Kader Prabowo Subianto Semangati Korban Gempa Palu

Tribucelebes.com, PALU—Selain memberikan bantuan kepada korban bencana alam, Tsunami, Gempa Bumi melanda Palu, Donggala Sulawesi Tengah tim Taktis, relawan dan kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga menyemangati dan mensupport para korban untuk kuat dan bangkit dari musibah yang dialami.

hal itu terlihat saat Kordinator Regional Sulawesi DPP Partai Gerindra, Abdul Karim Al-Jufri bersama tim dan relawan serta kader gerindra mendatangi korban musibah bencana alam di Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Abdul terlihat dikerumuni oleh ibu-ibu sambil memberikan bantuan.

“Saya diajari bahwa hanya orang yg tersenyum, bahagia, yang mampu melewati segala cobaan. Kalau kita sedih-sedih, dipikir (bencana) terus malah tidak kembali semangat kita. Mau masuk rumah takut, ada goncangan sedikit, trauma. yang penting kita kasih kuat-kuat hati sekarang ini. Saling menyemangati satu sama lain, agar kuat. ” kata Abdul

mantan juara dunia pencak silat ini juga mengingatkan untuk terus bermunajat kepada Allah Sang pemilik alam semesta, karena bencana adalah bagian dari ujian kepada manusia.

“Soal bencana sudah digariskan oleh Allah bu, mau kita ditengah lapangan mau dimanapun, kalau sudah ajal tidak akan mundur atau maju walaupun satu detik. kita berharap ketika saat itu(ajal) datang, kita sedang mengingat allah. Berdoalah semoga ini cepat berlalu,” bebernya

Selain itu pihaknya menyampaikan akan datang logistik besar dalam beberapa hari kedepan, dia berharap agar segera terbagi secara merata untuk dibagikan kepada para korban bencana alam.

“kita berharap dalam 3-4 hari kedepan semoga logistik besar sudah datang dan diberikan semua secara merata,”ujarnya, (ach)

Sejarah Palu, Tanah yang Terangkat dari Lautan Karena Gempa

Asal usul nama kota Palu adalah kata Topalu’e yang artinya Tanah yang terangkat karena daerah ini awalnya lautan, karena terjadi gempa dan pergeseran lempeng (palu koro) sehingga daerah yang tadinya lautan tersebut terangkat dan membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu.

Istilah lain juga menyebutkan bahwa kata asal usul nama Kota Palu berasal dari bahasa kaili VOLO yang berarti bambu yang tumbuh dari daerah Tawaeli sampai di daerah sigi. Bambu sangat erat kaitannya dengan masyarakat suku Kaili, ini dikarenakan ketergantungan masyarakat Kaili dalam penggunaan bambu sebagai kebutuhan sehari-hari mereka. baik itu dijadikan Bahan makanan (Rebung), Bahan bangunan (Dinding, tikar, dll), Perlengkapan sehari hari, permainan (Tilako), serta alat musik (Lalove),

Kota Palu sekarang ini adalah bermula dari kerajaan yang terdiri dari kesatuan empat kampung, yaitu: Besusu, Tanggabanggo yang sekarang bernama Kelurahan Kamonji, Panggovia yang sekarang bernama Kelurahan Lere, dan Boyantongo yang sekarang bernama Kelurahan Baru. Mereka membentuk satu Dewan Adat disebut Patanggota

Pada awal mulanya, Kota Palu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Palu. Pada masa penjajahan Belanda, Kerajaan Palu menjadi bagian dari wilayah kekuasaan (Onder Afdeling Palu) yang terdiri dari tiga wilayah yaitu Landschap Palu yang mencakup distrik Palu Timur, Palu Tengah, dan Palu Barat; Landschap Kulawi; dan Landschap Sigi Dolo.

Pada tahun 1942, terjadi pengambilalihan kekuasaan dari Pemerintahan Belanda kepada pihak Jepang. Pada masa Perang Dunia II ini, kota Donggala yang kala itu merupakan ibukota Afdeling Donggala dihancurkan oleh pasukan Sekutu maupun Jepang. Hal ini mengakibatkan pusat pemerintahan dipindahkan ke kota Palu pada tahun 1950. Saat itu, kota Palu berkedudukan sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) setingkat wedana dan menjadi wilayah daerah Sulawesi Tengah yang berpusat di Kabupaten Poso sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950. Kota Palu kemudian mulai berkembang setelah dibentuknya Residen Koordinator Sulawesi Tengah Tahun 1957 yang menempatkan Kota Palu sebagai Ibukota Keresidenan.

Gempa bumi 2005- Pada tanggal 24 Januari 2005 pukul 04.10 WITAgempa berkekuatan 6,2 pada Skala Richter mengguncang Palu. Pusat gempa terjadi di Desa Bora Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, 16 km arah tenggara Palu tepatnya ,di kedalaman 30 km. Gempa itu berada pada 1°03′ LS – 119°99′ BT. Warga panik dan langsung mengungsi karena takut kemungkinan adanya tsunami seperti yang terjadi di Aceh. Sebagian dari mereka melarikan diri ke perbukitan dan pegunungan. Akibatnya, satu orang meninggal, empat orang cedera dan 177 bangunan rusak. Warga sekitar Biromaru Malah Mengungsi didekat tempat pusat gempa

Bom pasar Palu 2005- Bom pasar palu terjadi pada tanggal 31 Desember 2005, di PaluSulawesi TengahIndonesia. Sebuah alat peledak improvisasi, yang digambarkan sebagai bom paku atau sejenisnya,[1] diledakkan sekitar pukul 7.00 pagi di pasar daging Palu yang sebagian besar dikunjungi oleh masyarakat Kristen yang berbelanja untuk perayaan Tahun Baru, menewaskan delapan orang dan melukai 53 orang lainnya.[1][2][3]

Bom tersebut meledak di sebuah pasar daging yang tertutup sebagian dan menjual daging babi dan anjing secara langsung ke masyarakat, meskipun praktik ini dilarang di bawah hukum Islam. Alat peledak kedua ditemukan sekitar empat meter dari lokasi ledakan pertama, di dekat sebuah kios yang menjual daging babi, dan berhasil dijinakkan.

Sasarannya, sebuah pasar daging di Maesa yang didominasi oleh kelompok etnis Minahasa yang umumnya memeluk agama Kristen, kemungkinan besar dipilih untuk memaksimalkan korban dari pihak Kristen, karena provinsi Sulawesi Tengah sendiri merupakan lokasi konflik sektarian antara kelompok Kristen dan Islam yang merenggut lebih dari seribu korban jiwa antara tahun 1998 dan 2002. Konflik tersebut sebagian besar terkonsentrasi di sekitar wilayah Kabupaten Poso, dan Palu pada umumnya terhindar dari kekerasan berskala luas tersebut. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan KeamananWidodo Adi Sucipto, menyebut bahwa Jemaah Islamiyah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebu

Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 – Gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 M  diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau SulawesiIndonesia, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten DonggalaKota PaluKabupaten Parigi MoutongKabupaten SigiKabupaten PosoKabupaten TolitoliKabupaten Mamuju bahkan hingga Kota SamarindaKota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 1,5 meter di Kota Palu.

Pusat gempa bumi (episentrum) berada di darat, sekitar Kecamatan SirenjaKabupaten Donggala. Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan cukup kuat di sebagian besar provinsi Sulawesi TengahSulawesi Barat, dan sebagian Kalimantan Timur serta Sulawesi SelatanGorontalo, dan Sulawesi Utara.Di Makassar misalnya, getaran sempat dirasakan beberapa detik. Di Menara Bosowa

Secara umum gempa dirasakan berintensitas kuat selama 2-10 detik. Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenttrum gempa bumi, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas di zona sesar Palu Koro. Sesar ini merupakan sesar yang teraktif di Sulawesi, dan bisa pula disenut paling aktif di Indonesia dengan pergerakan 7 cm pertahun. Sesar yang diteliti di LIPI baru sampai sesar darat. Sedangkan sesar di laut sama sekali nihil dari penelitian.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, gempa bumi yang terjadi “merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Palu Koro, yang dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar mengiri (slike-slip sinistral)”. Sehubungan gempa ini, Wahyu W. Pandoes dari pihak BPPT menyatakan bahwa gempa ini berkekuatan 2,5 × 1020 Nm atau setara 3 × 106 ton TNT. Ini serupa 200 kali bom Hiroshima.

Likuefaksi. Akibat guncangan gempa bumi, beberapa saat setelah puncak gempa terjadi muncul gejala likuefaksi (pencairan tanah) yang memakan banyak korban jiwa dan material. Dua tempat yang paling nyata mengalami bencana ini adalah Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu.Di Petobo, ratusan rumah tertimbun lumpur hitam dengan tinggi 3-5 meter. Terjadi setelah gempa, tanah di daerah itu dengan lekas berubah jadi lumpur yang dengan segera menyeret bangunan-bangunan di atasnya. Di Balaroa, rumah amblas, bagai terisap ke tanah. Adrin Tohari, peneliti LIPI, ada menyebut bahwa di bagian tengah zona Sesar Palu-Koro, tersusun endapan sedimen yang berumur muda, dan belum lagi terkonsolidasi atau mengalami pemadatan. Karenanya ia rentan mengalami likuefaksi jika ada gempa besar.

Gempa bumi ini dinyatakan berpotensi tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sehingga dikeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir pantai Kabupaten Donggala, Kota Palu dan sebagian pesisir utara Kabupaten Mamuju. Tsunami diprediksi memiliki ketinggian 0,5 – 3 meter dengan waktu tiba di Kota Palu pukul 18.22 WITA. Pukul 18.27 WITA terjadi kenaikan air muka laut 6 cm di pesisir Kabupaten Mamuju.[19] BNPB mengeluarkan asbab daripada terjadinya tsunami ini. Menurut BNPB, tsunami ini sebabnya adalah adanya kelongsoran sedimen dalam laut yang mencapai 200-300 meter. Sutopo Purwo Nugroho, pihak Humas BNPB lebih lanjut menyatakan bahwa sendimen tersebut belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga ketika diguncang gempa terjadi longsor. Di lain tempat selain Donggala, adanya gempa lokal yang membuat tsunami tak sebesar di Donggala. Di Teluk Palu yang jaraknya lebih dekat dengan pusat gempa diperkirakan terlebih dahulu mengalami tsunami setinggi 1,5 meter. Pukul 18.37 WITA, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa.dilansir dari berbagai sumber.

Penulis  : om Agu

Bersama Pemuda, Camat Kahu Buka Posko Peduli Palu

TRIBUNCELEBES.COM-Bone–Pemerintah kecamatan Kahu, Kabupaten Bone menggalang komunitas pemuda menggelar posko peduli Palu dan Donggala, dibuka mulai minggu 30 September.

Camat Kahu Muh. Irfan Nur, Bersama pemuda bangun posko menggalang bantuan bencana Palu dan Donggala

Posko peduli tersebut, digelar di halaman kantor kecamatan, untuk menampung segala bentuk bantuan yang disumbangkan oleh warga. Bagi pak camat, Muh. Irfan Nur, duka Palu-Donggala adalah duka seluruh anak bangsa oleh karena itu, bahu membahu saling membantu.
“Duka Paku dan Donggala adalah duka kita semua, posko ini sengaja kita buka untuk penggalangan bantuan dari masyarakat Kahu,” tutur Irfan.

Penggalangan dana serupa banyak dilakukan oleh berbagai komunitas sosial, lembaga kementrian, hingga dinas tingkat kabupaten. Tetapi pada tingkat pemerintahan kecamatan, Irfan selaku camat Kahu ini patut di apresiasi, memiliki kedekatan emosional dengan kalangan pemuda, hingga mampu bersama-sama berkonstribusi terhadap kegiatan positif seperti ini.

Sementara itu, dari komunitas pemuda Kahu, Iccank Eibel. Menuturkan bahwasanya, kedekatan pak camat dengan anak muda sudah terjalin sejak lama, oleh karena itu tidak susah bagi mereka ketika ingin menggelar kegiatan yang sifatnya positif dengan kerjasama dengan pemerintah kecamatan.

“Pak camat jiwa muda, kepemimpinan beliau luar biasa. Ketika melihat bencana Palu dan Donggala ini di media, begitu banyak warga disini yang memiliki kerabat disana oleh karena itu, kita merasa terenyuh melihat saudara disana, kita harus beraksi,” tutur Iccank.

Penggalangan bantuan tersebut, nanti akan didistribusikan langsung ke korban bencana Palu dan Donggala. Sekedar informasi saat ini, rumah-rumah sakit di Makassar telah di jejali dengan para korban dari sana.

Penulis : Olleng/ Admin Bone

Kades Bontojai; Bencana Datang Kita Di Uji Solid, Bukan Hanya Bersama Karena Kesenangan

TRIBUNCELEBES.COM-Bone– Pemerintah Desa Bontojai Kecamatan Bontocani, tidak ingin ketinggalan dalam menggalang bantuan untuk bencana Palu dan Donggala. Rabu, 3 Oktober 2018, mereka serentak bergerak membuka posko dan kumpulkan donasi.

Menurut Andi Alimuddin, apa yang mereka lakukan adalah wujud kesolidan masyarakat sebagai warga bangsa, ketika menghadapi bencana.

“Bencana itu adalah ujian bagi kita untuk tetap solid dalam kondisi apapun, bukan hanya bisa bangun kebersamaan saat senang tetapi juga saat susah begini, Palu dan Donggala saudara kita, bahkan disana banyak orang bugis, berapapun berhasil kami kumpul akan kami kirim untuk bantu kesusahan disana,” terang Andi Ali, Kades Bontojai.

Kebersamaan mereka tampak bukan hanya diinternal aparat pemdes, tetapi bahkan petugas PPS setempat juga ikut membuka posko, warga berdatangan memberi sumbangan.

“Kami bersyukur warga tak mau kalah kumpul sumbangan, semoga ini pertanda warga kami makin sejahtera setelah saya yang pimpin haha…,” lanjut Andi Ali sembari bercanda.

Desa Bontojai sendiri adalah salah satu desa yang agak jauh dari hiruk-pikuk kota, letaknya berbatasan langsung dengan Gowa, bahasa sehari-hari mereka bahkan memakai bahasa Dentong(rumpun bahasa Makassar). Desa yang dikenal dengan negeri atas awannya ini patut di acungi jempol, apa yang mereka lakukan pun di apresiasi pemerintah kecamatan Bontocani.

“Luar biasa itu ndi, perlu kita beri penghargaan, minimal secara moril. Apa yang di lakukan Pemdes Bontojai perlu menjadi contoh kedepan,” jelas Nurdin, selaku Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Bontocani.

Penulis : Olleng/Admin Bone

Video| 170 Truck Dari Pemkab Bone Untuk Palu.

TRIBUNCELEBES.COM- Watampone– Sekitar 170 truck bantuan untuk misi kemanusiaan Bencana alam Palu, Donggala dan Sigi hari ini bertolak dari kota Watampone yang dikoordinir langsung oleh Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, dengan pengawalan ketat Personil Sat. Brimob Den. C Watampone (5/10).

Rombongan Pemkab Bupati Bone bersama Ketua KKMB Sulawesi Tengah Andi Pansinringi yang juga tenaga pengajar pada Universitas Tadulako Palu, yang Sengaja datang untuk menjemput dan mengantar Rombongan Bantuan Pemkab. Bone ke Palu “Kami telah Siapkan Lokasi Yang Aman dan strategi Untuk Posko Bantuan dari pemkab Bone, agar gampang di jangkau oleh warga utamanya Warga Bone yang sampai hari ini Masih Banyak yang belum di ketahui kondisinya”.

Jumlah Kendaraan rombongan Pemkab Bone yang berangkat sekitar 170 truck roda 6 memuat barang bantuan bahan pokok dan kebutuhan sehari hari dan sekitar 40 Mobil roda 4  mobil dinas dan pribadi pengawal misi  kemanusiaan yang di kawal ketat oleh Satuan Brimob Den C Watampone, demi mengantisipasi keamanan sepanjang perjalanan dan dilokasi bencana.”Mobil truck yang bertolak dari masji agung sejumlah 148 unit yang memuat bahan bahan kebutuhan sehari hari,sedang truck yang parkir di poros kecamatan diperkirakan 22 unit yang menunggu rombongan sepanjang ruas jalan Duaboccoe dan Ajangale”.Demikian Iwan cangkir Tim Relawan kemanusiaan SatPol Pamong Praja Bone menjelaskan kepada Tribuncelebes.com.

Adapun Jenis bantuan yang disiapkan untuk korban bencana alam Sulawesi tengah diantaranya, Pakaian bekas layak pakai , Sembako, dan relawan tanggap bencana dari Bpbd, Damkar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Tenaga medis dan obat obatan.

Penulis : Om Agu /Admin Bone

Peduli Kemanusiaan, P3MD Soppeng Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu

TRIBUNCELEBES.COM, Soppeng–(04/10) Komunitas Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Soppeng, melakukan aksi kemanusiaan menggalang donasi untuk membantu warga yang mengalami musibah Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala satu pekan yang lalu.

Pendamping Profesional P3md Kecamatan Lalabata, Yunas Asri selaku koordinator ‘Misi Kemanusiaan’ ini mengatakan bahwa tanggap terhadap peristiwa bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah, Pendamping Desa P3MD kabupaten Soppeng menggelar aksi kemanusiaan mengumpulkan bantuan yang akan di salurkan ke Palu.

“Selama 2 hari, kami bersama pendamping desa dari 8 kecamatan se-kabupaten soppeng mengumpulkan barang serta dan sumbangan yang di pusatkan di sekretariat P3MD jalan Kemakmuran samping SD 6 Ujung,” kata Yunas, Kamis (4/10/18)

Ia juga mengatakan barang dan sumbangan akan di serahkan langsung kepada Dinas Sosial Soppeng berupa sembako, air mineral dan pakaian yang layak pakai.

“Kami di terima langsung oleh kepala Dinas Sosial untuk menyerahkan bantuan dari P3MD Soppeng,” ujar Yunas yang juga selaku Ketua Sapma Pemuda Pancasila kabupaten Soppeng.

Sekeder diketahui pemerintah kabupaten soppeng akan menyalurkan bantuan tahap ketiga setelah bantuan tahap kedua diantar kemarin yang di pimpin A. Suharman.

Penulis : El-Anchu / admin Soppeng

Catatan Perjalanan Kelokasi Bencana

Catatan Kecil Perjalanan Makassar-Palu pasca gempa dan Tsunami Palu dan Donggala. |Oleh : Dray Vibriato

Musibah yg melanda sulawesi tengah khususnya Palu, sigi dan Donggal masih menyisakan kesedihan dan duka yg mendalam bukan hanya korban namun selurh bngsa Indonesia.

Hampir seluruh anak bangsa terketuk hatinya..mereka berusaha meringankan beban saudara sebangsa yg sedang mengalami musibah walaupun mereka tdk saling kenal.. semuanya didasari atas kemanusiaan dan ikatan saudara sebangsa dan setanah air..

Hmpir disetiap sudut kt melihat aksi meringankan beban sesama..penggalangan dana, pembrian bantun, relawan dan disetiap doa anak bangsa terucap doa kepada sang Khalik utk keselamatan saudara2nya tanpa melihat latar belakang agama, suku,ras maupun adat..

Di sepanjang jalan mulai majene sulsel masyrakat secara swadaya membentuk posko2 bantuan dan tempat beristirahat bagi para relawan dan pengungsi gempa dan Tsunami Palu, sigi dan donggala.. bukan cum tempat istirahat..masyarakat setempat jg menyediakan makanan dan minuman gratis, pakaian layak pakai sampai dengan bekal seadanya..padahal mereka tdk saling mengenal dan tdk peduli dr mana mereka berasal.. yg mereka tau kewajiban mereka adlh meringankan saudaranya yg lagi ditimpa musibah..

*Luar biasa,…satu kalimat inilah kita..inilah manusia Indonesia sesungguhnya..manusia yg menjunjung tinggi semangat persaudaaran dan tolong menolong*

*Bangga Menjadi Indonesia*

_Dray Vibrianto, Karossa Mamuju tengah 04102018
# *PrayPaluSigidanDonggala*

TEJO Sul-Sel, Galang Donasi Korban Gempa Palu Donggala

TRIBUNCELEBES.COM-Makassar– Aksi Peduli Korban Gempa dan tsunami yang menimpa warga Sulawesi Tengah Kota Palu dan Donggala Menuai Simpatik banyak Kalangan 30/09/2018.

TEJO(Teman Jokowi) DPD Sulawesi Selatan Hari ini menggalang dana kemanusiaan yang rencana secepatnya akan dimobilisir ke lokasi korban gempa guna meringankan Beban korban yang hari ini ratusan korban Jiwa dan Ribuan keluarga pengungsian yang membutuhkan bantuan sembako, kebutuhan sehari hari dan obat obatan.

Albert Palangga Sekretris Umum TEJO mengatakan,”Kami TEMAN JOKOWI DPD Sulsel turut merasakan apa yang dialami saudara saudara  kita di Palu ,Donggala dan sekitarnya. Langkah konkrit yg kami lakukan adalah melakukan penggalangan Donasi , dalam waktu dekat akan mengadakan bazaar amal kemanusiaan,kami dari Teman Jokowi DPD Sulsel belum ada yg berangkat ke Palu berhubung evakuasi pengunsi pali sudah ada yang tiba dimakassar , jadi besok resok Donasi yg sudah terkumpul seperti selimut, pakaian bekas, Air mineral, makanan instan, dan obat obatan besok Senin (red.01/1o/2018), akan kami distribusikan ke Titik2 Evakuasi di Makassa seperti tempat perawatan pengungsi di Asrama Haji Sudiang,RSD Daya dan RSU Dr.Wahidin”.

Adapun Tim yang rencananya akan diberangkat ke Sulawesi Tengan Palu adalah rencana 5 orang, Albert palangga, Harbiati (Anti), Iqbal, Irvan dan Arivin. ” kami membatasi personil dengan pertimbangan akses yang akan ditempuh adalah akses gempa yang mungkin mengandung resiko tinggi berdasar informasi dari tim Sar Sulawesi Tengah”.Andi Anti menambahkan.

penulis: Om.Agu

P3MD Maros Persiapan Pengiriman Ke.2

RIBUNCELEBES.COM-Maros–P3MD Kab Maros (30/09) mempersiapkan gelombang ke 2 pengiriman bantuan ke palu bagi korban  Gempa dan Tsunami Palu Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September,

Mappisona Tenaga ahli P3MD Kab Maros mengatakan “Kami P3md Kab.Maros sebagai bentuk kepedulian antar sesama,maka hari ini dan sampai kapanpun senantiasa berkomitmen untuk membantu meringankan beban luka bagi saudara saudara kita yg terkena dampak musibah,khususx saudara kita di palu dan donggala, ini kami lakukan stiap saat, ada pun bantuan kami karna Allah semata yakni


1.Uang semetara di galang 2.Pakaian layak pakai 3.Makanan baik indomi,air mineral,minyak kelapa. Kami terus lakukan pnggalangan bantuan smpai k desa desa,jelas Mappisoana.

(Admin)

 

P3MD Sul-Sel Galang Bantuan Korban Tsunami Palu Donggala

TRIBUNCELEBES.COM-MAKASSAR– Gempa dan Tsunami Palu Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September, setinggi 1,5 meter hingga 2 meter yang menelan Korban tewas  mencapai 832 orang.(30/09).

Tenaga Pendamping Profesional (TPPI Sulawesi Selatan) Menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana Tsunami Palu Donggala. Sampai saat ini sudah 4 kabupaten yang bergerak, Takalar, Gowa, Maros, Enrekang, Informasi dari Korprov KPW Sul Sel Abdul Rahman Tahir, bahwa Saat ini Tim KPW P3MD Sul Sel sudah Berada di pusat pengungsian warga Palu dipimpin Oleh Nashrah bergabung dengan tim kementerian desa dan PDTT, Direktur PMD Moch. Fachri, bersama Panji Pradana, Arwani,  dan Choiril Akbar dan, Katanya bantuan dari P3MD Sul Sel sementara menyiapkan armada mobilisasi karna dihimpun dari beberapa kabupaten Takalar,Gowa, Maros Enrekang.kata Rahman yang saat sedang koordinir penggalangan bantuan korban Bencana Palu donggala di Makassar.

Andi Mappisona Tenaga ahli P3MD Kab Maros mengatakan “Kami P3md Kab.Maros sebagai bentuk kepedulian antar sesama,maka hari ini dan sampai kapanpun senantiasa berkomitmen untuk membantu meringankan beban luka bagi saudara saudara kita yg terkena dampak musibah,khususx saudara kita di palu dan donggala, ini kami lakukan stiap saat, ada pun bantuan kami karna Allah semata yakni
1.Uang semetara di galang 2.Pakaian layak pakai 3.Makanan baik indomi,air mineral,minyak kelapa. Kami terus lakukan pnggalangan bantuan smpai k desa desa,jelas Mappisoana. Bantuan gelombang pertama sudah dikirim melalui pesawat hercules siang tadi sekira jam 14.00 dan selanjutnya persiapan pengirim bahan bantuan gelombang kedua. Saenal bakri Tenaga Ahli P3MD Kab. Enrekang menjelaskan “Musibah gempa di Palu dan Donggala begitu menyentak dan menyisakan kepedihan bagi saudara kita, Sebagai ungkapan duka Yg amat dalam seluruh Pendamping Desa (p3md) sulawesi selatan membntuk posko bantuan di kabupaten masing masing untuk didonasikan ke palu, aksi spontan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah tsunami yang menelan korban ratusan jiwa dan ribuuan pengungsi, Kebutuhan pangan dan sandang berupa pakaian Selimut, tenda, Makanan instant serta obat obatan telah terkumpul di posko kabupaten masing masing dan siap dikirimkan ke wilayah Bencana, bantuan lain dalam bentuk uang, saat ini sementara persiapan mobilisasi di koordinir oleh Korprov P3MD Sul sel Rahman Tahir”.

(admin)

Dokumentasi proses penggalangan dana.

P3MD Kab.Maros