Video| Desa We Erena Swakelola Bangun Jembatan Manfaat Dana Desa

TRIBUNCELEBES.COM–Desa Wee Erena kecamatan Tambulaka kab. Sumba barat daya prov Nusa tenggara timur. Melaksanakan kegiatan bangun jembatan beton dengam swakelola sistem padat karya. Senin 12 November 2018

Kegiatan pembangunan sarana ini dengan menerapkan program padat karya tunia yaitu dengan melibatkan warga desa sebagai pekerja sebagaimana juklak pengelolaan dana desa 2018. salah satu strategi pemerintah dalam upaya mengurangi angka kemiskinan, Melibatka semua warga yang bersedia bekerja hingga manfaat langsung dana desa dirasakan menambah penghasilan ekonomi dengan terlibat sebagai pekerja pada projek dana desa. Sebagaimana petunjuk teknis pelaksanaan dana desa 2018 sistem padat karya sebagai upaya mengentaskan kemiskinan.

dilaporkan oleh Yohannes dapa

[VIDEO] Jamin 85% Suara untuk Jokowi, Ini Janji Kades Rada Mata

TRIBUNCELEBES.COM-NTT–Tokoh masyarakat kecamatan Kota Tambolaka masih mengingikan Jokowi tetap menjadi presiden hal ini mereka ungkapkan pada wawancara dengan pendamping desa Yohanes Dapa pada momen padat karya tunai di desa Rada Mata kecamatan kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya provinsi Nusa Tenggara Timur.23/08/2018.

Karena manfaat dana desa kades Rada mata menjamin Suara warga desanya minimal 85% untuk memilih Jokowi di pilpres 2019 nanti. Harapan kepala desa Rada mata agar bantuan Dana Desa tetap dilanjutkan karena telah mereka rasakan betapa manfaat dana desa telah memberikan sarana infrastruktur yang memudahkan akses dalam memobilisasi hasil pertanian dan perkebunan..

Tokoh masyarakat Kota Tambolaka Lucas Walengongo sangat mendukung program padat karya yang telah bermanfaat memudahkan akses jalan produksi pertanian dan mengingikan Jokowi tetap menjadi presiden republic Indonesia 2019 nanti.

Penulis ; Om Agu

Video: Panen Raya Oleh Pjs.Bupati dan Pendamping Profesional P3MD.

TRIBUNCELEBES-NTT-Panen Raya yang di hadiri oleh Pjs. Bupati Drs.Dara Tanggu Kaha di desa Padaeweta kecamatan Wewewa Timur kabupaten Sumba Barat Daya provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu produk unggulan desa,di fasilitasi oleh tenaga pendamping professional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) 2018.

Video: Pendapat Warga Desa Tentang Padat Karya Tunai

TRIBUNCELEBES-NTT–Sosialisasi program Padat Karya Tunai (PKT).Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur. Padat karya tunai sebagai program prioritas dalam implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, Menteri Desa PDTT,Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS).sebagai petunjuk teknis pengelolaan Dana Desa tahun 2018 tentang Padat Karya Tunai (PKT).

Ritual Adat “Wulla Poddu” Suku Umbu Koba,NTT

Oleh: Yohanes dapa-Tribuncelebes NTT

Suku Umba Koba yang berdiam di Provinsi Nusa Tenggara Timur,memiliki ritual budaya unik dan sakral yang hingga kini masih dilestarikan keberadaannya dalam masyarakat yaitu Ritual adat Wulla Poddu atau Bulan yang disucikan,budaya ini adalah ritual melayani para leluhur suku Umbu Koba, warga suku ini masih survive dengan sekitar 500 jiwa yang bediam di desa Delo kecamatan Wewewa selatan kab Sumba Barat Daya prop.NTT.

Perkampungan dan typologi bangunan Suku Umbu Koba,NTT

Wulla Poddu ini dilaksanakan sekali dalam setahun di adakan dengan beramai ramai turun berburu babi hutan oleh pemuda pemuda desa dipimpin oleh ketua adat Bulu malo.

Bulu malo adalah kepala suku atau ketua adat yang memimpin pesta adat tahuunan ini, Pesta adat ini dilakukan setelah habis panen dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada leluhur yang telah menjaga dan memberi reski kepada warga suku Umbu koba ini, dan sebelum turun berburu terlebih dahulu semua peserta atau pemuda desa dan tetua desa lainnya termasuk ketua adat  diharuskan memakai baju dari kulit kayu sebagaimana pakaian para leluhur dulu dimasa lampau,setelah mereka mendapatkan hewan buruan barulah dilanjutkan dengan ritual penyerahan sesajen binatang burun ini kepada roh para leluhur, dengan maksud agar roh hewan buruan ini diterima oleh leluhur suku Umbu Koba sebagai serahan syukur dan ungkapan terima kasih warga atas segala keberhasilan panen dan keselamatan yang telah leluhur berkati kepada warga.

Area pekuburan leluhur Suku Umbu Koba,NTT

Kegiatan ritual ini dipusatkan di kuburan kuno dipusat desa yaitu kuburan dimana mayat dikubur dengan cara duduk dan satu kuburan dapat di isi mayat belasan orang dan bahkan puluhan mayat.

Ritual adat Wulla Poddu ini jatuh di bulan November setiap tahun yang mana kegiatan ini  sifatnya sangat saklar dan memiliki daya tarik yang sangat tinggi wulla poddu artinya bulan yang disucikan atau dikeramatkan.

Di wilayah desa delo ini warga suku dalam mata pencarian nya  adalah sebagai petani dan peternak, agar seluruh usaha mereka dapat terberkati oleh para leluhur baik waktu bekerja,menanam,beternak serta pada saat panen maupun sesudah selesai panen akibat usaha mereka telah berhasil maka disepakati waktu tepat untuk doa syukur yaitu bulan november sebagai bulan yang di anggap suci dan keramat.

Salah satu prasyarat sebelum pelaksanaan ritual adat para lelaki harus berjubahkan kulit kayu utk berburuh babi hutan,setelah dapat buruan babi hutan maka itu yg.dipakai utk ritual adat mereka sebagai tanda terima kasih kepada leluhur serta pencipta jagat raya ini.

Penulis adalah Yohanes dapa, pendamping desa yang juga merupakan pemerhati budaya masyarakat Sumba Barat Daya

Pa Dapa. Sang Pejuang Desa.NTT

Pendamping Desa Kecamatan Wewewa Tengah kabupaten Sumba Barat
Daya prop.Nusa Tenggara Timur.

Tribun Celebes|info Desa|NTT-Pendamping|Adalah saudara Yohanis
Dapa,SP.yang biasa di sapa Pa Dapa”
berpendidikan terakhir S1 jurusan pertanian.
memiliki pengalaman pernah sebagai fasilitator Desa,Badan
pengawas keuangan di propgram PNPM,serta
Anggota forum kelembagaan ekonomi daerah kab.Sumba Barat Daya
hingga kini dia selaku Pendamping Desa.

Yohanes Dapa,SP
Pendamping Desa Kecamatan Wewewa Tengah kabupaten Sumba Barat
Daya prop.Nusa Tenggara Timur

Pa dapa yang beralamat tempat tinggal di Dusun I desa Limbu Watu
kecamatan Wewewa tengah kabupaten Sumba Barat Daya prop.NTT telah
di karunia 5 orang dan seorang istri

Dengan Honor selaku pendamping yang hanya berkisar 4 juta rupiah
setiap bulan dia harus menempuh jarak sekitar 50 kilometer dari
kediamannya melalui jalan pegunungan dan tebing yang kondisi
jalan belum di sentuh aspal apalagi hotmix.

Pa dapa menjelaskan” saya mendampingi desa 13 desa di kecamatan
wewena tengan yaitu desa kadi roma,
desa Bondo Delo, desa Kalingara Ngara,desa Lete wungana,desa desa
lombu ,desa mata lombu ,desa mata wee karoro, desa mareda
wuni,desa wee kokora,desa wee patando ,desa tanggaba,desa gollu
sapi,desa limbu watu, semua desa itu memiliki kondisi lahan yang
luar biasa sebagian besar hanya bisa ditempuh dengan roda
dua.ungkap pa dapa.

Rumah tradisonal Nusa Tenggara Timur

mendampingi 13 desa di wilayah yang typologi geografisnya ekstrim
bukan lah hal yang mudah, namun sang pejuang desa tak pernah alpa
dalam mengembang tupoksinya sebagai pendamping desa yang
rutinitas setiap minggu harus mengimput laporan progres
penggunaan dana setiap desa.

Pa dapa dalam keseharian sebagai kepala rumah tangga,kadang di
anggap mengabaikan tanggung jawab selaku teladan oleh anak anknya
karna dalam mengmabng tanggung jawab sebagai pendamping desa,
kadang harus meninggalkan berhari-hari bahkan biasa sampai dua
minggu baru bersua dengan keluarga.

Bersama semua kalangan membangun desa

kendaraan roda dua yang ia gunakan dengan kondisi memprihatinkan
pun tetap kuat mengantar sang pendampig setiap hari berkunjung
dari satu desa ke desa lainnya.

dari desa Kadi Roma hingga desa Gollu Sapi, yang jarak tempuh
antar desa biasa biasa mencapai 1,5 hingga 3 jam itu untuk
mengunjungi 2 atau 3 desa saja. belum jika harus mencapai 13 desa
dalam seminggu.

Namun selaku pendamping pa dapa tetap semangat mengembang tugas
dan tanggung jawab yang dibebankan negara kepadanya, meski harus
pintar pintar membagi upah kerjanya untuk keluarga dan sebagian
besar habis di ongkos perjalanan.
“kami harap seandainya ada perbedaan prioritas terhadap kami yang
bertugas ada di pelosok pelosok kampung, terus terang biasa kami
terkendala soal dana transportasi ke lokasi, tapi meski begitu
bukan berart kami tidak hadir,apapun resikonya pendampingan kami
teta berjalan.” ungkapnya.

Perintisan Jalan Desa sebagai salah satu Prioritas Desa

satu harapan pa dapa sekiranya ada Prioritas nilai Upah kerja
atau penggajian untuk daerah daerah ekstrim dan terisolir, demi
membantu dan memudahkan aktifitasnya selaku pendamping Desa di
Nusa Tenggara Timur,Kecamatan Wewewa Tengah kabupaten Sumba Barat
Daya.
Editor|Om-Tric