Rakor Tim Terpadu Penanganan Virus Corona Kabupaten Bone Lahirkan Tujuh Rekomendasi

BONE-TRIBUNCELEBES.COM- Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi,M.Si. memimpin langsung Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Antisipasi Pencegahan Penularan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Bone, di ruang Rapim Kantor Bupati, Rabu 18 Maret 2020 sekira pukul 09.30 Wita.

Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Antisipasi Pencegahan Penularan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Bone, Rabu 18 Maret 2020.

Hadir dalam Rakor ini di antaranya:
Bupati, Wakil Bupati, Kasrem 141/TP, Ketua DPRD Bone, Dandim 1407 Bone, Kajari Bone, Sekda Bone, Kapolres (diwakili), Wakil Ketua PN Watampone, Dandenpom, Wadanyon Brimob, Kakan Kemenag Bone, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Hadir pula Asisten 1 dan 2 Setda Bone, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan, Kepala BPKAD, Kepala BKPSDM, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Kesbangpol, Kasatpol PP, Mewakili Kadis Perhubungan, serta Kabag Protokol & Kabag Tata Pemerintahan.

Bupati Bone dalam sambutannya mengatakan saat ini dunia sedang dihebohkan dengan adanya penyebaran dan penularan Virus Corona atau Covid-19, dan penularannya menyebar sampai di negara kita hingga ke beberapa wilayah provinsi dan kabupaten.

“Karena virus corona ini bisa menyerang kepada siapa saja sangat berpeluang menimbulkan gejolak sosial, kesehatan, dan ekonomi masyarakat” kata Bupati Bone.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan arahan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 15 maret 2020 yang telah menetapkan status covid-19 sebagai darurat kesehatan global yang sudah pendemic.

Hal itu sudah ditanggapi, Pemerintah Kabupaten Bone telah mengeluarkan Surat Edaran No.188/6/494/III/SET Tanggal 16 Maret 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupeten Bone.

Langkah ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Bone

Lanjut Bapak Bupati menuturkan, dengan sekuat tenaga dan kemampuan kita berupaya melindungi masyarakat dari serangan virus corona ini, olehnya itu pemda Bone telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) di kabupaten Bone.

Untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) di kabupaten Bone telah menunjuk Kepala Pelaksana BPBD Kab.Bone selaku Komandan Satgas dengan Call Center 0481-112 di Posko Bencana Sao Masiga Jl.Ahmad Yani Watampone. Dengan Juru Bicara dr.Yusuf.

Gugus Tugas ini bertugas untuk melakukan langkah-langkah strategis di lapangan termasuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat layanan publik dan sarana ibadah serta sosialisasi pencerahan kepada masyarakat terkait virus corona.

Selain itu, Gugus Tugas ini mengoodinasikan dan membuat laporan hal-hal yang telah dilakukan serta laporan perkembangan tentang penanganan Virus di Kabupaten Bone.

Sementara itu, untuk tekhnis penanganan pasien warga Bone yang diduga (suspect) virus corona akan disampaikan oleh Bagian Humas Rumah Sakit Tenriawaru Watampone.

Kementerian Kehatan RI menetapkan 132 rumah sakit rujukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia untuk menjadi rumah sakit rujukan kasus corona.

Dari 132 RS rujukan yang ada, beberapa di antaranya ada di Provinsi Sulawesi Selatan.
Berikut ini daftar RS rujukan tersebut beserta alamat dan kontak yang bisa dihubungkan:

  1. RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo
    Jl. Perintis Kemerdekaan Km.11 Makasar
    Telepon: ((0411) 584677), Fax: ((0411) 587676), Email: humas@rsupwahidin.com
  2. RS Dr. Tadjuddin Chalid, MPH
    Jl. Paccerakkang No.67/Pajjaiang Daya Makassar, Telepon: (0411-512902)
    Fax: (0411-511011), Email: rsk.tadjuddinchalid_makassar@yahoo.co.id
  3. RSU Lakipadada Toraja
    Jl. Pongtiku Mandetek Tana Toraja
    Telepon: (0423-22264), Fax: (0423-22881)
    Email: lakipadadarsud@gmail.com
  4. RSUD Kab. Sinjai
    Jl. Jend Sudirman No. 47 Sinjai,
    Sulawesi Selatan, Telepon: (0482-21132)
    Fax: (0482-21133), Email: rsudsinjai@gmail.com
  5. RSUD Labuang Baji
    Jl. Dr. Ratulangi No.81 Makassar
    Telepon: (0411-872120)
    Fax: (0411-830454), Email: rsulabuangbaji.perencanaan@gmail.com
  6. RS Tk.II Pelamonia
    Jl. Jend Sudirman No. 27, Makassar
    Telepon: ((0411) 7402332)
    Fax: ((0411) 3623434), Email: rsadpelamonia@gmail.com
  7. RSU Andi Makkasau Parepare
    Jl. Nurussamawati No.9 Kota Parepare
    Telepon: (0421-21823)
    Fax: (0421-27643), Email: rsudandimakkasau@gmail.com

Pemerintah, telah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan hanya mengakses informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Masyarakat diminta menghindari kerumunan, kontak fisik seperti bersalaman secara langsung, menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga pola hidup sehat.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bone H. Barham Bachtiar, S.T.,M.M. melaporkan, bahwa dalam Rapat Koordinasi ini melahirkan tujuh point penting, yaitu :

  1. Bupati Bone mengimbau kepada kita semua untuk tidak terlalu memborbardir info-info tentang Virus Corona secara tidak proporsional dan bertanggung jawab;
  2. Bupati menginstruksikan kepada TPID untuk senantiasa memantau perkembangan harga pasar terutama terkait antisipasi kelangkaan bahan-bahan kebutuhan masyarakat;
  3. Ruang isolasi agar disiapkan memadai, termasuk APD bagi petugas-petugas yang menangani nantinya;
  4. Kepada Satpol PP agar tetap berpatroli untuk senantiasa mengingatkan kepada mereka yang kedapatan masih melakukan kegiatan dengan melibatkan orang dalam jumlah massal terutama kalangan pelajar;
  5. Untuk kegiatan peringatan Hari Jadi Bone ke-690 disampaikan bahwa kegiatan yang terjadual sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 ditinjau ulang pelaksanaannya;
  6. Sedangkan rencana kegiatan di bulan April akan diputuskan pelaksanaannya dengan tetap melihat perkembangan keadaan percepatan penanggulangan Virus Cirona atau Covid-19 ini;
  7. Rapat Koordinasi ini juga menetapkan Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bone sebagai Komandan Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kab. Bone. Dan menetapkan Dokter YUSUF sebagai Juru Bicaranya.

    Himbauan Kapolrees Bone Antisipasi Sebaran Virus Covid19

Sumber; https://bone.go.id/2020/03/18/rakor-tim-terpadu-penanganan-virus-corona-kabupaten-bone-lahirkan-tujuh-rekomendasi/

Mengenal Andi Irwandi Natsir, dari Demonstran ke Parlemen

Penulis. Agus Mumar

Andi irwandi Natsir Seorang demonstran masa lalu, penggerak aksi mahasiswa Jaman Orde Baru, pula pelaku aksi ‘Amarah’ (April Makassar Berdarah) Tahun 1996  dan Pelaku aksi Gerakan ‘Reformasi’ Tahun 1998, bersama sejumlah civitas akademik mahasiswa Makassar, bersama civitas kader HMI Komisariat Univ 45 Makassar, reaktif menolak dan memperjuangkan berbagai kebijakan public yang tidak berpihak pada massarakyat, diantaranya kebijakan pemerintah tentang kenaikan tarif angkutan umum tahun 1996, kenaikan harga BBM (Bahan bakar Minyak) tahun 1997, Aksi Penolakan KKN (Korupsi, kolusi dan nepotisme) tahun 1998, gerakan penolakan ideology komunis tahun 1999.

Aktifis One Supporting, giat sosialisasi mendukung perjuangan andi Irwandi kembali ke Parlemen

Dan banyak lagi gerakan solidaritas mahasiswa yang telah menorehkan catatan masa lalu dirinya, menjadi ketua HMI Komisariat Fisipol Univ. 45 dan Ketua Umum DPP KEPMI Kabupaten Bone.

Andi Irwandi hari ini, sudah tahun ke lima berkedudukan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya meniti karier dari kepala Desa tahun 2004 – 2009 Desa Mattirowalie Kecamatan Bontocani, sebuah wilayah di ujung selatan Kabupaten Bone, hingga dirinya mendapat mandat untuk mewakili aspirasi rakyat di DPRD Kabupaten Bone tahun 2009 – 2014, selama satu periode dan terkahir menjabat Plt Ketua DPRD Kabupaten Bone tahun 2014, di awal masa jabatan Andi Fahsar M,Padjalangi Bupati Bupati hari ini.

Hari ini, Andi Irwandi Natsir kembali bertarung untuk Kembali melanjutkan perannya di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk priode 2019 – 2024, pada tanggal 17 April mendatang.(*)

Sahabat Rakyat, Sahabat Andi Irwandi Natsir,

Profile data pribadi Andi Irwandi Natsir

Riwayat Pendidikan:

Sekolah Dasar (SD) – Tahun 1981-1988 SD.277 Biru Kecamatan Kahu – Bone

Sekolah Menengah Pertama (SMP) – Tahun 1988-1991 SMP Negeri 13 Ujung Pandang- Makassar

Sekolah Menengah Atas /Kejuruan – Tahun 1991-1994 SPP Negeri Kabupaten Bone

Perguruan Tinggi.- Tahun 1997-2003 Universitas 45 Makassar – Fakultas Fisipol

Pasca Sarjana – Tahun 2015-2017 Universitas 45 Makassar

Riwayat Keorganisasian:

2004 :Deklarator APDESI Kabupaten Bone

2004 – 2009:Ketua APDESI Kabupaten Bone

1997 -1998 :Ketua Senat Fakultas Fisipol Universitas 45 Makassar

1998 -1999 :Ketua Komisariat HMI Komisariat Fisipol Univ. 45 Makassar

2000 -2003 :Ketua Umum DPP KEPMI Bone

2003 :Brigade 01. (Barisan Institusi Garda Masa Depan)

2015- Sekarang :Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan

2015- Sekarang :Wakil Ketua MPW.Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan

2015- Sekarang :Ketua BAPPILU Partai Amanat Nasional (PAN) DPW- Sulawesi Selatan

2015- Sekarang :Ketua BM.PAN (Barisan Muda Partai Amanat Nasional) DPW- Sulawesi Selatan

2017- Sekarang :Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fisipol Univ.45 Makassar

2017- Sekarang :Ketua Dewan Penasehat DPD APDESI Sulawesi Selatan

Riwayat Karier Politik:

2004 – 2009 :Kepala Desa Mattirowalie Kec. Bontocani Kabupaten Bone

2009 – 2014 :Wakil Ketua I. DPRD Kabupaten Bone

2014 :Plt. Ketua DPRD Kabupaten Bone

2014 – 2019 :Anggota DPRD Prov Sulawesi Selatan (Wakil Ketua Komisi D)

2017 – 2019 :Anggota Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Prov Sulawesi Selatan

[Video]Semarak Penyambutan Direktur PMD Kemendesa PDTT Moch. Fachri di Makassar

TRIBUNCELEBES.COM- MAKASSAR–Penutupan Kegiatan Pelatihan TAPM P3MD-PID Sulawesi Selatan di hadiri oleh direktur PMD Kemedesa PDTT Moch. Fachri di Makassar pada selasa 21 Agustus 2018, disambut dengan penampilan seru tenaga ahli yang telah menyelesaikan kegiatan pelatihan tersebut.

Dengan berbagai kemeriahan dalam penyambutan tersebut,di damping Wahyuddi kessa anggota DPR Prov Sul-Sel, Rais Rahman,S. STP, M. Satker P3MD Sulawesi Selatan menyambut dan mengalungkan Sarung Penyambutan ala bugis makassar kepada Moch. Fachri direktur PMD Kemedesa PDTT di hotel Claro Makassar.

Pelatihan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD. Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Makassar pada 15-21 agustus 2018, yang diikuti oleh 126 Tenaga ahli dari 21 kabupaten Sul-Sel dari berbagai spesifikasi keahlian, Tenaga Ahli Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pembangunan Partisipatif, Teknologi Tepat Guna, Pengembangan Ekonomi Desa, Pelayanan Sosial Dasar.

“Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya Kemendesa PDTT dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa.

Melalui Program Inovasi Desa (PID) diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat”.Demikian Fachri dalam sambutannya didepan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM).Sulawesi Selatan

Materi pelatihan menitik beratkan pada:

  1. Arah Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
  2. Pokok Pokok Kebijakan PID
  3. Kebijakan Penanganan Stunting
  4. Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa
  5. Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID
  6. Fasilitasi PPID di tingkat Kabupaten/Kota
  7. Fasilitasi Bursa Inovasi Desa di Tingkat Kabupaten/Kota
  8. Konsep Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)
  9. Fasilitasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)
    di tingkat Kabupaten/Kota
  10. Konsep Komunikasi dalam PID
  11. Strategi Komunikasi dalam PID di Tingkat Kabupaten/Kota
  12. Pengendalian Kinerja Pendamping Desa dalam Pelaksanaan PID,hingga
  13. Pelaporan Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID)

Penulis : Agus Mumar. TAID. P3MD. Sul-Sel.

Pelatihan Program Inovasi Desa TA.P3MD.Sul-Sel

TRIBUNCELEBES.COM-Makassar–Pelatihan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat.pada Program Inovasi Desa (PID) tahun 2018 dimakassar 15 Agustus hingga 21 agustus 2018. Di buka oleh H.Mustari Soba kepala Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.Sulawesi Selatan.

Pelatihan yang berlangsung selama 7 har ini di selenggarakan di hotel Claro dengan peserta latih sekitar 130 orang tenaga ahli dari berbagai keilmuan seperti Infrastruktur,Pemberdayaan masyarakat,Ekonomi Desa,Teknologi tepat guna, Pembangunan partisipatif,serta tenaga ahli pelayanan social dasar.pelatihan ini di Fasilitasi oleh 8 pemateri dan 4 tenaga fasiilitas ruangan yang mendampingi 4 ruang kelas belajar.

Materi yang diturunkan adalah tentang proses penerapan dan pelaksanaan program inovasi desa (PID)di kabupaten dan kecamatan, kajian materi mulai regulasi dan proses pembentukan pengelola program inovasi kabupaten yang disebut TIK (Tima Inovasi kabupaten)yang melibatkan OPD kabupaten seperti Bappeda,dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa,dinas Pendidikan,kesehatan,Informasi dan Komunikasi yang di bentuk oleh pemerintah kabupaten.yang menitk beratkan pada 3 objek kegiatan yaitu peningkatan ekonomi dan kewirausahaan, Peningkatan sumber daya manusia,Peningkatan sarana dan fungsi infrastruktur.

Kajian materi dari regulasi dan proses ini hingga pada pembentukan tim pelaksana inovasi ditingkat kecamatan yang disebut TPID. Dengan kelengkapan kelompok kerja pendukung layanan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa yang disebut P2KTD, P2KTD ini lah yang merupakan pokja yang melibatkan bukan hanya OPD teknis daerah namun membuka ruang interaksi dan kerjasama dengan lembaga profesi atau keahlian yang ada di masyarakat seperti organisasi non pemerintah dan Lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kapabilitas di bidang keilmuan atau profesi tertentu, dengan legalitas badan hokum yang di persyaratkan.

Pelatihan Program Inovasi desa ini bertujuan melahirkan tenaga pelatih PID terhadap Pendamping desa,pendamping Lokal desa dan bahkan pelatihan terhadap TPID di kecamatan, membahas mulai dari.

Pokok-Pokok Kebijakan Program Inovasi Desa (PID),Pengelola dan pelaksanaan Inovasi Desa (TPID),Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) dan konsep,Mekanisme Identifikasi dan Verifikasi Kebutuhan P2KTD (Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis desa), hingga mekanisme Pencairan dan penggunaan DOK (Dana Operasional Kegiatan) TPID hingga Sistematikan Pembukuan yang meliputi Bukti Transaksi sampai Pelaporan Kegiatan dan Keuangan TPID.

Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan inovasi desa ini, adalah 1).mendukung program penggunaan dana desa, 2) mendukung mengendalikan kegiatan inovasi di desa untuk meningkatkan hasil dan manfaat  dari program pembangunan desa,dengan tujuan  meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Penulis: om Agu/admin

130an Tenaga Ahli P3MD,Dikejutkan Getaran Gempa Malam Ini

TRIBUNCELEBES.COM-Makassar–Getaran gempa gegerkan warga Makassar Sul Sel malam ini sekira pukul 23.05 wita.(19/08/2018)

Kekuatan gempa yang mengguncang kota makassar saat ini 23.05 Wita Dari informasi BMKG terkini melalui media sosial di sinyalir sumber gempa dari laut lombok timur sekitar 42 km timur laut ,Mataram NTB. dengan kekuatan sekitar 5,2sr. namun belum ada pernyataan resmi soal gempa yang gegerkan warga tersebut dari BMKG sulawesi selatan.

134 Tenaga Ahli Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat dan Desa (P3MD) Sulawesi Selatan yang sedang berkegiatan di salah satu hotel dimakassar di kejutkan akibat getaran lantai dan furniture gedung dengan mendadak dan lampu ruanganpun bergoyang tiba tiba. seruangan tenaga ahli yang sedang melakukan pelatihan kelas malam tiba tiba saja geger akibat getaran tersebut yang belakangan diketahui adalah getaran gempa bumi. Hingga saat ini dini hari (20/08) BMKG Kota Makassar Maupun Provinsi Sulawesi Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait Gempa tersebut.

Okta Wiraguna tenaga ahli (TA).Pemberdayaan masyarakat kabupaten Takalar yg kebetulan sedang Pelatihan di hotel Claro (red.ex hotel clarion) merasakan guncangan keras dari lantai 5 dari ketinggian sekiar 30m dari permukaan tanah,getaran tersebut sangat jelas terasa.”Saat kami sedang ngumpul dalam kelas diskusi tiba tiba kami di kagetkan dengan getaran lantai hotel meja kursi kami bergetar dan lampu lampu kerlap kerlip bergetar, Spontan saja kami berlarian mencari tempat aman, itu berlangsung sekitar 10 detik” Kata pak Okta.

Nur salim TA.PMD dari kebupaten sinjai menambahkan ” Kami kaget dan akhirnya kami turun dari hotel, memilih ngumpul di warkop sekitar jalan Bontolangkasa, kami khawatir dengan adanya info di medsos akan kemungkinan adanya gempa susulan”. bersama rekan rekannya dari TA pendamping Desa se Sul-Sel khawatir dengan adanya informasi bahwa kemungkinan ada gempa susulan.
Dari informasi BMKG terkini di sinyalir sumber gempa dari laut lombok timur sekitar 42 km timur laut ,Mataram NTB. dengan kekuatan sekitar 5,2sr

Sumber : http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg

20-Aug-18
01:23:25 WIB
-8.34 116.9 5.2 10 Km 42 km TimurLaut LOMBOKTIMUR-NTB

Penulis: Om Agu/admin

MERDEKA ATAU MEDDE’KA (Bagian.3)

Oleh: Andi Irwandi Natsir

Sebagai wakil rakyat, teriris sangat menyaksikan itu di depan mata, bahkan dari dulu di saat belum menjadi apa-apa, oleh karena mereka itu pulalah. Semangat ’45’ ini selalu menggebu, tak henti berjuang di parlemen untuk perbaikan di sana, minimal ada akses Transportasi yang layak, melintasi pegunungan itu, pegunungan Bontocani. Rakyat tak mau peduli, dengan cara apa, sesuai kewenangan atau tidak?? Masalah itu harus tuntas, biar ada tanda di mata mereka bahwa kita duduk di parlemen menyambung lidah rakyat bukan sekedar menyambung aspirasi partai dan golongan tertentu.

Sehebat apapun kita, tentu perjuangan itu tak tuntas di tangan sendiri. Kebijakan melibatkan banyak pihak, wakil rakyat hanya bisa meneruskan aspirasi, bukan mengeksekusi. Pada wilayah aspirasi tentu saja berjalan lobi, baik ditingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Disatu sisi tak luput hormat dan terima kasih kepada semua yang telah membantu, melalui Dana Alokasi Khusus untuk daerah tertinggal, pembangunan pembetonan jalan disana berjalan, saat ini belum tuntas. Lokasi perayaan itu belum tersentuh, dari kota kecamatan masih tersisa puluhan kilometer. Oleh karena itu, atas nama kemerdekaan jalan lintas itu harus di tuntaskan.

Menjadi wakil rakyat Bone di Provinsi Sulsel, menyelesaikan persoalan satu itu bukanlah sebuah prestasi. Tidaklah boleh terjadi disparitas pembangunan antar kecamatan. Begitupun bangsa ini, menyelesaikan Papua bukan berarti tugas negara selesai, tugas Presiden selesai. Disparitas pembangunan antar wilayah tak boleh terjadi. Subtansi kemerdekaan tidak akan tercapai jika sosok negarawan tak hadir memimpin bangsa ini, cita-cita negara yang tertuang dalam amanat UUD (pasal 33 ayat 2),”Bumi dan air dan kekakayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat” sampai saat ini masih sebatas mimpi.

Selamat hari Kemerdekaan 17 Agustus, jaga bangsa ini, jaga rakyat kita dari pesimisme hidup, Merdeka atau “Medde’ka??

MERDEKA ATAU MEDDE’KA (Bagian.2)

Oleh: Andi Irwandi Natsir

Beberapa hari ini, media disibukkan dengan deklarasi capres, bahkan riuh rendah media sosial bersiul akibat dramatisnya penentuan cawapres dua kandidat. Jokowi menggandeng KH. Ma’ruf Amin di detik akhir, menelikung Prof. Mahfud yang telah terwacana berhari-hari, bahkan Istana telah memberi perintah mengukur baju. Sementara Prabowo meminang Sandiaga Uno di last minit juga, dimana sebelumnya kuat diwacanakan, berpasangan dengan putra Mahkota Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Tentu saja, nasib rakyat kembali di pertaruhkan apakah fenomena pengantar pilpres itu, akan menjawab harapan bangsa, apakah  subtansi kemerdekaan akan terwujud??

Entahlah, tulisan ini tak fokus disitu.

Bukan soal menu pilihan Capres yang kami khawatirkan, melainkan adalah kejenuhan rakyat terhadap penyelenggaraan pilkada, pemilu yang tak membuahkan hasil. Fakta, bahwa selama ini hasil pilkada dan pemilu itu lebih banyak dinikmati dirasakan oleh tim sukses masing-masing, dinikmati oleh beberapa orang atau kelompok saja, sementara yang mereka harapkan adalah kebijakan yang mampu melakukan perubahan secara subtansial terhadap sendi kehidupan mereka. Mereka ingin merdeka seutuhnya, ingin merasakan kesejatian dari sebuah kemerdekaan.

Kembali kita menengok kekampung kecil itu, hingga saat ini, pilihan mereka ada dua, Merdeka sejahtera di kampung sendiri atau “Medde’ka” ke negeri seberang (pergi ke negeri seberang/merantau. Nyatanya sampai saat ini, karena kerasnya hidup di kampung dan keahlian yang terbatas, banyak diantara mereka memilih mengadu nasib ke negeri Jiran, menjadi TKI ke negeri Arab. Menjadi TKI illegal malah ada, bukan karena penghidupan disana lebih layak, melainkan karena nilai tukar rupiah lebih rendah di banding ringgit. Dengan gaji sedikit maklum illegal, bertahan bertahun, mereka kembali dari perantauan menukar tabungan dengan rupiah, satu rumah jadi berhasil mereka bangun, itu lebih baik, daripada bertahun berputar di kampung sendiri, jangankan rumah pondasi pun tak jua jadi, Ironis. .(lanjut ke ‘Merdeka atau Medde’ka bagian.3)

MERDEKA ATAU MEDDE’KA (Bagian.3)

ANDRI’TA Akan Kawal Kepentingan Desa

TRIBUNCELEBES.COM-MAKASSAR- AM.Riad Farzal Mustari (Andri’ta) Bacaleg Provinsi dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil V Kabupaten Sinjai dan Bulukumba siap perjuangkan kepentingan Desa ketika dirinya nanti diberi amanah duduk di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Hal tersebut disampaikan Andi Riad, saat ditemui  di Warkop 212 Toddopuli, Kamis (09/08/2018).

Untuk membuktikan keseriusannya untuk memperjuangkan desa, Andi Riad juga telah meluncurkan tagline “ANDRI’TA Sahabat Desa” dengan harapan Andi Riad Mustari dapat menjadi wakil rakyat dengan senantiasa mengawal kepentingan yang berkaitan langsung dengan desa, khususnya Desa yang di daerah pemilihan V yaitu Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.

“Insya Allah, Jika diberikan amanah duduk di DPRD Provinsi, saya akan fokus untuk mengawal kepentingan desa, apalagi sebelumnya juga saya berada pada Satuan Kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (red.P3MD) Provinsi Sulawesi Selatan” tegasnya

Lebih lanjut kata dia, saat ini desa sudah mengelolah anggaran yang cukup banyak,  akan tetapi yang perlu dimaksimalkan saat ini  adalah pengawalan kebijakan dan regulasi desa, dan lembaga legislatif merupakan tempat yang tepat untuk itu.

“Dengan adanya pengalaman mengurus desa sebelumnya, maka saya ingin mengabdikan diri untuk masyarakat desa melalui Pemilihan Legislatif Provinsi Sulawesi Selatan Dapil V Kabupaten Sinjai Bulukumba” Jelas Andi Riad yang juga Putra Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Selatan.

Biodata Singkat Andri’ta

Nama lengkap : A M Riad Farzal M Sh

Alamat               : Jln toddopuli 10 no 46

Pekerjaan         : Peg-Satuan Kerja (Satker) P3MD Prov.Sulawesi selatan

Istri                   : A. Wahdaniah AMD, KEB

Anak

1. A M  Malikal Dzaky Mustari

2. A M Dzakir Khafadi Mustari

Penulis : Om Agu/Admin

P3MD Sinjai Kampanyekan Program ‘Gerdesin Gembaca’ di Bumi Panrita kitta

TRIBUNCELEBES-SINJAI–Gerakan Desa Se Kabupaten Sinjai Gemar Membaca (GERDESIN GEMBACA kembali dikampanyekan oleh Tenaga Pendamping P3MD Kabupaten Sinjai dalam acara Penilaian Lomba Desa Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Desa Lamatti Riaja Kecamatan Bulupoddo, Jumat 13 Juli 2018.

Tampilan  Tarian adat budaya Lokal Sinjai pada penyambutan Tim Penilai Lomba Desa  Sul-Sel 2018

Muhammad Ihsan Maro selaku inisiator kegiatan ini mengatakan bahwa ini merupakan Program yang senantiasa di dorong oleh Pendamping Desa ke desa desa di Sinjai dengan harapan tumbuhnya minat baca masyarakat desa.

Kadis PMD Sulsel bersama Pjs.Bupati Sinjai pada kunjungan Tim Penilai Lomba Desa Sul Sel 2018 didesa Lamattiriaja-Bulupoddo

“Gerdesin Gembaca adalah program yang sangat relevan dengan Keberadaan Kabupaten Sinjai yang dikenal dengan Bumi Panrita kitta yang artinya tempat para ulama, tempat para terpelajar, olehnya itu kegiatan ini merupakan gerakan untuk menciptakan masyarakat desa yang memiliki skill, kreatifitas dan inovatif” Jelas Ihsan yang juga Tenaga Ahli P3MD Sinjai.

Pihaknya juga berharap, dengan pencanangan Program Gerdesin Gembaca ini nantinya Pemerintah Desa dapat kembali mengaktifkan kembali Perpustakaan Desa dan Taman Baca Masyarakat Desa.

Kegiatan diakhiri dengan melakukan penandatangan komitmen bersama antara P3MD Sinjai, Dinas PMD Sinjai, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai, STISIP Muhammadiyah Sinjai, Perwakilan Camat, Perwakilan Pemerintah Desa dan Perwakilan BPD.

Dilaporkan Oleh : Supratman