Sulit Dibendung! Giliran Keluarga Besar Bupati Jeneponto Berbagi Tanggung Jawab Menangkan IYL-Cakka

TRIBUNCELEBES.COM, JENEPONTO – Keluarga besar Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyatu di Pilgub Sulsel 2018. Adik kandungnya, Ikram Iskandar Kr Nyau dan keponakannya, Islam Iskandar Kr Tumpu, kompak berbagi tanggung jawab memimpin struktur tim dan relawan strategis pemenangan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL Cakka).

Ikram yang kini menjabat Wakil ketua DPRD Kabupaten Jeneponto mengemban amanah sebagai Ketua Tim Rajawali Menuju Puncak. Sementara Islam Iskandar memimpin Abdi Merah Putih (AMP) Cabang Jeneponto.

Posko tim Rajawali Menuju Puncak dan AMP DPC Jeneponto diresmikan langsung Ichsan Yasin Limpo usai melangsungkan kampanye terbatas di gedung Sipitanggari, Sabtu (9/3/2018).

Ikram mengungkapan Tim Rajawali Menuju Puncak siap bekerja maksimal memenangkan IYL Cakka di Pilgub Sulsel. “Kami menyatu karena komitmen. IYL Cakka memiliki pengalaman kepemimpinan dan bersih dari kasus korupsi,” ujar Karaeng Nyau, sapaan Ikram Iskandar saat dikonfirmasi.

“Terobosan dalam memajukan pendidikan yang telah dilakukan pak Ichsan Yasin Limpo menjadi modal penting mewujudkan generasi hebat di masa depan,” tambah Islam Iskandar, Ketua BPC HIPMI Jeneponto di sela-sela peresmian rumah kita.

Ia menambahkan, Sulsel membutuhkan figur yang punya komitmen kepedulian yang konsisten dalam bidang pendidikan sebagai pelayanan dasar. Dan itu, lanjut dia, dimiliki pasangan koalisi rakyat ini.

Legislator Demokrat di Bulukumba All Out Menangkan IYL-Cakka

BULUKUMBA, TRIBUNCELEBES.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bulukumba all out memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel.

Hal ini menyusul instruksi DPP dan DPD Demokrat Sulsel kepada semua jajaran pengurus di seluruh tingkatan.

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini bahkan sudah menggerakkan seluruh kekuatan mesin partai melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya konstituen partai.

Tidak hanya itu, legislator dari partai Demokrat juga dikerahkan untuk menjaga dan memastikan soliditas basis pendukung masing-masing.

Hal ini dikatakan oleh Ketua DPC Demokrat Bulukumba, Murniati Makking saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan, baginya IYL-Cakka sudah harga mati, Demokrat harus memenangkan pasangan yang dikenal tegas, komitmen dan merakyat itu.

Untuk menjaga basis suara di Bulukumba, pihaknya sudah membentuk tim pemenangan partai hingga tingkat ranting.

Menurutnya, tim inilah nanti yang akan berkoordinasi dengan tim Rumah Kita untuk menyelaraskan kerja-kerja pemenangan IYL-Cakka nantinya.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memenangkan IYL-Cakka di Bulukumba apalagi perintah partai sangat terang benderang,” kata Murniati Makking, Minggu (21/1/2018).

Hanya saja, konsekuensi mendukung Bapaslon kepala daerah yang maju lewat jalur independen tentu tidak dibenarkan untuk menggunakan atribut dan simbol-simbol partai.

Akan tetapi, bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba ini, akan ada cara dan langkah strategis yang dilakukan untuk mentaktisi gerakan pemenangan kader parpol.

Selain Demokrat, Pasangan yang menggunakan tagline “Bersama Membangun Sulsel” itu juga disokong oleh Partai Berkarya, Perindo dan sejumlah ormas dan relawan masyarakat.

Menurut Murniati, semua jaringan pendukung telah berkoordinasi dengan baik, khususnya di Bulukumba.

“Langkah strategis untuk saat ini adalah melakukan komunikasi untuk menyerasikan langkah pemenangan,” ucap legislator perempuan ini.

Sebelumnya, DPC Demokrat Kota Makassar telah melakukan rekruitmen relawan untuk memenangkan IYL-Cakka. Rekruitmen relawan itu dilakukan diluar dari kader, simpatisan dan loyalis partai.

“Relawan ini nanti yang akan bekerja dilapangan. Ini langkah strategis yang kita lakukan untuk saat ini. Rekruitmen relawan ini dilakukan sampai tingkat RT/RW secara mengakat,” ucap Sekretaris Demokrat Makassar, Abdi Asmara belum lama ini. (*)

10 Januari, IYL-Cakka Daftar di KPU

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) akan mendaftar resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, 10 Januari 2018 mendatang.

Sesuai rencana, pasangan yang mencatatkan sejarah sebagai duet pertama yang memilih maju lewat jalur independen plus dukungan parpol, bakal diantar oleh tim, relawan, simpatisan dan sejumlah perwakilan elemen masyarakat dari berbagai daerah.

“Hasil rapat tim, pendaftaran IYL-Cakka di KPU itu tanggal 10 Januari 2018,” tandas Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (05/01/2018) siang.

Menurut Henny, di pendaftaran nantinya, baik IYL maupun Cakka akan didampingi oleh istrinya masing-masing. Termasuk melibatkan pimpinan partai pendukung. Seperti Demokrat, PPP, Partai Berkarya dan Partai Perindo.

“Sejumlah simpul relawan dan komunitas warga sudah menyampaikan siap bergerak dan mengantarkan IYL-Cakka untuk mendaftar di KPU,” tambah Henny yang juga eks Jubir Sayang Jilid II.

Soal teknis rangkaian pendaftaran, Tim Rumah Kita masih terus melakukan koordinasi dan pemantapan. Seperti titik kumpul, jumlah relawan dan simpatisan, maupun titik star pasangan calon sebelum bergerak ke KPU.

“Perkembangannya akan terus kami informasikan, termasuk rangkaian kegiatan, rute, maupun titik-titik kumpul para relawan dan rakyat,” pungkas Henny.#

Tim PSP IYL-Cakka Kaji Peringatan Bawaslu

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Tim kerja Program Sejuta Punggawa (PSP) menanggapi serius peringatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, terkait potensi pelanggaran jika undian program ini terus dilakukan hingga memasuki tahapan Pilgub Sulsel.

Sekretaris PSP, Syamsu Rijal, Selasa (19/12/2017), mengungkapkan, pihaknya sementara mengkaji potensi pelanggaran yang dimaksudkan oleh Bawaslu.

Apalagi, kata dia, pengundian yang dilakukn selama ini hanya dijadikan penarik bagi masyarakat untuk mengakses PSP yang merupakan aplikasi tentang edukasi.

“Undian itu sebenarnya, kita adakan untuk menarik masyarakat untuk lebih banyak mengakses aplikasi ini sekaligus belajar hal-hal yang ada di dalam aplikasi,” ungkapnya.

Rencananya, pengundian ini sendiri akan dilakukan hingga Juni 2018 mendatang. “Jadi memang pengundian ini akan dilakukan hingga memasuki tahapan. Jadi kalau dikatakan oleh Bawaslu sebagai lembaga pengawas ini berpotensi melahirkan pelanggaran, tentu akan kita kaji secara hukum,” terangnya.

Hasil kajian itulah, lanjutnya, yang akan dijadikan tolak ukur memutuskan, apakah pengundian bagi pengguna aplikasi PSP ini akan tetap dilakukan atau ada langkah lain. PSP sendiri merupakan aplikasi pendidikan yang diinisiasi oleh Calon Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi, mengatakan, program tersebut bisa saja menjadi ‘boomerang’ ketika IYL-Cakka telah lolos pendaftaran, dan ditetapkan sebagai pasangan calon pada Februari 2018 mendatang.

“Kalau sudah memasuki tahapan (kampanye), sudah bisa didiskusikan sebagai bagian ‘money politic’. Karena subjek hukumnya saat itu, sudah jelas, bahwa dia sudah pasangan calon,” kata La Ode.

Ia pun meminta kepada pihak IYL-Cakka, untuk berhati-hati dan memikirkan ulang untuk melanjutkan programnya. Sebab, hal itu bisa saja menjadi pelanggaran kelak.
Terlepas dari program IYL-Cakka, ia pun mengimbau kepada pasangan calon yang telah disahkan, untuk tidak membuat program yang berpotensi melanggar, semacam ‘money politic’. (*)

Gendong Anak, Ibu-ibu Bawa KTP ke Rumah Kita Dukung IYL-Cakka

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Sabtu 16 Desember sore di Rumah Kita, Jalan Hertasning Makassar. Suasana mendadak riuh. Karena kedatangan sejumlah ibu-ibu. Dandanan mereka tidak menor. Biasa-biasa saja. Tapi mereka cukup rapi. Sepertinya habis mandi, langsung ke tempat ini.

Banyak diantara ibu-ibu ini yang datang sambil menggendong anaknya. Relawan yang ada di Rumah Kita pun dibuat terkejut. “Ada keperluan apa bu?” sambut salah satu relawan di Rumah Kita dengan ramah.

Salah satu diantara mereka kemudian menyahut. “Ini mi poskonya Pak Ichsan toh? Ada KTP mau saya setor,” tutur ibu-ibu yang di KTP-nya tertera nama Salmiah.

Relawan IYL-Cakka pun merespon cepat. Sebelumnya, para ibu-ibu ini dipersilakan duduk dulu di teras Posko Rumah Kita. Tak lupa, disuguhi beberapa air mineral kemasan gelas plastik.

“Kami ini dari berbagai kecamatan dik. Ada yang dari Rappocini, Tamalate dan Tamalanrea,” sambung Salmiah.

“Ini kami semua mau setor KTP untuk Pak IYL-Cakka,” jelasnya lagi.

Suasana selanjutnya menjadi lebih cair. Satu persatu, KTP dukungan itu dicatat baik-baik oleh relawan IYL-Cakka yang berjaga di Rumah Kita. Setelah dihitung-hitung, semuanya ada 23 lembar KTP.

“Saya banyak dengar dan baca berita warga berikan KTP untuk IYL-Cakka. Makanya kami juga datang. Sebenarnya sudah lama mau memberi, tapi tidak tahu bagaimana caranya,” tutur Salmiah.

Soal alasan mendukung, Salmiah mengaku tahu soal IYL yang sangat peduli terhadap pendidikan.
“Kalau saya karena Pak Ichsan itu bagus dan peduli sama pendidikan. Ini kan untuk anak-anak saya juga kedepan,” tuturnya.

“Insyaa Allah Pak, besok-besok saya ajaklagi teman-teman kesini bawa KTP,” tuturnya lagi.

Usai fotocopy KTP-nya direkap, Tim IYL-Cakka pun tak lupa menghaturkan terimakasih. “Insyaa Allah dukungan ta tidak sia-sia bu,” kata salah satu staf Rumah Kita, Meddy.

Sore itu kedatangan ibu-ibu ini ditutup dengan sesi foto-foto di dalam Rumah Kita. Tentu saja foto dengan berpose Salam Punggawa atau salam yang diidentikkan dengan IYL-Cakka jelang Pilgub Sulsel.

Berdasarkan pantauan, selama empat hari terakhir, berbagai lapisan masyarakat terus berdatangan ke rumah kita, baik di Makassar maupun di kabupaten/kota. Mereka datang menyerahkan fotocopy KTPnya sebagai bentuk dukungannya ke pasangan komitmen, tegas dan merakyat tersebut. (ardi/larumpang)

Warga Jeneponto Terima Bibit Unggul dari NH, Faisal: Bukan Sekadar Kata

JENEPONTO, TRIBUNCELEBES.com – Warga Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto telah menerima bantuan bibit jagung unggul dari bakal calon Gubernur Sulsel, NH. Ketua Harian Golkar ini memang pernah menjanjikan warga di desa tersebut untuk meningkatkan kualitas pertanian. 

Koordinator Tim Sahabat NH-Aziz, Ahmad Faisal menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian NH dalam sektor pertanian di berbagai pelosok. Sebab, hal tersebut membuktikan sosok NH yang memegang komitmen. 

“Sudah dibuktikan dengan kedatangan Karaeng Indra (Bupati Jeneponto) menyerahkan secara simbolis bibit jagung kepada petani. Ini luar biasa, Pak NH bukan menyampaikan dengan kata-kata saja,” ujarnya di sela konsolidasi Pengurus Golkar Jeneponto, Sabtu (16/12). 

Sehingga, lanjut Faisal, sosok NH merupakan pilihan paling tepat dalam menentukan pemimpin Sulsel selama lima tahun ke depan. Indikatornya, NH diharapkan dapat konsisten memegang komitmen yang telah digagasnya bersama Aziz Qahhar melalui program membangun kampung. 

“Ini bukti pak NH layak dipilih menjadi gubernur, baru pencalonan sudah membuktikan janji pedulinya kepada petani,” tuturnya. 

Faisal pun turun langsung dalam menyalurkan bantuan bibit jagung hibrida dari Mh sebanyak 1 ton kepada petani di Desa Palajau.

“Insya Allah 100 persen akan saya serahkan kepada petani yang membutuhkan,” ujar Pengurus DPC PPP Jeneponto ini. 

Sementara itu, NH menyebut bantuan tersebut demi kesejahteraan petani di Butta Turatea. Tujuan jangka panjangnya, NH hendak menjadi kawasan yang terkenal gersang ini menjadi sentra pertanian jagung unggul. 

“Untuk sekarang, kita akan simulasikan penanaman bibit jagung unggul di desa itu.  Kalau nanti terpilih jadi gubernur, insya Allah akan digratiskan bibit jagung untuk seluruh petani di Jeneponto,” janjinya. (ardi/larumpang)

Kepala Dusun di Bantaeng Kagumi NH Karena Peduli Kampung

BANTAENG, TRIBUNCELEBES.com – Kendati menjadi markas Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah pada Pilgub Sulsel, namun sejumlah tokoh masyarakat tetap mengidolakan Nurdin Halid mampu menjadi pemimpin Sulsel.

Di antaranya, Kepala Dusun Saukang Satu, Desa Baji Minasa, Kecamatan Arungkeke, Irman Sato.

Imam Masjid Nurul Qalbi ini mengagumi visi NH jika kelak diamanahkan menjadi gubernur. Menurutnya, Gerakan Membangun Kampung merupakan harapan masyarakat Sulsel selama ini. 

Hal tersebut diungkapkan usai perayaan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Nuruk Qalbi, Desa Arungkeke, Sabtu (16/12/2017).

“Kita di kampung ini butuh pemimpin yang perhatian dengan kampung. Buat apa ada pemimpin, gubernur kalau kepedulian terhadap kampung tidak ada,” ujarnya. 

Dalam perayaan maulid, NH menuturkan kehadirannya untuk terus menjalin tali silaturahmi dengan seluruh masyarakat Sulsel di berbagai pelosok. Hal itu menjadi salah satu hikmah yang dapat dipetik dari setiap perayaan maulid. 

“Saya sering hadir ketika diundang maulid supaya bisa mengenal warga di seluruh pelosok Sulsel. Dengan ini, kita bisa saling mengenal dan mencintai,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, NH turut menyumbang untuk pembangunan Masjid Nurul Qalbi dan pembinaan majelis ta’lim. (ardi/larumpang)

Total Dukung IYL-Cakka, Sepupu NA Branding Kendaraan Pribadinya

BANTAENG, TRIBUNCELEBES.com – Tokoh masyarakat Bantaeng Karaeng Joni Latippa tak mau setengah-tengah mendukung Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Semenjak mengalihkan dukungan dari Nurdin Abdullah (NA) ke IYL-Cakka dengan alasan duet tersebut layak dipegang komitmennya, Karaeng Joni yang tak lain sepupu NA tersebut, kini terus bergerak.

Selain meyakinkan rumpun keluarganya, sekaligus sebagian pendukung NA selama ini, Karaeng Joni yang tercatat sebagai pentolan tim akar rumput NA-TBL, juga semakin terang-terangan menyosialisasikan Punggawa.

Itu tercermin saat mendampingi IYL kala menghadiri pesta pernikahan keluarganya di Bantaeng, Karaeng Joni selalu menunjukkan keakrabannya dengan IYL, termasuk memperkenalkannya ke warga.

Tak hanya itu, kendaraan pribadinya juga sudah dibranding full dengan memuat gambar IYL-Cakka lengkap dengan tagline pasangan tersebut

“Bersama Membangun Sulsel” dan Punggawa Macakka.

“Saya sudah komitmen untuk terus mendukung IYL-Cakka. Dan sekarang, saya terus sosialisasikan beliau ke keluarga dan basis-basis selama ini,” papar Karaeng Joni, Kamis (14/12/2017).

Sekadar diketahui, meski IYL hanya menghadiri pesta pernikahan keluarga Karaeng Joni serta Andi Baso Jaya (Karaeng Saso), namun antusias warga sangat terlihat.

Teriakan “Kami Bantaeng, Kami Punggawa” didengungkan begitu Ichsan tiba di lokasi yang jaraknya sekira 20 kilometer dari Kota Bantaeng.

Bocorkan Dokumen IYL-Cakka, Oknum Penyelenggara Bisa Dipidana

MAKASSAR, TRIBUNCELEBES.com – Ini warning bagi penyelenggara Pilkada untuk menjaga kerahasiaan dokumen nama pendukung paslon perseorangan. Jika bocor, ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda Rp20 juta bisa menjerat pelaku.

Nama-nama pendukung yang tertera dalam formulir BW1- KWK perseorangan merupakan informasi yang dikecualikan dan atau dilarang untuk dipublikasikan. Ketentuan tersebut dipertegas KPU dalam SK KPU NO.564/KPU/X1/2015.

Oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berdasarkan UU keterbukaan informasi menegaskan bahwa dukungan pemilih terhadap calon perseorangan dikategorikan sebagai informasi yang bersifat rahasia pribadi.

Pasal 22 (e) ayat 1 UUD 1945 menyebutkan sifat rahasia dalam Pemilu termasuk yang tersifat azas untuk melindungi pemilih terhadap kemungkinan yang berakibat buruknya yang dapat mengancam jiwa dan raga atas pilihan politiknya. 

Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) juga mengatur ketentuan pidana bagi siapa saja yang membocorkan informasi yang dikecualikan atau rahasia negara dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 20 juta

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara Pemilu disemua tingkatan harus menjaga dengan baik dokumen pasangan calon independen saat melakukan verifikasi faktual di Lapangan, jika bocor, ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda Rp20 juta bisa menjerat pelaku.

Nama-nama pendukung yang tertera dalam formulir BW1- KWK perseorangan merupakan informasi yang dikecualikan dan atau dilarang untuk dipublikasikan. Ketentuan tersebut dipertegas KPU dalam SK KPU NO.564/KPU/X1/2015.

Pakar Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Hamzah yang dikonfirmasi mengatakan, jika dokumen pasangan calon, termasuk bukti dukungan bocor, maka oknum penyelenggara bisa saja dipidanakan.

Apalagi, jika kebocoran itu diluar dari tahapan yang ada dalam PKPU.

“Iya jelas (pidana) diaturan itu kan, itu dokumen negara itu. Dan itu tanggung jawab KPU, jadi kalau bocor, orang KPU yang harus dicari tau kenapa bisa bocor,” kata Prof Hamzah, pada Selasa (12/12/2017).

Apalagi jika dokumen itu bocor sebelum masuk tahapan verifikasi faktual. Menurut Prof Hamzah, mestinya data belum dikeluarkan sebelum tahapan verifikasi faktual.

“Kan tahapannya jelas di PKPU. Kalau misalnya KPU sudah turunkan ke bawah (dokumen itu), di bawah itu sama siapa, dan ditahap mana bocor, itu kan jelas, berkas itu sama siapa pada saat bocor, itu kan harus dicari tau,” tuturnya.

Prof Hamzah menjelaskan, dalam tindak pidana itu harus secara personal, sehingga siapapun penyelenggara pemilu yang membocorkan dokumen paslon, maka oknum tersebut yang harus bertanggung jawab.

“Kalau komisionernya yang melakukan, maka komisionernya yang dipidana, kalau stafnya, maka stafnya yang harus dipidana, begitu yah. Kan di KPU belum tentu komisionernya yah, bisa saja stafnya yang bocorkan atau sebagainya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, semestinya format BW1-KWK dukungan perseorangan, hanya bisa dipeganh oleh KPU, Bawaslu, pasangan calon dan pemberi dukungan.

“Itu saja yang empat elemen itu, tidak boleh bocor,” tandasnya.

Tokoh Masyarakat Soppeng Sepakat Butuh Pemimpin Religius untuk Sulsel

SOPPENG, TRIBUNCELEBES.com – Setelah bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Soppeng, Supriansa di Rumah Jabatan Wakil Bupati, bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar kemudian mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat Soppenh di Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa, Rabu (6/12/2017) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, pasangan Nurdin Halid ini melakukan diskusi dengam tokoh masyarakat setempat. Di antaranya, Haji Sainuddin. Ia menuturkan dukungannya kepada pasangan nasionalis-religius pada Pilgub Sulsel. 

Menurutnya, pasangan tersebut merupakan pilihan ideal karena mewakili kebutuhan masyarakat Sulsel dalam menentukan pemimpin. Terutama, sosok yang mampu mengurangi degradasi moral yang dapat timbul di tengah-tengah masyarakat. 

“Kita masih merindukan sosok pemimpin yang berlatar belakang religius. Sosok itu kami sudah melihat jauh hari di seorang ustad Aziz,” terangnya. 

Karena itu, masyarakat setempat selalu mendukung Aziz Qahhar di setiap perhelatan pesta demokrasi. Baik di dua kali pilgub dan pemilihan anggota DPD, daerah Marioriawa selalu mutlak memenangkan Aziz Qahhar.

“Makanya dengan majunya lagi beliau ini kita akan sama sama lagi berjuang untuk kemenangannya” tutupnya

Hal tersebut turut diungkapkan oleh tokoh masyarakat lainnya, Ridwan. Menurutnya, pasangan cagub-cawagub yang paling komplit hanyalah pasangan NH-Aziz. Sebab, kata Ridwan, perpaduan antara tokoh pengusaha dah tokoh religius ini sangat tepat dengan kebutuhan masyarakat Sulsel.

“Ini tidak berlebihan karena nyata adanya. Nurdin Halid yang paham akan koperasi dan ekonomi akan bergerak di sektor itu sesuai dengan tagline NH AZIZ yakini membangun dengan ekonomi kerakyatan dan Ust Aziz yang dari latar belakang religi akan mencerdaskan generasi dan masyarakat dengan program keummatan,” urainya.

Adapun Aziz Qahhar merespon sangat positif tokoh masyrakat tersebut dengan memaparkan program yang digagas NH-Aziz. Di antaranya, memberi pinjaman usaha skala kecil tanpa bunga, menggratiskan perlengkapan sekolah, kesehatan berbasis KTP. 

Khusus program keummatan, di antaranya, menaikkan insentif imam masjid dan guru mengaji, membenahi wc masjid dan tempat wudhu, serta mendirikan rumah qur’an di setiap desa. (ardi/larumpang)