Organisasi Hingga Jadi Walikota Solo

Kesuksesan atas bisnis mebel dan kemapanan finansial yang diraihnya menggerakkan Jokowi untuk mulai mencurahkan energi pada ranah lain, yaitu sosial. Ia melihat banyak usaha kecil masyarakat Solo yang sesungguhnya memiliki potensi untuk maju, tapi belum berkembang dengan baik.

Dengan latar belakang masa lalunya yang sulit di bantaran sungai, ia dan beberapa rekan pengusaha menggagas terbentuknya organisasi pengusaha mebel nasional cabang Solo yang bernama Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia atau akrab disebut Asmindo. Jokowi didaulat menjadi ketua organisasi dan memimpin berbagai kegiatan yang berhasil mengangkat daya usaha para pengusaha kecil dan menengah anggota Asmindo.

Setelah dua tahun suami Iriana ini memimpin Asmindo, para pengurus dan anggota serikat pengusaha tersebut mulai melontarkan ide pencalonan diri Jokowi pada Pilkada Kota Solo 2005. Saat ide itu muncul, Jokowi hanya menanggapinya dengan tawa dan secara halus menolaknya.

Namun, aspirasi tersebut bertambah kuat dan dorongan dari dalam organisasi untuk maju mencalonkan diri sebagai Walikota Solo terus meningkat. Joko Widodo kemudian maju dalam pilkada bersama FX Hadi Rudyatmo dan terpilih menjadi Walikota Solo periode 2005-2010.

Boleh dikatakan, Pilkada Solo 2005 adalah tonggak sejarah bagi Jokowi terjun ke dunia politik. Dan, amanah yang dipercayakan masyarakat Kota Solo pada Jokowi diemban dengan baik. Beberapa prestasi seperti tata lokasi pedagang kaki lima (PKL), efisiensi birokrasi kota, dan peremajaan pasar-pasar tradisional membuat dirinya menjadi sosok populer di kalangan warga Surakarta.

Pada pilkada langsung Walikota Solo periode 2010-2017, Jokowi terpilih kembali dengan persentase perolehan suara sebanyak 90,09%.

Jokowi mulai dikenal dalam lingkup nasional setelah ia secara resmi mengganti mobil dinasnya dengan mobil Esemka, yang merupakan buah karya para pelajar SMK 2 dan SMK Warga Surakarta, pada Januari 2012. Pemberitaan mengenai hal itu meluas dan menimbulkan berbagai tanggapan.

Salah satu komentar yang mendapat sorotan masyarakat ialah komentar Bibit Waluyo, yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, yang menyebut langkah Jokowi mengganti mobil dinasnya sebagai sesuatu yang sembrono. Hal ini justru membuat simpati publik atas Jokowi bertambah besar. Namanya kemudian semakin dikenal.

Maju Pilkada DKI dan Menang

Tak mengherankan, bila kemudian Jokowi diajak Jusuf Kalla (JK) ke Jakarta dicalonkan sebagai Gubernur DKI. Megawati setuju dengan usulan JK itu. Prabowo pun menawarkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai pasangan Jokowi untuk calon wakil gubernur.

Nasib baik seakan senantiasa bersama pria kelahiran 21 Juni 1961 ini. Pada Maret 2012, PDIP dan Partai Gerindra mengusung Jokowi-Ahok sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

Pasangan calon ini berhadapan dengan 5 pasangan calon lain dan berhasil menduduki posisi teratas pada pilkada putaran pertama dengan persentase perolehan suara sebanyak 42,60 persen. Pada pilkada putaran kedua, Jokowi dan Ahok berhasil mengungguli pasangan calon Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dengan persentase perolehan suara 53,82% dan 46,18%.

Jokowi dan Ahok –mantan Bupati Belitung Timur– akhirnya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Hanya dalam tempo singkat, keduanya langsung menggebrak Ibukota. Di antaranya, penanganan banjir dengan menormalisasi waduk dan perbaikan drainase, serta perbaikan sarana angkutan dengan optimalisasi moda transportasi busway.

Menang Pilpres 2014

Jokowi, kian populer lewat kebiasaan, yang disebut blusukan. Tak mengherankan, bila PDIP kembali tak ragu memilihnya untuk bertarung dalam kancah persaingan di level yang lebih tinggi, yakni pemilihan presiden Republik Indonesia. Dan kembali, nasib baik terus mengiringi langkahnya. Berpasangan dengan Jusuf Kalla, Jokowi yang awalnya ragu melangkah, terpilih menjadi presiden ketujuh di negeri ini. Keduanya mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014.

JK sendiri bukan tokoh sembarangan. Lelaki asal Sulawesi Selatan berusia 72 tahun ini, selain dikenal sebagai pengusaha sukses, namanya telah lama melambung di pentas nasional sebagai wakil presiden 10 tahun lalu. Ia juga pernah memimpin partai terbesar di negeri ini, Partai Golkar, dan terakhir dipercaya menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia.

Maka tak banyak yang menyangka, di usianya yang sudah 72 tahun, ia kembali terjun ke politik, dan meraih lagi kepercayaan masyarakat. Hasil survei menunjukkan tingkat keterpilihan mereka tinggi. Dan terbukti, JK bersama Jokowi dipercaya membawa perubahan negeri ini, ke arah lebih baik lima tahun ke depan.

Kendati untuk menuju Istana, Jokowi-JK harus melalui proses panjang. Mulai dari penetapan hasil Pilpres 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum yang berbuntut sengketa. Hingga akhirnya Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak permohonan gugatan yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Informasi Pribadi

Jabatan Presiden Republik Indonesia

Tempat Lahir      : Surakarta, Jawa Tengah

Tanggal              :21 Juni 1961

Kebangsaan       :Republik Indonesia

Partai                   :PDI-Perjuangan

Istri                       :Iriana Joko Widodo

AnakGibran Rakabuming RakaKahiyang AyuKaesang Pangarep

ProfesiPolitisi, Pengusaha

Presiden ke-7 Republik Indonesia

Masa Jabatan    :20 Oktober 2014 – Sekarang

Wakil                    :Jusuf Kalla

Menggantikan  :Susilo Bambang Yudhoyono

Gubernur ke-16 DKI Jakarta

Masa Jabatan    :15 Oktober 2012 – 16 Oktober 2014

Wakil                    :Basuki Tjahaja Purnama

Menggantikan  :Fauzi Bowo

Digantikan          :Basuki Tjahaja Purnama

Wali Kota ke-16 Surakarta

Masa Jabatan    :28 Juli 2005 – 1 Oktober 2012

Wakil                    :F.X. Hadi Rudyatmo

Menggantikan  :Slamet Suryanto

Digantikan          :F.X Hadi Rudyatmo