Upaya Bupati Soppeng Hadirkan Jokowi Pada Festival Lagaligo

Tribuncelebes.com, SOPPENG–Keinginan besar hadirkan Presiden Jokowi pada pembukaan Festival Lagaligo pada tanggal 17-23 Desember 2018 mendatang, Bupati Soppeng HA. Kaswadi Razak bertemu langsung Presiden Jokowi tadi sore di Istana Negara, Bogor, Jawa Barat. Senin (12/11/18)

Asisten I Sekda Soppeng, Sarianto mengatakan keberangkatan Bupati Soppeng ke Jakarta menghadiri undangan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) audiens bersama presiden Jokowi.

“Semoga bupati soppeng sukses menghadirkan Presiden Jokowi di acara festival lagaligo,” kata Sarianto melalui media whatsappnya kepada Tribuncelebes.com

Sementara Ketua Panitia Festival Lagaligo, Farouk Adam mengatakan kehadiran bupati soppeng bertemu Presiden Jokowi bisa membawa kegembiraan.

“Bertemunya Presiden Jokowi mudah-mudahan HA. Kaswadi Razak (Bupati Soppeng) membawa kabar gembira,” pungkas Farouk Adam

Laporan: El-anchu

Diam-diam Impor Beras, NCID: Jokowi Evaluasi Kinerja Mendag dan Mentan

Tribuncelebes.Com, JAKARTA—Terkait kebijakan impor beras hingga 2 juta ton yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK tidak hanya pengingkaran atas janji kampanyenya pada 2014 yang lalu, namun kesemrawutan data stok beras seperti yang diakui pemerintah menjadi bukti buruknya kinerja managemen pemerintah.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan data yang di jadikan sebagai alasan sebagai impor beras hanya semrawutan dan pembohongan untuk publik.

“Jika hanya karena kesemrawutan data yang dijadikan alasan impor maka dalam hal ini pemerintah jelas sudah melakukan pembohongan publik dengan menyatakan jika stok beras ditahun 2018 surplus atau jangan-jangan hal tesebut sengaja dilakukan agar ada pihak yang diuntungkan dengan dilakukannya inpor beras tersebut mengingat jumlahnya pun cukup signifikan yang mencapai 2 juta ton”, tegas Jajat.

Menurut dia, isu impor hingga saat ini masih menjadi bagian isu penting dalam setiap peralihan kekuasaan, citra baik yang selama ini dibangun pemerintah justru rusak akibat kinerja menterinya sendiri yang tidak profesional. Mengingat saat ini sudah masuk ditahun politik untuk menghindari dampak yang lebih jauh maka sepatutnya Jokowi segera mengevaluasi kinerja para menterinya yang sudah memberikan preseden buruk kepada pemerintah.

“Kebijakan mengimpor 2 juta ton beras seperti menjadi antitesa atas berbagai kebijakan Jokowi yang gagal mengembangkan kebijakan mencetak lahan pertanian baru dan janji memuliakan petani. Untuk itu jika kedepan tidak ingin terus di bohongi program janji politiknya,” tutupnya (ach)

“Rupiah Anjlok” Presiden Jokowi Pertimbangkan Yuan Jadi Solusi

Tribuncelebes.Com, JAKARTA—Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, anjloknya rupiah ke Rp. 14.200 /Dollar As merupakan bukti jika Pemerintah Presiden Jokowi tidak mampu mengelola perekonomian Indonesia dengan baik. Jakarta, 24 Mei 2018. Dikarena jika rupiah terus anjlok ke angka Rp. 15.000/Dollar AS akan berpotensi krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

“Jokowi harus berpikir keras mencari solusi akan terhindar dari masalah ekonomi yang akan semakin besar, dan pada waktu tahun 2016 Jokowi sempat menangapi soal terpuruknya rupiah terhadap Dollar AS bukan merupakan tolak ukur yang tepat, karena perdagangan Indonesia lebih besar dengan Tiongkok, maka relevannya Rupiah berpacuan dengan Yuan Tiongkok, jika hal tersebut merupakan solusi taktis mengapa Jokowi tidak menggunakan mata uang Yuan saja?”, ungkap Panji.

Dirinya menambahkan, jika dengan acuan Yuan Tiongkok merupakan solusi yang relevan untuk persoalan anjloknya rupiah, seharusnya Jokowi dapat mempertimbangkan lagi soal statement yang pernah dilontarkan tersebut dalam wujud realiasi kebijakan, karena jika tidak ada kebijakan terobosan baru untuk menghalau terpuruknya rupiah terhadap Dollar AS, maka hal tersebut akan dicap oleh publik sebagai kegagalan rezim.

“Publik menunggu pernyataan resmi dari Presiden soal kondisi rupiah yang kian terpuruk terhadap Dollar AS, agar publik merasa tenang dan tidak khawatir dengan persoalan tersebut, khususnya para wiraswasta yang hingga kini masih harap-harap cemas melihat perekonomian Indonesia yang terpuruk”. Tutupnya (ach)

BPI : Rupiah Anjlok, Presiden Jokowi Cukup Hanya 1 Periode

Tribuncelebes.Com, JAKARTA—Melihat jumlah Rupiah menurun, Direkturif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS Rp. 14.000/Dollar AS ,emdapat protes keras publik. Pasalnya, hal tersebut jelas membuktikan ketidakmampuan Jokowi dalam mengelola ekonomi Indonesia kearah yang lebih baik bahkan tak sesuai dengan janji kampanye yang menyatakan jika Jokowi menjadi Presiden rupiah akan menguat hingga Rp. 10.000/Dollar AS.

“Jika saat ini publik menilai pemerintahan Jokowi gagal total dalam mengelola ekonomi, dan banyak publik menyindir dengan mengutip bahasa generasi milenial ‘Jadi Presiden itu berat Pak Jokowi cukup 1 periode atau mundur saja’. Artinya publik sudah tidak mempunyai kepercayaan terhadap rezim bahkan investor sekalipun karena dengan anjloknya rupiah pemerintah tidak mampu menstabilkan ekonomi”, tutur Panji.

Panji menambahkan. Ekonomi adalah faktor utama meninjau keberhasilan kinerja pemerintah Jokowi, karena selama ini jika melihat pertumbuhan ekonomi pertahun Indonesia di era Jokowi stagnan hanya diangka 5%. Kemudian harga-harga sembako yang kian mahal menjadi pemicu ketidakpercayaan publik terhadap Jokowi, dan juga investasi besar-besara dati Tiongkok yang membuat investor dari negara lain mundur.

“Dari sisi kegagalan ekonomi sebaiknya Jokowi mengurungkan diri untuk maju sebagai capres karena tidak ada prestasi yang sangat membanggakan di era kepemimpinannya, masyarakat banyak mengeluh, UMKM mengeluh, dan tidak sedikit pula usaha ritel gulung tikar dan penyebab dari anjloknya ketidakpercayaan publik adalah Jokowi tidak mampu menjalankan komitmen janji Pilpres 2014 lalu hingga saat ini”, tutup Panji. (Ach)

Mendapat Insiden ‘Kartu kuning’ dari Mahasiswa; Presiden Jokowi Biasa Saja.

JAKARTA –Presiden Joko Widodo (Jokowi) biasa saja dan Tidak tersinggung dengan perlakuan insiden ‘Kartu Kuning’ dari mahasiswa yang diduga adalah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa BEM UI. dengan meniupkan peluit dan mengacungkan sesuatu diduga buku berwarna kuning saat Jokowi menghadiri Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia. Jumat (2/2/2018).

“Terhadap aksi ini, Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung. Soalnya dari awal memang sudah ada agenda Presiden bertemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut,” jelas Johan Budi saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2018).

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎sama sekali tidak tersinggung atas pemberian hadiah berupa kartu kuning yang diduga dilakukan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2018 Zaadit Taqwa‎.

Ia menuturkan, sebenarnya Kepala Negara telah dijadwalkan menerima pengurus BEM UI tersebut selepas menghadiri acara Dies Natalis ke-68 UI dan Peresmian Forum Kebangsaan UI‎ di Balairung Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat, pagi ini

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Presiden Jokowi memberikan sambutan dan meresmikan Forum Kebangsaan Universitas Indonesia. Dari kursi barisan pengunjung tiba-tiba terdengar suara peluit.

Seorang mahasiswa yang mengenakan batik merah berdiri mengeluarkan kartu kuning berukuran besar dan diarahkan ke panggung tempat Jokowi berada. Aksi ini tidak berlangsung lama, sebab seorang personel Pasukan Pengamanan Presiden menghentikannya. Meski didorong oleh Paspampres, mahasiswa ini tetap mengangkat tangan kanannya yang memegang buku bersampul kuning itu.

‎”Tapi, tidak tahu tiba-tiba saat acara di dalam ada mahasiswa yang mengacungkan buku berwarna kuning. Dari penjelasan yang ada, itu buku isinya lagu-lagu,” jelas Johan Budi.

Kemudian ia maju hingga baris depan sambil mengacungkan sebuah buku berwarna kuning kepada Presiden Jokowi di lokasi acara.

Salah seorang mahasiswa UI yang ditemui usai acara membenarkan bahwa pemuda yang diamankan itu merupakan mahasiswa UI.

“‎Iya benar tadi mahasiswa yang diamanin,” ungkap mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.‎ Ia menduga mahasiswa tersebut merupakan ketua BEM UI 2018 bernama Zaadit Taqwa.

(Sumber: https://news.okezone.com/read/2018/02/02/337/1853674/cara-santun-paspampres-hadapi-mahasiswa-pemberi-kartu-kuning-ke-jokowi )

Presiden Tegaskan Pentingnya Pelestarian Nilai Budaya Adiluhung

JAKARTA, TRIBUNCELEBES.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemangku adat keraton nusantara untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai budaya adiluhung yang telah membentuk karakter bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Peresmian Pembukaan Festival Keraton Nusantara XI, yang digelar di Istana Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (26/11) malam.

“Saya mengajak para raja, sultan, pangeran sebagai pemangku adat keraton-keraton nusantara untuk terus menjaga, merawat, melestarikan warisan nilai-nilai budaya adiluhung,” ujar Presiden.

Apalagi menurut Presiden, Indonesia dikenal dunia internasional sebagai negara yang memiliki jejak sejarah yang gemilang di masa lalu yang mencatat kebesaran kerajaan-kerajaan nusantara.

Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi, Presiden selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam setiap festival keraton nusantara yang diadakan di seluruh Tanah Air.

“Ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi saya, serta kecintaan dan kebanggaan kita semua pada seluruh warisan adat dan budaya bangsa kita yang memang sangat kaya, yang memang sangat beragam,” ungkap Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden juga menyatakan kekagumannya terhadap beragam kebudayaan dan adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia. Mengingat setiap prosesi adat terkandung pesan, filosofi, dan makna untuk saling menjunjung tinggi tata krama dan memperkuat tali persaudaraan.

“Saya semakin kagum dengan kekayaan budaya yang kita miliki karena di setiap prosesi bukan hanya memiliki keindahan estetika yang tinggi, tapi terkandung pesan-pesan simbolik, filosofi-filosofi yang sangat bermakna yang bisa menjadi landasan etik dalam kehidupan kita sehari-hari,” tutur Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden juga mengingatkan kepada para pemangku adat keraton nusantara untuk menjadikan warisan kebudayaan Tanah Air sebagai modal untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

Guna mewujudkan hal tersebut, dalam waktu dekat Presiden akan mengundang para pemangku adat keraton nusantara untuk mendiskusikan masalah tersebut

“Nanti mungkin awal Desember atau pertengahan Desember, saya ingin mengundang tapi tidak semuanya untuk berbicara masalah keraton yang ada di nusantara,” ucap Presiden.

Terakhir, Presiden tak lupa menitipkan pesan kepada para pemangku adat keraton nusantara untuk bersama-sama dengan pemerintah menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia sebagaimana yang diamanahkan para raja terdahulu.

“Saya yakin para sultan, raja, pangeran, dan pemangku adat keraton mendapatkan amanah dari para pendahulu atau raja-raja terdahulu untuk menjadi pengayom bagi seluruh warga, penjaga kerukunan di tengah keragaman, dan perekat di tengah kebinekaan,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi, dan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.(*)

Presiden Serahkan 1.000 PKH dan 1.500 KIP di Semarang

JAKARTA, TRIBUNCELEBES.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 1.500 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Penyerahan ini dilakukan di SMAN 1 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranow

Kepada penerima PKH, Presiden mengatakan bahwa dana yang tersedia pada kartu PKH ini adalah Rp1,89 juta. “Tahu semuanya? Diambil tiga kali, sisanya bisa diambil bulan November,” kata Jokowi.

Dana yang ada di PKH hanya boleh digunakan untuk keperluan gizi dan pendidikan anak-anak. “Beli rokok boleh? Tidak boleh,” ujar Kepala Negara.

Sementara itu, Presiden mengingatkan kepada penerima KIP bahwa anggaran yang ada hanya digunakan untuk keperluan pendidikan, seperti membeli buku, tas, seragam.

“Untuk beli pulsa boleh enggak? Siapa yang bilang boleh? Tidak boleh. Hanya untuk keperluan pendidikan anak-anakku semuanya,” tuturnya.

Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp450 ribu per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK. (ardi)

Presiden Jokowi: Jangan Rusak Mekanisme Pasar

JAKARTA, TRIBUNCELEBES.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya pada apel para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri 2017 menitipkan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar yang namanya mekanisme pasar jangan sampai di rusak.

“Harus ada kalkulasi, harus ada hitung-hitungan karena pangan ini menjadi kunci bagi rakyat. Kalau harga pangan naik akan ada keguncangan sosial,” kata Presiden Jokowi di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017) pagi.

Menurut Kepala Negara, menjadi tugas kita bersama untuk menjaga agar kenaikan bahan pokok pangan itu tidak dikendalikan oleh pedagang-pedagang yang ada di lapangan. Namun Tugas mengendalikan itu, tegas Kepala Negara, juga jangan asal tutup.

“Ada orang yang nyimpan, misalnya nyimpan beras langsung kita. Itu justru bisa mengganggu mekanisme pasar,” ujarnya.

Tetapi kalau memang itu ada pidananya, Presiden Jokowi sependapat memang harus ditegasi. Namun Presiden kembali mengingatkan agar dikalkulasi, jangan sampai mengganggu mekanisme pasar yang ada, baik distribusi, baik transportasinya.

“Tolong betul-betul dilihat karena saudara-saudara semuanya ada di lapangan. Ini menjadi kunci juga stabilitas politik, sosial, dan keamanan masalah yang berkaitan dengan pangan,” tutur Presiden Jokowi. (setkab.go.id)

Surat Terbuka kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Salah seorang warga Mamuju, Sulawesi Barat, Bayu membuat surat terbuka kepada presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut isi suratnya”

salam, Pak presiden.
Perkenalkan nama saya Bayu,tinggal di Kota Mamuju.
Sebelumnya saya minta maaf telah lancang me-“mention” bapak dimedsos ini. Maafkan pak..

Langsung saja. Jadi gini pak, baru2 ini tepat pada tanggal 17Agustus bangsa kita menyelenggarakan upacara seremonial kenegaraan sebagai HARI KEMERDEKAAN NEGARA KITA. dan di Kotaku Mamuju juga melaksanakannya dengan semarak, gegap gempita dan khidmat. Apalagi ketika melihat para anggota Paskibraka yang nampak GAGAH BAK KSATRIA yang mengibarkan MERAH PUTIH,

Sontak CAKRA NASIONALISME MENYALA-NYALA, meletup-letup dlm aliran darah. apalagi saya pribadi. sebab menjadi SANG KSATRIA PASKIBRAKA adalah cita-cita saya semenjak duduk dibangku sekolah dasar tahun 1996.

Namun, pak presiden, dibalik kemeriahan itu ada kejadian yang mengiris hati kami. mengapa? sebab beredar kabar bahwa ada seorang ibu dan Peserta yang mengeluhkan ulah oknum/pelaksana kegiatan Paskibraka yang katanya edan.

Juga beredar kabar ada hal yang ganjil dalam pelaksanaan ini. diakhir saya jelaskan pak. Pak Presiden, setelah saya mengumpulkan informasi saya mendapati bahwa UPAH DARI KEGIATAN TERSEBUT terdengar EDAN. entah memang sudah begitu atau “dibegitukan”.

Pak president, katanya juga mereka mendoktrin adik-adik Pasukan PASKIBRAKA bahwa Lakukan semua ini DENGAN NASIONALISME-MU. Tentu Pak President berfikir, “Loh, Terus apa yang aneh?? Sampai sini tdk ada yg Salah, pak President, saya sepakat sejauh ini.

Namun, KALIMAT SAKTI diatas tadi diduga digunakan oleh oknum/panitia tersebut untuk MENGAKAL-AKALI, MEMBODOHI adik2 kami,Putra putri Indonesia yg sangat mencintai INDONESIA ini. Betapapun tidak mereka menggunakan kalimat itu untuk memuslihati kemudian mengupah adik2 kami dengan selembar UANG MERAH BERGAMBAR WAJAH BUNG KARNO. Padahal mungkin anggaran kegiatan ini besar dan saya yakin seharusnya upah yg harus diberikan kepada adik-adik kami nominalnya tidak segitu.

Benar bahwa NASIONALISME itu tdk butuh upah, namun untuk menghargai pengorbanan adik2 kami sangatlah tidak etis hanya diupah senilai PEMBELI TERASI,BAJIGUR,UBI GORENG saja. Jika dibandingkan daerah2 lain di indonesia jelas tidak sebanding. hanya dimamuju saja yg seperti ini.

Bayangkan Pak President, Adik-adik kami, tunas super bangsa INDONESIA setelah melewati proses penggemblengan kemudian terkarantina-kan berujung pada akal-akalan juga pembodohan. Bukan itu saja Pak President, Bahkan ada seorang ibu yang anaknya ikut sebagai Pasukan Paskibraka mengeluh, sebab, selama ia mengantarkan makanan,bekal kepada anaknya tak satu kunyah pun yang tertelan oleh anaknya. mengapa? karena makanan itu tidak sampai kepada anak tersebut bahkan mungkin makanan dari sang IBU tadi bersemanyam dengan tenang didalam PERUT OKNUM PENYELENGGARA.

Pak President, Adik-adik kami adalah ANAK IDEOLOGIS INDONESIA YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB BAPAK PRESIDENT. Sungguh mereka menjadi korban perilaku edan oleh oknum pelaksana/ penanggung jawab kegiatan Paskibraka ini.

Maaf Pak President, Hal ini mengingatkan kami kembali atas cerita dari PARA PENJAJAH BANGSA JAMAN DULU.

Jelas bahwa ada oknum panitia /penanggung jawab kegiatan tersebut BERMAIN NAKAL & AKAL-AKALAN.

kami yakin itu,Pak President.😊🙏

Sekian curhatan ini pak president
saya akhiri dengan teriakan

MERDEEEKAAAAA!!!