Gus Menteri Minta Mahasiswa KKN Edukasi Warga Desa soal New Normal

TRIBUNCELEBES.COM-JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melepas sebanyak 4.219 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) secara virtual di Jakarta, Rabu (24/6). Ia meminta Mahasiswa KKN membantu melakukan edukasi new normal kepada msyarakat desa, untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19.

Gus Menteri, sapaannya, mengatakan, mahasiswa KKN seyogyanya juga dapat membantu masyarakat desa dalam melakukan perencanaan pembangunan. Ia mengingatkan, rencana pembangunan desa harus bertumpu pada permasalahan dan potensi yang dimiliki desa.

“Kita mau tidak mau mengajak masyarakat dimanapun untuk hidup sehat lahir dan batin. Bagaimana menjauhkan diri dari kuman, virus, dan berbagai penyakit fisik lainnya. Kemudian meningkatkan imunitas dengan makan-makanan yang bergizi, olahraga, dan menguatkan keimanan kita,” ujar Menteri Halim.

Selain itu, menurutnya, pembangunan desa juga tidak boleh lepas dari akar budaya desa itu sendiri.

“Jangan sekali-kali merencanakan pembangunan desa yang tidak bertumpu pada budaya desa. Karena budaya adalah aset sosial yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Desa-desa kita sangat kaya dengan kekayaan budayanya,” ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Menurut Gus Menteri, selain dapat mencegah terjadinya peningkatan penyebaran covid 19, sistem KKN tersebut menurutnya, akan mempermudah mahasiswa dalam membantu melakukan perencanaan pembangunan desa. Pasalnya, mahasiswa KKN yang juga merupakan warga desa setempat akan lebih mudah memahami dan melakukan pemetaan masalah yang dialami desa.

KKN mahasiswa yang dilakukan Unand saat ini berbeda dari KKN biasanya. Saat ini, KKN mahasiswa dilakukan di desa asal atau tempat tinggal masing-masing mahasiswa, berbeda dari biasanya yang dilakukan di desa-desa tertentu yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.

“Kalau KKN dilaksanakan di nagari (desa) yang berbeda dari tempat tinggal mahasiswa, maka akan diawali dengan pemetaan problematika yang dialami oleh masyarakat. Kalau dilakukan di desanya masing-masing maka urusan pemetaan pasti jauh lebih matang dan selesai, karena dari hari ke hari mahasiswa sudah berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Gus Menteri. dikutip dari kemendesa.go.id

Rektor Unand, Yuliandri mengatakan, di tengah pandemi covid-19, KKN Mahasiwa Unand dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti halnya menjadi relawan sebagai tenaga pendukung dalam berbagai pelayanan kesehatan mulai dari rumah sakit, Puskesmas, hingga proses produksi produk APD untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Di awal covid-19 mewabah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan punya satu program yang memberikan peluang kepada mahasiswa di bidang kedokteran dan kesehatan untuk menjadi relawan. Maka Unpad mengambil kebijakan bahwa mahasiswa yang menjadi relawan itu kita kompilasikan langsung sebagai mahasiswa yang menyelenggarakan KKN,” ujar Yuliandri. Selain itu, kegiatan KKN juga dilakukan melalui berbagai kegiatan penguatan pangan keluarga, sosialisasi new normal, penguatan update profil desa, hingga edukasi masyarakat dalam rangka penurunan angka stunting.

 

Bersama Pendamping Desa, Warga Pongka Galakkan Gotong Royong Benahi Jalan

TRIBUNCELEBES.COM- BONE– Kondisi jalan tani yang tidak efektif lagi digunakan di musim penghujan yang sebagian badan jalan terendam genangan air dan berlumpur, sekitar 300 meter. Hal ini menggugah kepedulian warga untuk berswadaya mengadakan material dan menimbun titik titik labil yang sangat menghambat aktifitas para warga, di Dusun Ajang Kalung Desa Pongka kecamatan Tellu Siattinge Kab Bone Sulawesi Selatan pada,Ragu 24/06/2020.

“keberhasilan sebuah program pemberdayaan salah satunya dapat dilihat dari terberdayanya warga hingga memiliki kesadaran atau kepedulian untuk berperan aktif membangun desanya” Arman PDP Tellusiattingnge

Arman tokoh pemuda Desa Pongka yang juga memiliki tanggung jawab sebagai Pendamping Desa Kecamatan Tellusiattingnge atau Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD-Sulsel Tahun 2020) wilayah Kabupaten Bone, adalah warga desa setempat yang secara hubungan emosional telah terbangun baik sejak awal dengan warga.

Semangat Swadaya Warga Desa Pongka galakkan gotong royong benahi jalan tani (Rabu 24/06/2020)

“keberhasilan sebuah program pemberdayaan salah satunya dapat dilihat dari terberdayanya warga hingga memiliki kesadaran dan kepedulian untuk berperan aktif membangun desanya, semangat kebersamaan atau gotong royong ini berawal dari melihat kondisi jalan tani yang memprihatinkan dan tidak  mendapat anggaran dari program Dana Desa juga tidak mendapat anggaran dari SKPD Pememrintah kab Bone, sementara kondisinya sangat labil susah di lalui karena becek dan tergenang air, hingga kami mengajak warga berembuk membicarakan bagaiman jalan keluarnya agar dapat di manfaatkan secepatnya karena ini adalah akses warga menuju area pertanian. Hasil rembuk warga disepakati untuk swadaya pengadaan timbunan jenis latrik dan di hampar dan ratakan dengan gotong royong oleh warga, kegiatan gotong royong ini akan kami terus dorong bukan hanya di Desa Pongka, akan tetapi kami akan dorong semangat baik warga seperti ini, sangat baik disamping berkontribusi bagi kebutuhan bersama warga juga membangun harmonisasi silaturahmi antar warga” Urai Arman menjelaskan kepada tribuncelebes.com

Semangat gotong royong ini di lakukan oleh sekitar 20 orang warga dengan memanfaatkan material timbunan swadaya warga sekitar 4 dump truk, yang rencana kerja gotong royong ini akan terus berkesinambungan sesuai kebutuhan warga*(Diva)

Arman, Pendamping Desa Kab Bone Sumbangkan Gaji Beli Masker Bagi 112 Siswa Mts

BONE- TRIBUNCELEBES.COM– Gerakan solidaritas sosial di masyarakat dalam memberikan bantuan bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19 baik dari lembaga pemerintah ataupun kelompok masyarakat yang peduli dengan kondisi darurat kesehatan dan darurat kemanusiaan ini, adalah bukti kepedulian membangun kebersamaan menjaga sesama untuk tetap survive tetap bertahan hidup

“kami menyaksikan masih kurangnya kesadaran warga menggunakan masker di masa wabah ini, yang sangat berpotensi terpapar sebaran virus covid, maka saya dengan dana seadanya, yah, dari gaji pendamping Desa, merasa terpanggil karena saya memang warga disini, untuk turut membantu sesuai kemampuan, perhatian awal adalah Siswa Sekolah Madrasah, mereka ini perlu di support dan dicerahkan agar tertib yang memulai masa sekolahnya di era menuju Normal ini, semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka dalam menjalani masa masa sekolah nantinya, dan mudah mudahan saya mampu berbuat lebih banyak lagi nantinya” kata Arman kepada tribuncelebes.com

Penyerahan masker kepada Siswa Mts Desa Pongka – Jumat 05/06

Arman yang Pegiat Desa kecamatan Tellusiattingnge dengan dana sendiri memberikan bantuan masker kepada 112 Siswa MTs Pongka yang berlokasi di Dusun Tenngnga Tengnga Desa Pongka Kecamatan Tellusiattingnge- Bone, Giat solidaritas ini patut di teladani para pemuda di Negeri ini utamanya yang memiliki pengasilan sendiri yang masih mampu bertahan di masa pandemi, minimal meringankan beban warga yang membutuhkan.

Arman menyerahkan Sejumlah masker kepada 112 Siswa Mts Pongka kecamatan Tellusiattingnge

Arman yang kesehariannya memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) pada Program P3MD Kab Bone, sangat paham dengan kondisi masyarakat dampingannnya hingga tergerak memberikan bantuan kepada Siswa MTs menuju kondisi New Normal. Dengan menggunakan biaya pribadi dari penghasilannya sebagai Pendamping Desa kecamatan Tellusiattingnge Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. (Diva)

Tim Terpadu Lintas Kementerian Dorong Percepatan Penyaluran Dana Desa Tahap III, Ke Sulawesi Selatan

tribuncelebes.com- Makassar– Tim Terpadu Lintas Kementerian dan Lembaga melaksanakan monitoring dan evaluasi percepatan penyaluran Dana Desa tahap ke-3 ke beberapa Provinsi, termasuk ke Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut sebagai tindaklanjut hasil Rapat Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga beberapa waktu lalu di Jakarta, guna melaksanakan berbagai upaya dan solusi percepatan penyaluran Dana Desa, sekaligus mendorong efektivitas interkoneksi sistem OMSPAN, Siakeudes dan SIPEDE yang diterapkan di daerah-daerah dan Desa-desa.

Demikian rilis yang disampaikan ke Media hari ini, Kamis (14/11/2019) terkait kegiatan monev terpadu yang dilaksanakan sejak Tangal 10-14 November 2019 di Sulawesi Selatan.

Menurut Koordinator Tim, Yasrif, bahwa Tim terpadu ini melibatkan unsur perwakilan dari Kemenko PMK, yakni Rudi Hermawan, Dedy Siswoyo Setiawan dan Erwin hari Sentoso, perwakilan BPKP, yakni Ardiles Panggabean, perwakilan Kemendagri, yakni Syahrul yadi, perwakilan Kemendes PDTT, yakni Andre ikhsan Lubis, Arwani dan Rahman.

“Tim melakukan spotcheck secara maraton ke Tiga lokus utama, yaitu Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulu Kumba serta sampling ke Desa Bira. Trend keterlambatan ini dari tahun ke tahun hampir sama. Karena itu perlu mengkaji faktor penyebab keterlambatan penyaluran dan pencairan DD Tahap ke-3, sekaligus menemukan solusi efektif berdasarkan temuan lapangan”, katanya.

Lebih lanjut, Ketua Tim menjelaskan berdasarkan hasil Monev yang melibatkan unsur Pemda, Dinas PMD, DPKAD, KPPN, Camat, Kades dan Pendamping Desa di lokus spotcheck tersebut, ditemukan kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, Pemda dan Dinas PMD serta OPD terkait berkomitmen segera mempercepat proses penyaluran Dana Desa tahap 3 sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Penyaluran Dana Desa tahap 3 mensyaratkan adanya laporan dari Desa terkait realisasi penyaluran dana desa dengan minimal penyerapan sudah mencapai 75 persen dan laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output dana desa sampai dengan tahap kedua 50 %”, katanya.

Terkait hal itu, menurut laporan KPPN bahwa Dana Desa di Kabupaten Jeneponto, dari 82 Desa terdapat 16 Desa siap dicairkan dari RKUD ke RKDes pada Kamis ini, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian input pelaporan dalam sistem Siskeudes.

Untuk Kabupaten Bantaeng, dari 46 Desa penyaluran Dana Desa tahap 3 seluruhnya baru dalam proses pencairan dari RKUN ke RKUD yang ditargetkan selesai akhir November, setelah selesai dilakukan verifikasi laporan dan bukti-bukti penggunaan Dana Desa, maka dicairkan dari RKUD ke RKDes.

Sedangkan Kabupaten Bulu Kumba, dari 109 Desa sedang proses penyaluran dari RKUN ke RKUD dan Desa-desa yang telah memenuhi persyaratan pengajuan tahap 3, maka target minggu depan dicairkan ke RKDesa.

Terkait sistem Siskeudes, Syahrul Yadi dari perwakilan Kemendagri, justru dimaksudkan untuk memberikan pelayanan untuk efektivitas proses pelaporan yang diharapkan terjadi interkoneksi dengan sistem OMSPAN dari Kemenkeu maupun SIPEDE milik Kemendes PDTT.

“Kita dorong proses input data dalam sistem ini dapat berjalan lancar, sekaligus Pemda juga memaksimalkan fungsi pendampingan pada pihak Pemerintah Desa”, tegasnya.

Terkait penggunaan Dana Desa, Andre Ikhsan Lubis dari Kemendes PDTT berharap dengan terbitnya Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, pihak Desa dapat benar-benar dapat menetapkan prioritas penggunaan Dana Desa sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pengembangan SDM melalui musyawarah Desa yang lebih berkualitas.

“Pemanfaatan Dana Desa sesuai prioritas kebutuhan masyarakat yang difasilitasi oleh Pendamping Desa ini menjadi kunci dalam konteks percepatan mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera”, tandasnya.

Kesimpulan selanjutnya, menurut Yasrif, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, baik terkait penyaluran dan pencairan Dana Desa maupun penggunaan Dana Desa agar sesuai harapan bersama, maka akan segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah strategis dan solutif di masing-masing Kementerian maupun Kelembagaan terkait.

“Kegiatan spotcheck lokasi ini sebagai bahan acuan berharga bagi Pemerintah dalam rangka mempercepat proses penyaluran dan pencairan Dana Desa sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa”, pungkasnya.
(Rilis AR dan Tim)

Kadis PMD Soppeng Membuka Musyawarah LPJ Desa Lompulle

Tribuncelebes.com-Soppeng—Musyawarah Laporan Pertanggung Jawaban tim pelaksana kegiatan (TPK) desa Lompulle di buka oleh kadis PMD kab soppeng Andi Agus Nongki S.Stp M. si. di gedung pertemuan desa Lompulle pada 31 Des 2018.

Musyawarah desa Laporan Pertanggung Jawaban TPK desa Lompulle

Turut hadir dalam acara tersebut Kasi Penata Desa Andi Irwansyah, Kasi PMD Kec Ganra Hj.Imasse.S.Sos, ketua BPD bersama Anggota,ketua tim penggerak PKK desa Lompulle, LPMD,P3MD Kec Ganra Andi Agus topan dan Heri Penunjuk Pendamping Desa dan Lokal Desa Serta Tokoh Masyarakat.

Desa Lompulle yang di nakhodai oleh Kepala Desa Amri, S.Sos. yang tahuna anggaran 2018 ini, mengelola anggaran bersumber dari dana desa(DD) 806.769.972,- Alokasi dana desa (ADD). 1.174.723.385,- dan yang bersumber dari bagi hasil pajak (BHP) Rp. 46.011.897,- ini berhasil meraih juara satu lomba Bumdes tingkat provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 ini, dan Lompulle adalah desa yang berpenduduk 2.897 jiwa dengan luas wilayah 1989 Ha. Dengan kekayaan potensi alam, Lompulle memiliki potensi pertanian 643 Ha,perkebunan 476 Ha, bahkan potensi danau/ Perikanan  sampai 300Ha yang potensil, yang tebagi dalam 2 wilayah dusun Aliwengeng dan Mattanru, yang dapat dikelola menjadi produk unggulan desa ygan dapat meningkatkan pundi ekonomi desa.

Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Lompulle Rudi, Munardiansyah, Saharuddin, Nuralfiah dan Muh.ihsan, mengelola dana pembangunan fisik sebesar 1.071.500.000 dari dana desa (DD) dan Alokasi dana desa (ADD) Semua jenis kegiatan yang telah mencapai progress 100% sbb. Pembangunan Sarana Olahraga Desa , Pembangunan Embung Desa , Pembangunan Posyandu 2 unit, Pembangunan Jalan tani 700M, Pembangunan Posyantek Desa, Program Inovasi Desa dan Bantuan modal Bumdes

“TPK harus bekerja efesien dan efektif atau bersifat tehnis agar kegiatan berjalan dengan sukses. Dan mengucapkan banyak terima kasih krn telah menyelesaikan tugasnya secara baik dan tepat waktu.” Unkap Amri, kades Lompulle.

Suasana Musyawarah desa LPJ TPK desa Lompulle

Hal ini dikatakan oleh kepala desa Lompulle Amri,” kami didesa lompulle ini sangat kaya dengan hasil alam diantaranya hasil perkebunan, pertanian dan bahkan perikanan, sisa kami menunggu support dari masyarakat untuk memberdaya gunakan segala potensi yang ada untuk kesejahteraan dan kemandirian desa Lompulle”.

Musyawarah desa di buka oleh Kadis PMD Kabupaten Soppeng Andi Agus Nongki

Selain Acara Musyawarah LPJ TPK. Kadis PMD andi Agus Nongki Juga Meresmikan Gedung Posyandu yang dibangun dengan mengahbiskan anggaran 65.juta rupiah yang progresnya pun telah mencapai 100%.

Penulis. Om Agu

P3MD Maros Persiapan Pengiriman Ke.2

RIBUNCELEBES.COM-Maros–P3MD Kab Maros (30/09) mempersiapkan gelombang ke 2 pengiriman bantuan ke palu bagi korban  Gempa dan Tsunami Palu Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September,

Mappisona Tenaga ahli P3MD Kab Maros mengatakan “Kami P3md Kab.Maros sebagai bentuk kepedulian antar sesama,maka hari ini dan sampai kapanpun senantiasa berkomitmen untuk membantu meringankan beban luka bagi saudara saudara kita yg terkena dampak musibah,khususx saudara kita di palu dan donggala, ini kami lakukan stiap saat, ada pun bantuan kami karna Allah semata yakni


1.Uang semetara di galang 2.Pakaian layak pakai 3.Makanan baik indomi,air mineral,minyak kelapa. Kami terus lakukan pnggalangan bantuan smpai k desa desa,jelas Mappisoana.

(Admin)

 

P3MD Sul-Sel Galang Bantuan Korban Tsunami Palu Donggala

TRIBUNCELEBES.COM-MAKASSAR– Gempa dan Tsunami Palu Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September, setinggi 1,5 meter hingga 2 meter yang menelan Korban tewas  mencapai 832 orang.(30/09).

Tenaga Pendamping Profesional (TPPI Sulawesi Selatan) Menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana Tsunami Palu Donggala. Sampai saat ini sudah 4 kabupaten yang bergerak, Takalar, Gowa, Maros, Enrekang, Informasi dari Korprov KPW Sul Sel Abdul Rahman Tahir, bahwa Saat ini Tim KPW P3MD Sul Sel sudah Berada di pusat pengungsian warga Palu dipimpin Oleh Nashrah bergabung dengan tim kementerian desa dan PDTT, Direktur PMD Moch. Fachri, bersama Panji Pradana, Arwani,  dan Choiril Akbar dan, Katanya bantuan dari P3MD Sul Sel sementara menyiapkan armada mobilisasi karna dihimpun dari beberapa kabupaten Takalar,Gowa, Maros Enrekang.kata Rahman yang saat sedang koordinir penggalangan bantuan korban Bencana Palu donggala di Makassar.

Andi Mappisona Tenaga ahli P3MD Kab Maros mengatakan “Kami P3md Kab.Maros sebagai bentuk kepedulian antar sesama,maka hari ini dan sampai kapanpun senantiasa berkomitmen untuk membantu meringankan beban luka bagi saudara saudara kita yg terkena dampak musibah,khususx saudara kita di palu dan donggala, ini kami lakukan stiap saat, ada pun bantuan kami karna Allah semata yakni
1.Uang semetara di galang 2.Pakaian layak pakai 3.Makanan baik indomi,air mineral,minyak kelapa. Kami terus lakukan pnggalangan bantuan smpai k desa desa,jelas Mappisoana. Bantuan gelombang pertama sudah dikirim melalui pesawat hercules siang tadi sekira jam 14.00 dan selanjutnya persiapan pengirim bahan bantuan gelombang kedua. Saenal bakri Tenaga Ahli P3MD Kab. Enrekang menjelaskan “Musibah gempa di Palu dan Donggala begitu menyentak dan menyisakan kepedihan bagi saudara kita, Sebagai ungkapan duka Yg amat dalam seluruh Pendamping Desa (p3md) sulawesi selatan membntuk posko bantuan di kabupaten masing masing untuk didonasikan ke palu, aksi spontan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah tsunami yang menelan korban ratusan jiwa dan ribuuan pengungsi, Kebutuhan pangan dan sandang berupa pakaian Selimut, tenda, Makanan instant serta obat obatan telah terkumpul di posko kabupaten masing masing dan siap dikirimkan ke wilayah Bencana, bantuan lain dalam bentuk uang, saat ini sementara persiapan mobilisasi di koordinir oleh Korprov P3MD Sul sel Rahman Tahir”.

(admin)

Dokumentasi proses penggalangan dana.

P3MD Kab.Maros

Pelatihan KPMD Desa Lappae-Bone

Tribuncelebes.Com-Bone–Untuk meningkatkan partispasi masyarakat desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, Pemerintah Desa Lappae Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone menggelar pembentukan dan pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Pelatihan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Lappae yang diikuti 20 orang peserta perwakilan masing-masing dusun Selasa (28/8/2018).


Hadir dalam kegiatan tersebut Pendamping Desa Kecamatan Tellu Siattinge, dan Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bone Suardi Mandang selaku pemateri.

Hj. Andi Mardiana Kepala Desa Lappae dalam sambutannya mengharapkan pelatihan KPMD ini mampu melahirkan kader partispatif dan responsip yang peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu bersinergi dengan pemerintah desa.
“Masyarakat desa sebagai pemanfaat penggunaan dana desa, harus diberikan penguatan agar mereka memahami hak dan kewajiban mereka dalam pembangunan desa” sambut Istri Camat Lapri tersebut

Suardi Mandang menjelaskan Bahwa Kader desa adalah motor penggerak pembangunan desa, sehingga kader harus memiliki jiwa sosial dan peka terhadap lingkungan sekitar.
“Pembangunan manusia adalah langkah tepat untuk membangun desa. Karena pembangunan sejatinya adalah menguatkan kader untuk mengambil peran dalam pengambilan kebijakan pembangunan desa” tegas Ator sapaan akrab Suardi Mandang.

Penulis : Dedi / Admin

[Video]Semarak Penyambutan Direktur PMD Kemendesa PDTT Moch. Fachri di Makassar

TRIBUNCELEBES.COM- MAKASSAR–Penutupan Kegiatan Pelatihan TAPM P3MD-PID Sulawesi Selatan di hadiri oleh direktur PMD Kemedesa PDTT Moch. Fachri di Makassar pada selasa 21 Agustus 2018, disambut dengan penampilan seru tenaga ahli yang telah menyelesaikan kegiatan pelatihan tersebut.

Dengan berbagai kemeriahan dalam penyambutan tersebut,di damping Wahyuddi kessa anggota DPR Prov Sul-Sel, Rais Rahman,S. STP, M. Satker P3MD Sulawesi Selatan menyambut dan mengalungkan Sarung Penyambutan ala bugis makassar kepada Moch. Fachri direktur PMD Kemedesa PDTT di hotel Claro Makassar.

Pelatihan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD. Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Makassar pada 15-21 agustus 2018, yang diikuti oleh 126 Tenaga ahli dari 21 kabupaten Sul-Sel dari berbagai spesifikasi keahlian, Tenaga Ahli Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pembangunan Partisipatif, Teknologi Tepat Guna, Pengembangan Ekonomi Desa, Pelayanan Sosial Dasar.

“Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya Kemendesa PDTT dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa.

Melalui Program Inovasi Desa (PID) diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat”.Demikian Fachri dalam sambutannya didepan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM).Sulawesi Selatan

Materi pelatihan menitik beratkan pada:

  1. Arah Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
  2. Pokok Pokok Kebijakan PID
  3. Kebijakan Penanganan Stunting
  4. Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa
  5. Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID
  6. Fasilitasi PPID di tingkat Kabupaten/Kota
  7. Fasilitasi Bursa Inovasi Desa di Tingkat Kabupaten/Kota
  8. Konsep Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)
  9. Fasilitasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)
    di tingkat Kabupaten/Kota
  10. Konsep Komunikasi dalam PID
  11. Strategi Komunikasi dalam PID di Tingkat Kabupaten/Kota
  12. Pengendalian Kinerja Pendamping Desa dalam Pelaksanaan PID,hingga
  13. Pelaporan Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID)

Penulis : Agus Mumar. TAID. P3MD. Sul-Sel.

Pelatihan Program Inovasi Desa TA.P3MD.Sul-Sel

TRIBUNCELEBES.COM-Makassar–Pelatihan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat.pada Program Inovasi Desa (PID) tahun 2018 dimakassar 15 Agustus hingga 21 agustus 2018. Di buka oleh H.Mustari Soba kepala Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.Sulawesi Selatan.

Pelatihan yang berlangsung selama 7 har ini di selenggarakan di hotel Claro dengan peserta latih sekitar 130 orang tenaga ahli dari berbagai keilmuan seperti Infrastruktur,Pemberdayaan masyarakat,Ekonomi Desa,Teknologi tepat guna, Pembangunan partisipatif,serta tenaga ahli pelayanan social dasar.pelatihan ini di Fasilitasi oleh 8 pemateri dan 4 tenaga fasiilitas ruangan yang mendampingi 4 ruang kelas belajar.

Materi yang diturunkan adalah tentang proses penerapan dan pelaksanaan program inovasi desa (PID)di kabupaten dan kecamatan, kajian materi mulai regulasi dan proses pembentukan pengelola program inovasi kabupaten yang disebut TIK (Tima Inovasi kabupaten)yang melibatkan OPD kabupaten seperti Bappeda,dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa,dinas Pendidikan,kesehatan,Informasi dan Komunikasi yang di bentuk oleh pemerintah kabupaten.yang menitk beratkan pada 3 objek kegiatan yaitu peningkatan ekonomi dan kewirausahaan, Peningkatan sumber daya manusia,Peningkatan sarana dan fungsi infrastruktur.

Kajian materi dari regulasi dan proses ini hingga pada pembentukan tim pelaksana inovasi ditingkat kecamatan yang disebut TPID. Dengan kelengkapan kelompok kerja pendukung layanan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa yang disebut P2KTD, P2KTD ini lah yang merupakan pokja yang melibatkan bukan hanya OPD teknis daerah namun membuka ruang interaksi dan kerjasama dengan lembaga profesi atau keahlian yang ada di masyarakat seperti organisasi non pemerintah dan Lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kapabilitas di bidang keilmuan atau profesi tertentu, dengan legalitas badan hokum yang di persyaratkan.

Pelatihan Program Inovasi desa ini bertujuan melahirkan tenaga pelatih PID terhadap Pendamping desa,pendamping Lokal desa dan bahkan pelatihan terhadap TPID di kecamatan, membahas mulai dari.

Pokok-Pokok Kebijakan Program Inovasi Desa (PID),Pengelola dan pelaksanaan Inovasi Desa (TPID),Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) dan konsep,Mekanisme Identifikasi dan Verifikasi Kebutuhan P2KTD (Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis desa), hingga mekanisme Pencairan dan penggunaan DOK (Dana Operasional Kegiatan) TPID hingga Sistematikan Pembukuan yang meliputi Bukti Transaksi sampai Pelaporan Kegiatan dan Keuangan TPID.

Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan inovasi desa ini, adalah 1).mendukung program penggunaan dana desa, 2) mendukung mengendalikan kegiatan inovasi di desa untuk meningkatkan hasil dan manfaat  dari program pembangunan desa,dengan tujuan  meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Penulis: om Agu/admin