Kontes Dangdut Gebyar Desa LSM Lepas, Cenrana Boyong 2 Gelar Juara

Tribuncelebes.com- BONE–Acara Kontes Dangdut Gebyar Desa Lepas yang di laksanakan oleh lembaga swadaya masyarakat LSM Lepas, ini dilaksanakan dari tanggal 7 sampai  9 Desember 2019 di lapangan Tokaseng alun alun kantor Kecamatan Tellusiattingnge. (9/12).

“Acara ini diadakan atas dasar komitmen LSM Lepas sebagai lembaga yang memiliki visi edukasi dan advokasi terhadap kemajuan Desa.” Urai Kurniansah

Penyerahan hadiah bagi peraih juara lomba kontestan dandut Gebyar Desa di Lapangan Tokaseng alun alun kantor Kecamatan Tellusiattingnge. (9/12/2019)

“Gebyar Desa LePAS sesungguhnya ingin menggali dan mengembangkan  talenta yang ada di Desa khusus nya talenta penyanyi dangdut, dimana dangdut memang lebih banyak diminati oleh orang Desa”.lanjut Anca menjelaskan

Dalam lomba kontes dangdut ini utusan dari Desa Watang ta kecamatan Cenrana meraih juara umum I dan II.

Berikut daftar peraih juara Kontes Dangdut Gebyar Desa Lepas, Tellusiattingnge

Juara I- Nuraeni Desa Watang TA Kec.Cenrana

Juara II- Hesti Desa Pusungnge Kec.Cenrana

Juara III- Muh.Asrul Aksa Desa Timurung Kec.Ajangale

Juara IV- Kamsir Desa Lattekko Kec.Awangpone

“LSM Lepas tentunya akan terus bersinergi dengan Desa dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan SDM Desa dan SDA yang dapat menstimulasi pengembangan ekonomi Desa”, lanjutnya.

Tentang reaksi masyarakat dan pemerintah setempat, Anca menjelaskan bahwa masyarakat dan Pemerintah Setempat sangat berterimakasih dengan adanya gebrakan LSM Lepas ini yang dianggap sangat memahami minat masyarakat Desa dan diharapkan dapat berkesinambungan ditahun tahun berikutnya.

Kegiatan ini ditutup oleh Drs. Andi Amang selaku kasi pemerintahan kecamatan Tellu Siattinge.

Dalam sambutan penutupannya Drs.A.Amang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang pembinaan bagi bakat bakat muda pada nyanyi dangdut di desa desa yang ada di Kabupaten  Bone.

“Selain untuk memberikan hiburan kepada warga Tellu Siattingnge, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan bakat bakat muda penyanyi dangdut yang ada di desa-desa” ungkap Drs.A.Amang.

Terbukti bakat dangdut yang berasal dari Desa Watang Ta Kec.Cenrana meraih juara 1 pada lomba kontes dangdut ini. Pula utusan dari kecamatan Cenrana ini membawa pulang 2 gelar juara yakni juara Umum I dan juara umum II.

Acara ini didukung oleh instansi pemerintah dan perusahaan local dan nasional seperti Astra motor Honda, Dinas Koperasi, Lilo AK Racing bone, Plaza Desa Aice Ice Cream, Wuling motor, Apdesi, 88 Cell, Dewata perinting, Rapid Air Minum, Suzuki mobil, H.miming Enterprise, Bahagia Musik Entertanment.**(Vhanjhoelk)

Tim Terpadu Lintas Kementerian Dorong Percepatan Penyaluran Dana Desa Tahap III, Ke Sulawesi Selatan

tribuncelebes.com- Makassar– Tim Terpadu Lintas Kementerian dan Lembaga melaksanakan monitoring dan evaluasi percepatan penyaluran Dana Desa tahap ke-3 ke beberapa Provinsi, termasuk ke Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut sebagai tindaklanjut hasil Rapat Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga beberapa waktu lalu di Jakarta, guna melaksanakan berbagai upaya dan solusi percepatan penyaluran Dana Desa, sekaligus mendorong efektivitas interkoneksi sistem OMSPAN, Siakeudes dan SIPEDE yang diterapkan di daerah-daerah dan Desa-desa.

Demikian rilis yang disampaikan ke Media hari ini, Kamis (14/11/2019) terkait kegiatan monev terpadu yang dilaksanakan sejak Tangal 10-14 November 2019 di Sulawesi Selatan.

Menurut Koordinator Tim, Yasrif, bahwa Tim terpadu ini melibatkan unsur perwakilan dari Kemenko PMK, yakni Rudi Hermawan, Dedy Siswoyo Setiawan dan Erwin hari Sentoso, perwakilan BPKP, yakni Ardiles Panggabean, perwakilan Kemendagri, yakni Syahrul yadi, perwakilan Kemendes PDTT, yakni Andre ikhsan Lubis, Arwani dan Rahman.

“Tim melakukan spotcheck secara maraton ke Tiga lokus utama, yaitu Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulu Kumba serta sampling ke Desa Bira. Trend keterlambatan ini dari tahun ke tahun hampir sama. Karena itu perlu mengkaji faktor penyebab keterlambatan penyaluran dan pencairan DD Tahap ke-3, sekaligus menemukan solusi efektif berdasarkan temuan lapangan”, katanya.

Lebih lanjut, Ketua Tim menjelaskan berdasarkan hasil Monev yang melibatkan unsur Pemda, Dinas PMD, DPKAD, KPPN, Camat, Kades dan Pendamping Desa di lokus spotcheck tersebut, ditemukan kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, Pemda dan Dinas PMD serta OPD terkait berkomitmen segera mempercepat proses penyaluran Dana Desa tahap 3 sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Penyaluran Dana Desa tahap 3 mensyaratkan adanya laporan dari Desa terkait realisasi penyaluran dana desa dengan minimal penyerapan sudah mencapai 75 persen dan laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output dana desa sampai dengan tahap kedua 50 %”, katanya.

Terkait hal itu, menurut laporan KPPN bahwa Dana Desa di Kabupaten Jeneponto, dari 82 Desa terdapat 16 Desa siap dicairkan dari RKUD ke RKDes pada Kamis ini, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian input pelaporan dalam sistem Siskeudes.

Untuk Kabupaten Bantaeng, dari 46 Desa penyaluran Dana Desa tahap 3 seluruhnya baru dalam proses pencairan dari RKUN ke RKUD yang ditargetkan selesai akhir November, setelah selesai dilakukan verifikasi laporan dan bukti-bukti penggunaan Dana Desa, maka dicairkan dari RKUD ke RKDes.

Sedangkan Kabupaten Bulu Kumba, dari 109 Desa sedang proses penyaluran dari RKUN ke RKUD dan Desa-desa yang telah memenuhi persyaratan pengajuan tahap 3, maka target minggu depan dicairkan ke RKDesa.

Terkait sistem Siskeudes, Syahrul Yadi dari perwakilan Kemendagri, justru dimaksudkan untuk memberikan pelayanan untuk efektivitas proses pelaporan yang diharapkan terjadi interkoneksi dengan sistem OMSPAN dari Kemenkeu maupun SIPEDE milik Kemendes PDTT.

“Kita dorong proses input data dalam sistem ini dapat berjalan lancar, sekaligus Pemda juga memaksimalkan fungsi pendampingan pada pihak Pemerintah Desa”, tegasnya.

Terkait penggunaan Dana Desa, Andre Ikhsan Lubis dari Kemendes PDTT berharap dengan terbitnya Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, pihak Desa dapat benar-benar dapat menetapkan prioritas penggunaan Dana Desa sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pengembangan SDM melalui musyawarah Desa yang lebih berkualitas.

“Pemanfaatan Dana Desa sesuai prioritas kebutuhan masyarakat yang difasilitasi oleh Pendamping Desa ini menjadi kunci dalam konteks percepatan mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera”, tandasnya.

Kesimpulan selanjutnya, menurut Yasrif, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, baik terkait penyaluran dan pencairan Dana Desa maupun penggunaan Dana Desa agar sesuai harapan bersama, maka akan segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah strategis dan solutif di masing-masing Kementerian maupun Kelembagaan terkait.

“Kegiatan spotcheck lokasi ini sebagai bahan acuan berharga bagi Pemerintah dalam rangka mempercepat proses penyaluran dan pencairan Dana Desa sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa”, pungkasnya.
(Rilis AR dan Tim)

Kunjungi 3 SMA di Bone, Andi Irwandi Prihatin Sarana Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Honorer

Tribuncelebes.com- BONE– Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Irwandi Natsir. S,Sos. M,Si. yang akrab disapa AIN ini menyempatkan diri berkunjung ke sekolah-sekolah. Kegiatan ini sebagai bahagian reses masa sidang pertama tahun 2019.

Dalam lawatannya ke SMA 6 Bone, Andi Irwandi yang mewakili dapil Kabupaten Bone ini diterima oleh Kepala Sekolah dan bertatap muka dengan seluruh tenaga pengajar

Terdapat 3 sekolah menengah yang dikunjungi, yakni SMA 6 Kecamatan Kahu, SMA 19 Kecamatan Patimpeng dan SMA 2 di Kecamatan Mare. Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 8 s/d 9 November 2019.

Dalam lawatannya ke SMA 6 Bone, Andi Irwandi yang mewakili dapil Kabupaten Bone ini diterima oleh Kepala Sekolah dan bertatap muka dengan seluruh tenaga pengajar

Dalam lawatannya ke SMA 6 Bone, Andi Irwandi yang mewakili dapil Kabupaten Bone ini diterima oleh Kepala Sekolah dan bertatap muka dengan seluruh tenaga pengajar di Sekolah tersebut.

Dalam kunjunganya, Andi Irwandi mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, dengan kondisi penganggaran yang ada, tak seharusnya sekolah-sekolah saat ini kekurangan fasilitas. Salah satunya adalah ruangan kepala sekolah di SMA 6 tersebut yang sudah berlubang dan rawan rubuh.

“Anggaran kita untuk pendidikan dari pusat telah diatur sedemikian rupa, 20% dari total anggaran yang ada. Jumlah itu tak boleh dikurangi, bagaimanapun kondisi suatu daerah, bahkan kalau perlu ditingkatkan”, jelasnya.

Kenyataannya menurut Andi Irwandi, begitu miris setelah menyaksikan langsung keadaan sekolah-sekolah. Ruangan kepala sekolah SMA 6 yang harusnya mendukung iklim kerja yang baik, sangatlah tidak layak.

Dinas Pendidikan yang menjadi mitra kerja Komisi E DPRD Sulsel dimana A. Irwandi ini ditugaskan, menurutnya perlu diupayakan maksimal untuk menyerap aspirasi para penyelenggara pendidikan langsung di sekolahnya.

“Pemerintah saat ini mencanangkan program pembangunan Sumber Daya Manusia SDM untuk Indonesia maju. Sekolah adalah pembangun SDM berkualitas kita. Mereka berjuang dalam diam, karenanya patut diperhatikan dengan mengunjungi langsung tempatnya”, Andi Irwandi, menambahkan.

Sementara itu Kepsek SMA 6 Bone menyampaikan, bahwa kebutuhan mendesk dari sekolahnya adalah sarana toilet. Sarana toilet tidak seimbang dengan jumlah murid yang ada.

“Toilet disini hanya berjumlah 3 buah, tidak seimbang dengan jumlah siswa yang ratusan itu. Tak jarang murid harus keluar lokasi sekolah untuk kebutuhan tersebut”, ungkap kepala sekolah itu menjelaskan.

Adapun di SMA 19 Bone yang berada di Kec. Patimpeng yang juga menjadi tempat kunjungan reses anggota DPRD ini, ia mendapat keluhan terkait kondisi lapangan sekolah.

Kepala Sekolah SMA 19 Patimpeng itu menyampaikan, bahwa ketika memasuki musim penghujan, setiap Senin, murid-murid harus berkubang lumpur saat mengadakan upacara bendera.

Keluhan yang sama terkait fasilitas sekolah juga terjadi di SMA 2 Bone, Mare. Sekolah yang merupakan salah satu sekolah tertua di Kab. Bone ini, ruangan laboratorium memprihatinkan.

Menurut kepala sekolah, sudah 48 tahun gedung laboratoriumnya tidak pernah direhabilitasi.

Melihat kondisi tersebut, Andi Irwandi menyampaikan akan memperjuangkan segala kekurangan yang ada sebatas kemampuan dan kewenangan yang diberikan. Dirinya mengaku akan berkonsentrasi terhadap bidang pendidikan.

“Banyak persoalan yang perlu dibenahi, memang banyak anggaran tapi masih banyak ketimpangan. Salah satu yang perlu digaris bawahi adalah, semua sekolah masih bermasalah dengan kesejahteraan guru honorer, sementara mereka hampir menjadi tulang punggung utama dalam disetiap sekolah, disaat bersamaan justru guru PNS banyak yang pensiun, tetapi tentu saja kita akan lihat data lengkapnya, saat ini kita sudah melihat langsung meski tak semua tapi garis besar masalahnya sepertinya sudah tampak”, tuturnya, menutup pembicaraan. (Rilis; Chandra Utama)

Dukungan Pemerintah, KT Soppeng Raih Berbagai Juara SKBKT di Sidrap

Tribuncelebes.com, SOPPENG—Berkat dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Soppeng, atas motivasi meramaikan Study Karya Bakti Karang Taruna (SKBKT) yang diselenggarakan di Kabupaten Sidrap mulai 27 sampai 29 September 2019.

Sebelumnya, beberapa kegiatan yang dilaksanakan dan diikuti Karang Taruna Soppeng, seperti sepak takraw, bola volly, olah raga tradisional engran, nyanyi solo, lomba masak serta beberapa kegiatan lainnya.

Ketua KT Soppeng, Hadi Indrajaya dikonfirmasi mengungkapkan atas prestasi yang di raih KT Soppeng tak lepas dari dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak memberikan dukungan penuh ikut berpartisipasi.

“Kami patuh dan bangga atas prestasi yang di raih KT Soppeng, ini tak lepas dari dukungan Bupati Soppeng juga selaku dewan pembina KT Soppeng,” ucap Hadi Indrajaya.

Dikatakan pula, dari beberapa kegiatan lomba diikuti di SKBKT Sidrap, KT Soppeng menyabet beberapa juara seperti lomba lagu solo dan permainan tradisional.

“Lomba lagu solo juara I dan juara II engran, ini kami persembahkan untuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Pihaknya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas bantuannya seperti Dinas Sosial, Kepala BPMD, Kepala BPBD, Kabag Umum, Kabag Kesra, Bapak HIHC dan Syamsuddin (anggota DPRD), Kades Marioriaja, Sponsor Baju dari Cantika serta kepada pengurus karang taruna yang sudah bekerja keras selama ini.

“Terima kasih kepada Stekholder yang terkait atas bantuan dan partisipasinya dalam kegiatan ini. Semoga Tuhan membalasnya Amien,” harapnya.

Laporan: El-anchu

Desa Lompulle Wakili Soppeng Bersaing dengan 14 Desa/Kelurahan dalam Lomba Desa Se-Sulsel 2019

Tribuncelebes.com-SOPPENG- Tim penilai Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sulsel tahun 2019. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pada hari Kamis, 4 Juli 2019. Melaksanakan penilaian kriteria Lomba di Desa Lompulle Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng, di sambut oleh Ketua Tim Pengerak PKK Kab.Soppeng Hj. Nurjannah  Kaswadi, SE. Bersama Pemerintah Desa Lompulle yang damping oleh Kadis PMD Kabupaten Soppeng Andi Agus Nongki bersama rombongan .

Kegiatan-penilaian-Lomba-Desa-Sulsel.-Desa-Lompulle-Soppeng

Berdasar surat Gubernur Sulawesi selatan nomor, 414.4/ 4454/DPMD. tanggal 3 Juli 2019 tentang Format Baru Pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019.Desa Lompulle adalah desa yang mewakili Kabupaten Soppeng dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tahun ini. Lomba ini diikuti oleh 14 Desa dan Kelurahan se-Sulsel dari 12 Kabupaten/Kota.

Kegiatan-penilaian-Lomba-Desa-Sulsel.-Desa-Lompulle-Soppeng

Amri S.Sos Kepala Desa Lompulle, mengatakan bahwa semoga hasil penilaian lomba ini mengantarnya dalam nominasi 6 besar ke tahap selanjutnya dari 14 desa/ kelurahan yang menjadi rival dalam lomba tahun ini.

“Saya berharap semoga tahun ini minimal kami Desa Lompulle masuk dalam kategori Enam besar ke tahap selanjutnya, harapan kami lagi semoga Desa Lompulle dapat menjadi juara lomba desa ini.” Kata Amri yang didampingi oleh Pendamping Desa Andi Agus Topan, Hari Panunjuk bersama Tenaga Ahli P3MD Kab Soppeng, Sumiati, Baheri Usba, dan Fahmi.

Kegiatan-penilaian-Lomba-Desa-Sulsel.-Desa-Lompulle-Soppeng

Ada beberapa deretan Prestasi Desa Lompulle diantaranya, tahun 2017  juara 3  Lomba Program Inovasi Desa (PID) tingkat Kab.Soppeng, dan juara 1 Lomba Bedug tingkat Kab.Soppeng,

Amri, S.Sos. Kepala Desa Lompulle dalam Kegiatan-penilaian-Lomba-Desa-Sulsel.-Desa-Lompulle-Soppeng

Sedang tahun 2018, prestasi yang sempat di raih diantaranya

  1. Juara II Lomba Desa kategori Penguatan Pembangunan dan Partisipasi Pasyarakat tingkat Prov Sul-sel
  2. Juara I Lomba Bumdes tingkat Prov- Sul-sel
  3. Juara III Perpustakaan Desa tingkat Kabupaten Soppeng
  4. Juara III lomba Inovasi Desa tingkat Kabupaten Soppeng
  5. Juara I Lomba Bedug tingkat Kabupaten Soppeng

Desa Lompulle adalah satu dari 4 Desa kecamatan Ganra yang berlokasi 4 Km arah timur Kota Watansoppeng, dan sekitar 170Km arah Utara Kota Makassar. Lompulle Bagian Utara berbatasan dengan Kabupaten Wajo, bahagian Timur berbatasan dengan Desa Kebo, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Belo dan Desa Pajalesang. Sedang sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kessing dan Desa Belo Kabupaten Soppeng.

Lompulle memiliki wilayah pemerintahan seluas  1.989,27 Ha dengan permukiman seluas 348 Ha, Area Pertanian 836,95 Ha. Perkebunan 282,32 Ha. Dan potensi danau 300 ha, potensi ini memungkinkan Desa Lompulle Berjaya di bidang pertanian dan perkebunan dengan saran kebutuhan air yang tercukupi. (Om)

Ini Hasil Monev Tim Percepatan Penyaluran Dana Desa Tahap II Tahun 2019 Sulsel

Tribuncelebes.com- TANA TORAJA–Sesuai kebijakan Ditjen PPMD, Kemendes PDTT terkait penugasan Tim Monev Terpadu percepatan penyaluran Dana Desa tahap II Tahun 2019 dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah, maka Tim Monev dari unsur KN-P3MD dan SEKPRO, Choiril Akbar dan Rido melakukan monev ke Propinsi Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara pada Tanggal 12-16 Juni 2019.

Menurutnya, hasil monev terhadap masalah tersebut secara umum pihak Pemda sangat responsif sehingga di sisa waktu dua minggu ini dinilai masih dapat terkejar sesuai target penyaluran yang diamanatkan oleh PMK Nomor 193 Tahun 2018, yakni minggu keempat Bulan Juni ini.

Demikian rilis yang disampaikan ke Media, kemarin (17/06/2019).

Tenaga Ahli Manajemen Data Regional 5 KN-P3MD, Choiril yang didampingi Tenaga Ahli Provinsi Sulawesi Selatan, Adi dan Supriyadi Dodi mengatakan, dari 21 Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan, persyaratan penyaluran Dana Desa Tahap II TA 2019 sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 ayat 1 jo. ayat 5 PMK 193/2018, yakni laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran sebelumnya (2018) minimal 75% yang diterima di RKUD dan Laporan Konsolidasi Realisasi Penyerapan dan Capaian Output Dana Desa Tahun sebelumnya (2018) sebesar 50 % yang diterima di RKUD di Provinsi Sulawesi Selatan diyakini telah terpenuhi dan nantinya dapat tersalurkan sesuai target.

“Pendamping Desa di semua level siap fasilitasi dan membantu Pemerintah demi percepatan penyaluran Dana Desa tahap II yang menjadi hak masyarakat Desa”, ujarnya.

Terkait hasil monev di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, persyaratan pengajuan pencairan DD 2019 tahap II (40%) dari RKUN ke RKUD sudah lengkap, saat ini menunggu surat dari Bupati setempat dan dokumen terkait pencairan DD 2019 tahap II 40% diajukan ke KPPN.

Sementara itu, menurut Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Lembang Ir. Marida Bungin, M.M, proses pengajuan dan dokumen persyaratan untuk pencairan Dana Desa Tahap II TA 2019 dari RKUN ke RKUD dijadwalkan pada Senin kemarin, yakni masuk Minggu Ke 3 bulan Juni 2019. Dia optimis Dana Desa Tahap II di Kabupaten Tana Toraja dapat disalurkan di minggu keempat Bulan Juni 2019 sesuai amanat PMK Nomor 193 Tahun 2018.

Untuk Kabupaten Toraja Utara, menurut Sekretaris Daerah Drs. Rede Roni Barr, M.Pd yang duduk bersama dengan Kepala Dinas PML, Sekdis Keuangan dan seluruh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) mengatakan bahwa proses input Laporan ke OM Span sudah hampir selesai dan dijadwalkan di minggu keempat bulan Juni 2019 juga dapat disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah.

Selain melakukan monev kegiatan tersebut, Choiril Akbar menghadiri acara Rapat Koordinasi dengan seluruh Pendamping Desa di Kab Toraja Utara dan dilanjutkan menghadiri Rapat Koordinasi TIK (Tim Inovasi Kabupaten) Program Inovasi Desa dan memberikan penguatan dan pengendalian terhadap Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) di Hotel Sahid Tana Toraja.

“Ini penting dilakukan terus menerus agar eksistensi dan profesionalisme Tenaga Ahli Profesional meningkat sesuai harapan bersama. Khusus keterlibatan Pendamping Desa dalam inputing Data SIPEDE, check list dan lain-lain itu bagus sekali sebagai salah satu cara untuk mengapresiasi keberadaan pendamping desa”, pungkasnya.

(Rilis: Arwani)

Kumpul Bareng Andi Etti, Ini Curahan Hati Penyuluh Agama Soppeng

Tribuncelebes.com,SOPPENG—Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin (Andi Etti) kembali menggelar silaturrahim dengan penyuluh agama se Kabupaten Soppeng di Triple 8 Riverside Resort, Jl Lompo Watansoppeng, Sabtu (15/6/2019).

Silaturrahim yang dikemas dengan kegiatan Sosialisasi Perda Wajib Belajar Pendidikan menengah yang dihadiri ratusan peserta dari 8 kecamatan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Huzaemah Rauf (Kepala Kantor Kementerian Agama Soppeng), Harnis (Ketua Dharma Wanita Persatuan Soppeng Kementerian Agama Soppeng), Ambo Aco Iskandar (Kasi Bimas Islam Kemenag Soppeng) dan beberapa Kepala KUA juga tampak hadir.

Di akhir acara, salah satu penyuluh agama, Suhardi membacakan puisi yang merupakan curahan hati penyuluh non PNS di Kabupaten Soppeng.

BERIKUT CURAHAN HATI PENYULUH AGAMA NON PNS

Suara penyuluh Agama Suara Keislaman.
Suara Penyuluh Agama Suara Keikhlasan.
Suara Penyuluh Agama Suara Pemersatu Umat.

Suara pung Etti Idaman Penyuluh Agama
Suara Pung Etty Penyuluh Agama Harapkan

Menyuarakan Curahan Hati Penyuluh Agama NON PNS di Meja DPRD

Mengharap agar kata NON bisa tertanam dan terkubur di tanah dalam-dalam
Dan tidak Kadaluarsa status NON di Penyuluh Agama

Saya tidak tau apakah ini puisi atau pantung
Intinya Hanya curahan hati selaku penyuluh Agama NON PNS.

Diketahui, Andi Etti yang juga Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel memang selama ini sangat dekat dengan penyuluh agama.

Sebagai Penasehat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Soppeng, Wakil Ketua DPW PPP Sulsel ini selalu melibatkan penyuluh dalam kegiatan majelis taklim. (RED)

Video, Korban Bencana di Wilayah Gowa, Bungaya, Biringbulu, dan Tinggi Moncong.

Gowa- Tribuncelebes.com– Bencana Alam Besar Sul-Sel yang  terjadi selasa 22 januari 2019 ini, yang menimpa wilayah kabupaten Gowa, Makassar dan wilayah wilayah pesisir Selat Makassar seperti, Jeponto, Maros, Barru, Soppeng dan Wajo.

Akibat curah hujan yang tinggi sejak dini hari selasa (22/01) disertai angin kencang yang kecepatan angin mencapai 80 km/jam. Sehari sebelumnya Senin (21/01), BMKG Kota Makassar telah mengumumkan Peringata dini cuaca, yang berpotensi Badai dan bencana Hidrometeorologi wilayah kota Makassar dan 6 Kabupaten wilayah pesisir selat Makassar. Banjir dan tanah longsor ini menelan korban jiwa dan materi, rusaknya infrastruktur jalan jembatan dan perumahan.

Dari hasil Investigasi P3md kab.Gowa, di himpun informasi sbb. Data Korban Kecamatan Bungaya, Data Korban Kecamatan Biringbulu, Kecamatan Tinggi Moncong Desa Parigi, dan data korban Desa Bontomanai.

Bungaya (24/01)- – Data Korban meninggal akibat bencana alam tanah longsor yang sudah ditemukan tanggal 22-24 Januari 2019 sbb:

1-Desa Mangempang. Hamzah Bin Nuru (L), Erlangga (L), Mutung Dg Kasma(P), M.Iksan (L)

2-Desa Buakkang, Karimuddin (L)

3-Desa Bontomanai, Bonto Bin Baso (L)

4-Kel. Sapaya, Dg.Tola (L), Dg Bola (P), Hamsir, Aldi (L), Dg Jarung (L), H.Naha (L), Saeni (L), Tino Bin Leo (P). Jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan sementara 14 Orang

Biringbulu- Kondisi Bencana alam Banjir dan tanah longsor Kecamatan Biringbulu kabupaten Gowa (24/01)

  1. Tanah Longsor ke jalan Dusun Bangkowa desa Baturappe
  2. Tanah longsor Dusun Kampungberu desa Berutallasa (Menjebol dinding rumah warga)
  3. Tanah longsor dusun Bontomanai desa Julukanaya (2 unit rumah rusak parah)
  4. Tanah longsor lingk. Pangawarrang kel. Lauwa (3 titik: maklobeng, jl ke Baliangan, hutan belakang kantor Camat Biringbulu)
  5. Air sungai meluap di dusun Pannyawakkang desa taring (beberapa rumah terseret dan rusak akibat luapan air tersebut)
  6. Air sungai meluap di Bangkala desa taring
  7. Jembatan paranakeng desa Paeangloe rusak akibat luapan air sungai
  8. Air pasang di dusun kampung berua desa Lembangloe
  9. Tanah longsor di dusun Bontotekne desa Borimasunggu (1 rumah warga rusak parah)
  10. Air sungai meluap di desa Pencong

Tinggi Moncong Desa Parigi (24/01)- Data Korban Bencana tanah longsor dan banjir Desa Parigi kecamatan Tinggimoncong, kabupaten Gowa. Akibat curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, telah terjadi beberapa bencana. Tanah longsor dan banjir di berbagai titik.

  1. Jembatan gantung singgasana di sungai malino yang menghubungkan Dusun Saluttowa ke Dusun Asana, mengalami kerusakan parah karena fondasi tiang penyanggah tempat menggantung kawat sleng bagian utara jembatan retak dan bergeser. Dari tempatnya berdiri, tiang penyanggah dari besi baja yang dipasang dari bawah sungai ke kawat sleng telah hilang,hanyut dengan air banjir dan untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.
  2. Pipa jaringan induk bersih milik BUMDES parigi pada jaringan Bulo ke Saluttowa sebanyak 12 btg hanyut oleh arus longsor, dan sampai sekarang total tidak dapat difungsikan dengan ukuran pipa 3 inci SNI (paralon).
  3. Tempat di Dusun Asana Desa Parigi pada jalan poros Asana Desa Parigi ke Kelurahan Garassi terjadi tanah longsor yang menutupi jalan dengan panjang longsoran +- 15 m, menutupi bahu jalan. Sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Kerugian material: -Empat ekor sapi tertimbun
  1. Tempat, di Rk Pakua Dusun Pangajiang jalan poros yang menghubungkan Desa Parigi ke Kelurahan Gantarang, dua titik tertimbun longsor dan tidak dapat dilewati kendaraan roda dua dan empat.

Bungaya – Desa Bontomanai (24/01)- Data Korban sementara yg terkena dampak longsor Desa Bontomanai Kec. Bungaya Kab. Gowa

Meninggal  1 orang atas nama Bonto umur 45 thn warga Dusun Tanetea. Warga yang mengungsi 715 jiwa dan terdapt di  beberapa tempat, sbb.Dusun Botong = 375 Jiwa di rmh warga , Dusun Tanetea = 165 Jiwa di rmh warga, Dusun Talumene 175 Jiwa di rmh warga, Rumah yang rusak , 30 Unit ( 2 di bawa arus / hilang ), Lahan pertanian Sekitar 100 hektar, Ternak sapi 10 ekor mati di bawa longsor info sementara 24 januari 2019. Titik Lonsor 42 titik terdapat di 4 Dusun khusus dusun Moncongan dan talumene belum ada informasi. (*)

Sumber. Informasi Tim P3MD Kab.Gowa

Kepada Andi Irwandi, Nelayan Panyula Sampaikan Keluhan

Tribuncelebes.co-BONE–Kelurahan Panyula sebagai wilayah pesisir selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya laut yang menjadi tumpuan mata pencaharian warga. Namun, sudah lebih sepuluh tahun ini, nelayan Panyula menghadapi kendala untuk aktivitas bongkar hasil tangkapan dari laut.

Persoalan warga Panyula ini terungkap dalam reses Andi Irwandi Natsir bersama warga Dusun Lapecce Kelurahan Panyula, pada Kamis 10 Januari 2019.

Masalah mendasar bagi nelayan adalah kondisi pendangkalan dan sempitnya sungai Panyula,harapan Aspirasi Warga itupun terjawab dengan kehadiran Andi Irwandi Natsir di tengah warga.

“Kalau sungai bagus dan lancar, maka nelayan insya Allah makin sejahtera”, demikian kata Pak Nanda, seorang tokoh masyarakat Dusun Lapecce.

“Di sinilah pentingnya mendegar langsung aspirasi warga. Bahwa persoalan ini seharusnya sudah sampai ke pihak pemerintah daerah. Nah, peran anggota DPRD baik kabupaten juga provinsi dibutuhkan untuk membicarakan aspirasi warga, sehingga kebijakan penganggaran dan perencanaan pembangunan dapat segera terwujud dan tentu saja tepat sasaran”.

Andi Irwandi Natsir, secara terbuka mengatakan bahwa ia akan menyampaikan persoalan ke dewan legislatif juga ke pemerintah daerah.

Bahkan, secara pribadi, anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi PAN ini mengharapkan kepada warga untuk tidak segan menyampaikan aspirasinya. “Jangan lihat saya sebagai pejabat, tapi lihat saya sebagai saudara, sebagai anak, sebagai keluarga. Jadi, nanti kalau ada masalah, bisa langsung diungkapkan, tanpa ada sekat, tanpa merasa berat” kata Andi Irwandi Natsir.  

Selama ini, akibat pendangkalan dan kondisi ruas sungai yang makin sempit membuat lalu lintas nelayan terhambat.

Padahal, sehari-hari, sungai itu diakses oleh kurang lebih 100 kapal nelayan dari warga Dusun Lengkonge, Awassalo dan Lapecce Kelurahan Panyula. Kondisi ini membuat nelayan kerap terhambat, dan tak jarang harus berebut jalan.

“Kadang kami harus berebut jalan, ketika ada kapal nelayan dari laut yang ingin masuk pelabuhan, sementara dari arah lain, ada kapal lain yang ingin keluar,” kata Pak Irfan, warga Dusun Pao-pao.

Kondisi ini menggerakkan warga yang terhimpun dalam kelompok nelayan Dusun Lapecce dan sekitarnya, untuk menghimpun swadaya guna membangun pelabuhan.

Pelabuhan itu diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan, dengan mengoptimalkan kapal-kapal nelayan merapat untuk membawa ikan-ikan segar dari laut.

Pertemuan itupun diakhiri dengan pemberian bantuan yang disampaikan langsung oleh Andi Irwandi ke pihak Kelompok Nelayan Lapecce.

Penulis; El.Ancu

Tokoh Muda Sulsel Ini Ajak Masyarakat Dukung Andi Wittiri Menuju Senayan

Tribuncelebes, Makassar – Tokoh muda Sulawesi Selatan, Ilham Ilyas yang saat ini berkiprah di Ibu Kota Jakarta mendukung Ridwan Andi Wittiri SH menjadi anggota legislatif DPR RI pada pileg 2019 mendatang.

Diketahui, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu maju di Dapil I Sulawesi Selatan yang meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar dengan nomor urut 1.

Ilham Ilyas menilai, Ridwan Andi Wittiri adalah tokoh berpotensi serta memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Sehingga menurutnya, dengan modal pengalamannya selama di DPR RI sudah tak diragukan lagi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

“Saya mengajak para sahabat dan keluarga serta masyarakat Sulse khususnya di dapil 1 untuk ikut memberikan doa dan restu serta dukunganya kepada beliau (Ridwan Andi Wittiri untuk kembali menjadi memegang amanah rakyat Sulsel di Senayan,” ungkapnya, Rabu malam (7/11/2018).

Ilham mengaku, sudah ada beberapa masyarakat yang ada di Dapil 1 telah menghubunginya agar kediamannya di Jadikan posko pemenangan.

“Iya memang sudah ada beberapa kerabat dan masyarakat yang hubungi saya agar rumah di jadikan posko pemenangan untuk Pak Ridwan Andi Wittiri,” ujarnya.

Sebagai masyarakat, kata Ilham, ia pun siap memberika konstribusi kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel itu menuju Senayan.

“Saya pikir niat baik beliau untuk kembali maju pada kontestasi politik mendatang harus kita apresiasi dan memberikan support dan dorongan, supaya beliau melanjutkan aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Ilham bercerita sewaktu dirinya bertemu dengan Andi Iwan sapaan Ridwan Andi Wittiri, sangat rendah hati dan berharap doa dukungan agar niat baiknya untuk melanjutkan aspirasi masyarakat.

“Sewaktu bertemu (A Iwan), beliau sangat rendah hati beliau mengunkapkan bahwa dirinya tidak akan berarti apa-apaa tampa dukungan dan doa restu seluruh rakyat sulsel, dan tak henti-hentinya beliau mengucapkan rasa hormat dan terima kasih beliau kepada seluruh rakyat sulsel,” cerita Ilham.

Untuk diketahui, Andi Ridwan Wittiri, S.H lahir di Soppeng,15 Desember 1962 adalah seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sebelum masuk menjadi anggota DPR RI, Ridwan adalah seorang pengusaha tambang.

Ridwan pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Rimali Group dan Komisaris Utama PT. Senamas Group.

Pada periode 2014-2019 Ridwan duduk di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, intelijen, komunikasi dan informatika. Namun, pada masa sidang pertama 2015-2016, Andi Ridwan dipindahkan ke Komisi VII.

Di Januari 2018, terjadi mutasi internal partai dan Andi Ridwan ditugaskan ke Komisi 4 yang membidangi perikanan, pangan dan kehutanan. (*)