Edisi ‘Politik PDIP’

Edisi ‘Politiki PDIP’

Oleh: Agus Baldie

Ternyata dari 17 Provinsi PDIP hanya menangkan 4 Prov. Ini membuktikan, kampanye ‘Tenggelamkan PDIP’ dgn tdk memilih calonnya, relatif efektif. Ini terlihat dgn tdk maksimalnya kemenangan diraih PDIP dlm Pilkada serentak 2018. Hal lain, dapat dilihat dlm Pilkada Serentak ini, adalah keberuntungan calon2 dari Partai Golkar, Nasdem, Hanura yg mendapat limpahan dukungan pemilih karena mendukung calon yg menjadi lawan PDIP.

Sebutlah seperti Di Jatim, selama dua periode kemari PKS memenangkan pilgub, kini harus kalah, karena penolakan rakyat Jatim pada Gus Ipul krn PDIP ikut mecalonkannya. Jawa Barat Apalagi, calon PDIP hanya memperoleh dukungan paling belakang. Sebagian besar yg rakyat Jabar tdk Memilih calon dari PDIP. Pasangan Rindu yg juga menyatakan akan mendukung Jokowi 2 Periode, yg dinyatakan memperoleh suara terbanyak, kemungkinan besar juga akan gigit jari, karena reputasi beberapa lembaga survey yg makin tipis.

Kesalahan Quick Count yg disajikan oleh beberapa lembaga survey itu, ternyata mengulang kesalahan yg sama 5 tahun lalu. Di SulSel, walaupun calon PDIP menang, itu bukan menggambarkan supremasi PDIP. Sebab mayoritas pemilih pasangan NA ASS adalah umat Islam yg nota bene massa rill dari partai pendukung utama yakni PKS dan PAN. Artinya PDIP hanya pelengkap dlm syarat presentasi suara untuk pengajuan calon oleh KPU.

Dijawa tengah sendiri, walau calon PDIP menang, tapi sekaligus menyampaikan pesan bahwa kadang banteng di Jawa Tengah sedang terancam. Sudirmam Said yg jadi lawan dgn dukungan PKS Gerindera, mendapat suara 40% lebih. Ini berarti lampu kuning buat PDIP, apalagi jika Gubernur tepilih calon PDIP ini sampai nyangkut di KPK karena kasus E-KTP, bisa jebol kandang banteng yg digadang gadang sebagai benteng PDIP terakhir dipulau Jawa.

Dua provinsi lainnya yg dimenangkan PDIP dlm pilkada serentak 2018 ini adalah Maluku dan Bali. Namun dlm peta perolehan suara nasional, dua daerah ini hanya berposisi hanya sebagai support perolehan suara nasional. Dari gambaran diatas, jelas posisi PDIP secara Nasional sedang berada diujung tanduk. Partai partai pendukung Jokowi seperti Golkar yg matang, Nasdem yg mulai bertumbuh, serta Hanura yg sedang mendapat udara segar, tentu membaca keadaan ini, dimana SiMoncong Putih terus mengkerut .

Pada level inilah politisi dari masing2 partai pendukung diatas, diukur kepiawaiannya dlm berpolitik cerdas. Keuntungan politik apa bisa diciptakan partainya dalam melihat sibanteng sekarat. Dan kondisi ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga pileg. 2019 Ini berarti partai partai pendukung yg tadinya sebagai follower, akan sangat memungkinkan. Mengevaluasi dukungannya pada koalisi sekaligus pada Jokowi.

Baik pada pilpres 2019 nanti, ataupun beberapa pekan setelah Pilkada serenta ini. Kita tahu Golkar adalah pemain yg piawai. Nasdem walaupun kategori Partai baru, tapi org orgnya bukan baru kemarin berpolitik. Demikian juga Hanura, PPP PKB dan lainnya.

Melihat banteng makin tersudut oleh blunder2 yg dilakulan kadernya, yg berakibat keringnya suara dukungan rakyat terutama umat Islam, bukan tidak mungkin PDIP dan Jokowi akan kesepian ditinggal partai followernya Apalagi jika peta analisanya dibuka pada lembaran kemarin.

Berbagai survey terbaru menyebutkan elektabilitas jokowi terjun bebas. Setelah kekalahan yg menyakitkan di Banten dan DKI kemarin,

Fakta terkini, PDIP sebagai Partai Pengusung Jokowi makin mengkerut dgn hanya menang 4 dari 17 provinsi dlm pilkada serentak 2018.

Artinya wilayah kekuasaan makin. Mengecil. Yg tentu akan dibarengi dgn perolehan suara yg juga akan menghilang. Yang lain, pemaksaan pemilu legislatif berbarengan dgn pilpres, cukup. Memberi gambaran akan ketakutan PDIP, yang tdk akan cukup mendulang suara dlm pileg 2019.

Sebaliknya dlm Pilgub serentak ini, partai pendukung seperti Partai Golkar, Nasdem, Hanura dll, sedang terbamgun kepercayaan dirinya lewat kemenangan besar di banyak daerah. Partai Demokrat dlm Pilkada serentak kali ini sungguh memperlihatkan kematangan politik sekaligus kalkulasi yg sgt efektif dlm setiap langkahnya.

Kondisi yg tergambar diatas adalah atlas yg sangat terbuka ia masuki, dimanapun ia mau. Tapi yg terpenting adalah, dari peta politik yg tercetak dlm pilkada serentak ini, umat Islam kembali memperoleh kesempatan tuk mengembalikan kepercayaan dirinya, yg selama ini direnggut oleh sikap permusuhan rezim penguasa.

Apakah ingin memperkuat konsolidasi untuk. Membangun back politik buat umat Islam, atau kembali menggadai Islam hanya untuk keuntungan sesaat. Semua berpulang pada mereka yg menjadi tokoh yg dipercaya umat Islam saat ini.

Akhirnya kita dpt berkesimpulan bahwa ternyata PDIP bukan apa apa tanpa umat Islam. Dan jokowi bukan siapa siapa tanpa Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, dan PKB. Jika bisa jadi leader, untuk apa jadi vollower PDIP dan Jokowi? Ayo Golkar, Nasdem, Hanura, tumbuhlah jadi pohon yg tegak berdiri sendiri. (Baldi)

Pilkada Sulsel Marak Black Campaign, Ini Harapan Andi Sudirman

Tribuncelebes.com-Makassar — Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 3 Andi Sudirman Sulaiman (Andalan) memilih bersikap bijak melihat situasi pemberitaan Pilgub Sulsel belakangan ini yang agak terbilang provokotif.

Ia berharap, kepada media dalam memberikan tulisan yang sesuai dengan fakta di lapangan, tanpa memberikan tulisan tulisan yang provokatif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Andi Sudirman saat ditemui di Media Centre Prof Andalan, Jalan Boulevard, Makassar, Rabu (25/4/2018).

“Wartawan mestinya selalu memperhatikan tulisan yang faktual sesuai dengan data serta tidak menimbulkan profokatif yang dapat memicu pihak untuk saling serang menyerang hingga mengakibatkan konflik atau zara,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman.

Tak hanya itu, Andalan, sapaan Andi Sudirman, juga menuturkan, bahwa media seharusnya menyajikan berita menarik, inspiratif, dan profesional, sehingga pesan yang ingin disampaikan benar – benar sampai ke pembaca.

“Media massa harus mengutamakan netralitas dan tidak ditumpangi kepentingan politik,” kata Cawagub nomor urut 3.

Sekedar diketahui, Cawagub Andi Sudirman Sulaiman sendiri berpasangan dengan Cagub Prof Nurdin Abdullah (Prof Andalan) di Pilgub Sulsel 2018 (#Ahmadi)

PSI: ‘Barakka’ Unggul 46,2 % Untuk Pilkada Wajo

Tribun Celebes.com-Wajo–Lembaga survei Independent PT Pedoman Suara Indonesia (PSI) mengatakan pasangan Baso Rahmanuddin Makkaraka – KH. Anwar Sadat (Barakka) no urut 2 ungguli Pasangan Pammase no 1.dalam survei kecenderungan minat pemilih dalam pilkda Kabupaten Wajo Bulan Juni nanti

Hal tersebut diungkapkan Direktur Riset PT PSI Chandra Utama kepada awak media. “Lembaganya kami melakukan survei mulai bulan April 2018 dari tgl 10 – 20 April 2018 dikabupaten wajo.dan angka kecenderungan minat pemilih warga wajo dengan menggunakan sampel acak di beberapa titik strategik dan dinamik dengan berbagai tingkatan SDM masyarakat menunjukkan tingginya minat masyarakat wajo kepada pasangan Calon BARAKKA nomor urut 2.untuk Wajo, di banding PAMMASE nomor ururt 1”.Kata Chandra.

Lanjut Chandra “Dan dari hasil  Survei PSI,Pasangan BARAKKA No. Urut 2 unggul dengan tingkat keterpilihan elektabilitasnya 46,2 persen. Sedangkan PAMMASE No. Urut 1 elektabilitasnya diangka 41,9 persen. Sedangkan Yang Belum Menjawab/Tidak Tahu/Rahasiakan pilihannya sebesar 11.9 persen.

Menurut Chandra Utama Dikabupaten wajo masih tergolong dinamis sebab pertarungan Head To Head dan Kekuatan kedua pasangan tergolong memiliki dukungan politik yang kuat.

“PT PSI menggunakan metodelogi Multistage Random Sampling Acak Berjenjang, dengan sampel responden sebanyak 600 orang yang tersebar diseluruh kecamatan sekabupaten wajo. PSI melakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan Kosuener”.Kata Chandra

Lanjut Chnadra Menguraikan”Survei PSI tingkat kepercayaannya 95 persen dan Margin Error sebesar 3 persen”, tutur Chandra.(#Om)

Ketika Pilkada ‘Membunuh’ (Sifat Baik) Manusia

Penulis : Dray Vibrianto

Wakil Ketua MPO.Pemuda Pancasila Bone

Pagi ini membuka laman medsos, pada wall teman teman yg terpampang rata rata adalah postingan tentang hiruk pikuk pesta demokrasi pilkada serentak 2018. Layaknya sebuah pesta hiruk pikuk adalah lumrah sebagai ekspresi kebahagiaan yg penuh senyum,tawa dan penuh kekeluargaan, namun yg aneh dari hiruk pikuk pesta demokrasi ini jauh dr suasana bahagia.
Yang ada justru sebaliknya yang muncul adalah ekspresi kebencian, kemarahan, saling serang bahkan caci maki.
Tidak peduli latar belakang yang mempostingnya mulai rakyat biasa, mahasiswa, cendekiawan,politisi, tokoh agama,ormas. semua terbawa euforia sisi gelap “kemanusiaan” dari sebuah hajatan yang disebut pesta demokrasi..

Itu di dunia maya, di dunia nyata lain lagi. Masyarakat yg di daerahnya sedang mengadakan PILKADA hampir kehilangan nilai nilai silaturahmi, persatuan, persaudaraan dan sisi humanis sebagai mahluk sosial.
Ada yg sampai bertahun tahun tidak saling sapa karena berbeda pilihan dan dukungan.
Bahkan fenomena pilkada 2018 ini lebih aneh lagi ajaran agama dan menjadi Nilai dari Pancasila mengenai silaturahmi dan persaudaraan menjadi barang yang langka. Kebiasaan masyarakat indonesia yg saat ketemu saling sapa,saling salam menjadi barang yg langka.
Mereka cenderung akan menghindari orang yg berbeda pilihan politik. Hal ini jg terjadi dgn ASN,POLRI,TNI serta aparat birokrasi lainnya.
Mereka berusaha menghindari kontestan PILKADA dan tim suksesnya utk menghindari dampak hukum yg bisa terjadi. Ada pengalaman lucu saat seorang aparat birokrasi sementara sholat di masjid lalu tiba tiba masuk salah satu kontestan PILKADA sholat disebelahnya,saat sampai waktu salam aparat tersebut kaget melihat ada ‘calon kontestan PILKADA’di sampingnya. Tanpa menyelesaikan salamnya, aparat tersebut terburu buru meninggalkan sholatnya. Lain lagi kejadian seorang penceramah saat menyebut ‘Qul huwallahu ahad’ saat mengangkat jarinya harus sibuk mengklarifikasi makna jarinya saat reflek terangkat.
Di tempat lain sebuah keluarga harus menunda acara pernikahan sampai selesai PILKADA karena takut akan ada kontestan PILKADA yg hadir.
PILKADA berubah nilai dari perwujudan demokrasi untuk mewujudkan tujuan negara dari mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 menjadi ‘hanya sekedar perebutan kekuasan’ dengan mengorbankan banyak nilai nilai PANCASILA itu sendiri. Padahal kita sepakat bahwa demokrasi kita adalah demokrasi PANCASILA, kita juga pahami PANCASILA adalah sumber dari sumber hukum yang berlaku artinya semua produk hukum di negara ini harus tunduk dan sejalan dengan Nilai Pancasila.

Kenapa kita tidak menjadikan pesta demokrasi ini seperti menonton sepak Bola, kt berhak berbeda dukungan, berbeda atribut saat mendukung klub kesayangan kita namun saat Klub berubah menjadi Tim nasional maka kita melebur dengan semangat nasionalisme mendukung sepenuh hati terhadap Timnas kita dengan melupakan semua yang terjadi di kompetisi liga.
Bukankah siapapun yg terpilih menjadi gubernur kelak adalah gubernur ktita semua? Baik yang memilih atau yang tdk memilih.
Siapapun yg terpilih menjadi Bupati/walikota adalah bupati/walikota seluruh masyarakatnya baik yang suka ataupun yang tidak suka. Yang memilih ataupun yang tidak memilih.
Namun siapapun yang terpilih sebagai pemimpin mempunyai tugas dan kewajiban yang sama yaitu membawa masyarakatnya kepada tujuan negara yang di atur dalam preambule UUD 1945.

PILKADA tidaklah sekedar berbicara tentang menang kalah atau tentang kekuasaan tetapi lebih dari itu. Jika PILKADA ‘hanya tentang kekuasaan’, maka yang terjadi adalah membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.
Semua jalan akan ditempuh untuk mencapai kekuasaan tidak peduli seberapa salah jalan itu.
Tetapi sekali lagi PILKADA adalah jalan konstitusi untuk memilih pemimpin dalam rangka mencapai tujuan negara disitu ada nilai nilai berdasarkan PANCASILA yg menjunjung tinggi nilai nilai Ke Tuhanan, kemanusiaan, Persatuan dan Keadilan serta Kesejahteraan.
Janganlah pesta demokrasi yang bernama PILKADA ini membuat kita menjadi manusia manusia robot yang kehilangan sisi humanismenya, jangan membuat kita saling merusak sendi sendi bermasyarakat dan bernegara.

Jangan karena PILKADA membuat kita menjadi masyarakat yang pemarah merusak silaturahmi serta melupakan nilai nilai agama, nilai nilai PANCASILA serta local whisdom yg selama ini telah berakar kuat.

Ahhh.. tiba-tiba kopiku terasa hambar.

*tulisan ini sebelumnya telah di muat oleh Bonepos online

Andi Fahsar Di Sela Kampanye Sempatkan Diri Ziarah Ke Makam Petta Tibojong Di Kecamatan Mare

TRIBUNCELEBES.COM-Mare-Di sela sela kampanye dialogis calon Bupati dan wakil Bupati Bone  . Cabup Bone nomor urut Satu, DR.H.A. Baso Fahsar Mahdin Padjalangi M.Si menggelar ziarah ke makam Petta Tibojong Bertempat Desa Cege Kec.Mare.Kab.Bone.selasa (23/03)

Calon Bupati Andi Fahsar di dampingi oleh, Andi Heryanto Bausad SH Ketua Partai Nasdem Kecamatan.Mare  Keduanya terlihat khusyuk memanjatkan doa yang diakhiri dengan menaburkan bunga.

Andi Fahsar menuturkan,”ziarah ke makam ini merupakan suatu bentuk mengingat jasa Petta Tibojong yang pernah bertugas mengepalai urusan Perkara, Pengadilan Landschap,Hadat Besar dan Mengawasi Urusan Perkara Pengadilan Distrik” .

“Kita teruskan ikhtiar mereka  untuk mewujudkan cita-cita bangsa,” katanya kepada wartawan. TribunCelebes, Selasa (27/3/2018).

Andi Fahsar  juga berharap, Agar para generasi penerus meneladani Petta Tibojong dalam membangun bangsa yang merdeka dan mandiri.

“Salah satu nilai yang harus dipertahankan adalah menjaga intregitas, jika itu dilakukan Insya Allah kita dilancarkan menjalankan amanah ,” tuturnya.

“Kegiatan Ziarah ini rutin Kami laksanakan tiap Tahunnya jadi bukan kali ini saja kami ziarah ke makam Petta  Tibojong,” ungkap Andi Fahsar.

Andi Heryanto Bausad SH  mengatakan bahwa kebiasaan Puang Baso tersebut tidak hanya terjadi di akhir-akhir ini, atau tepatnya   menjelang Pemilukada bulan juli mendatang. Namun kebiasaan ziarah Puang Baso ke makam Petta Tibojong  dan Pemangku Adat Di Bone ini sudah dilakoninya sejak waktu yang relatif lama.ungkap Andi Asho

Penulis : Adhy Rego

Polres Sinjai Didesak Usut Pelaku Teror Tim SEHATI

TRIBUN CELEBES.COM-SINJAI – Kandidat nomor urut I di Pilkada Sinjai, Andi Seto Gadistha – Andi Kartini Ottong melalui Juru Bicaranya, Amiruddin Mappinessa mendesak pihak Polres Sinjai untuk segera mencari dan mengusut tuntas oknum tertentu yang melakukan aksi teror dan pengancaman ketika Tim SEHATI melakukan kampanye dialogis, pada Minggu Malam Kemarin.

Hal Itu dItegaskan Amiruddin kepada Media Sesaat setelah dirinya memberikan keterangan BAP di Mapolsek Sinjai Selatan, Senin (19/3/2018). Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut takutnya Dia jangan sampai Tim terpancing dan terjadi hal yang tidak di ingankan.

“Hari Ini Saya dan Mustam Mustafa (Tim Sehati yang diacungkan Badik) Sudah memberikan keterangan BAP di Polsek, Maka dari itu kami meminta pihak Kepolisian segera mencari pelaku sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” tegasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan jika pihaknya sangat menyesalkan ulah oknum-oknum tertentu yang coba mencederai proses demokrasi di Sinjai ini.

“Olehnya Itu kami menghimbau kepada seluruh tim Sehati untuk tidak terpancing dengan kondisi ini, mari kita mengawal proses ini dengan damai,” pungkasnya.

Sebelumnya Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa dan Andi Kartini Ottong (SEHATI) mendapat teror dilokasi kegiatan Pengukuhan Tim Laskar Sehati di Sangiasserri, Kecamatan Sinjai Selatan, Minggu (18/3/2018) malam.

Menurut Jubir Sehati Amiruddin Mappinessa, kejadiannya secara tiba-tiba, langsung ada anak muda yang datang mengamuk di lokasi tempat pertemuan Sehati dengan Mencabut Badik serta mengancam tim Sehati atas Nama Mustam Mustafa. (Ardi)

Tokoh Adat Toraja: Kami Berada Dibarisan Pak Cakka

 

TRIBUN CELEBES.COM.RANTEPAO- Penerimaan Kandidat Wakil Gubernur Sulsel, Andi Mudzakkar (Cakka) oleh masyarakat Toraja, memang punya pembeda dibanding kandidat lainnya, terutama jika dibandingkan dengan tiga calon wakil lainnya.

Saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh di Tongkonan Ne Gandeng, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, Senin (19/3/2018), pengakuan terhadap Cakka disampaikan tokoh adat.

Tokoh Adat Toraja Utara, Simon Simole menuturkan, mengatakan, kehadiran Cakka di Torut bukan lagi sebagai orang Luwu tapi orang Toraja yang jelas silsilah darah Torajanya.

“Semoga Pak Cakka jika terpilih tidak melupakan orang Toraja sebagai bagian dari darah yang mengalir di tubuh pak Cakka. Terima kasih sudah hadir bersama keluarga di Toraja Utara ini, ” ujar Simon.

Sementara Petrus Pasulu, menitip Harapan ke IYL-Cakka, agar kiranya dalam perencanaan pembangunan di Sulawesi Selatan kelak, Toraja Utara menjadi salah satu skala prioritas pembangunan.

“Perimbangan ini dengan mengedepankan tiga pendekatan. Pertama, infrastruktur, sosial budaya dan ekonomi. Toraja ini hebat Pak wagub. Tolong beri kami tempat di Provinsi jika bapak terpilih bersama Pak Ichsan, ” tegas Petrus.

Harapan mantan calon Bupati Tana Toraja tahun 2000 ini, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan membenahi keberadaan Bandara Rante Tayo. “Inilah harapan kami. Tolong Pak Wagub jalan kami dibenahi. Benahi Bandara Rante Tayo. Saya dan bersama masyarakat Toraja Utara melalui kesempatan ini mengatakan akan berada di belakang Pak Cakka. Semoga jalan mulia ini di lapangkan oleh tuhan, ”

Pada silaturahmi ini, Cakka di dampingi Ketua DPD Partai Indonesia (Perindo) Toraja Utara, Ketua Partai Berkarya Toraja Utara, Matius Babba Palulun, dan sejumlah tokoh lainnya.(Ardi)

Ansar Katutu: 97.000 Atau 15,39% Wajib Pilih Bone Tidak Terdaftar

TRIBUN CELEBES.COM-Bone-Gerakan Beringin Muda (GBM) oleh ketua Bersama Tim akan menyisir kecamatan mengidentifikasi Warga yang belum terdata sebagai pemilih, mendorong partisipan pemilih dalam pilkada 27 Juni 2018 nanti kaitannya dengan penurunan angka pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS),dalam pleno KPU-Bone,dari jumlah wajib pilih 630.000 jiwa yang terdaftar hanya 533.000 jiwa,ini menunjukkan adanya sekitar 97.000 wajib pilih yang tidak terdaftar atau sekitar 15,39% dari jumlah wajib pilih kabupaten Bone.

“Kami akan turun ke masyarakat mulai hari ini,untuk mengidentifikasi rekan,keluarga,kerabat,yang belum terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS)KPU Bone,untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di 27 juni 2018 nanti’ Ungkan Muh.Ansar Katutu ketua Gerakan beringin muda kabupaten bone jumat 16/03/2018

Gerakan beringin muda adalah lembaga otonom partai golkar kabupaten bone yang mengawal dan memperjuangkan pemenangan Golkar di wilayah kabupaten bone, dalam pilkada tahun ini GBM giat melakukan sosialisasi dan pendekatan pemilih untuk memenangkan pasangan Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi- Drs.H.Ambo Dalle, untuk kabupaten Bone dan Pasangan H.A.Nurdin Halik-H.Azis Kahhar Musakkar untuk Pilgub Sulawesi Selatan.

Aksi ini akan dilakukan dengan menyisir keluarga dan kerabat yang belum terdaftar sebagai pemilih,dalam upaya meningkatkan partisipan aktif warga masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi nanti,sebagai pula meningkatkan perhatian masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah kedepan, sikap apatis yang cenderung mengabaikan hak berdemokrasi lambat laun akan merusak sendi sendi demokrasi dimana kedaulatan ada ditang rakyat tidak akan tercapai bila mana perhatian warga negara tidak lagi mendukung proses demokratisasi,(om-Agu)

Hari Kedua,Tafa’dal Kampanye Di Kecamatan Ajangale

TRIBUN CELEBES.COM-Bone-Hari Kedua,Masa kampanye dialogis Pilkada kabupaten Bone 2018, hari ini 06 Maret 2018 Dr.H.Andi Fahsar M.padjalangi dan H,Ambo Dalle bersama Tim Tafa’dal, hari ini berkampanye di kecamatan Ajangale,dengan titik lokasi kampanye tatap muka dan dialogis di desa Pacciro,desa Lebbae,desa manciri,desa Amesangeng serta desa Telle.

Kehadiran Tim Tafa’dal di kecamatan Ajangale mendapat sambutan meriah oleh warga Ajang ale, kampanye dialogis Tafa’dal  ini di mulai jam 10,00 siang di desa pacciro yang selanjutnya rombongan beranjak menuju desa Lebbae,yang di kawal oleh ratusan warga Desa Pacciro.

Dalam Dialog Tersebut H.Andi fahsar menyampaikan Terima kasih kepada warga atas kepercayaan dan partisipasinya selama ini dalam membangun Bone,hingga kesuksesan pembangunan dapat dinikmati oleh warga selama ini , dalam Sambutannya Fahsar menitip harapan kepada masyarakat untuk   Khadir di TPS. Untuk memilih dan pilihannya ke pasangan calon Tafa’dal.

”Apa yang telah Tafa’dal lakukan dalam pencapaian selama kepemimpinan Tafa’dal ini bukan keberhasilan Tafa’dal secara pribadi akan tetapi ini adalah keberhasilan kita semua yang turut dalam bekerja sama dalam memperbaiki dan menata pembangunan kabupaten Bone,Bone kita semua”.

Fahsar juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam piilkada bulan Juni 2018 nanti, “Jangan Lupa datang ke TPS memberikan hak pilih ta pada tanggal 27 Juni 2018 nanti,dan jangan lupa memilih Tafa’dal”.

Penulis: Om Agu

Andi Haedar,Tokoh Masyarakat Amali Mengharap Tafa’dal Terpilih Kembali

TRIBUN CELEBES.COM-Bone-Kampanye Perdana TAFA’DAL hari ini 5 Maret 2018 Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone di Pilkada 2018 hari ini di kecamatan Amali disambut oleh tokoh masyarakat Amali andi Haedar bersama dengan keluarga besar desa Amali Riattang.

Andi Haedar dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pasangan calon Bupati dan calon wakil bupati Bone dan berharap akan terpilih kembali, karana melihat kepemimpinannya selama 5 tahun banyak yang telah diperbuat,”kalau ada yang katakan tidak ada yang diperbuat maka masyarakat itu tidak membuka matanya melihat pembangunan di kabupaten Bone”. Kata andi haedar dan ia berharap pasangan ini akan terpilih kembali untuk melanjutkan pembangunan di kab. Bone.

” Kami mengharapkan Puang Baso Fahsar berpasangan dengan H.Ambo Dalle dapat terpilih kembali menjadi Bupati dan wakil Bupati Bone periode 2018-2023,  agar dapat melanjutkan pembangunan Bone yang lebih sejatera dan mandiri”. (red)